"Qi ling" Ucap Shang Lu pelan, sembari menuangkan teh ke dalam gelasnya
"Hamba yang mulia" Qi Ling yang saat ini sedang menyiram tanaman langsung berbalik dan bergerak cepat mendekati sang junjungannya
"Ceritakan mengenai masa lalu yang mungkin sudah ku lupakan" Ucap shang lu sembari menghela nafas pelan, ia beralih menatap taman yang bisa di nikmati dari jendela kamarnya
"Ha, hamba" Qi ling sedikit gugup, sebenarnya ia tak ingin, tak ingin kembali mengorek luka yang akhir akhir ini perlahan membaik, ia tak ingin junjungannya kembali terpuruk dengan segala kesedihannya
"Kenapa kau hanya diam?" Ucap shang lu terlihat tergesa, semua jelas berbeda ia tak ingin menggantung hidupnya dengan novel itu,
Ia jelas tak berada di dasana, hanya meminjam beberapa karakter sedangkan ceritanya?, berbeda jauh, bahkan sangat tak mungkin terjadi di dalam novel sialan itu, tidak,
"Maafkan hamba yang mulia" Ucap Qi ling yang baru tersadar dari lamunannya
"Jangan sampai ada yang terlewatkan dan jangan ada kata dusta, jika tak ingin berakhir buruk" Ucap shang lu pelan, ia mempercayai Qi Ling,
Saat ini ia berada di dunia lain, ia tak bisa mengandalkan siapapun, ia hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri, ia tak bisa terlalu menguntungkan hidupnya pada orang yang bisa mengkhianatinya sewaktu waktu.
Qi Ling menghela nafas pelan dan mulai menceritakan yang di lakukan sang permaisuri selama ini
"Sialan" teriakan itu berasal dari permaisuri lu, ia sangat murka saat bocah lima tahun tampa sengaja jatuh di hadapannya, dia adalah putri lu, putri pertama kaisar Wu yang lahir dari rahim permaisuri sendiri, namun terlihat jelas jika sang permaisuri bahkan tak pernah menganggapnya ada
"Y.. Yang mulia maafkan tuan putri, tuan putri tak sengaja" beberapa pelayan bersujud di hadapan sang permaisuri, memohon ampun atas nama sang putri,
"Dasar pelayan hina, berani sekali memerintah ku, dasar sampah tak berharga, pelayan pukul budak rendah ini" Ucap permaisuri lu kasar, pelayan paruh baya yang berada di belakangnya langsung maju beberapa langkah dan langsung menampar gadis pelayan yang memohon ampun atas nama sang putri, sang pelayan hanya bisa menagis sembari memegangi pipinya yang memanas,
"I.. "
"Jangan sesekali memanggil ku dengan sebutan menjijikan itu, anak pembawa sial" bahkan sang putri belum menyelesaikan ucapnya, permaisuri lu sudah menyelanya terlebih dahulu, mendengar teriakan itu sang putri hanya bisa menundukkan kepalanya, ia menggigit bibirnya agar isak itu tak keluar, ibunya sangat membenci sebuah tangisan, lu ancheng hanya bisa meringis sembari memegang lututnya yang mendapatkan beberapa luka karena goresan kerikil jalanan
Permaisuri Lu mendengus kesal, menarik paksa gaunya hingga membuat sang putri terjengkang, tampa rasa bersalah ia meninggalkan lu ancheng yang berusaha untuk bangkit, ia bahkan tak memperdulikan itu baginya akan lebih baik jika putri tak berguna itu mati, agar tak merusak pemandangan, sang permaisuri terus berjalan dengan langkah angkuh mengabaikan bocah lima tahun yang terjatuh itu, baginya Lu ancheng tak lebih dari sebuah daun kering yang tak berarti
"Kak Yun Lin maaf, Lu Ancheng membuat anda di marahi yang mulia permaisuri" Ucap Lu Ancheng pada gadis pelayan
"Putri, maafkan saya yang tak mampu menjaga anda" Ucap Yun Lin memeluk erat nonanya, Lu Ancheng di bawa ke kamar untuk segera di obati, tangan dan lututnya tergores, ibu mana yang tega membiarkan anaknya terluka?, yah dia adalah sang permaisuri Lu, permaisuri jahat tak memiliki hati, bahkan tak memiliki kasih pada anaknya sendiri.
