"Yang mulia, beberapa hal yang ingin saya katakan dan berharap yang mulia bisa mendengarnya dengan baik" Shang lu memulai pembicaraan
Karena ia yang perlu maka ia akan membuka pembicaraan terlebih dahulu, ia harus kuat, ia tak boleh terlihat lemah, bergetar ataupun ketakutan
Meskipun kenyataanya memang seperti itu ia tak akan menunjukan kelemahannya di hadapan kaisar, ia harus memperjuangkan kemerdekaan dan kebahagiaan putrinya
"Jika kau berkeinginan, apakah ada orang yang bisa menghentikannya?, Seornag permaisuri yang mendominasi, lalu apa yang terjadi kali ini?"
Kaisar berucap dnegan nada ringan, membicarakan hal yang terlihat penting, meskipun sedikit tak bisa namun kaisar berusaha untuk menyesuaikan dirinya
Ia tak boleh terlihat terlalu antusias, karena itu akan membuat sang permaisuri merasa bosan dan akhirnya malah mengakhiri pembicaraan mereka
Kaisar tak tau jika kedatanganya ke kediaman ini membawa keuntungan, selama pernikahan permaisuri hanya akan menjulang wajah dingin dan acuh padanya, namun kali ini ia berniat untuk mengundangnya untuk berbicara sembari menikmati teh hangat
Suasana pagi yang begitu indah dan sangat ia inginkan, sudah bertahun tahun berlalu dan ia mendapatkan kesempatan itu, duduk berdua di pagi Haris, membicarakan hal hal biasa dengan di temani teh hangat dan cemilan
"Baiklah, saya katakan yang mulia saat ini kita akan berbicara sebagai pasangan yang telah menikah dah orang tua dari Seornag putri"
Shang lu berucap dengan nada pelan, saat ini ia bukan berdiri sebagai permaisuri dari suatu negara, melainkan berdiri sebagai seorang istri dan ibu yang membicarakan masa depan anaknya
"Ah, jika demi kian kau bisa mengatakan apa yang ingin kau katakan istri ku, aku sudah sangat tak sabar mendengarnya, kau begitu antusias membahasnya dan ku fikir ini akan menjadi begitu menarik" Kaisar Wu berucap dengan nada mengejek,
Ada apa hari ini?, Shang Lu mengatakan dengan jelas jika mereka adalah pasangan suami istri, lalu?, apakah hal yang selama ini ia lakukan menujukan jika mereka dua orang yang telah terikat tali pernikahan
Apapun yang permaisuri katakan ia hanya perlu mendengarkan ya, terselip rasa bahagia di balik ucapan mengejeknya, setidaknya permaisuri sudah mengakuinya setelah hampir sembilan tahun perjuangan
"Baiklah saya tak akan berbasa basi lebih lama lagi, selama tiga tahun ini lu Er belajar sendirian dan ia merasa jika ia tak memiliki potensi karena tak memiliki persaingan, saya ingin memasukan Lu Er ke akademi agar ia bisa belajar dengan baik"
Semalam Lu Ancheng mengeluh padanya, sebagai seorang ibu tentu saja ia merasa ini juga sedikit berlebihan, belajar memang perlu tapi belajar sendiri sangatlah membosankan, tak ada seseorang yang bisa di ajak bertukar pikiran
Guru guru itu sangat membosankan dan kuno, tentu saja berbeda dengan pemikiran Lu Ancheng sebagai generasi muda, ia butuh teman
Ia butuh seseorang untuk berbagi cerita dan berbagi pengalaman, ia butuh teman sebaya membutuh seseorang yang bisa memahaminya
Selama ini ia tak memiliki teman satupun, setiap hari hanya ada guru dan para pelayan yang berada di sekelilingnya
