Dia Casyandra

"Ughh" Shang Lu mengeliat pelan, hari sudah semakin siang dan Shang Lu masih betah dengan ranjang dan gulingnya setelah beberapa lama di tempat ini yah, lumayan nyaman juga

Meskipun kasurnya yang tak empuk, tak masalah ia sudah cukup terbiasa selama beberapa waktu ini, setidaknya pinggangnya sudah tak sakit lagi setelah terjaga

Ia menghela nafas dan mendudukkan diri pelan sembari matanya perlahan menatap ke sekeliling, ternyata ia terjaga di sini, dan ia sudah berada di kamar,

Ia fikir ia akan melewati malam yang panjang dengan keheningan dan angin malam yang begitu sunyi

"Ahgg," Ucapnya membentangkan tanganya lebar, benar benar melegakan dan nyaman

Untuk pertama kalinya untuk pertama kalinya ia memiliki kualitas tidur yang baik, tubuhnya terasa begitu segar dengan begitu bersemangat untuk menyambut kedatangan lagi

tampa memanggil Qi Ling atau pelayan lainya Shang lu berdiri dan segera menyiapkan pakaian dan membersihkan diri sendiri

"Sempurna, gue udah kayak ninja hatori pake baju item item gini, keren banget dah gue, idup gue ngak boleh di sia siain, jadi orang kaya, mendingan main ke luar, dari pada bengong di istana gini, bikin sumpek, bikin otak gue jadi buntu" Ucap Shang lu terkekeh pelan menatap penampilannya di depan kaca, sangat cantik dan misterius,

Dengan gaun hitam khas penyusup di dalam film yang sering ia tonton di tambah dengan topeng perak yang menambah kesan misteriusnya nanti, tak menyangka jika ia cocok dengan semua ini

"Yang mulia?, anda.. anda" Qi Ling yang baru masuk ke kamar langsung di kejutkan dengan penampilan Shang lu yang seperti ini

"Ah Qi Ling" Shang lu berucap pelan, namun ia bahkan tak melihat ke arah Qi Ling, ia sibuk membenahi tata letak topeng peraknya, sudah pas atau belum

"Anda akan kemana yang mulia?, dan mengapa tak memanggil saya untuk melayani anda mandi, apakah yang mulia tak puas dengan pelayanan kami?," Ucap Qi Ling pelan,

Ia sudah menunggu di depan sejak pagi tapi bahkan sang permaisuri tak memanggilnya, ia merasa cemas dan akhirnya memberanikan diri untuk masuk, namun yang ia lihat?,

"Aku ingin pergi, terlalu lama di istana membuat otak gue buntu, gue butuh udara segar, aku ingin keluar untuk mencari inpirasi biar ngak jadi idiot" Ucap Shang lu sembari membenahi pakaiannya,

Ia sudah berdiam diri cukup lama di kediaman ini, ia sudah menjadi wanita yang begitu patu, dan ia tak ingin terlalu lama tenggelam dalam dan berhenti di zona ini saja

Karena sudah terlanjur berada di dunia ini ia harus berkeliling, bermain sepuas hati sembari menikmati suasana dunia kuno

Ia adalah mahluk moderen yang cukup menyukai sejarah, ia selalu penasaran dengan segala hal yang ada di masa lalu, ia selalu penasaran dengan kehidupan pernah pernah masa ini dan lagi?,

Permaisuri bodoh yang kejam itu tidak menuntutnya untuk melakukan apapun, karena pada dasarnya ia lah si antagonis, karena tak ada apapun yang bisa ia lakukan tentu saja ia harus menikmati semua yang tersedia,

Ssss lah jangan terlalu larut dalam pemikiran sendiri mari lupakan kemarahan mu, nikmati hari mu dengan menyenangkan, bermain dan makan banyak hal di pasar seperti pendatang pada umumnya

"Yang mulia, hamba mohon yang mulia jangan tinggalkan istana, kemana yang mulia akan pergi kita tak memiliki siapapun di sini, hamba mohon yang mulia tetaplah tinggal" Qi Ling langsung bersujud di hadapan sang permaisuri,

Ia tak akan sanggup jika di tinggalkan, dan lagi kaisar akan menghukum mereka jika tau jika permaisuri kabur dari istana, ia memilih untuk pergi kemanapun junjungannya pergi, ia sudah berjanji untuk sehidup semati dengan sang junjungan, dan tak akan pernah meninggalkan sang majikan dalam keadaan apapun

"Kau ini membicarakan apa?, aku ingin keluar berjalan jalan, menikmati hari hari merdeka dan menjelajah semua makanan khas pasar, dan kau jangan ikut, kau jaga saja kamar, jika putri ku datang beri dia makan dan ajak bermain, jangan beritahukan kepergian ku dengan siapapun" Ucap Shang lu menghela nafas kesal,

Lagi pula siapa yang mau kabur?, ia tak ingin pergi lama dari istana, ia tak ingin menjadi gelandangan, kehidupan di luar, ia tau pasti sulit, dan lagi ia belum memikirkan cara untuk bertahan di luar

Saat ini ia hanya merasa bosan dan pusing di istana, terlalu banyak tekanan, saat ini ia ingin berkeliling menikmati dunia luar, ia tak berniat kabur ia memiliki anak dan ia juga belum siap jadi gelandangan, ia belum siap jatuh miskin

"Yang mulia kaisar tak akan mengizinkannya yang mulia" Cicit Qi Ling pelan

Kaisar tentu saja tak akan membiarkan permaisurinya meninggalkan istana, kaisar selalu mengurung permaisuri di kediaman dan permaisuri harus mematuhinya, di luar sangat berbahaya untuk keluarga istana seperti mereka

"Aku tak perlu izin darinya, aku bisa pergi kemanapun yang ku inginkan dengan ataupun Tampa izin darinya" Ucap Shang Lu dengan kesal,

Sembari berjalan pelan meninggalkan kamar dan menuju pintu rahasia, ia sudah menyelusuri tempat ini selama hampir sebulan, ia sudah bersiap untuk hari ini, dan sangat di sayangkan jika tak menggunakan kesempatan ini untuk melihat dunia luar yang indah

Semua upaya tentu saja ia lakukan untuk sekedar mencari sedikit celah di istana ini agar ia bisa melarikan diri, ia bukan mahluk yang bisa di kekang, ia adalah mahluk merdeka, dari itu ia tak berminat untuk hanya berdiam diri di  istana.

"Y.. "

"Jika kau melaporkan kepergian ku, maka bersiaplah dengan sebuah hukuman yang datang" Shang lu berucap dengan nada dingin, setelahnya ia bergerak cepat meninggalkan kediaman,

Menuju tempat yang ingin dia datangi, pasar masa kuno tunggulah seorang jesvita alifa, gadis dari dunia moderen yang menyenangkan

"Zaman kuno?, baik lah, gue juga udah terlanjur di sini, dari pada pusing mendingan nikmatin aja" Shang lu berucap dengan senyuman lebar, ia sudah berhasil meninggalkan gerbang istana, sana saat ini ia sudah berada di hutan pinggiran kota, dan tak jauh darinya terdapat keramaian seakan telah memanggil manggilnya untuk datang mendekat

"Et tunggu, masak ia cewek cantik kayak gue pake baju jelek gini" Shang lu membuka pakaian luarnya pakaian jelek ini harus di bereskan

Sejak awal ia sudah bersiap, ia menggunakan gaun putih cantik di dalam dan mengikatnya dengan jubah hitam agar bisa kabur dari istana, dan jika sudah keluar?, tentu saja ia harus melepaskan jubah hitam ini dan akan menujukan kecantikannya pada dunia

Bagai mana pun ia adalah seorang gadis yang selalu menyukai kecantikan, ia menghela nafas menusukan satu tusuk rambut di kepalanya hal ini tentu saja di lakukan untuk menunjang aura indahnya, dan menutup sebagian wajahnya dengan topeng,

Percobaan kabur pertama tentu saja ia harus sedikit berhati hati, jika kali ini berhasil maka akan ada yang kedua ketiga dan seterusnya di masa depan, ia ingin terlihat misterius seperti cerita cerita yang sering ia baca, Menjadi gadis topeng yang memiliki aura Dewi juga bukan masalah

"Wow" Shang lu menatap makanan yang ada dengan tatapan menginginkan, tapi?,

Bagai mana bisa ia memiliki makanan itu, ia lupa meminta uang pada qi ling, lalu?, bagai mana ia bisa bersenang senag, oh tidak ini benar benar bencana

"Jirr gue lupa, sialan"

Ia mendengus dengan kesal, ia terlalu bersemangat meninggalkan istana sampai melupakan hal yang paling penting dalam kehidupan ini

"Pug," seseorang menepuk bahunya Shang lu menoleh dan melihat seseorang menggunakan tudung yang menutupi seluruh wajahnya,

"Ikuti saya" Ucapnya Shang lu dapat menebak jika seseorang yang berdiri di hadapnya ini adalah seorang gadis,

Apa yang di inginkan si gadis pada dirinya?, apakah ingin menculiknya?, oh tidak pikiran shang lu mulai kemana mana

"Maaf nona apa yang anda inginkan dari saya?" Shang lu dengan nada sopan, si gadis di hadapannya menatap dengan tatapan aneh

"Nona?"

"Ada hal penting yang perlu di bicarakan, mari ke tempat yang lebih layak" si gadis langsung menyeret tangan Shang Lu ke sebuah restoran

"Maaf nona, saya hanya ingin memastikan sesuatu" Sang gadis berucap dengan rasa bersalah,

Sembari melepaskan genggamannya, saat ini mereka sudah berada di dalam ringan privat di restoran, Shang lu diam mengamati, apa tujuan gadis di hadapannya ini, apakah si gadis mengenalinya?, tak mungkin kan dia langsung ketahuan, jika ketahuan maka ke ahlian menyamarnya benar benar buruk

"Lo?" Ucap sang gadis yang membuat Shang lu atau Shang lu menaikan alisnya, lo?, berarti?, otak lelet seorang Shang lu kembali beraksi setelah tak di pakai lama

"Gue ngak sengaja denger lo ngomong tadi, dan itu bahasa yang ngak pernah ada di sini, lo dari dunia moderen kan?, gue kira gue sendirian di sini, bayangin aja orang moderen kayak gue bisa nyasar ke masa kuno gini ya planga plongo lah gue, untung aja ingatan ni tubuh ada dikit dikit, lumayan ngebantu lah buat ngelanjutin idup di tempat bahaya kayak gini" omel sang gadis tampa jeda

Ia begitu bersemangat saat tau jika ia tak sendirian, menjelajahi waktu yang membingungkan ini, ia tak sendirian di tempat ini, ia merasa sangat lega, selama beberapa waktu ini sangat sulit menemukan teman yang berasal dari dunia yang sama

"Lo?, lo akhirnya Tuhan, akhirnya gue punya temen juga di dunia aneh ini," Shang lu dengan riang,

Akhirnya ia memiliki teman dari dunianya, akhirnya ia memiliki teman senasib, ia menemukan seseorang yang bisa berbicara dengan bebas, kehidupan di masa ini sangat sulit, bahasa yang sangat kaku membuatnya merasa begitu kesal

"Nama lo siapa?, dan sejak kapan di tempat ini," Ucap si gadis misterius pelan,

Karena sudah berteman hal yang sangat wajar jika menanyakan nama, jika mereka beruntung dan berhasil meninggalkan dunia aneh ini, setidaknya mereka bisa kembali bertaman di dunia moderen

"Gue?, gue Jesvi, gue dari Jakarta, dan udah di sini hampir sebulan lah" jawabnya dengan semangat

Ia bahkan tak segan untuk menyebut nama dan asalnya, ia cukup mempercayai gadis ini, dan lagi, tak ada yang bisa di lakukan, karena mereka berada di dunia yang sama

"Beneran nama lo Jesvi?, Jesvita Alexa?, Beneran Lo?, gue ngak lagi mimpi kan?, gue senag banget, akhirnya kita ketemu" Ucap si gadis menunjuknya dengan tak percaya

"Loh kok lo tau? nama panjang gue, emang kita pernah saling kenal?, kapan?, dimana?," Shang lu berucap pelan

"Sialan lo, kanapa lama amat, gue udah nungguin lo tau, gue fikir lo masih betah di dunia moderen, gue fikir cuma gue yang di jadiin  tumbal, gue takut benget tau ngak, apa lagi idup kayak gini, gue beneran tertekan" Ucapnya berteriak kencang, sang gadis bahkan sudah menangis di lantai

"Lo kenal gue?" Shang lu menaikan alisnya?,

"Sialan lo, gue Casyandra, lo lupa sama sahabat semakan, seminum setidur, seotak lo, udah lupa Lo sama gue?" Ucap Casya dengan nada kesal, si gadis bernama Casyandra berdiri dengan kesal

"Beneran lo?, kenapa lo baru nongol, gue udah nangis nangis tau ngak mikirin lo sendirian di sana, dan lo?, lo di sini, lo sama gue, gue kangen banget sama lo sialan" ucap Shang lu tak kalah histeris, ia bahkan sangat merindukan sahabatnya ini, mengapa baru muncul, dan?, apa penyebab kemunculannya?

"Sini lo, gue peluk, gue kangen" keduanya berpelukan saling melepaskan rindu antara satu dan lainya, akhirnya mereka kembali bertemu, bahkan dunia tak bisa memutuskan tali persahabatan mereka

"Sekarang yuk shoping, gue ngak bawa uang, gue aja kabur dari rumah, bosan banget tau ngak kalo diam aja di rumah gitu" Ucap Shang lu tampa rasa bersalah,

Toh di lihat dari mana pun gadis bertudung ini orang kaya, lihat lah pakaian yang di gunakan pun sutra mahalnya itu, Shang lu yakin jika sahabatnya di lahirkan di keluarga bangsawan

"Dasar otak traktiran, makanya kalo mau kabur itu bawa uang" Casya berucap dengan nada ketus, seperti biasa Jesvi akan selalu meminjam uangnya saat berada di akhir bulan

"Gue mana tau, lagian lo pake baju cantik dan mahal kayaknya, lo pasti terbalik dari bangsawan kaya kan, yaudah sekali kali lo traktir gue, jangan pelit pelit jadi orang kaya, entar kubur Lo sempit loh, "

"lo nyebelin, yaudah lah yuk, gue bakal tunjukin tempat tempat indah di sini, gue udah hampir dua bulan tau ngak di sini, gue kabur kabur terus dari rumah, untung gue bukan orang kesayangan, kalo ngak yah agak susah keluar"

"Lo pake tubuh siapa?" Shang lu menatap Casya dengan penasaran, tanganya bahkan sudah tergerak untuk membuka tudung penutup itu,

"Et rahasia, gue takut lo gila kalo tau gue pake tubuh siapa, kita cukup tau masing masing udah di sini, soal pake tubuh siapa itu privasi" Casya menghentikan pergerakan tangan Shang lu, tak akan seru jika langsung di tunjukan, ia ingin bermain main, toh mereka sudah di sini cepat atau lambat juga pasti tau, dan sebelum itu ia ingin menjadi orang yang sok misterius

"Eleh pake rahasia rahasiaan segala, gue penasaran ni, tetap secantik dulu atau ngak, siapa tau kan lo tiba tiba jadi jelek dan takut gue ketawain" Shang lu masih bersikeras membuka tudung itu, namun?, Casya bahkan tak mengizinkannya sama sekali

"Sialan lo, wajah gue ngak jelek tapi gue ngak mau aja nunjukin ke lo" Ucap Casya mundur beberapa langkah

"Nah trus"

"Rahasia"

"Sok misterius lo, males gue main petak umpet sama lo, tunjukin aja apa susahnya sih"

"Jika tak ada yang mencari maka tidak akan seru"

Episodes
1 awal
2 Apa apaan ini
3 permaisuri
4 Kunjungan Selir
5 Hari yang menyebalkan
6 Lu ancheng
7 kaisar kembali
8 Trauma
9 Putus Asa
10 Putri Lu Ancheng
11 Anak Ku?
12 Cerita
13 Dia Datang
14 Dia Casyandra
15 Mari mencari
16 Keluarga
17 memaksakan diri
18 Suami Istri
19 Meja Makan
20 Mengambil Peran
21 Selir wi
22 Bekerja keras
23 Refresing
24 Siapa suruh jadi protagonis
25 Sudah Bersumi
26 Gelas Terbang
27 Selir Chu
28 Siapa protagonisnya?
29 Lu Ancheng
30 Keluarga Bahagia
31 Bencana
32 Pria Ini Lagi
33 Di salah fahami
34 Bergerak Pelan
35 Luar tembok istana
36 Seperti semut
37 Masuk Antrian
38 Didapatkan Dengan Keringat
39 Berakhir Sia
40 Ying Ying
41 Tuan dermawan
42 Ayah Ku Lebih Tampan
43 Sahabat Kecil
44 Bencana Teratasi
45 Pokonya Ngak.
46 Aku Dia Dan Kita
47 Selir Ganjen
48 Zhang Lan
49 Ulang tahun Zhang lan
50 Pria Bodoh Itu
51 Dia Dari Masa Lalu
52 Kecemasan Kaisar
53 Nasehat Selir Chu
54 Melepaskan Diri
55 Memelas
56 Trik
57 Kematian Selir Chu
58 Berlalu
59 Tertekan Dan Racun
60 Kedatangan Shang Lu
61 Karena dia
62 Perhatian
63 Darah surga
64 Bertemu
65 Tak Perlu Sandaran
66 Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67 Kedatangan Sang Jendral
68 Kesetiaan Keluarga Ban
69 Perlahan sembuh
70 Apapun Bisa Di Lakukan
71 Ilusi
72 Dilema
73 Tawanan Pangeran Ming Yi
74 Tak Ada Penyesalan
75 Aku Titip Mereka
76 Kerikil Lupa Diri
77 Sialan
78 Kerikil Beruntung
79 Salah ku
80 Setidaknya Ia Aman
81 Aura Suami Orang
82 Kabar Lu Ancheng
83 Kerinduan dan duka
84 Kita Bisa Bersama
85 Racun
86 Aku Bukan Milik Mu
87 Kediaman Di Segel
88 Penyesalan Xi ling
89 Teratai
90 Kebakaran
91 Memohon kematian
92 Kaisar Kembali
93 Perasaan lalu
94 Kau Menginginkan Dia?
95 Keluarga Bahagia
96 Keraguan Tak Berdasar
97 Berjalan jalan
98 Di luar tembok istana 2
99 Apakah seburuk itu?
100 Kata Di Balik Kata
101 Nasib Menyedihkan
102 Mata Yang Terbuka
103 Berakhir Kematian
104 Kembali dan patah hati
Episodes

Updated 104 Episodes

1
awal
2
Apa apaan ini
3
permaisuri
4
Kunjungan Selir
5
Hari yang menyebalkan
6
Lu ancheng
7
kaisar kembali
8
Trauma
9
Putus Asa
10
Putri Lu Ancheng
11
Anak Ku?
12
Cerita
13
Dia Datang
14
Dia Casyandra
15
Mari mencari
16
Keluarga
17
memaksakan diri
18
Suami Istri
19
Meja Makan
20
Mengambil Peran
21
Selir wi
22
Bekerja keras
23
Refresing
24
Siapa suruh jadi protagonis
25
Sudah Bersumi
26
Gelas Terbang
27
Selir Chu
28
Siapa protagonisnya?
29
Lu Ancheng
30
Keluarga Bahagia
31
Bencana
32
Pria Ini Lagi
33
Di salah fahami
34
Bergerak Pelan
35
Luar tembok istana
36
Seperti semut
37
Masuk Antrian
38
Didapatkan Dengan Keringat
39
Berakhir Sia
40
Ying Ying
41
Tuan dermawan
42
Ayah Ku Lebih Tampan
43
Sahabat Kecil
44
Bencana Teratasi
45
Pokonya Ngak.
46
Aku Dia Dan Kita
47
Selir Ganjen
48
Zhang Lan
49
Ulang tahun Zhang lan
50
Pria Bodoh Itu
51
Dia Dari Masa Lalu
52
Kecemasan Kaisar
53
Nasehat Selir Chu
54
Melepaskan Diri
55
Memelas
56
Trik
57
Kematian Selir Chu
58
Berlalu
59
Tertekan Dan Racun
60
Kedatangan Shang Lu
61
Karena dia
62
Perhatian
63
Darah surga
64
Bertemu
65
Tak Perlu Sandaran
66
Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67
Kedatangan Sang Jendral
68
Kesetiaan Keluarga Ban
69
Perlahan sembuh
70
Apapun Bisa Di Lakukan
71
Ilusi
72
Dilema
73
Tawanan Pangeran Ming Yi
74
Tak Ada Penyesalan
75
Aku Titip Mereka
76
Kerikil Lupa Diri
77
Sialan
78
Kerikil Beruntung
79
Salah ku
80
Setidaknya Ia Aman
81
Aura Suami Orang
82
Kabar Lu Ancheng
83
Kerinduan dan duka
84
Kita Bisa Bersama
85
Racun
86
Aku Bukan Milik Mu
87
Kediaman Di Segel
88
Penyesalan Xi ling
89
Teratai
90
Kebakaran
91
Memohon kematian
92
Kaisar Kembali
93
Perasaan lalu
94
Kau Menginginkan Dia?
95
Keluarga Bahagia
96
Keraguan Tak Berdasar
97
Berjalan jalan
98
Di luar tembok istana 2
99
Apakah seburuk itu?
100
Kata Di Balik Kata
101
Nasib Menyedihkan
102
Mata Yang Terbuka
103
Berakhir Kematian
104
Kembali dan patah hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!