"Maaf, tidak ada apa-apa! Kami hanya sedikit bergairah sehingga … berantakan!" ujar Jang Min berusaha untuk memberikan klarifikasi kepada si pelayan penginapan yang mencoba untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di kamar tersebut.
Dara ke luar dari balik kelambu dengan sedikit rasa malu, "Maaf, Tuan! Jika kami begitu kacau dan mengganggu kenyamanan penginapan ini, kami tidak akan melakukan lagi," timpal Dara.
"Oh, tidak apa-apa Nyonya! Maaf, sebaiknya saya akan memilihkan kamar yang lebih nyaman dan kuat dari kamar ini," balas si pelayan meninggalkan keduanya yang masih saling pandang.
"Kamar yang lebih kuat? Apa maksudnya?" tanya Dara menatap Jang Min.
"Maksudnya tempat tidurnya lebih kuat jadi …," Jang Min tidak mampu untuk meneruskan kata-katanya.
"Maksud kamu, apa sih, Tuan?" tanya Dara bingung.
"Maksudnya jika tempat tidur ini tidak kokoh sehingga jika kita ber-bercocok tanam di sini maka ini akan roboh," ujar Jang Min.
"Bercocok tanam? Apakah maksud Tuan Jang kita akan menanam sayuran, begitu?" tanya Li Phin bingung yang tiba-tiba muncul.
"Um, apakah bercocok tanam pada zaman ini sama maksudnya dengan maksud di zamanku?" tanya Dara.
"Memang di zamanmu apa?" tanya Li Phin tidak mengerti.
"Maksudnya membuat anak! Hubungan suami-istri," balas Dara.
"Ooo, apa? Siapa yang akan bercocok tanam seperti itu di sini? Kita belum dinikahinya? Bagaimana ini? Aku tidak ingin membuat skandal baru lagi. Aku baru saja berbaikan dengan Ayahanda!" cecar Li Phin panik.
"Wei, tenang dulu! Siapa juga yang mau bercocok tanam? Sudah kita tidak usah membahasnya pura-pura saja kita tidak tahu dan tidak mengerti," ucap Dara berusaha bangkit dari tempat tidur.
"Berhari-hatilah, Nona Li!" ucap Jang Min berusaha untuk melindungi Dara.
"Ya, jangan khawatir. Aku rasa kita harus keluar saja," ucap Dara.
Dengan susah payah mereka melepaskan diri dari belitan kelambu dan keluar dari semua masalah tersebut dan meninggalkan kamar penginapan pergi ke Kota Changsha bagian Ibu Kota Changsha yang penuh dengan keramaian.
"Mengapa begitu ramai?" tanya Dara yang berjalan di sisi Jang Min. Mereka melihat jika pasangan harus menyelipkan tangan ke lengan pasangannya, Dara langsung melakukan membuat Jang Min hampir jatuh tersungkur.
"Ada apa, Tuan Jang?" tanya Dara berusaha menarik Jang Min agar tidak terjerembab jatuh.
"Hahaha, baru tahu ada pria selugu Tuan Jang!" ujar Li Phin senang.
"Hush!" balas Dara tersenyum simpul juga.
"Apa yang kamu lakukan Nona Li?" tanya Jang Min.
"Aku melihat jika di sini pasangan melakukan seperti ini. Lihatlah mereka!" alasan Dara.
Jang Min melihatnya, "Wah, benar juga! Nona jeli sekali," balas Jang Min sedikit layu, "aku sudah melambung ke langit jatuh terpuruk ke tanah, sekalian saja tadi aku beneran jatuh tersungkur!" batin Jang Min sedikit malu.
Mereka berjalan menikmati Kota Changsha malam hari karena ada festival Cap Go Meh (Festival Bulan) keduanya menikmati dengan santai terus berjalan, ledakan kembang api benar-benar meriah di langit belum lagi tarian barongsai dan banyak lagi jualan pernak-pernik dari berbagai mainan dan jajanan pasar.
"Seperti pasar malam!" batin Dara mengingat zamannya kala ia masih kecil di Indonesia, "Apakah pasar malam itu sama dengan festival ini?" tanya Li Phin.
"Ya, hampir sama hanya saja tidak ada tarian barongsai," balas Dara tersenyum.
"Nih," Jang Min memberikan sebuah manisan dari buah-buahan kepada Dara.
"Terima kasih," Dara langsung memakannya. Ia dan Li Phin menikmatinya dengan bahagia, "kapan kamu membelinya?" tanya Dara bingung.