"Lu er harus belajar dengan giat dan konsentrasi, ia adalah penerus di masa depan, dan seorang penerus memang tak memerlukan seorang teman, selama ribuan tahun seoang pewaris tahta akan belajar sendiri" Ucap kaisar Wu pelan,
Selama ribuan tahun seorang pewaris tahta adalah seseorang yang kesepian, ia harus menjadi kuat untuk mempertahankan posisinya
Sedari dulu seorang pewaris tahta tak pernah belajar bersama dengan orang lain, mereka memiliki guru khusus untuk mengajarnya tentang banyak hal
Memiliki guru yang mengerti semua bidang, master terbaik yang ada di kekaisaran ini, menyiapkannya untuk menjadi seorang pemimpin yang bijaksana di masa depan
"Hanya karena anda sendirian jangan memaksa orang lain juga berada dalam kesendirian yang mulia, hanya karena anda kesepian anda tak bisa memaksa Lu Er mengikuti jejak anda"
Shang lu menjawab dengan nada mengejek, hanya karena dirinya menjalani kehidupan yang sulit dan buruk saat muda bukan berarti semua orang harus mengikutinya
Ia tak akan membiarkan siapapun menekan dan memaksa putrinya melakukan hal yang tak ia inginkan, apapun akan ia lakukan untuk memastikan jika putrinya memiliki kehidupan dan masa depan yang baik
Menjadi seseorang kejam hanya akan membuat kehidupan tak bahagia, tak ada rasa tenang karena takut ini dan itu, selalu waspada seolah semua orang akan menggunakan celah untuk mencelakainya
ia tak ingin putrinya memiliki kehidupan seperti itu, ia tak akan membiarkan kehidupan putrinya di rusak oleh sebuah tanggung jawab,
Ia tak menyangkal dan menolak keinginan kaisar untuk menjadikan Lu Ancheng pemimpin, hanya saja ia tak akan diam saat putrinya mengalami kehidupan yang begitu sulit
"Di dunia ini sangat berbahaya, semua bisa saja membuat kita kehilangan nyawa, kehidupan tidak sesederhana itu, tak ada yang bisa di percayai, semua orang memiliki potensi untuk mencelakai dan meraup keuntungan dari kita"
Kaisar Wu sebenarnya bisa saja setuju dengan keinginan sang permaisuri, ia hanya ingin menikmati waktu berdua, jika ia setuju dengan mudah maka permaisuri akan menyelesaikan pembicaraan ini
Ia juga setuju jika kehidupan putrinya tak harus mengalami kesulitan dan kepedihan yang ia alami di masa lalu, ia bahkan harus bertahan saat semua orang meremehkannya,
Ia adalah seorang ayah, pastinya menginginkan segala hal yang terbaik untuk putrinya, hanya saja saat ini ia akan menggunakan putrinya untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama sang permaisuri,
"Dari itulah anda akan selalu kesepian selama hidup, manusia yang melupakan kenyataan bawa manusia itu mahluk saling mendukung dan membutuhkan manusia lain, anda fikir siapa yang membuat pakaian dan memenuhi kebutuhan anda?"
Shang lu terus berargumen di hadapannya, dan jujur saja ini membuat kaisar bahagia, ia tak menyangka jika permaisurinya akan perhatian seperti ini
Ia masih ingin melihat betapa jauh sang permaisuri memperjuangkan putri mereka, selama hampir sembilan tahun Lu Ancheng di abaikan dan tak dinginkan keberadaanya
Hingga hari ini datang, ia berdiri sebagai seorang ibu yang sedang memperjuangkan kemerdekaan putrinya, kaisar Wu cukup terharu dengan ini
Akhirnya Shang lu menginginkan Lu Ancheng anak yang selama ini ia anggap sebagai pembawa sial dan di anggap sebagai bukti nyata dunia mengejek dan menghinanya.
"Semua bisa di dapatkan dengan uang, jika memiliki kedudukan tinggi maka tak ada orang yang bisa menentang keinginan ku"
Kaisar Wu berucap dengan nada mengejek, ia menjadi semakin tertarik, permaisuri sangat kesal saat ini, lihatlah wajahnya, namun kaisar bahkan menikmati kemarahan itu, ia juga menikmati kata kata sarkas dan kejam yang keluar dari mulut permaisurinya
Ia ingin melihat sejauh mana permaisuri berjuang, dan melihat bertapa sayangnya sang permaisuri dengan anak mereka, kaisar Wu merasa sangat puas dengan ini
"Anda memiliki pemikiran yang sempit, dan itulah kenyataanya, anda selalu berfikir jika uang adalah segalanya hingga bahkan membiarkan uang menggerogoti kehidupan anda"
Shang lu berucap dengan nada mengejek, uang memang di butuhkan namun uang dan kedudukan tak bisa menjamin sebuah kebahagiaan
Saat Shang lu menujukan wajah kesal kaisar Wu bahkan tersenyum di dalam diam, ia menyukai segala perubah expresi ini, ia menyukai apapun yang ada pada permaisurinya
Amarahnya, kekesalannya, cacian bahkan semua ucapan buruk yang keluar dari mulut permaisurinya, ia selalu menganggap jika itu adalah bentuk perhatian sang permaisuri padanya, karena permaisuri yang perlahan lahan mulai menujukan simpati Tantu saja ia harus merasa bahagia
Tangan besar itu bergerak menuangkan teh, ini adalah pembicaraan pribadi pertama mereka, pembicaraan pertama mereka, ia tak menyangka jika Shang lu akan membahas perihal putri mereka
anak yang bahkan tak pernah di inginkan sejak satu hari berada di dalam perutnya, apakah sekarang permaisurinya ingin menjadi seorang ibu yang baik?, Seornag ibu yang mencintai dan mengasihi anaknya
"Seornag pemimpin memang hanya tentang sebuah untung dan rugi, tentang bertahan dan menjadi penguasa dunia, dengan begitu baru bisa melakukan apapun yang di inginkan lalu?, apakah kau berfikir kebaikan akan mengalahkan segalanya, kau terlalu naif permaisuri, hidup ini keras, jika tak kuat maka akan hancur Tampa sebuah penjelasan"
Kebaikan tak akan memberikan apapun, ia sudah pernah menjadi orang baik namun ia tak mendapatkan apapun
Dengan menjadi kejam ia bisa memperingatkan musuhnya untuk mempersiapkan rencana matang untuk menyakitinya
"Ketakutan anda sangat tak beralasan yang mulia, lu Er hanya ke akademi kekaisaran, ada begitu banyak pengawal dan orang yang menjaganya, dengan begitu ia bisa bersosialisasi dengan teman teman sebayanya"
"Kau yakin?, bukankah kau juga seseorang yang lahir untuk di jadikan seorang pemimpin, apakah kau tak tau betapa berharganya seorang calon penerus?, dan tentu saja tak bisa di samakan dengan anak anak bangsawan yang tak tau aturan itu"
"Yang mulia, anda selalu berfikir jika anda mengalami penderitaan maka semua orang harus merasakannya, tapi sayangnya, saya bukan orang yang akan melakukan itu, benar saya sudah melewati itu di masa lalu, namun saya tak akan membiarkan lu Er mengalaminya"
Shang lu berucap pelan, ini jelas hanya sebuah kebohongan, ia bahkan tak tau bagai mana masa kecil Shang lu ini,
Saat itu ia masih berada di dunianya menikmati kehidupan bebas dan merdeka, menikmati masa masa betapa sulitnya mencari uang, menikmati segala proses dan kerja keras demi menerima gaji di bulan depan
"Kau naif"
"Yang mulia, seperti yang sebelumnya saya katakan, lu Er tak akan mengalami kehidupan seperti saya ataupun anda, ia berhak untuk memiliki cerita masa muda yang indah"
"Keindahan?, kebahagiaan dan ketenangan?, itu bukan hal yang di ciptakan untuk mahluk seperti kita"
"Kau benar benar sudah melupakan kenyataan jika kau masih Seornag manusia"
