memaksakan diri

Pagi yang begitu cerah, shang lu dan putri Lu Ancheng sudah bermain di taman di paviliun bulan, bermain dan tertawa dengan begitu riang, seolah segala kehidupan di masa lalu tak pernah terjadi

Lu Ancheng yang malang kini telah menemukan kebahagiaanya, Lu Ancheng yang terabaikan saat ini sudah menerima begitu banyak kasih sayang dari bunya

Para pelayan melihat pemandangan indah itu hanya bisa tersenyum lebar dan diam diam merasa lega, permaisuri mereka sudah menjadi begitu baik, sangat menyayangi dan memanjakan putri Lu mereka yang bernasib malang sedari kecil

Mereka ikut senang dan bahagia melihat pemandangan indah ini, saat ini tak ada lagi sosok yang kejam dan dingin, hanya ada sosok ibu hangat yang begitu menyayangi putri Lu Ancheng,

Sejak awal mereka tau jika tak ada seorang ibu yang benar benar membenci darah dagingnya, anak yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya, ta ada ibu yang benar benar membenci pada anaknya

Mereka tau jika sang permaisuri memiliki bebannya sendiri, permaisuri memiliki kesulitannya sendiri, kehidupan yang tiba tiba seperti ini membuatnya tersesat untuk sesaat,

Mereka bukan tak tau betapa tragis dan menyedihkannya kisah kehidupan sang permaisuri, putri yang kehilangan kekasih dan keluarganya dalam semalam

Putri yang di dipaksa menjalani kehidupan dengan pria yang amat sangat ia benci, kehidupan permaisuri memang sulit dan mereka dapat mengerti akan ketidak bahagiakan dan rasa tidak puas hidupnya

"Yang mulia kaisar datang" Suara itu di susul dengan munculnya sosok yang begitu agung, Shang Lu menghela nafas pelan,

Ia harus menguatkan diri untuk berdiri dengan tegak, tampa bergetar apa lagi akan jatuh pingsan, ia harus berusaha sekuat mungkin untuk menghadapi kaisar

Seperti yang di katakan Cahya sebelumnya lambat laun ia akan di hadapkan kembali dengan kaisar, ia tak bisa menghindar terlalu lama karena pada kenyataanya ia adalah sepasang suami istri yang sangat wajar memiliki interaksi lebih dekat

Terlebih ia juga ia tak ingin mengecewakan putrinya, ia akan menujukan bahwa dirinya baik baik saja, ia akan menunjukan pada Lu Ancheng bahwa ia memiliki keluarga yang utuh, ia memiliki ayah yang menanganinya dan ibu yang sangat memanjakannya

Baik lah mari hadapi si kaisar, ia tak akan membiarkan rasa trauma dan takut itu kembali menguasainya, ia harus kuat,

Kuat menghadapi kenyataan yang berada di depan matanya, ia harus berusaha berdamai dengan diri sendiri, lagi pula jika di fikir kembali hal seperti itu sangat wajar di lakukan oleh pasangan yang sudah menikah

Hari itu kaisar kehilangan kendali, karena dirinyalah yang membuat kaisar tak senag, kaisar sudah berada di Medan perang dalam waktu yang begitu lama, namun saat kembali bukan senyuman yang menyambutnya melainkan punggung dingin yang selalu mewaspadai dirinya

Shang lu mengerti dengan perasaan kaisar saat itu, pasti tidak mudah baginya, umumnya seseorang akan melepaskan rindu setelah lama tak bertemu dan ia malah melakukan kesalahan hingga membuat kaisar gelap mata dan melakukan hal itu dengan paksa

"Yang mulia" Suara itu keluar dari mulut cantik sang permaisuri

Kaisar Wu menjergit pelan mendengar sapaan itu, namun ia dapat mengetahui stuasi dan kondisi, dan dalam sekejap membenahi ekspresinya dan hanya membalas sapaan itu dengan anggukan ringan,

Sang kaisar berjalan ringan dan perlahan duduk bergabung dengan permaisuri dan putri Lu Ancheng

"Putri ini menyapa yang mulia" Ucap Lu Ancheng dengan nada sopan, Kedatangan kaisar ke kediaman ibunya hal ini membuatnya bertanya tanya,

Meskipun demikian ia tak bisa kehilangan kesopanannya, bagai mana pun ia adalah gadis yang tumbuh di keluarga istana ia tentu tak bisa melakukan hal sesuka hati ia tak bisa bertindak sembrono karena itu hanya akan merusak nama baik mereka

Bocah berusia delapan tahun itu harus mengerti dan harus kuat dengan segala kehidupan istana, kehidupan yang indah dari luar dan menyakitkan dari dalam,

Yah beginilah kenyataan hidup, jika terlahir sebagai orang miskin maka masala tak akan jauh dari perekonomian, namun terlahir di tengah keluarga kaya maka akan memiliki masalah finansial lainya, yang pada akhirnya hanya bisa menjadi kuat untuk bisa bertahan dengan semua persaingan

"Putri Lu, apa yang Anda lakukan di kediaman sang permaisuri, apakah anda sedang membolos?" Suara dingin itu berasal dari Kaisar Wu

"Hamba tidak berani yang mulia" Ucap Lu Ancheng menundukkan kepalanya dengan rasa penyesalan

Ia menyadari dengan jelas teguran dari sang ayah, ia sudah berani membolos, tapi?, ia memiliki alasan, ia ingin menemani ibunya lebih lama, ibunya dalam keadaan yang sangat tak baik baik saja, saat terjaga wajah ibunya terlihat pucat dan ia berfikir untuk menemaninya hati ini

Lu Ancheng tentu saja cemas, ia tak ingin kembali kehilangan ibunya, ia baru saja menikmati kasih sayang itu, kasih yang selalu ia dambakan selama ini, ia tak ingin ibunya kembali berubah, berubah menjadi mahluk yang dingin dan sangat terhormat

"Lalu apa yang anda lakukan di sini saat guru jin menunggu di kelas?" Ucap kaisar Wu masih dengan nada yang sama

Sejak kecil bahkan Lu Ancheng adalah seorang putri yang patuh dan pintar, ia mulai belajar sejak usia lima tahun dan ini kali pertama ia melihat putri tunggalnya ini membolos dari pelajaran

Hal yang bahkan sangat tak layak di lakukan dan menyalahi peraturan, jika tak belajar dengan baik kaisar tak ingin melihat putrinya mengalami kesulitan saat mengambil alih tampuk kepemimpinan

Sebagai seorang ayah ia memiliki harapan yang begitu besar pada putrinya, ia tak ingin putrinya mengalami kesulitan dan di tindas oleh orang di masa depan

Di terima atau tidak Lu Ancheng satu satunya penerus kekaisaran, kaisar tak merasa keberatan jika merubah sejarah dengan mengangkat Seornag putri menjadi pemimpin negri

"Apakah pantas seorang putri melakukan hal yang tercela itu, pergi ke paviliun air dan renungi kesalahan mu" Kaisar berucap dengan nada dingin

Ia tau jika putri Lu Ancheng hanyalah anak kecil yang membutuhkan waktu bermain, namun?, Lu Ancheng mengemban sebuah tanggung jawab yang begitu berat, ia adalah putri satu satunya,

Yang kelak akan memimpin Kekaisaran ini, kekerasannya di hati ini akan di syukuri Lu Ancheng di masa depan,

Ia tak akan membiarkan putrinya menjadi mahluk yang tak berpengetahuan dan tak berpendidikan dan tak tau etika, sebagai putri tunggal ia harus di siapkan sedari dini agar kelak bisa bekerja dengan baik

Tak akan ada anak kedua di masa depan, ia tak akan memiliki anak dari selir dan bahkan tak akan Sudi menyentuh wanita wanita murahan itu, menjual diri mereka hanya untuk setumpuk uang, mendekatinya saja kaisar akan merasa jijik

Sedangkan sang permaisuri?, ia tak bisa berharap lebih akan hal itu, ia sudah bersyukur memiliki  Lu Ancheng sebagai putrinya ia tak berani meminta lebih, karena ia tau posisinya di hati permaisuri

"Yang mulia" Suara itu berasal dari Shang Lu, sedari tadi hanya diam melihat seorang ayah yang sedang menegur putrinya

Ini adalah hal yang sangat wajar terjadi, sebagai orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk putrinya, hanya saja ia tak ingin membuat tanggung jawab ini menjadi sebuah beban bagi putrinya

Ia tak menyangkal niat baik kaisar, hanya saja ia tak senag saat putrinya di tuduh tak memiliki etika, ia sudah belajar dari kecil dan pastinya Lu Ancheng sudah mengetahui dan memahami segala etika itu, hanya saja saat ini ialah yang meminta Lu Ancheng untuk tinggal

Ia merasa tak tega melihat putrinya yang harus tenggelam dengan segala pelajaran itu, dalam 1 Minggu setidaknya berikan waktu untuk berlibur

Ia tak ingin Lu Ancheng sedih karena perlakukan kasar itu, saat ini Shang Lu berusaha untuk menegur kaisar agar tak terlalu keras dalam mendidik anak,

Mengingatkannya bahwa Lu Ancheng masih terlalu muda untuk mengemban tugas berat itu, ia hanyalah anak anak yang suka bermain dan menghabiskan waktu di luar, ia tak ingin karena kebijakan ini putrinya tertekan,

Lu Ancheng memiliki hak untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, Lu Ancheng memiliki hak untuk mengenang masa muda yang indah, masih banyak waktu di masa depan,

Biarkan masa muda ia lewati dengan hal yang baik dan setelahnya biarkan dunia mendewasakannya dengan garis takdir

"Permaisuri terlihat sedikit keberatan" Ucap kaisar Wu dengan nada pelan,

Ia menatap sang permaisuri dengan lekat, sangat jarang sang permaisuri berinisiatif menyela atau membuka suara untuk berdebat dengannya, selama ini selama kaisar mengatakan sesuatu maka permaisuri akan diam atau bahkan meninggalkannya begitu saja,

Benar hubungan mereka memang tak baik sedari dulu, selama ini keduanya bahkan hanya terhubung oleh formalitas antara seorang kaisar dan permaisuri saling menujukan kekuasaan dan kekuatan masing masing,

Sejak awal bersama keduanya tak memiliki interaksi yang bahkan sampai saat ini, permaisuri yang begitu dingin yang bahkan tak suka membuka suaranya, lalu?, kaisar Wu hanya bisa tersenyum dalam diam dua kata yang jelas ia ketahui maknanya

"Qi Ling bawa sang putri ke dalam" Ucap Shang Lu pelan,

Ia tak akan membiarkan rasa takut ini kembali menguasai dirinya dan akan menjadi bumerang dalam kehidupanya ia harus kuat, ia bukan orang lemah yang goyah hanya sebuah sekelebat bayangan menakutkan itu

"Baik yang mulia" Qi Ling membawa sang putri masuk ke dalam kediaman,

Ia tak akan berani mengganggu, Shang lu menghela nafas pelan, tangan lentik itu mulai bergerak menuangkan teh dan menyesapnya dengan anggun

"Nona Qi, apakah ibu akan baik baik saja?" lu Ancheng menengadah menatap Qi Ling

Ibunya sedang berbicara dengan kaisar, memikirkan ini membuatnya cemas, terlebih ialah yang menjadi alasan perdebatan mereka

Kaisar bukan orang yang dengan mudah mendengar pendapat orang lain, tak ingin membuat ibunya kembali ke dalam masalah

"Putri, yang mulia akan baik baik saja, yang mulia meminta kita untuk masuk, ayo masuk dan bermain di dalam" Qi Ling membantu Lu Ancheng membereskan mainannya, beberapa pelayan juga ikut membantu membereskan mainan putri yang terserak di tanah

Pagi ini permaisuri memberikan begitu banyak mainan untuk sang putri, dan bahkan memintanya untuk membolos agar bisa bermain

Ia bahkan tak segan berpura pura sakit demi membiarkan putrinya bermain, bagai manapun ia tau jika putri Lu adalah gadis cerdas yang suka belajar, hanya saja Shang lu merasa bosan

Terlalu banyak belajar membuat Lu Ancheng tak bisa menikmati kehidupanya, dari itulah ia bermain sedikit trik untuk membuat sang putri tinggal di sisinya

"Nona Qi apakah semua akan baik baik saja, ibu baru saja memperhatikan ku dan memanjakan ku, kehidupan ini baru saja bergerak membaik, aku tak ingin ibu kembali membenci ku, aku takut jika ibu kembali mengabaikan ku"

Lu Ancheng mendongak menatap pelayan ibunya, ia senang saat sang ibu memperhatikannya, hanya saja ia takut jika semua ini hanyalah sebuah ilusi dan khayalannya karena terlalu menginginkan kasih dari ibunya

Ia takut saat ia berbalik maka ia akan kehilangan semuanya, jika ini benar ilusi da. khayalan sendiri maka Lu Ancheng memilih untuk tinggal di dunia khayalan, setidaknya di dunia ini ia bisa merasakan kehangatan ibunya

"Putri anda tidak boleh mengatakan itu, anda tau dengan betul bukan jika yang mulia permaisuri sangat menyayangi anda dan ia tak akan meninggalkan anda dan tak akan mengabaikan anda, anda tak perlu cemas, sampai kapanpun anda tetaplah putri tunggal kekaisaran ini dan putri kesayangan yang mulia permaisuri dan kaisar"

Qi Ling berucap, ia tau dan faham dengan kecemasan putri Lu, hanya saja ia adalah orang yang berada di sisi Shang lu sejak kecil, ia tau jika Shang lu adalah wanita yang berhati lembut

Ia memang sempat kehilangan sosok junjungannya selama beberapa tahun ini, namun kali ini semua sudah kembali, Shang lu yang ceria dan penuh semangat sudah kembali, Shang lu yang tegas namun berhati baik dan hangat itu sudah kembali

"Semoga saja begitu, semoga saja kau tak membohongi ku"

"Tentu saja, hm apakah putri haus?"

Lu Ancheng menatap Qi Ling sekilas lalu menggelengkan kepalanya, saat ini ibu dan ayahnya sedang membicarakan sesuatu

Bagai mana mungkin ia bisa minum dan duduk dengan nyaman saat ibunya berhadapan dengan kaisar karena ulahnya

"Apakah kau lapar?, di dapur ada kue beras kesukaan putri, ada susu kedelai segar yang sangat nikmat"

"Nona Qi, aku tak ingin makan ataupun minum, aku hanya ingin segera melihat ibuku, dan aku hanya ingin melihat ibuku berdiri dan tersenyum pada ku"

"Anda terlalu cemas putri, lalu apa yang ingin anda lakukan?"

"Mengintip"

"Itu menyalahi aturan putri"

"Tapi aku sangat penasaran, apakah ibu baik baik saja, apakah kaisar menindas ibu"

"Tapi putri jika kaisar mengetahui keberadaan kita maka permaisuri yang akan di salahkan, jadi putri harus duduk di sini dengan patuh, agar tak menimbulkan masala bagi yang mulia permaisuri"

"Huh, baiklah, aku tak ingin membuat ibu berada dalam masalah, aku akan menunggu dengan patuh di sini, menanti ibu kembali, semoga ibu baik baik saja"

"Tentu saja"

Qi Ling terkekeh pelan dan setelahnya meletakan buah kehadapan sang putri, kaisar dan permaisuri sedang berbicara, dan tak ada yang tau sampai kapan, dan tak ada yang tau kalo permaisuri akan kembali dengan keadaan baik baik saja ataupun tidak

Pengalamannya jika kaisar dan permaisuri bertemu maka keduanya akan saling menujukan kekuasaan dan kekuatannya.

Terpopuler

Comments

el el

el el

ter lalu panjang tulisan nya 😅😅😅

2023-05-17

1

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Apa apaan ini
3 permaisuri
4 Kunjungan Selir
5 Hari yang menyebalkan
6 Lu ancheng
7 kaisar kembali
8 Trauma
9 Putus Asa
10 Putri Lu Ancheng
11 Anak Ku?
12 Cerita
13 Dia Datang
14 Dia Casyandra
15 Mari mencari
16 Keluarga
17 memaksakan diri
18 Suami Istri
19 Meja Makan
20 Mengambil Peran
21 Selir wi
22 Bekerja keras
23 Refresing
24 Siapa suruh jadi protagonis
25 Sudah Bersumi
26 Gelas Terbang
27 Selir Chu
28 Siapa protagonisnya?
29 Lu Ancheng
30 Keluarga Bahagia
31 Bencana
32 Pria Ini Lagi
33 Di salah fahami
34 Bergerak Pelan
35 Luar tembok istana
36 Seperti semut
37 Masuk Antrian
38 Didapatkan Dengan Keringat
39 Berakhir Sia
40 Ying Ying
41 Tuan dermawan
42 Ayah Ku Lebih Tampan
43 Sahabat Kecil
44 Bencana Teratasi
45 Pokonya Ngak.
46 Aku Dia Dan Kita
47 Selir Ganjen
48 Zhang Lan
49 Ulang tahun Zhang lan
50 Pria Bodoh Itu
51 Dia Dari Masa Lalu
52 Kecemasan Kaisar
53 Nasehat Selir Chu
54 Melepaskan Diri
55 Memelas
56 Trik
57 Kematian Selir Chu
58 Berlalu
59 Tertekan Dan Racun
60 Kedatangan Shang Lu
61 Karena dia
62 Perhatian
63 Darah surga
64 Bertemu
65 Tak Perlu Sandaran
66 Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67 Kedatangan Sang Jendral
68 Kesetiaan Keluarga Ban
69 Perlahan sembuh
70 Apapun Bisa Di Lakukan
71 Ilusi
72 Dilema
73 Tawanan Pangeran Ming Yi
74 Tak Ada Penyesalan
75 Aku Titip Mereka
76 Kerikil Lupa Diri
77 Sialan
78 Kerikil Beruntung
79 Salah ku
80 Setidaknya Ia Aman
81 Aura Suami Orang
82 Kabar Lu Ancheng
83 Kerinduan dan duka
84 Kita Bisa Bersama
85 Racun
86 Aku Bukan Milik Mu
87 Kediaman Di Segel
88 Penyesalan Xi ling
89 Teratai
90 Kebakaran
91 Memohon kematian
92 Kaisar Kembali
93 Perasaan lalu
94 Kau Menginginkan Dia?
95 Keluarga Bahagia
96 Keraguan Tak Berdasar
97 Berjalan jalan
98 Di luar tembok istana 2
99 Apakah seburuk itu?
100 Kata Di Balik Kata
101 Nasib Menyedihkan
102 Mata Yang Terbuka
103 Berakhir Kematian
104 Kembali dan patah hati
Episodes

Updated 104 Episodes

1
awal
2
Apa apaan ini
3
permaisuri
4
Kunjungan Selir
5
Hari yang menyebalkan
6
Lu ancheng
7
kaisar kembali
8
Trauma
9
Putus Asa
10
Putri Lu Ancheng
11
Anak Ku?
12
Cerita
13
Dia Datang
14
Dia Casyandra
15
Mari mencari
16
Keluarga
17
memaksakan diri
18
Suami Istri
19
Meja Makan
20
Mengambil Peran
21
Selir wi
22
Bekerja keras
23
Refresing
24
Siapa suruh jadi protagonis
25
Sudah Bersumi
26
Gelas Terbang
27
Selir Chu
28
Siapa protagonisnya?
29
Lu Ancheng
30
Keluarga Bahagia
31
Bencana
32
Pria Ini Lagi
33
Di salah fahami
34
Bergerak Pelan
35
Luar tembok istana
36
Seperti semut
37
Masuk Antrian
38
Didapatkan Dengan Keringat
39
Berakhir Sia
40
Ying Ying
41
Tuan dermawan
42
Ayah Ku Lebih Tampan
43
Sahabat Kecil
44
Bencana Teratasi
45
Pokonya Ngak.
46
Aku Dia Dan Kita
47
Selir Ganjen
48
Zhang Lan
49
Ulang tahun Zhang lan
50
Pria Bodoh Itu
51
Dia Dari Masa Lalu
52
Kecemasan Kaisar
53
Nasehat Selir Chu
54
Melepaskan Diri
55
Memelas
56
Trik
57
Kematian Selir Chu
58
Berlalu
59
Tertekan Dan Racun
60
Kedatangan Shang Lu
61
Karena dia
62
Perhatian
63
Darah surga
64
Bertemu
65
Tak Perlu Sandaran
66
Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67
Kedatangan Sang Jendral
68
Kesetiaan Keluarga Ban
69
Perlahan sembuh
70
Apapun Bisa Di Lakukan
71
Ilusi
72
Dilema
73
Tawanan Pangeran Ming Yi
74
Tak Ada Penyesalan
75
Aku Titip Mereka
76
Kerikil Lupa Diri
77
Sialan
78
Kerikil Beruntung
79
Salah ku
80
Setidaknya Ia Aman
81
Aura Suami Orang
82
Kabar Lu Ancheng
83
Kerinduan dan duka
84
Kita Bisa Bersama
85
Racun
86
Aku Bukan Milik Mu
87
Kediaman Di Segel
88
Penyesalan Xi ling
89
Teratai
90
Kebakaran
91
Memohon kematian
92
Kaisar Kembali
93
Perasaan lalu
94
Kau Menginginkan Dia?
95
Keluarga Bahagia
96
Keraguan Tak Berdasar
97
Berjalan jalan
98
Di luar tembok istana 2
99
Apakah seburuk itu?
100
Kata Di Balik Kata
101
Nasib Menyedihkan
102
Mata Yang Terbuka
103
Berakhir Kematian
104
Kembali dan patah hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!