"Kamu selalu saja diam jika bersamaku, kadang kamu bagaikan patung sehingga kami tidak menyadari jika aku membeli sesuatu!" balas Jang Min.
"Apa? Benarkah?" tanya Dara bingung.
Derap kuda tiba-tiba datang dari arah jalan pintu masuk dari arah Jang Min dan Dara datang, "Tuan Qin Chai Xi?" batin Jang Min semakin merasakan sesuatu telah banyak terjadi di Kekaisaran Donglang.
Semua orang di jalanan langsung mundur dan menundukkan kepala kala Qin Chai Xi di dalam kereta kuda memasuki istana Changsha, "Bukankah itu Perdana Menteri Qin Chai Xi?" tanya Li Phin mengeluarkan suaranya kepada Jang Min.
"Ya, kamu benar Nona Li. aku sendiri pun tidak menyangka jika hal itu. Padahal kerajaan Changsha tidak pernah mau bekerja sama dengan Kekaisaran Donglang," bisik Jang Min.
Di belakang derap langkah kuda pihak Mongol dan Qin menyusul, "Bukankah mereka yang berada di penginapan kemarin?" tanya Dara berbisik.
"Ya, kamu benar!" balas Jang Min, "ayo," ajak Jang Min menarik tangan Li Phin menembus keramaian dan kerumunan orang-orang yang mulai berdesakan untuk mencoba memasuki Kerajaan Changsha.
"Penjagaan terlalu ketat aku rasa mereka benar-benar ingin mengadakan suatu pertemuan rahasia," balas Jang Min.
"Ya, aku rasa mereka benar-benar ingin mengadakan suatu pertemuan rahasia. Apakah kamu penasaran Nona Li?" tanya Jang Min.
"Tentu saja!" balas Dara yang langsung mengikuti Jang Min mengendap-endap dari balik rumah penduduk yang sunyi karena mereka lebih fokus berpusat di ibu kota Changsha.
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Dara bingung.
Jang Min menarik tangan Li Phin untuk naik ke atas atap rumah penduduk bersembunyi, kala prajurit Changsha mulai berpatroli menuju ke arah utara dari istana.
Mengapa mereka menuju ke arah Utara dengan tergesa-gesa?" bisik Dara.
"Entahlah! Ayo," ajak Jang Min melesat bersama dengan Dara berlari di atas genteng rumah ke rumah, "Aku tidak menyangka akan seperti seorang Ninja Hatori," batin Dara.
"Aku juga tidak pernah menyangka jika ilmu peringan tubuh ini benar-benar ada!" balas Li Phin.
"Apakah kamu pernah belajar beladiri, Li Phin?" tanya Dara penasaran.
"Tidak pernah! Aku hanya belajar pengobatan secara diam-diam karena Ibu Tiriku selalu menghukumku, begitu juga dengan selir ayahanda, jadi aku harus bisa mengobati lukaku," balas Li Phin dengan sedih.
"Oh, jangan khawatir kelak jika kita pulang kita akan membalasnya," hibur Dara.
"Hahaha, aku hanya ingin membebaskan Ibunda Min Hwa, di Istana Dingin, aku rindu padanya!" balas Li Phien.
"Phien'er siapa Ibunda Min Hwa?" tanya Dara bingung, ia tahu setiap kali mereka menghadapi masalah pelik Li Phin selalu banyak bicara dan mereka selalu mengobrol, "Selir pertama ayahanda, Hei! Lihat Dara apa yang mereka lakukan?" tunjuk Li Phin ke arah tanah lapang di Utara Kerajaan Changsha di sana mereka melihat banyaknya orang berkumpul di lapangan tersebut disinari cahaya rembulan dan obor yang banyak.
Jang Min dan Dara bersembunyi di salah satu dahan pohon rindang, "Itu Raja Cien Fu, Raja dari Changsha," ujar Jang Min.
"Li Phin aku sama sekali tidak mengenal siapa saja di sana?" tanya Dara bingung ia ingin bertanya kepada Jang Min ia takut jika Jang Min curiga, "Jang Min pasti berpikir, jika aku mengenal yang lain dari Donglang."
"Yang memakai baju kuning itu yang duduk di sebelah Raja Cien Fu, adalah Qin Chai Xi Perdana Menteri DongLang, yang lain aku juga tidak kenal," balas Li Phin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Fuziie_aN
sabarr tuan jang
2022-12-15
1
Hasan
ok ceritanya makin menarik lanjut bacanya
2022-08-19
1
IG: Saya_Muchu
semangat update thor
2022-05-20
1