Cerita berubah, saat ini sang putri kecil sedang bermain di pinggiran kolam, permaisuri berjalan anggun dengan rombongannya, karena asik bermain bahkan sang putri tak sadar jika ia sudah menghalangi jalan yang akan di lewati sang permaisuri
"Mahluk tak berguna ini benar benar selalu menghalangi ku" Ucapan sarkas itu berasal dari mulut cantik sang permaisuri, dan dengan tidak berperasaan nya sang permaisuri membentak sang putri hingga
"Byur" tubuh putri Lu Ancheng tercebur ke danau, ia sangat terkejut dengan ucapan sarkas ia terjolak kaget dan terpeleset hingga jatuh ke danau, ia bahkan tak sadar jika ia telah menghalangi langkah ibunya, ia terlalu fokus bermain hingga melupakan sekitar
"Yang mulia" Ucap pelayan saat melihat sang putri yang kesulitan di dalam air, bagai mana pun saat itu ia hanyalah bocah berusia lima tahun, tak bisa berenang dan tak bisa bertahan terlalu lama di dalam air
Tapi?, bukan membantu permaisuri lu bahkan hanya menatapnya sekilas, setelahnya segera meninggalkan sang putri yang hampir tenggelam di danau, pergi tampa perasaan dan tampa kegelisahan sedikit pun,
"Too.. Long... " teriakan itu berhasil mengambil perhatian para prajurit, yah itu adalah teriakan pengasuh sang putri, ia hanya meninggalkan sang putri untuk mengambil buahan dan saat kembali ia sudah melihat sang putri tenggelam di danau, sang pelayan tentu saja panik, ia sangat menyesal, seharusnya ia berada di samping sang putri agar tak ada hal buruk yang terjadi
"Qi ling, apakah aku sejahat itu?, ibu mana yang tega mengabaikan anaknya yang sudah hampir kehilangan nyawa" Ucap Shang lu di sela tangisnya, sejak awal ia mendengar cerita qi ling dengan serius, ia bahkan mengutuk kekejaman permaisuri Lu,
Mengapa berhati dingin bahkan pada anaknya sendiri, kemana hati nuraninya, mengapa begitu tega mengabaikan putri yang ia lahiran dengan mempertahankan nyawanya sendiri, ia tentu merasakan sakit itu, bagai mana pun ia adalah anak yang tak di inginkan,
ia sangat tau bagai mana rasanya menjadi anak yang tak pernah di inginkan, ia tau bagai mana rasanya menjadi anak yang tercipta hanya karena sebuah kesalahan, ibunya meninggalkan mereka saat shang lu bayi, bukankah nasibnya dan sang putri sama?, sama sama nasib yang malang
"Y.. Yang mulia, yang mulia tidak melakukan kesalahan apapun, saat itu, saat itu yang mulia sedang marah dan sangat membenci kaisar" Ucap Qi ling pelan, ia berusaha untuk menenangkan sang junjungan, meski begitu tentu saja ia sangat bahagia,
Akhirnya hari ini tiba, sang junjungan menyadari kesalahannya, ia berharap setelah ini tak ada lagi kehidupan yang suram, ia selalu berdoa agar putri lu ancheng dan permaisuri lu selalu harmonis hingga akhir hayatnya
"Qi ling ceritakan pada ku" Ucap shang lu lagi, ia menepis air matanya dengan perlahan, ia harus mengetahui banyak hal, ia harus memulainya, ia tak bisa terus menerus berdiam diri, ia harus bergerak dan memberikan hal yang seharusnya di miliki oleh sang putri
Qi ling menghela nafas pelan dan kembali melanjutkan ceritanya yang sempat terjeda, qi ling memilih untuk memulai dengan kehidupan sang permaisuri di masa lalu, saat ia belum menikah dengan kaisar Wu.
Shang lu adalah seorang putri kesayangan di Kerajaan sui, ia merupakan gadis yang sangat ceria periang dan baik hati, ia merupakan permata berharga yang selalu di jaga oleh semua rakyat kerajaan sui, semua orang menyayanginya, kehidupannya terasa begitu sempurna, ia selalu di kelilingi dengan orang orang yang menyayanginya
"Shang er," Ucap permaisuri Yun pelan, Shang lu menatap ibunya dengan senyuman, melangkah pelan mendekati ibunya yang sedang duduk nyaman di sebuah gazebo sembari menikmati bunga yang bermekaran, senyuman indah itu terbit layaknya mentari yang memberi kehangatan bagi seluruh umat manusia
"Lusa adalah kunjungan kedua kita ke Kekaisaran, apa yang ingin kau siapkan?" Ucap permaisuri Yun pelan, shang lu tersenyum sembari mendudukkan diri di hadapan sang ibu
"Ibu, aku tak perlu menyiapkan apapun, aku akan mengikuti ibu kemanapun ibu pergi" Ucap shang lu pelan,
"Lalu?, bagai mana jika kau menikah?" pertanyaan sang ibu membuat shang lu terkekeh geli
"Tentu saja aku akan tetap tinggal bersamamu, biarkan suami ku di rumahnya sendiri" Ucap sang lu tertawa kecil
"Kau ini sangat nakal" Ucap permaisuri yun yang lagi lagi di balas dengan senyuman
"Ah ibu dengar kau baru saja mendapat kiriman surat, apakah pangeran ketiga memenangkan peperangan itu?, apakah jendral itu berhasil? " Ucap permaisuri Yun pelan, seluruh Kerajaan juga tau jika sang putri ke lima sedang menjalin hubungan asmara dengan salah satu pangeran Kekaisaran, bagai mana pun kerjaan sui adalah kerjaan yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ming, dari itu tentu saja mereka memiliki hubungan yang cukup harmonis
"Hm jendral perang itu mengatakan jika ia akan menunggu ku di istana, ia terlalu sibuk hingga melupakan ku"
"Hey lihatlah pipi mu memerah, apakah udara sangat panas" goda permaisuri Yun
"Ibu jangan menggoda ku" Ucap Shang lu malu.
Waktu berjalan dengan cepat, Shang lu sudah meninggalkan Kerajaan sui sejak dua hari lalu dan saat ini ia bahkan sudah berada di istana kekaisaran, awalnya semua berjalan baik baik saja, tragedi itu terjadi saat Shang lu kembali ke kerjanya
"Ibu, ibu bangun jangan tinggalkan aku, ayah, ayah" teriak Shang lu di sela isakanya, istana sui yang dulunya damai tentram kini berubah menjadi lautan api, mayat berjatuhan, darah dan senjata berserakan, tubuhnya bergetar hebat saat seseorang memegang lengannya dengan erat
"Kau"
"Yah ini aku, sang kaisar yang berkuasa"
"Lepaskan, aku tak akan sudi di sentuh oleh iblis seperti mu" teriak shang lu pada pria yang saat ini berada di hadapannya
"Iblis?, aku harap itu sebagai pujian, dan aku merasa tersanjung, hang zhan bawa putri kelima ke istana" Ucap si pria menyeringai, ia adalah seorang kaisar yang berkuasa, siapapun tak berhak mengaturnya, dan putri kelima dari Kerajaan sui ini?, atas dasar apa ia menolak lamaran dari seorang kaisar, dan ia bahkan tak berhak untuk itu, jika raja qin tak memberikan putrinya secara baik baik tentu saja kaisar akan merebutnya dengan paksa dan bahkan mampu membunuh
"Bajingan, iblis, tak memiliki hati, tak tau malu, aku adalah kekasih kakak mu, mengapa kau begitu tak tau dirinya mengantarkan lamaran, begitu banyak putri dari kerjaan bahkan Kekaisaran yang bisa kau jadikan istri mu"
"Aku tak menginginkan mereka, mereka hanya sampah bagi ku, tak berguna, salahkan dirimu yang membuat ku tertarik,"
"Dasar bajingan tak tau malu, memimpikan seseorang yang sudah memiliki kekasih, apakah kau sangat kesepian hingga tak rela melihat kebahagiaan orang lain" Ucap shang lu dengan sinis
"Aku mengantarkan dan kau menolaknya, bukankah itu setimpal?, Kerajaan ini menghina ku dengan penolakan itu dan aku menghancurkannya, bukankah adil" jawab sang kaisar ringan
"Pria iblis"
"Pria iblis ini akan menjadi suami mu sayang"
"Aku lebih memilih mati dari pada hidup dengan mahluk menjijikan seperti mu" teriak Shang Lu kesal, ia bahkan masih di seret dan di masukan ke kereta dengan paksa, ia harus berhadapan dengan kaisar iblis yang menghabisi seluruh keluarganya, dan bahkan saat ini?, ia terikat tampa daya, seperti hewan yang akan di jadikan tumbal
"*Aku tak akan mengizinkan kematian mu, dari itu nikmati saja, akan ku pastikan kau akan mengerang nikmat di bawah kungkungan ku" kaisar Wu sudah sangat marah dengan segala makian putri Shang lu, dengan kasar ia menarik tengkuk sang putri dan menciumnya dengan paksa,
Shang lu terus memberontak namun bahkan ia tak bisa lepas, kaisar Wu semakin memperdalam ciuman mereka, ******* menyesap menggigit, bahkan ciuman hanya terlepas saat ia sudah benar benar kehabisan nafas, ia masih harus hidup untuk menemani putri Shang lu,
Gadis cantik yang telah membuatnya jatuh cinta sejak awal perjumpaan, menjadikanya gelap mata dan tega menghancurkan sebuah kerajaan dan mengasingkan saudaranya sendiri demi memuaskan keinginannya*
"Akan selalu seperti itu jika kau berani melawan ku" Ucap kaisar Wu menatap lekat mata biru milik Shang lu,
Setelah selesai meluapkan kemarahan kaisar Wu keluar dari kereta dan melompat ke kudanya.
Kaisar dan Shang lu menikah, dan di mulailah hari hari suram itu, hal itu berpuncak saat ia harus menerima kenyataan bahwa ia hamil,
"Tidak Qi Ling, aku tak sudi memiliki anak ini, aku tak sudi melahirkan keturunan pria bajingan itu buang dia dari ku, apapun yang bersangkutan dengan pria itu adalah sampah yang menjijikan"
"Yang mulia, tenangkan diri anda, yang mulia kaisar akan sangat marah jika anda melakukan itu, hamba mohon yang mulia, hamba tak kuat melihat anda selalu di siksa"
"Kaisar iblis itu, kaisar iblis itu, suatu hari aku akan membunuhnya" Ucap Shang Lu histeris, kabar yang seharusnya membawa kebahagiaan ini menjadi kabar kematian baginya, shang lu tak menginginkan anak ini, ia tak menginginkan nyawa lain di dalam tubuhnya terlebih ini adalah hasil dari sang kaisar iblis,
"Yang mulia kaisar datang" teriakan itu menggema dengan di susulan ya dengan kedatangan seorang pria tampan yang bergelar kaisar itu
"Bagai mana keadaan mu permaisuri" Suara ringan itu terkesan mengejek, yah saat ini ia sedang mengejek seorang wanita yang tak bisa melakukan apa-apa,
"Bunuh saja aku iblis, aku tak sudi jika harus bersama mu, aku lebih baik mati" kaisar Wu mengangkat tangannya pertanda jika Qi Ling harus keluar, qi ling hanya bisa mengguk patuh
"Kau?, tak di izinkan untuk mati permaisuri, bagai mana suramnya kehidupan ini tampa teriakan mu" Ucap kaisar Wu menggenggam tangan permaisuri lu dengan kuat, bahkan ia sudah meringis menahan sakit
"Kau tau?, jika dia di singkirkan maka aku akan melakukan hal yang lebih gila dari ini, jadi permaisuri ku, bersikaplah lebih baik, aku tak akan menunggu mu saat dalam masa ini, tapi jika kau berani mengabaikannya, jangan salahkan aku jika aku akan menjaga keturunan ku sendiri, seperti mengunjunginya, setiap hari" Ucap kaisar Wu penuh tekanan setelahnya ia segera meninggalkan kediaman sang permaisuri dengan amarah, ia berfikir kabar ini akan memperbaiki hubungan mereka, tapi?, harapan kaisar terlalu besar, bahkan sang permaisuri sudah melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan janinnya
"Qi ling" Isakanya, permaisuri lu berteriak frustasi, ia tak menginginkan anak ini ia sangat membenci kaisar iblis yang berstatus suaminya
"Yang mulia"
Qi ling menyelesaikan ceritanya, ia beralih menatap sang permaisuri yang terlihat begitu tertekan
"Yang mulia"
"Aku baik baik saja Qi Ling, aku ingin kembali ke kamar dan beristirahat"
"Baik yang mulia, mari" Ucap Qi Ling pelan, shang lu menghela nafas pelan dan dengan langkah gontai menuju kamarnya, cerita itu membuatnya sedikit emosional dan ia butuh istirahat untuk menenangkan dirinya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
L K
tp bayimu tak bersalah permaisuri
2022-04-02
2
L K
pantesan benci bgt
2022-04-02
2