Shang lu menghela nafas pelan menatap lu Ancheng yang tertidur nyenyak di sampingnya, wajah cantik itu terlihat sangat menggemaskan membuat Shang lu selalu ingin memeluk dan mencubit gemas pipi gembul itu,
Setelah di tinggalkan oleh Qi Ling dan para pelayan Lu Ancheng tak mengatakan apapun, ia hanya meminta satu hal, meminta Shang lu agar memeluknya, dan lihat lah?, bahkan ia sudah tertidur pulas dalam pelukan Shang lu,
Shang lu tersenyum samar sembari membenahi posisi tidur Lu Ancheng agar tak merasa pegal saat terjaga nanti
"Yang mulia" Ucap Qi Ling mendekati ranjang pelan
Kesehatan sang permaisuri sedang tidak stabil, dan ia tak ingin membuat sang junjungan menjadi semakin tak bahagia, kejadian ini terlalu tiba tiba, ia bahkan tak percaya apa yang ia lihat
Sejak kapan permaisuri Shang menjadi begitu dekat dengan putri Lu Ancheng, mengapa ia tak mengetahuinya, ia adalah orang yang berada di sekeliling permaisuri setiap harinya,
Meski begitu apapun yang terjadi Qi Ling hanya berharap jika sang junjungan tidak sedang merencanakan hal buruk
Putri Lu Ancheng tak bersalah, ia tak tau apapun mengenai konflik antara Ayah dan ibunya
"Sitt, dia sedang tertidur suara mu akan minggunya, sekarang Kau bisa kembali ke kamar mu dan segeralah beristirahat" Ucap Shang lu setengah berbisik, ia tak ingin tidur Lu Ancheng terganggu
Bocah imut itu sangat bersemangat mengoceh, dan lihatlah saat lelah ia akan tertidur begitu lelap, ia menjadi tak sampai hati untuk mengusiknya
"Putri?" Qi ling menatap Shang lu dengan ragu,
Meskipun sang permaisuri sudah sedikit berubah, tentu saja ia masih kahwatir jika sewaktu waktu sang permaisuri kembali menyakiti sang putri, seluruh pelayan sangat menyayangi Lu Ancheng nasibnya yang sangat malang mampu menarik semua simpati orang orang yang ada di sekelilingnya
"Biarkan dia bersama ku malam ini, katakan ibunya" Ucap Shang lu pelan, Biarkan putri kecil ini bersamanya malam ini, dan ia hanya perlu mengatakan pada ibunya bahwa saat ini putri Lu Ancheng sedang ia pinjam
Ia mengelus rambut Lu Ancheng dengan penuh kasih sayang, jika seperti ini ia malah merindukan ayahnya, ayah yang selalu menjaganya saat ia sudah terlelap dalam dunia mimpi
"Y.. Yang mulia, anda adalah ibu dari putri Lu Ancheng" Ucap Qi Ling dengan kepala tertunduk, meski sedikit ragu namun ia tak bisa berdiam diri terus menerus, ia sudah siap menerima kemarahan dari sang permaisuri, ia tak ingin membuat putri lu Ancheng berharap dan akhirnya semua harapan itu di patahkan dengan begitu kejam
Qi Ling merasa jika ini harus di beri tahukan, meskipun ia tau jika sejak awal sang permaisuri tak suka jika di sebut sebagai seorang ibu, baginya lu ancheng hanya lah sebuah kesalahan, namun saat ini? tempramen sang permaisuri sudah berubah, qi ling hanya bisa berharap agar Shang lu tak menghukumnya karena dengan lancang menyebut ia (Shang lu) ibu dari putri lu Ancheng
"Qi ling?," Ucap Shang lu menatap pelayannya dengan lekat, apakah ia tak salah dengar?, sejak kapan?, mengapa ia tak mengetahui hal itu?, dan semua jelas tak ada dalam novel itu,
"Maafkan hamba yang mulia, hamba merasa jika anda sudah semakin dekat dengan putri, hamba pantas mendapat hukuman karena membuat anda tak senang" Ucap Qi ling dengan gugup, kepalanya masih tertunduk bersiap untuk menerima segala hukuman dan amarah dari sang permaisuri
"Apakah dia?, dia benar benar anak ku?, kau tidak berbohong?, kau tidak sedang menipu ku bukan?, dia Benat benar anak ku?" Ucap Shang lu lagi, namun Qi Ling masih diam dengan segala kegugupannya
Nyawanya sedang berada di ujung pedang, salah sedikit maka ia akan benar benar akan berakhir hari ini
"Qi ling" Sentak Shang lu tergesa gesa, ia dapat mendengar dengan jelas, ia hanya memerlukan sebuah kepastian, benarkan gadis kecil di dekatnya ini adalah anaknya?, darah dagingnya?
