Malam sudah menjadi semakin larut, bahkan Shang lu tak kunjung membuka matanya, kaisar Wu masih begitu setia berada di sisi permaisurinya dengan tatapan sendu, menggenggam erat tangan kecil wanita yang sangat ia cintai ini
"Mengapa?, mengapa kau tak menginginkan ku?, mengapa kau selalu membenci ku, mengapa?"
Sejak awal pertemuan ia sudah jatuh cinta dengan putri bungsu kerajaan Sui ini, ia sudah mencintai dan memutuskan jika hanya putri kerajaan sui ini lah yang akan menjadi permaisuri kekaisarannya
Akan tetapi semua tak seindah yang ia bayangkan ia harus menerima sebuah kenyataan bawa wanita yang paling di cintai ini lebih memilih untuk menolak dan menjalin hubungan dengan salah satu saudaranya, apa kurangnya dirinya?, mengapa ia bahkan tak bisa memiliki apa yang ia inginkan?,
Ia memiliki kekuasaan, ia kuat dan ia punya segalanya, mengapa kerajaan sui menolaknya?, mengapa mereka memilih pangeran yang bahkan hanya terlahir dari rahim seornag selir rendahan itu, mengapa?
Dengan segala ke kuasanya kaisar Wu merebut paksa, menikahi Shang lu dengan keputusan sepihak, Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan
Ia tak akan merasa keberatan jika melakukan sebuah hal curang, menghancurkan atau bahkan membunuh, bukankah di dunia ini memang seperti itu, yang lemah akan di tindas dan yang kuat akan berkuasa
"Aku selalu mencintai mu, tapi kenapa kau membenci ku, mengapa aku bahkan tak pernah ada di mata mu, mengapa?, mengapa kau selalu menatap ku dengan penuh kebencian, apa salah ku?, aku hanya memperjuangkan cinta ku, mengikuti kata hati ku" Ucapnya dengan begitu frustasi,
Ia mencintai Shang lu, namun mengapa?, mengapa ia bahkan tak mendapatkan balasan atas perasaanya?, Shang lu bahkan tak pernah melihatnya, ia sudah melakukan begitu banyak hal untuk Shang lu mengapa ia masih tak di inginkan,
Waktu sudah berlalu begitu lama dan ia masih belum bisa menumbuhkan rasa cinta di hati permaisurinya, mengapa ini terjadi?
Lagi lagi ia menyakiti permaisurinya, ia melukai permaisurinya, lihatlah beberapa goresan itu?, semua karena ulahnya,
Kaisar Wu nghela nafas kasar melepas gengaman tanganya dan segera berjalan cepat meninggalkan paviliun bulan untuk menumpahkan segala kekesalanya
"Agg.. mengapa semuanya membenci ku, mengapa aku bahkan tak bisa mendapatkan sedikit saja kebahagiaan, mengapa, apa salahnya menjadi egois, aku membenci dunia ini, mengapa ia bahkan begitu tak adil pada ku, apakah aku sangat terhina hingga tak memiliki hak untuk sebuah kebahagiaan, apakah aku seburuk itu?" Batin kaisar Wu dengan penuh amarah
Mengapa dunia begitu membencinya, mengapa ia bahkan tak pernah di berikan waktu untuk menikmati sebuah kebahagiaan?
Mengapa?, ia memiliki semuanya namun tak mampu memiliki cinta kasih dari wanita yang ia nikahi, mengapa ia begitu menyedihkan?.
