"Aw! Apa yang kamu lakukan Tuan Jang?" teriak Dara terkejut saat tangan Jang Min menarik pinggang dan mendudukkan tubuh Li Phin di pangkuannya.
"Diamlah, di luar hujan aku tidak ingin kamu sakit," balas Jang Min, "lagian tempat ini hanya muat untuk satu orang, maaf jika Nona kurang nyaman," lanjut Jang Min.
"Ta-tapi … bukan begini caranya?" balas Dara, "hadeh, seharusnya kamu tidak mencari kesempatan di dalam kesempitan," ujar Dara.
"Maaf, aku tidak ada berniat demikian, percayalah Nona Li. Aku hanya tidak ingin kamu sakit, hanya itu!" balas Jang Min penuh wibawa.
"Dasar lelaki! Semuanya buaya darat," sungut Dara.
"Apa? Hahaha, apakah aku terlihat seperti seekor buaya darat yang menantikan mangsa begitu Nona Li?" tanya Jang Min merasa sangat lucu.
"Berapa anak dan istrimu?" tanya Dara. Ia sudah lelah menyandang predikat sebagai wanita penggoda, sehingga ia harus berhati-hati di dalam bertindak dan bersikap.
"Aku masih lajang jika itu yang kamu takutkan, Nona ... bisa bertanya pada ayah Nona!" balas Jang Min tersenyum.
Duat! Duar!
Petir menyambar di angkasa membuat Dara terdiam, "mengapa petir di zaman ini sangat mengerikan?" batin Dara.
"Apa ada bedanya petir zamanku dan zamanmu?" tanya Li Phin berusaha melihat ke angkasa.
"Entahlah, aku merasa petir di sini benar-benar menakutkan," balas Dara.
"Itu hanya perasaanmu, saja! Um, sepertinya pangkuan ini sangat nyaman, aku ingin tidur," balas Li Phin dengan santai menikmati sentuhan napas Jang Min di tengkuk tubuhnya. Namun, Dara hanya diam, "Aku tidak menyangka jika Li Phin benar-benar polos, padahal napas Jang Min sudah memburu ngos-ngosan begitu? Hadeh, benar-benar gadis yang polos, begitu pun dia masih bisa dikatakan wanita penggoda.
"Padahal siapa pun tahu jika hasrat kelelakian Jang Min sedang bertaruh melawan dirinya sendiri. Apa sebenarnya yang terjadi dengan Li Phin?" batin Dara menatap Li Phin ia mendekat dan membelai wajah Li Phin ia merasa seperti berada di dalam sebuah mimpi.
"Nona Li Phin," lirih Jang Min. Ucapan Jang Min membuat Dara tersentak dari lamunannya.
"Ada apa, Tuan Jang?" tanya Dara bingung ia tidak ingin menoleh ke belakang, ia takut jika kecelakaan akan terjadi lagi dia tidak ingin Jang Min akan mengecup pipinya untuk kedua kali.
"Di manakah kamu belajar berkelahi dan berkuda?" tanya Jang Min.
"Mati aku!" batin Dara, "um, aku selalu mengintip para prajurit berlatih!" bohong Dara.
"Jika berbohong, jangan ketara! Tuan Jang sepertinya sangat pintar," balas Li Phin.
"Sial, aku kira kau tidur!" balas Dara.
Li Phin kembali djam, "Oh, jadi tidak ada yang mengajarimu secara detail begitu?" tanya Jang Min kagum.
"Mungkin gen ayahku terlalu besar kepadaku," balas Dara.
"Gen? Apa itu?" tanya Jang Min.
"Mampuslah, sudah! Aduh ini, zaman berapa sih? Aku lupa bertanya pada Li Phin," batin Dara.
"Tahun 219 SM," cetus Li Phin.
"Apa?" batin Dara, "pantas saja mereka tidak tahu, Gen!" lanjut batin Dara, "gen itu adalah DNA turunan dari seorang ayah kepada anaknya, seperti warisan kepintaran begitu?" balas Dara asal ia tidak ingin menjelaskan terlalu detail karena itu akan membuat Jang Min curiga kepadanya.
"Oh, benar! Tuan Jenderal Li sangat hebat, Kekaisaran Donglang bisa bertahan karena kepiawaian dan kehebatannya," balas Jang Min.
"Apakah kamu ingjn selamanya menjadi prajurit, Nona Li?" tanya Jang Min.
"Aki tidak tahu, mungkin … jika aku masih dibutuhkan aku akan terus mengabdi. Jika tidak, aku berkeinginan untuk tinggal di sebuah desa dengan suami dan anakku," balas Dara melihat hambaran bayangan hayalan dan impian Li Phin.
"Oh, mengapa tidak menjadi seorang permaisuri saja?" tanya Jang Min.
"Apa? Hahaha, kamu mengejekku, Tuan Jang! Mana mungkin seorang wanita yang memiliki reputasi sangat buruk bisa menjadi permaisuri.
"Lagian, aku sangat tidak ingin berbagi cinta dengan ratu dan para selirku. Aku menginginkan cinta yang suci dan abadi bukan hanya sementara dan hilang begitu saja," balas Dara.
"Benar!" cetus Li Phin masih memejamkan mata menikmati sentuhan Jang Min. Mereka berdua begitu nyaman di pangkuan Jang Min.
"Jika suatu saat ada seorang putra mahkota ingjn menikahimu, apakah kamu bersedia?" tanya Jang Min.
"Hahaha, um kalau ganteng dan baik hati bolehlah!" jawab Li Phin di dalam benak.
"Kamu ini," balas Dara, "um, aku tidak ingjn berbagi cinta. Aku wanita yang egois dan aku menginginkan cinta yang sesungguhnya bukan hanya sekedar cinta tapi hanya cinta …," balas Dara menerawang, di kehidupan nyatanya ia sendiri pun tidak pernah jatuh cinta padahal umurnya sudah 27 tahun.
"Oh, berarti hanya cinta!" ulang Jang Min,
"jika ada seseorang yang bisa menawarkan cinta dan hanya cinta kepadamu apakah kamu mau?" tanya Jang Min.
"Um, aku tidak tahu aku belum melihat dan kenal dengannya. Selain itu, aku merasa … aku ingin tahu sebesar apa cintanya kepadaku," balas Dara.
"Jika kamu mengenalnya dan ia memberikan hanya cinta kepadamu, selain materi apakah kamu menerimanya?" cecar Jang Min.
"Siapa yang akan mau menerima gadis sepertiku yang sudah memiliki reputasi buruk yang sudah dicap sebagai pelakor?" Dara mengingatkan, "aduh, hujan … tolong berhenti dong? Lama-lama nih, pembicaraan kok jadi aneh ya?" batin Dara.
"Aku rasa dia ingjn mengutarakan isi hatinya," jawab Li Phin sama cemasnya dengan dirinya.
"Itu 'kan hanya kata, kamu hanya mengejar Tuan Liang Si, bukan mengejar banyak pria, kecuali kamu mengejar pria lebih dari 3 orang di dalam waktu bersamaan atau banyak pria yang kamu jadikan kekasih kamu," ujar Jang Min. membuat Dara semakin kacau harus berkata apa.
"Aduh mengapa Tuan Jang jadi aneh ya?" batin Dara.
"Jatuh cinta, um … hei, Dara! Apakah kamu pernah jatuh cinta?" tanya Li Phin pemasaran.
"Belum!" balas Dara sekenanya. Deru napas Jang Min dan lingkaran kedua tangannya benar-benar mengunci tubuh Li Phin.
"Hoam!" tiba-tiba Dara mengantuk bersamaan dengan Li Phin keduanya langsung tertidur dengan nyaman di pangkuan Jang Min. Hujan telah berhenti lama, tetapi Jang Min masih berteduh di sana, ia tak ingin membangunkan Li Phin yang begitu pulas bagaikan seorang bayi mungil, "Sikap garang dan ganasnya di pertempuran hilang seketika! Berganti menjadi seorang bayi yang menggemaskan," batin Jang Min menyelipkan surai rambut Li Phin.
"Wanita yang sangat cantik dan sangat luar biasa!" batin Jang Min. Sehingga pada akhirnya Jang Min pun tertidur dengan berbantalkan bahu Li Phin sementara kepala Li phin berada di lengannya dengan posisi duduk. Mereka berangkulan di sana bak kedua bocah yang sedang mendambakan satu sama lain.
Malam telah merayap, ringkikan kuda membangunkan Dara dan Jang Min, "Sst, diamlah Nona Li!" ujar Jang Min kala Li Phin ingin membuka mulutnya Jang Min langsung meletakkan jari telunjuk di bibir Li Phin.
Keduanya mendengar derap langkah kuda, berada tepat di atas mereka, "Aku merasa mereka akan kemari, jika tidak mereka tidak akan melewati gurun," ucap seseorang di dalam bahasa Mongol.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Aya Vivemyangel
Lah jgn” nyamar nih si jang min 😁
2023-05-22
2
Sulati Cus
ngapa jd baper w ke inget misua deh😂
2022-12-19
2
ARA
Cuit.. Cuit.. Jang Mi menabur bubuk cinta😊😊😊
2022-10-30
1