Yuan li menghela nafas pelan sembari menatap kesibukan pelayan dari ketinggian,
Semua bahkan sedang begitu sibuk dengan pekerjaannya masing masing, ada yang menyapu halaman, mengelap lantai dan lain sebagainya
Semua orang sibuk menjalani aktifitasnya sedangkan diri Yuan li?, bahkan ia masih duduk diam sembari menikmati keindahan dan kemewahan yang ada ia bukan tak mensyukuri apa yang ia miliki dan ia dapatkan di zaman ini, namun?, terlalu lama menjadi pengangguran ternya tak menyenangkan juga
Sedari kecil ia sudah terbiasa menjadi mahluk yang mandiri, dan bahkan sampai besar ia harus bekerja keras untuk menafkahi hidupnya sendiri terlalu lama bermain main seperti ini membuatnya menjadi begitu bosan hanya duduk diam dan tak melakukan apapun
Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat, dua Minggu sudah berlalu begitu saja, namun bahkan semua masih sama
Sesuai dengan yang ia baca di novel ia adalah sosok Antagonis yang memiliki sifat kejam, dan sangat tempramental,
Saat ini ia hanya menunggu kapan si kaisar menujukan dirinya, kapan mahluk itu datang menemuinya,
Jujur saja ia memang sedikit penasaran ia merasa sedikit ngeri jika berhadapan langsung dengan calon malaikat mautnya di masa depan,
"Kaisar yang tak berperasaan, aku di kurung di dalam kediaman dalam waktu yang begitu lama, dan novel, kau lah akar dari masalah ini, aku adalah gadis moderen bagai mana bisa bertahan di tempat seperti ini" ia menghela nafas kesal, (dan saat ini mari memanggilnya Shang Lu atau permaisuri lu,),
Setelah beberapa saat setelah terbangun permaisuri Lu berniat untuk meninggalkan kediaman untuk menghirup nafas pelan, tapi?, keinginan terhenti saat menerima kabar menyebalkan yang datang dari Qi Ling
"Yang mulia"
Qi Ling datang membuatnya menghentikan acara melamun rianya,
"Ada apa lagi Qi ling?" Ucap Shang lu malas, gadis ini terlalu enerjik ia merasa sedikit kewalahan menghadapinya
Ia bertanya dengan nada pelan, sebelumnya gadis ini terlihat begitu lemah, namun lihatlah setelah beberapa hari bersama, mahluk ini menjadi jauh lebih hidup dan bisa mengekpresikan dirinya
"Hari ini adalah hari selir mengunjungi anda"
Ia tak suka hal seperti ini, dan ia juga tak menyukai para selir itu, mereka tak lebih dari maluk licik dan penjilat ulung,
Hati junjungannya ini terlalu bersih untuk bersaing dengan para selir rendahan itu, bersikap begitu baik namun memiliki niat di belakang
Semakin kasar permaisuri maka hancur reputasinya dan semua orang pasti akan terus menekannya dan mengatakan jika ia tak pantas menjadi seornag permaisuri
Namun apapun yang di katakan orang lain bahkan tak memiliki arti apapun di mata Shang lu
Apapun yang terjadi ia adalah seorang wanita yang paling berkuasa di tempat ini, ia adalah seorang permaisuri di sini dan Ucapnya adalah perintah Ia lah penguasanya siapapun bisa ia hancurkan jika ia mau
Ternyata masih berada dalam plot ini ini saja, syukurlah, gue bisa antisipasi kalo terjadi hal hal yang di inginkan, karena para selir datang aku hanya perlu membuatnya menunggu lebih lama
"Sudah di halaman 27 ternyata, setelah sang permaisuri menyelesaikan hukuman para selir akan berkunjung, dan jelas para selir ngetawain gue dalam segala ucapan lembut yang menyebalkan itu" Batin Shang Lu malas untuk menghadapi kenyataan yang ada di depan mata
"Merepotkan sekali" Shang Lu menghela nafas dan berjalan meninggalkan kamarnya, meskipun tak ingin terlalu mengikuti plot,
Namun ia harus bertemu para selir itu, ia merasa penasaran dan sangat ingin melihat bagai manakah rupa si protagonis yang menjadi sebab kematian sang Antagonis, Apakah secantik dan sebaik itu?, apakah sesempurna itu hingga bahkan menjadi mahluk yang selalu di anggukan Dan melihat kelebihan apa yang dimiliki sang protagonis hingga bisa menjadi sosok yang di puja dan selalu menang dari si antagonis, apakah lebih cantik, lebih pintar, atau lebih kuat?, Tapi untuk opsi ketiga seperti tidak mungkin,
Karena di ceritakan jika si protagonis adalah mahluk lemah yang hanya pandai mencari perhatian dan menarik simpati dasar mahluk tak berguna, Protagonis hanyalah seorang wanita lemah yang menggantungkan kehidupanya pada orang lain, mahluk yang selalu memerlukan perlindungan dan belas kasihan dari orang di sekitarnya
"Selir ini memberi salam kepada yang mulia permaisuri semoga di berkahi umur panjang dan kebahagiaan seumur hidupnya" Ucap ketiga wanita cantik di hadapannya,
Shang Lu bahkan tak habis fikir mengapa mereka begitu anggun dan elegan secara bersamaan, mereka juga terlihat begitu cantik, dalam situasi ini pantaskah ia merasa tak percaya diri?, oh jelas tidak,
Toh permaisuri lu bahkan lebih cantik dari mereka, namun jika saat ini ia menggunakan tubuh seorang Jesvita?, maka jawabannya jelas ia, bagai mana pun ketiga wanita di hadapannya ini benar benar mengagumkan
"Bangkitlah" Ucap permaisuri Lu dengan nada acuh,
ketiganya menegakan lutut mereka kembali dengan senyuman yang menempel indah di wajahnya,
Oh ini jelas tidak boleh terjadi, akan sangat memalukan jika seseorang tau jika seorang permaisuri Lu mengagumi kecantikan ketiga selir milik sang kaisar
"Yang mulia, udara akhir akhir ini memang tak terlalu baik, hamba membawakan ginseng untuk menghangatkan tubuh anda, dan semoga anda dapat merawat tubuh anda dengan baik setelah ini" Seorang wanita yang bergelar Selir Wi kedua selir pun menunjukan hadiah mereka,
Shang Lu hanya menatap itu dengan malas, untuk apa?, hanya ginseng, jamur dan daun yang bahkan tak ia kenali, bukankah akan lebih baik jika menghadiahkannya perhiasan uang, atau hal yang lainya?,
"Qi Ling siapkan teh" Ucap permaisuri Lu malas, semangatnya sudah luntur saat tidak mendapati hal berharga dalam kotak hadiah dari para selir,
Qi Ling menuangkan teh dan menyerahkan pada sang tuan, permaisuri tersenyum samar sembari meniup ringan teh hangat yang berada di hadapannya,
Suasana hatinya sedang tidak baik dan akan lebih baik menendang mereka keluar dengan segera
"Udara memang sangat dingin, bahkan keadaan ku pun belum sepenuhnya pulih, bagai mana para selir begitu kasar, datang dan mendobrak kamar ku" Ucap permaisuri Lu dengan nada nan begitu acuh dan kembali memfokuskan diri menikmati teh hangatnya dengan nyaman
Ia bersikap seolah semua orang menyebalkan ini tak ada, ia tak ingin melihat nyamuk nyamuk tak berguna ini
"Maafkan ketidak tahuan selir rendahan ini yang mulia, tampa sadar hamba telah membuat anda tidak senang, hanya saja hamba merasa sedih karena anda tak kunjung keluar dari kediaman" Ucap selir Wi pelan,
Shang Lu memutar bola matanya malas, ini jelas sebuah ejekan, semua juga mengetahui jika sang permaisuri sedang berada dalam masa hukuman, selir rendahan ini? dengan begitu berani menyinggung,
Shang lu menatap ketiganya dengan jengah, ia menemukan wajah familiar di antara para selir, ia menjadi sedikit penasaran siapakah selir mampu menarik perhatiannya, jelas ia sedikit berbeda dari kedua selir itu
"Tak masalah, mahluk rendahan memang sangat suka berbuat kesalahan meminta maaf dan melakukan lagi, seakan kata maaf adalah omong kosong yang bisa di katakan setiap waktu"
Shang lu berucap dengan nada ringan, seolah keberadaan mahluk ini hanyalah sebuah angin lalu, sama sekali tak berguna, saat orang lain meremehkannya maka ia akan menatap orang tersebut dengan jijik
"Hamba pantas mendapat hukuman dari anda" Selir Wi berucap dengan nada pelan
Selir Wi bersikap seolah ia adalah seorang yang paling teraniaya, seolah ia hanyalah wanita lemah yang selalu mendapatkan penindasan
Hal hal seperti ini tentu saja membuat Shang lu tersenyum miring, hal seperti ini memang sudah ia duga dan ia juga sudah menyiapkan cara untuk membungkam mulut kotor selir sialan ini
Bertindak seolah menjadi mahluk paling teraniaya ya?, maka tak masalah, dari pada berpura pura akan lebih baik jika ia mengabulkan apa yang di inginkan wanita murahan ini
"Kau bersikap seolah aku adalah mahluk yang begitu kejam dan begitu influsip, kau bisa saja mengatakan tujuan mu sebenarnya Selir Wi?, mengapa malah menggiring opini buruk pada ku" Ucap Shang Lu dengan nada remeh, ia menyesap minumannya ringan
"Selir Chu, ku dengar beberapa hari yang lalu kau jatuh sakit, seharusnya kau tak perlu ikut dalam konferensi membuat ku tak senang" Ucap Shang Lu sinis,
Sejak awal ia penasaran, di antara ketiga selir ini siapakah yang bernasib malang hingga menjadi si protagonis, ia tak bisa dengan terang terangan menunjukan bahwa ia melupakan nama para selir
"Terimakasih sudah bertanya yang mulia, keadaan amba sudah jauh lebih baik" Ucapnya dengan nada pelan namun bahkan mengangkat kepalanya dengan penuh keberanian,
Shang Lu menjergit pelan, ternyata umpan yang tetap ke sasaran, dan sangat kebetulan selir yang menjawab ucapannya adalah selir yang berhasil menarik perhatiannya?, bukankah si Selir Chu adalah si protagonis, lalu?,
Mengapa terlihat begitu angkuh, dari tatapan matanya ia bahkan bukan wanita lemah, tapi bagai mana dengan alur cerita?,
Bukankah selama ini semua berjalan sesuai alur?, semua yang terjadi pada dirinya adalah hal yang sesuai dengan yang ia baca, lalu bagai mana dengan tempramen si Selir Chu ini?, ia merasa sedikit bimbang, apakah novel itu membohonginya?
"Qi ling antarkan para selir kembali" Ucap dengan nada malas ia sudah bersikap cukup ramah hari ini,
Ia sudah benar benar muak dengan segala omong kosong dari selir tak berguna itu,
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai yang mulia" Ucap ketiga selir menekukkan lututnya dengan pelan,
Setelahnya segera berbalik meninggalkan valium bulan untuk kembali ke aktivitas dan Paviliun masing masing
Shang lu menghela nafas pelan, setelah melihat langsung tatapan si penghuni istana membuatnya sedikit khawatir,
Khawatir dengan keselamatan dirinya sendiri, bagai mana pun saat ini ia sedang bertransmigrasi ke dunia kuno dan beberapa hal keluar dari plot,
Ia sudah membaca begitu banyak cerita, dan akan sangat banyak orang yang ingin mencelakainya, dari itu ia harus berhati hati, bagai manapun ia hanyalah seorang karyawan, tak memiliki kehebatan dan kemampuan apapun,
Ia buka agen rahasia yang begitu hebat dan kuat, ia juga bukan gadis mafia yang memiliki otak yang cerdas mendorong ke licik, ia tak bisa bermain pedang,
Menunggang kuda apa lagi memanah, ia hanya memiliki sedikit kemampuan beladiri itu pun tak terlalu hebat, lalu?, bagai mana ia bisa bertahan di sini?,
Bagai mana ia bisa menghadapi tatapan mengerikan mahluk kuno yang bahkan sudah memiliki persiapan yang matang untuk menyingkirkannya
"Ya.. Yang mulia" Ucap Qi Ling dengan gugup sudah kesekian kali sang permaisuri menghela nafas,
Qi Ling tentu saja sangat khawatir para selir sudah membuat suasana hati Shang lu memburuk, qi ling hanya bisa berharap jika ia tak menjadi samsak hidup junjungan ga lagi
"Lupakan, sepertinya kau melakukan kesalahan lagi" ucap Shang Lu dengan nada dingin
"Ampuni hamba yang mulia hamba lalai, hamba lupa mengingatkan jika hukuman yang mulia sudah berakhir sejak satu hari yang lalu," Ucap Qi Ling dengan ketakutan, ia segera menjatuhkan diri ke lantai untuk memohon pengampunan dari sang permaisuri
"Mengapa kau tak mengatakan sejak awal" wajah sang permaisuri tiba tiba datar mendengar ucapan sang pelayannya
"Hamba lalai, hamba pantas mendapat hukuman" Ucap Qi Ling menundukkan kepalanya dalam
"Ah sudah lah, bantu aku mengganti pakaian, aku akan berkeliling, dan ambil hukuman mu di aula"
"Baik yang mulia" Ucap Qi Ling, Shang lu menghela nafas pelan dan bergerak kembali ke kediaman untuk segera berubah ke penampilan yang lebih nyaman, kepalanya sedikit pusing dengan semua perhiasan ini
"Letakan dua jepitan saja, dan jauhkan pakaian berlebihan ini" Ucap Shang Lu duduk diam di depan kaca,
Pada awalnya ia bahkan sedikit pusing dengan kaca masa ini, seperti sedang berkaca pada baskom atau sendok, sedikit tidak jelas
"Tapi yang mulia?"
"Bawakan aku pakaian berbahan lembut ringan, pakaian itu hanya akan membuat ku kerepotan"
Shang Lu tampa ingin di bantahan, Qi Ling mengangguk pelan dan segera mengambilkan pakaian yang di inginkan oleh si tuan
"Qi ling, mengapa begitu banyak pelayan yang mengikuti ku?" Sejak tadi bahkan ia selalu di ikuti oleh puluhan manusia ini,
Mengapa?, apa yang salah?, ia tak akan mencuri karena mencuri itu adalah hal yang buruk lagi pula apa yang bisa ia curi di sini?, hanya patung dan taman yang indah, bahkan barang berharga berada di dalam kamarnya ia tak berniat untuk mencuri, toh semua memang miliknya
"Yang mulia, pelayan ini memang di tugaskan untuk melayani anda, dan mengikuti anda kemanapun"
"Mengapa harus sebanyak ini?, ku fikir hanya satu atau dua?, tapi ini sudah sangat banyak seperti mau berperang saja" ia menatap ke dua belas pelayan yang berdiri di belakangnya, mengapa harus sebanyak ini yang mengekor?
"Tapi yang mulia ini adalah perintah dari yang mulia kaisar"
"Huh, baik lah, kalian?, kalian bisa melakukan apapun di kediaman ku, biarkan Qi Ling yang menemaniku"
"Ya.. " Qi Ling menghentikan ucapnya saat mendapatkan tatapan tajam dari sang permaisuri, tubuhnya sudah mulai bergetar, berkali kali ia melakukan kesalahan, berkali kali ia bertindak gegabah dengan menyinggung sang permaisuri,
Shang lu menghela nafas pelan dan kembali melanjutkan perjalanannya, namun hanya beberapa langkah dan ia kembali berhenti dan berbalik menatap pelayan yang masih mengikutinya
"Apa kalian tak mendengar apa yang baru saja ku katakan, apakah kalian tuli?, tak mengerti bahasa manusia?" Ucap Shang lu dengan nada dingin dan itu langsung membuat sang pelayan menjatuhkan diri sembari bersujud,
dan dengan penuh kesal Shang lu melangkah meninggalkan semuanya, tak ada yang di izinkan mengikutinya, ia akan berkeliling sendiri, bahkan qi ling tak di izinkan untuk ikut dan tak memiliki keberanian untuk membantah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
khariliska
sukaaa
2023-10-15
0