Ia sibuk menggerutu sembari terus bertarung dengan udara tangannya bergetar saat pedang itu sudah di tancapkan di tanah
"Hang Zhan mari berlatih" Ucap kaisar Wu mengangkat kepalanya, menatap Hang Zhan dengan tatapan dingin,
Saat ini ia hanya ingin melampiaskan segala kekesalan dan kemarahannya, di arena ini
Ia bahkan tak merasa jika dirinya begitu buruk, namun mengapa dunia membuatnya seolah olah menjadi mahluk yang paling kejam, semua bisa di lakukan dalam peperangan dan cinta, dan ia hanya berjuang untuk cintanya, lalu apa kesalahanya
Dengan sedikit cemas pria bernama Hang Zhan itu mengambil pedang dan menemani sang kaisar meluapkan kekesalannya, ia hanya bisa berdoa supaya sang tuan sedikit berbaik hati dan tak membunuhnya,
"Y.. Yang mulia"
Ia benar benar sudah tak sanggup lagi, ia sudah tak bisa melanjutkan pertarungan ini, sungguh tak bisa, ini adalah sebuah pisau tajam yang akan membuatnya kehilangan nyawa, ia tak bisa melanjutkan pertarungan yang akan merugikan dirinya
Sang kaisar benar benar ingin membunuhnya, kaisar sedang dalam suasana hati yang sangat buruk, lihatlah beberapa bekas luka yang berada di pergelangannya,
Ia sudah tak sanggup lagi menahan segala amarah yang ada, ia merasa kasihan dengan sang kaisar, namun ia hanyalah penonton, yang hanya bisa diam dan melihat perkembangan yang terjadi
Tak ada yang bisa ia lakukan, kaisar yang sangat mencintai namun bahkan tak pernah di berikan berkah untuk kembali di cintai, nasib malang memang bisa menimpa siapa saja
Melihat Hang Zhan membungkuk kaisar Wu mendengus kasar melempar pedang secara asal setelahnya segera meninggalkan lapangan tampa mengucapkan sepatah kata.
Mentari pagi kembali bersinar Shang lu mengeliat pelan dan membuka matanya perlahan, ia masih berada di tempat ini, ini benar benar bukan mimpi, semua hal buruk itu benar benar terjadi, ia harus menjadi tumbal dalam cerita ini, ia lah sang antagonis yang di buat untuk memiliki akhir yang tragis, oh tidak ini benar benar mimpi buruk
"Yang mulia, hamba akan membantu anda untuk membersihkan diri" Ucap Qi Ling yang hanya di balas dengan sebuah keheningan karena sang permaisuri bahkan tak bersuara setelah tak sadarkan di diri di bak saat itu
Kehidupan Shang lu seketika berubah dalam sekejap mata, sebelumnya ia bahkan sempat berfikir untuk bertahan di dunia ini
Toh tak ada salahnya, ia hanya perlu menjadi orang yang buta dan tuli dengan keberadaan sang kaisar
Hal yang bahkan sangat di sayangkan adalah semua tak sesuai dengan ekspektasinya, awalnya ia berfikir jika kaisar bajingan itu tak akan Sudi untuk menyentuhnya, ia merasa jika posisinya akan tetap aman jika tak melakukan hal konyol untuk menarik perhatian kaisar, namun pemikirannya salah, semua terjadi di luar kendalinya
Lihatlah apa yang terjadi, Seornag pria tetaplah Seornag pria, ia bahkan bisa saja berhubungan badan dengan gadis yang tak ia cintai dan tak inginkan seumur hidupnya.
Sudah terhitung dua hari setalah kejadian itu, kejadian buruk yang membuat Shang lu memilih untuk mengurung diri di dalam paviliunnya, ia mengunci kediamannya dan bahkan tak menerima kunjungan dari siapapun,
Hingga kaisar pun tidak di izinkan, ia masih takut, ia benar benar trauma, tubuhnya selalu gemetar saat sekelebat banyakan itu datang, kejadian malam itu membuatnya ketakutan, katakanlah dia lebay namun?, ia adalah mahluk yang pernah trauma,
Ia terlalu takut hingga bahkan tak bisa melakukan apapun, kakinya bergetar dan ia sering menagis di dalam keheningan saat kejadian sialan itu menyapa ingatannya
"Yang mulia, hamba membawakan beberapa buku cerita untuk anda"
Ia meletakan beberapa buku di meja, Shang lu hanya terdiam sembari menatap buku buku itu didalam keheningan
Sejak memasuki zaman dan dunia antah berantah ini hanya buku lah yang menjadi tempatnya untuk berkeluh kesah, ia bakan tak segan menghabiskan waktunya dengan membaca hal hal yang menurutnya menarik dan dapat mengalihkan pemikirannya pada hal menjijikan yang terjadi malam itu
"Aku ingin keluar" Shang lu mendongak, ia sudah berada di kediaman, ia akan keluar dan mengucapkan selamat tinggal pada dunia, ia sudah mengambil keputusan untuk tak tinggal lebih lama di tempat terkutuk ini
Qi Ling tersenyum dengan begitu lebar dan setelahnya segera mengguk dengan begitu bersemangat,
Sejak kejadian waktu itu permaisuri yang kuat menjadi begitu rapuh dan bahkan sang permaisuri tak pernah meninggalkan kamarnya, bahkan selalu berada di atas ranjang meringkuk dan menagis ketakutan
"Sudah masuk musim dingin, saya akan menyiapkan pakaian yang hangat untuk anda" Ucap Qi Ling beranjak menuju lemari,
Dengan semangat yang menggebu segera menyiapkan jubah untuk sang junjungan udara sedang tak begitu baik akhir akhir ini, dan ia tak ingin melihat jika junjungannya kembali sakit dan harus kembali mengurung diri di dalam kediaman ini
Shang lu menghela nafas pelan, dan dengan langkah ringan berjalan menuju gazebo yang berada di ujung taman kediamannya
"Ini adalah kue beras yang sangat enak, yang mulia sangat menyukai ini di masa lalu, anda tak memakan sesuatu dari semalam" Ucap qi ling meletakan piring kecil di hadapan Shang lu,
Ia Menghela nafas pelan, saat ini bahkan ia sangat putus asa jika dulu ia memilih bertahan karena takut dengan kematian tapi?, saat ini?, apa bedanya?,
ia memilih untuk mati dari pada menghadapi kenyataan ini, ia memilih mengakhiri dari pada harus hidup dengan di temani segala bayangan bayangan itu semuanya bahkan sangat menakutkan jika di ingat
Ia lebih menyukai sebuah kematian daripada harus berada dalam pusaran ini, bayangan malam itu benar benar melekat dalam ingatannya, saat sang kaisar memaksakan kehendak bejatnya itu
"Saat aku pergi kau harus menjaga diri mu baik baik"
Mengunyah dengan begitu perlahan dan anggun, ia sudah membuat keputusan
Dan karena telah di pikirkan maka ia hanya perlu mengakhiri ini, sedari awal semuanya memang bukan hal yang baik dan ia memilih untuk mengangkat bendera putih, menyerah, menyerah dengan kehidupannya di masa ini
Menyerah pada kehidupan kejam di masa ini, ia tak sanggup, ia ingin kembali ke tempatnya berasal, jikapun tidak bisa ia lebih suka berada di surga dari pada di sini
Ia tak ingin menjalani kehidupan yang lebih tragis lagi, kejadian waktu itu benar benar membuatnya terguncang, Ia tak akan membiarkan hal itu kembali terulang, karena semua hanya akan membuatnya kembali mengingat segala mimpi buruk yang menakutkan itu
Ia bahkan tak tau apa lagi yang akan di lakukan kaisar itu di masa depan, karena sejak awal ia memang tak berasal dari dunia aneh ini dan tentu saja ia akan pergi Tampa beban sedikitpun
"Hamba akan mengikuti kemanapun Yang mulia pergi" Ucap Qi Ling dengan penuh tekat, Shang lu mengguk pelan sebagai jawaban,
Sebelum melakukan hal lain Qi Ling hanya perlu di jauhkan, agar semua dapat selesai, jika Qi Ling tau mengenai Rancana ini maka ia akan melakukan semua upaya untuk menghentikan Shang lu
"Ambilkan aku beberapa cemilan lain"
Tampa merasa curiga Qi Ling segera mengambil cemilan yang di inginkan sang permaisuri, Shang lu menghela nafas pelan menatap kepergian Qi Ling,