"Menjadi pemimpin tak boleh mencampur adukan emosional, jika itu terjadi maka hanya akan membuat diri menjadi lemah dan dengan mudah di taklukan"
"Oh?, benarkah?, lalu?, mengapa anda merebut saya darinya, apakah anda yakin jika kau tak bisa berada dalam emosi manusia?, lalu mengapa aku mendengar jika anda sangat mencintai saya, atau hanya karena anda tak mau kalah dari saudara anda?, anda tak terima jika anda bahkan hanya seseorang yang tak di inginkan"
Shang lu berucap dengan nada malas, mahluk ini terlalu menganggap dirinya tinggi, ia berfikir jika dengan bertindak dengan egois barulah bisa memiliki apapun yang ingin ia lakukan
"Permaisuri" Kaisar Wu berucap dnegan nada nan begitu tinggi
mereka membahas perihal anak, membahas Lu Ancheng lalu mengapa permaisurinya kembali mengungkit kejadian masa lalu?, mengapa ia kembali mengungkit cara buruknya di masa lalu
Ia akui ia memang orang yang begitu egois dan tak pernah memikirkan orang lain, begitulah caranya hidup dan bertahan di dunia ini, jika ia baik maka ia akan di remehkan jika ia lemah maka ia akan di kucilkan dari keramaian,
Semua yang di katakan Shang lu memang suatu kebenaran, namun ia sama sekali tak menyesal dengan keputusannya di masa lalu, dan jujur saja ia menyukai itu, dengan egois ia akan mendapatkan apapun yang ia inginkan, tak perlu memikirkan perasaan orang lain, karena menjadi baik hanya akan membuat menjadi bodoh
"Yang mulia jangan lupakan satu hal, Lu er masih begitu muda, berharap agar yang mulia tak terlalu ketat padanya, saya mengerti dengan harapan anda, dan seperti yang di katakan sebelumnya, saya akan melakukan apapun sesuai keinginan saya, awalnya saya berbaik hati menurunkan ego dan berusaha membicarakan ini dengan anda namun anda membuat semua seakan begitu sulit" Ucap Shang Lu pelan,
"Mengapa?, anda tak bisa menerimanya?, anda tak bisa menerima jika apapun yang anda lakukan anda tetap Seornag manusia?"
"Permaisuri kau sudah sedikit keterlaluan"
"Oh iya, apakah seperti itu?, saya hanya sedang mengingatkan seorang manusia yang tidak sadar akan dirinya sendiri"
Shang lu menatap kaisar dengan penuh tantangan ia tak percaya ada mahluk seperti ini, mahluk yang tak menerima jika dirinya seorang manusia
Bersikeras untuk menjadi mahluk yang tak memiliki perasaan seperti patung kayu yang tak memiliki keinginan dan dan hasrat untuk menjalani kehidupan yang jauh lebih baik
"Permaisuri jangan mencoba kesabaran ku, aku bisa saja melakukan apapun yang ku inginkan"
"mengapa yang mulia, apakah begitu sulit, saya datang untuk membicarakan pendidikan Lu Er, mengapa anda menjadi emosional seperti ini?" Shang lu masih terus memprovokasi sang kaisar hingga pada akhirnya
"Brak" Tubuh Shang Lu jatuh tak sadarkan diri, tubuhnya benar benar lemah,
Semua yang ia tunjukan sedari tadi hanyalah kebohongan, keberanian dan keangkuhan yah ia tujukan hanyalah caranya untuk mengungkapkan segala kekesalan dan rasa takutnya pada kaisar
Pada kenyataanya ia tak sekuat itu, ia hanya mahluk lemah yang berusaha menjadi kuat
"Permaisuri, permaisuri?" Kaisar berucap dengan panik dan dengan sigap menggendong sang permaisuri ke dalam kediaman
"Segera panggilkan tabib"
"Ibu, ibu apakah ibu baik baik saja, ibu" Lu Ancheng yang melihat ibunya yang tak sadarkan diri tentu saja merasa cemas
"Bawa putri kembali"
"Yang mulia, saya ingin menemani ibu"
"Bawa"
mendengar perintah sang kaisar Qi Ling hanya bisa mematuhinya dan membawa putri Lu Ancheng yang terus memberontak karena tak mau meninggalkan ibunya
"Kau ini, setelah marah dan mengatakan ucapan kejam malah jadi begini" Kaisar Wu berbisik pelan sembari mengecup lembut pucuk kepala istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments