"Yang mulia akhirnya, puji dewa karena telah mengembalikan yang mulia pada kami" Suara gadis yang selalu setia berada di samping wanita yang baru saja membuka matanya
"Masih tempat ini?" Ucap Yuan li frustasi ia mengacak rambutnya kesal, bahkan saat terjaga pun dia masih berada di sini di tubuh si permaisuri antagonis,
bisakah Yuan li beranggapan jika ini nyata?, tentu saja, ini semua nyata goblok, ia benar benar menempuh perjalanan waktu ke masa ini, ke dalam novel tak masuk akal yang sempat ia kutuk
"Yang mulia redakan amarah Anda, tabib Su akan segera datang dan memeriksa keadaan anda" Ucap si gadis pelan,
Casya masih mengacak rambutnya dengan kesal, kenyataan ini jelas terlalu mustahil, tapi ini lah kenyataanya, ia berada di tempat yang hanya ia bayangkan, tempat yang bahkan ia anggap mustahil ada, ini jelas hanya imajinasi seorang penulis
"Izinkan saya memeriksa keadaan yang mulia" Ia mendongak menatap si pria paruh baya, huh baik lah, Ia sudah menyerah memberontak, toh ia tak bisa melakukan apapun
Sudah terlanjur berada di tempat ini, mau tak mau ia harus membuat tekat dan hanya bisa bertahan, ia sudah terlanjur berada di tempat ini, menolak pun ia tak bisa semuanya terjadi tampa sebuah kompromi.
Saat ini ia hanya bisa menerima semua kenyataan yang ada, bahwa ia sedang hidup di dunia aneh ini
menjadi seorang yang mulia, dan di lihat dari tempat tinggalnya pun terlihat orang kaya, dan tak ada salahnya jika mencoba untuk menikmati kehidupan orang kaya sebentar
ia masih terdiam namun ia mengulurkan tangannya pada sang tabib, sang tabib mulai melakukan pekerjaannya, setelah beberapa saat akhirnya proses pemeriksaan selesai,
"Keadaan Yang mulia sudah jauh lebih baik, di saran kan agar tidak kelelahan karena akan sedikit berisiko untuk tubuh Anda" Ucap sang tabib yang hanya di balas dengan keheningan,
Mendengar ucapan si tabib ia menarik tangannya dan menyandarkan tubuhnya di pinggiran ranjang, ia tak bisa melakukan apapun selain bersikap baik dan menerima semua kenyataan bodoh dan konyol ini
Setelah di periksa berkali kali semuanya bukan mimpi, ini nyata dan ia sungguh berada di sini, beranda di novel yang ia upat ia caci dan ia maki, dan bahkan ia harus memiliki nasib yang begitu miris dari yang terbayangkan
Dia menjadi tokoh Antagonis tokoh favorit yang hanya akan berakhir dengan begitu mengerikan,
Ia menahan nafasnya saat mengingat adegan terakhir, permaisuri Shang Lu di hukum pancung karena mencelakai si protagonis dan membuat protagonis keguguran
dan Ia harus di hukum dengan kesalahan yang tidak ia perbuat, kaisar memiliki begitu banyak selir, namun saat selir Chu mengalami kemalangan semua malah menjadikanya kambing hitam
Seseorang telah menjebaknya hingga berakhir dengan begitu menyedihkan, namun kali ini ia tak berniat untuk membalas dendam, hal yang harus ia lakukan ialah mencari jalan aman dengan tak mengusik siapapun
"Baiklah, karena aku sudah di sini aku hanya bisa menjaga nyawa ku sendiri, aku tak akan mau berurusan dengan yang akan membuat ku rugi, akan lebih baik aku menjauh dari konflik kehidupan istana yang mengerikan ini"
Ia sudah bertekad, ia memilih untuk tetap bertahan di dunia ini, menikmati hidup menjadi seorang ratu, Menjadi seorang ratu yang bahkan tak memiliki ambisi untuk banyak hal,
Ia cukup bahagia dengan harta yang ada, selagi ia memiliki harta maka ia tak akan menganggu, tak perlu mengharapkan cinta pada orang yang bahkan tak menginginkan keberadaanya
Lagi pula di masa moderen ia tak lebih hanya anak yang memiliki kehidupan sederhana dan sangat pas pasan, up bahkan bisa di bilang memiliki hidup yang susah, menjadi gadis miskin sangat susah
"Yang mulia"
Jesvi menatap gadis yang berada tak jauh darinya, sedari tadi si gadis selalu menunduk ketakutan apa yang sedang terjadi?,
Apakah ada yang salah dengan wajahnya?, ia membulatkan matanya dan menyuruh sang gadis mengambil cermin, siapa tau kan jika ia telah masuk ke dalam wanita berwajah jelek,
Ia tak begitu memahami pengobatan, ia tak sepintar itu untuk menjadi cantik dan menjadi rebutan, seperti novel novel transmigrasi yang pernah ia baca
Lagi pula ia tak berniat untuk menjadi orang yang menonjol karena ia tau jika itu hanya akan membuatnya menjadi kerepotan, akan lebih baik menjadi seseorang figuran, tak perlu melakukan apapun, hanya perlu menikmati harta dan kekayaan yang ada
"Terimakasih tabib"
Semua orang yang berada di dalam ruangan bahkan tak percaya jika ucapan itu keluar bebas dari mulut sang permaisuri, ucapan baik itu keluar dari seorang permaisuri yang begitu kejam dan angkuh di hadapan mereka ini
Ini terlalu mengejutkan sang permaisuri yang angkuh mengucapkan TERIMAKASIH pada seorang yang berstatus rendahan?, matahari akan segera muncul dari barat, apakah dunia akan segera kiamat?, Seorang mahluk angkuh seperti permaisuri Lu bisa mengucapkan satu kata sakral itu
"Hamba tak berani menerima berkah itu yang mulia" Ucap sang tabib pelan,
Siapa yang tak mengetahui karakter dan kebiasaan buruk permaisuri Lu ini?, sosok yang kasar, angkuh dan kejam, namun? yang berada di hadapannya ini?,
"Kau segera, antarkan tabib keluar, dan jangan biarkan orang lain menganggu ku, cukup kau saja, aku hanya ingin beristirahat" Jesvi menunjuk gadis di sampingnya, kepalanya pusing melihat para pelayan ini
Dan ia butuh waktu untuk menenangkan diri,
"Silahkan tabib istana" Ucapnya sopan, sedangkan sang tabib hanya diam,
Ia tak ingin membuat suasana hati sang permaisuri menjadi tak senang, dan akan lebih baik ia menghindar dari mahluk biang masalah ini
Setelah kepergian orang orang Yuan li segera merebahkan tubuhnya yang lelah kepalanya sedikit pusing, tak ada petunjuk apapun,
Jika di novel transmigrasi si pemeran utama akan memberikan petunjuk pada jiwa yang tersesat, tapi?, bahkan Yuan li tak mendapatkan ingatan apapun, saat ini ia bahkan hanya mengandalkan dirinya,
Mengandalkan beberapa potongan ingatan yang sempat di baca, mengandalkan kemampuan berfikir dan otak cerdasnya, semoga ini berguna,
"Yang mulia, air mandi Anda sudah siap" Ucap sang gadis pelan,
Ia hanya bisa mengangguk dalam diam, sudah di sini dan mau tak mau harus mulai terbiasa dengan semua ini, si gadis pelayan membantu sang junjungan turun dari ranjang dan membantunya membersihkan diri,
"Siapa namamu?"
Karena sudah di sini maka ia hanya bisa diam dan menikmatinya, anggap saja ini sebagai balasan karena ia telah menyukai orang jahat dan menjadi orang jahat memang tak terlalu buruk baginya
Ia sedikit bersyukur ia masuk ke tubuh sang antagonis, kalo nyasar ke tubuh protagonis maka ia akan mengalami kehidupan yang sulit di sini, antagonis oh antagonis
"Qi ling yang mulia" Ucap sang gadis pelan, Yuan li hanya mengangguk pelan, dan membiarkan para pelayan menata rambut, merias wajahnya dan memakaikan sepatu,
"Kalian bisa pergi" Ia tak terlalu suka dengan keramaian, dari itu ia hanya meninggalkan Qi ling selaku pelayan pribadinya, lagi pula saat ini ia memang tak berniat untuk bersikap ramah,
Karena karakter seorang permaisuri Shang Lu memang arogan, Ia cukup menyukai itu dan lanjutkan saja peran mu sebagai mana kau inginkan,
Toh ini sudah menjadi kehidupan mu, orang lain tak berhak untuk mengomentari dan mengkritik mu
"Yang mulia" Ucap Qi Ling cemas, sang junjungan tiba tiba terdiam membuat Qi Ling merasa sedikit was was
"Kau sangat tidak sopan"
"Ampuni kebodohan hamba yang mulia, hamba pantas mendapatkan hukuman"
"Angkat kepala mu saat berbicara dengan orang"
Drama kehidupannya bahkan belum selesai namun ia malah di Bebani dengan drama kerajaan ini, ingin marah tapi ia tau jika kemarahan itu tak akan pernah berguna
"Hamba pantas di hukum yang mulia" Ucap Qi Ling semakin bersujud ke lantai dan menghantui hantukan kepalanya sebagai sebuah rasa penyesalan atas sikapnya yang lancang,
Ia merasa sangat menyesal telah membuat junjungannya menjadi tak bahagia
"Apa yang kau lakukan?, kau menyuruh ku membantu berdiri?"
"Gadis bodoh, Shang lu tak akan terpengaruh meskipun kau menghancurkan kepala mu" ia sudah mengetahui bagai mana tempramen permaisuri Lu
ia tak pernah merasakan sebuah rasa kasihan, bahkan ia tak akan keberatan untuk membunuh, berbeda dengan Jesvita Alisa yang sangat menghargai nyawa
Ia hidup di zaman di mana nyawa dilindungi, dengan begitu ketat, dan membunuh bukan hal yang bisa di lakukan oleh sembarangan orang
"Hamba tidak berani yang mulia" ucap Qi li mengangkat kepalanya cepat
"Berdiri, dan siapkan sarapan untuk ku, kau ini sebagai pelayan seharusnya kau lebih pengertian, perutku lapar dan ingin makan, bukan mau mendengar tangisan dan melihat mu menghancurkan kepala mu"
Ia bahkan tak memerlukan penjelasan dari sang pelayan, biarkan semua berjalan sesuai keinginannya, biarkan semua berjalan sebagai mana seharusnya ia memilih cara aman dengan mengubur dalam rahasia itu, biar dia dan Tuhan lah yang tahu
"Huh, Tuhan kenapa sih gue ke sasar gini, emang ni tokoh idup?, kan cuma novel kenapa bikin gue dalam masalah gini"
Saat ini ia sedang duduk di depan jendela sembari melihat Aktivitas pelayan yang begitu sibuk
"Huh, baik lah, karena ini udah terlanjur juga tidak bisa ditolak, tapi maaf di sini gue ngak mau bantuin orang balas dendam karena dosa, dari itu gue cuma mau perbaiki hidup si permaisuri saja, gue pasrah dah, lo mau marah atau gimana, gue ngak perduli, siapa suruh narik gue ke dunia ngak jelas kayak gini, gue cuma mau idup gue nyaman"
"Makanan Anda sudah siap yang mulia" Ucap Qi ling pelan,
Ia hanya bergumam sebagai jawaban setelahnya ia melangkah pelan menuju taman tempat ia makan
"Enak Juga"
Saat suapan pertama masuk hanya ada rasa asam manis yang sangat menggelitik lidah, dan Yuan li sangat menyukai itu, ia menyukai makanan manis, bahkan sangat menyukainya
"Ada apa dengan tubuh mu?" ia berucap saat melihat Qi ling yang semakin gemetar, wajahnya juga sudah memucat, Yuan li menaikan alisnya sebagai tanda tanya
"Prajurit panggilkan tabib" ia setelah menatap sekilas wajah pucat Qi Ling, sang prajurit yang di panggil hanya bisa mengangguk patuh dan segera melakukan hal yang di perintahkan sang permaisuri
"Duduk lah, kau pucat, dan sedikit tak enak badan kan?"
"Hamba tak berani yang mulia" Ucap Qi Ling pelan, ia tentu tak ingin menyinggung sang permaisuri
"Duduk" Menujukan wajah dingin dan kembali dengan makanannya, perutnya memang sudah sedikit lapar, dari itu mari isi perut
"Hamba menghadap pada yang mulia" ucap sang tabib
"Periksa dia"
"Yang mulia?, hamba baik baik saja, sungguh" Ucap Qi ling cepat namun hanya mendapat keheningan dari sang junjungan
"Nona ulurkan tangan anda"
Dengan ketakutan Qi ling mengulurkan tangannya dan sang tabib mulai memeriksanya
"Anda memerlukan asupan yang bergizi, anda juga kurang beristirahat dan perhatikan pola makan anda nona, saya akan meresepkan obat untuk anda" Ucap sang tabib setelah memeriksa keadaan Qi ling,
Qi ling mengangguk pelan dan mengambil alih kertas yang baru saja di ulurkan sang tabib
"Apakah anda masih membutuhkan saya yang mulia" Ucap si tabib sopan
"Kau bisa kembali, dan berikan salep agar luka di wajahnya menghilang,"
Si tabib dan Qi ling masih diam di tempatnya, keheningan terhenti saat salah satu dari mereka berdehem pelan
"Silahkan tabib" Ucap Qi ling sang tabib hanya mengangguk dan meninggalkan Qi ling, setelahnya ia segera mengejar sang permaisuri yang pergi entah di mana
"Hamba pantas di hukum karena menyusahkan anda"
"Pergilah"
"Yang mulia, hamba akan menerima semua hukuman anda, tapi hamba mohon jangan usir hamba dari sisi yang mulia" Ucap Qi ling langsung menjatuhkan tubuhnya dan bersujud di hadapannya
Sedangkan Jesvi ia hanya menatap Qi ling dengan jengah, sangat lebai, bisakah yak berlebihan, bisakah bersiap seperti Seornag manusia pada umumnya
"Ubah penampilan jelek mu"
"Setelah lebih baik maka kembali" ucapnya dan langsung masuk ke kamar
Qi ling menatap sang Permaisuri dengan tanya, apakah benar benar permaisuri?, dan memanggilkan tabib salep bekas luka dan merubah diri?, semua terdengar seperti sebuah perhatian yang di berikan sang permaisuri padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
im3ld4
Diperhatiin malah heran 😂
2023-03-10
2