"Lo emang baik Qi Ling, tapi kita ngak di takdir kan buat bersama sama dalam waktu lama, cukup sampe di sini aja, gue ngak mau punya hidup susah lagi, di dua kehidupan gue malang terus dan gue rasa udah cukup dengan segala permainan takdir ini, gue udah muak"
Shang lu menghela nafas dengan pelan sembari menengadah ke langit yang begitu cerah
Tak ada yang tau skenario di dalam hidup ini, semua seolah di susun dengan sedemikian rupa dan bahkan kita sebagai mahluk hidup pun tak bisa melakukan perlawanan
"Gue tau bunuh diri itu dosa, tapi?, gue udah ngak kuat dengan bayang bayangan itu, Tuhan maafin hambamu ini, hamba lebih baik mati di bandingkan selalu di bayangi kejadian buruk itu, maafkan hambamu yang egois ini" Ucap Shang lu sembari menabur bubuk ke makanannya,
Sebelumya Shang Lu bahkan sudah menelannya secara langsung, dan kali ini ia tuang kan ke kuenya, apakah rasanya akan berbeda?, karena jujur saja, racun terasa begitu tak enak jika di telan tampa perantara, sangat pahit dan sangat menyiksa
"Anda terlalu nekat" Ucap Hang Zhan menatap sang permaisuri dari kejauhan,
Sejak awal ia memang di tugaskan untuk mengawasi permaisuri, dan kali ini?, permaisuri bahkan berani berbuat nekat dengan mencelakai dirinya sendiri, dengan gerakan cepat ia melesat menuju kediaman kaisar
"Yang mulia.. " Ucapnya membungkuk dengan hormat
"Lapor apa yang kau bawa" Ucap kaisar Wu yang masih fokus dengan dokumen dokumen nya
"Yang mulia permaisuri" mendengar nama permaisuri di sebut kaisar Wu meletakan dokumennya dan menatap hang zhan dengan tatapan serius
"Yang mulia permai.. "
"Menghadap yang mulia" Ucap seorang kasim terpongoh pongoh mendekati sang kaisar
"Ada apa, kasim Yun"
"Yang mulia permaisuri, yang mulia permaisuri keracunan" Ucap sang kasim dengan tubuh bergetar, ia tentu takut dengan kemurkaan sang kaisar
"Apa saja pekerjaan kalian sehingga penyusup masuk ke kediaman dan mencelakai permaisuri ku" Ucap kaisar Wu sembari mengebrak meja, ia sangat marah, sang permaisuri keracunan
"Hamba pantas mendapat hukuman karena kelalaian hamba" Ucap sang kasim bersujud di hadapan sang kaisar, kaisar menatapnya acuh dan bergerak cepat meninggalkan ruang kerjanya menuju valium bulan
"Yang mulia kaisar tiba" Suara dari kasim membuat semua orang membungkuk pelan untuk menyambut kedatangan sang pemilik Kekaisaran, tampa menggubris para pelayan kaisar Wu langsung mendudukkan diri di pinggiran ranjang di samping sang permaisuri,
"Yang mulia, yang mulia permaisuri terkena racun shun, saat ini permaisuri sedang dalam masa kritis, beruntung tubuh sang permaisuri sangat kuat hingga mampu bertahan, karena racun ini bahkan sudah di konsumsi dalam jumlah banyak" Ucap sang tabib membungkuk sopan
"Selidiki makanan permaisuri" Ucap sang kaisar dengan nada dingin, ia menatap wajah terlelap sang permaisuri dengan tatapan sendu, lagi lagi ia membuat orang yang di cintainya menderita,
Hang Zhan mengguk pelan dan segera meninggalkan kediaman, langkah sang kesatria kaisar di ikuti oleh pelayanan tabib serta kasim yang berada di sana, kaisar memerintahkan mereka keluar, bahkan qi ling tak bisa tinggal
"Maaf" Ucap sang kaisar pelan, ia mengecup pelan punggung tangan sang permaisuri, lagi lagi melihat tubuh tak berdaya ini, kaisar menatap tajam tangan sang permaisuri, luka goresan itu memang sudah hampir menghilang, lagi lagi ia menyakiti, lagi lagi ia melukai orang yang paling ia cinta,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Ibuk'e Denia
kurang puas, MC nya kurang kuat
menjadikan ceritanya kurang seru
2024-02-01
0
Yuan Li
Kayaknya permaisuri adalah kekasih dari adik kaisar....di rebut kaisar
2024-01-24
1
Oi Min
bnyak salah paham ini.
2023-10-02
1