"Hamba tak berani yang mulia, hamba tak memiliki keberanian menipu anda, putri Lu Ancheng memang putri anda, dan satu satunya keturunan yang mulia kaisar" Ucap Qi Ling dengan gugup, kepala kecil itu masih terus menunduk takut
"Anak ku, dia anak ku?, benar benar anak ku?, yang malang, ia bahkan terlihat ketakutan saat pertama kali bertemu dengan ku" Shang lu terisak dalam diam, air matanya jatuh tampa dapat di hentikan, ia langsung memeluk Lu Ancheng dengan erat,
"Putri ku, anak ku, tak ada lagi hari suram, mulai hari ini Kau akan memiliki kehidupan yang sempurna" Ucap Shang lu masih setia mendekap tubuh mungil bocah delapan tahun itu, Lu Ancheng adalah anaknya?, mengapa ia tak tau?, mengapa dunia seakan mempermainkannya?
"Agh" Pelukan tiba tiba dari sang permaisuri membuat tidur Lu Ancheng sedikit terusik, dan pelukan itu?, sangat menyesakan karena terlalu kuat dan terkesan tergesa gesa, ada banyak emosi yang di keluarkan lewat pelukan itu
"Maaf, apakah ibu mengganggumu?" Ucap shang melonggarkan pelukanya, Lu Ancheng menatap Shang lu beberapa saat setelahnya ia menggeleng pelan sebagai jawaban
"Jika begitu kembali lanjutkan tidur mu" Bisik Shang lu pelan, sembari mengecup singkat kening Lu Ancheng
"Hm" Lu Ancheng mengguk pelan,
Shang lu kembali membawa bocah kecil ini ke dalam pelukan yang sangat nyaman, setelahnya ia kembali menutup mata dan segera melanjutkan tidurnya sempat tertunda
"Qi ling, kau bisa kembali, terimakasih sudah memberitahu ku, kau berhutang penjelasan pada ku, tak perlu terburu buru, masih ada hari esok" Ucap Shang lu pelan,
Qi Ling menatap Shang lu dengan tatapan penuh tanya namun ia masih tetap menanggung kepalanya dan segera menuju pintu dan segera meninggalkan kamar sang permaisuri membiarkan permaisuri menghabiskan malam dengan kebahagiaan yang membuncah
"Kau, maafkan ibu, ibu hampir saja ibu melakukan kebodohan, ibu hampir saja meninggalkan mu" Ucap Shang lu dengan lembut, sebenarnya ini sangat melenceng dari plot, mengapa?, mengapa ia memiliki anak?,
Bukankah keturunan dari sang kaisar hanya lahir dari rahim Selir Chu si protagonis, tapi?, mengapa ini terjadi?, meski begitu ia hanya bisa menggeleng pelan, ia memilih untuk tak ambil pusing,
Yang jelas untuk pertama kalinya ia merasa sangat bersyukur karena bisa bertahan dari racun itu, jika tidak?, putrinya akan kehilangan seorang ibu, ia tak ingin itu terjadi
Ia sudah merasakan sakitnya kehilangan, ibunya sudah pergi sejak ia bayi, tumbuh di bawah pengasuhan seorang ayah membuatnya menjadi pribadi yang keras dan kuat,
Sayang saat ia berada di awal masa SMA ayahnya meninggal dunia, ia hanya hidup sebatang kara dan hanya Casya yang mau menemaninya hingga pada akhirnya ia sampai di tempat ini, dan lagi lagi harus kehilangan,
Saat ini bisakah ia egois, kenyataanya yang sudah memiliki anak memang sangat mengejutkan tapi ia akan bertahan, bertahan demi putrinya, yah dia akan bertahan, bertahan demi masa depan Lu Ancheng
"High" si bocah mengeliat dalam tidurnya, Shang lu menatapnya dalam keheningan, senyuman terukir samar di wajah pucatnya
"Apa tidurmu sangat menyenangkan?" Ucap Shang lu berbisik pelan, Lu Ancheng lagi lagi mengeliat dan dengan malas membukakan matanya hari sudah beranjak pagi, sudah waktunya bagun dan bersiap untuk menjalani hari hari seperti biasanya
"Ibu" Ucapnya dengan nada pelan,
"Masih terlalu pagi, apakah kau tak ingin melanjutkan tidur?" Ucap Shang lu mengelus rambut Lu Ancheng dengan lembut sembari menunjukan senyuman hangatnya
"Guru Lin akan mencari ku" Ucap Lu Ancheng yang berhasil membuat Shang lu terkekeh pelan, putrinya sangat bersemangat dalam belajar,
"Kau sangat menggemaskan, Qi Ling" Ucap Shang lu mengecup singkat pipi chubby itu
"Hamba yang mulia" Qi ling sudah berada di depan ranjang tempat Shang Lu dan Lu Ancheng berada
"Siapkan air mandi dan minta pelayan membawa pakaian sang putri ke sini" Ucap Shang lu dengan lembut, setelahnya ia beranjak duduk
"Baik yang mulia" Ucap Qi Ling patuh, setelahnya ia segera bergerak untuk menyiapkan air mandi untuk sang junjungannya.
Di sisi lain seorang pria masih duduk dalam diam di depan meja kerjanya, keningnya sesekali mengerut sembari menatap dokumen yang berada di tangannya, kekacauan lagi dan lagi, semua masalah itu datang seakan tak memiliki titik akhir, mereka selalu datang layaknya air mengalir yang tak di ketahui di mana ujungnya
"Yang mulia" Hang Zhan membungkuk hormat sebagai salam pada si pria yang bergelar kaisar Wu itu, kaisar bergumam pelan mengalihkan tatapannya pada Hang Zhan
"Bagai mana penyelidikan mu?" Ucapnya dingin, sembari meletakan dokumen yang sebelumnya ia pegang
"Permaisuri meracuni dirinya sendiri" Ucap Hang Zhan pelan, ia sudah berusaha untuk menghentikan sang permaisuri meminum racun itu, namun sepertinya sang permaisuri sangat keras kepala hingga tetap terkena racun meskipun belum sempat mencoba kue bulan dengan toping racunnya itu
Sang kaisar hanya bisa menatapnya dengan datar, setelahnya ia menghela nafas kesal, benar benar tak terduga, ini jelas bukan yang pertama,
"Sebegitu benci kah permaisuri pada ku? Bahkan berulang kali menyakiti dirinya sendiri" Ucap kaisar Wu menghela nafas pelan, kabar ini?, jelas bukan yang pertama sang permaisuri berusaha menyakiti dirinya sendiri,
Ini adalah racun Shun jika terlambat ia akan benar benar kehilangan permaisurinya, apakah hati sang permaisuri sekeras itu?, hingga bahkan tak pernah goyah setelah menjalani pernikahan selama bertahun-tahun,
"Bagai mana tentang sang putri" Ucap kaisar Wu pelan, ia tentu saja merasa cemas, putri yang tak di inginkan memaksa untuk menerobos rumah orang yang bahkan sangat membencinya,
Kaisar cemas jika sang putri harus mengalami beberapa kekerasan lagi, bagai manapun ia hanyalah anak kecil, ia tak mengerti dengan semua ini, yang ia tau ia menyayangi ibunya dan yang ia tau jika wanita bergelar permaisuri itu adalah wanita yang melahirkannya ke dunia ini,
"Sesuai perintah anda saya mengantarkan putri ke kediaman permaisuri, interaksi putri dan yang mulia permaisuri sudah semakin baik beberapa waktu ini, yang mulia tak lagi berkata kasar saat di hadapan sang putri, yang mulia juga membiarkan sang putri memeluk dan menepis air matanya" Ucap Hang Zhan pelan, kaisar Wu menjergit, apakah ia tak salah mendengar?,
Permaisuri yang Agung membiarkan diri ya di sentuh oleh anak yang selama ini ia anggap kesalahan anak yang selama ini ia anggap menjijikan dan tak lebih dari kotoran yang harus di jauhi, ini tentu saja kabar yang sangat mengejutkan di luar dugaan sang kaisar bahkan semua orang,
Beberapa waktu lalu sang permaisuri berniat untuk mengakhiri hidupnya, namun kali ini? Bahkan ia bersikap baik dengan putri lu Ancheng?, seolah percobaan bunuh diri itu hanyalah sebuah lelucon yang sedang di lontarkan
"Yang mulia meminta kami meninggalkannya hingga pada akhirnya pelayan datang dan mengatakan jika sang putri akan beristirahat di valium bulan"
"Apakah itu kebenaran?, apakah permaisuri benar-benar mengizinkan sang putri di sisinya?" Ucap Kaisar Wu tak percaya, berita ini bagai sebuah khayalan, sejak bayi bahkan sang permaisuri sudah menjauhkan diri dari sang putri menjauh sejauh jauhnya,
Sejak kecil putri Lu Ancheng hanya meminum air tajin untuk mempertahankan nyawanya, permaisuri tak sudi melihatnya lalu bagai mana bisa ia memberi asi untuk anak yang bahkan sangat ia benci, tapi?, kali ini?, apa yang sedang terjadi?, kenapa kali ini?, apa yang sebenarnya terjadi,
Semua terjadi begitu tiba tiba hingga sulit di dipercaya, apakah permaisuri sudah mulai menyesal akan perbuatannya di masalalu, apakah sang permaisuri benar emang sudah menyesali kesalahannya?, ia berharap jika hal itu benar
"Hamba tidak berani berbohong yang mulia, semalam para pelayan di minta pergi karena tak ingin mengganggu tidur sang putri, dan saat menjelang pagi, para pelayan kembali di sibukkan dengan menyiapkan makanan, mandi dan pakaian sang putri, sepertinya hati yang mulia permaisuri sudah mulai terbuka untuk menerima sang putri" ucap Hang Zhan pelan, ia sudah menemani sang kaisar sejak muda, bahkan jauh sebelum ia menikahi putri kesayangan kerajaan sui ini,
"Apa yang terjadi?" Ucap kaisar bergumam Wu pelan, ia menatap hening hamparan bunga di luar ruangannya, semua terlalu terburu buru, namun?, sang permaisuri bukanlah orang yang bersembunyi di balik wajah baik
Permaisuri bukan sosok yang licik, ia akan mengekspresikan keinginannya tampa memperdulikan orang lain, tampa perduli jika ucapan sarkas nya akan membuat hati orang lain terluka
"Yang mulia?" Ucap Hang Zhan pelan, sang kaisar tiba tiba terdiam, ia takut jika dirinya membuat kesalahan yang membuat kaisar tak senang
"Selalu awasi gerak gerik sang permaisuri, laporkan jika ia kembali mencelakai sang putri, dan cari tau penyebab perubahan sang permaisuri yang begitu tiba tiba" Ucap kaisar Wu pelan, Hang Zhan mengguk pelan dan segera meninggalkan ruangan sang kaisar,
Hang Zhan menghela nafas pelan dengan senyuman samar di wajahnya, ia segera berbalik dan segera meninggalkan rungan sang kaisar untuk kembali melanjutkan pekerjaannya
"Semoga kebahagiaan menyertai anda yang mulia, sudah terlalu lama anda berada di garis hitam kesedihan ini" Batin Hang Zhan dan segera melesat menuju pelatihan para prajurit, ada beberapa hal yang harus ia sampaikan pada kakaknya wakil jendral Lin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments