"****** menyebalkan, mereka bersikap seolah menjadi mahluk yang paling teraniaya" Shang lu berucap dnegan penuh kesal dengan segala penemuannya hari ini
Ia hanyalah seorang pengangguran sekarang, dan para selir itu bahkan merusak moodnya dengan segala ucapan menyebalkan itu
"Brak" baru beberapa langkah berjalan seseorang sudah kembali mengganggu dan membuatnya semakin kesal,
Mengapa hari harinya di istana selalu membosankan?, mengapa semua pelayan menyebalkan, ia hanya ingin hidup dengan layak ia hanya ingin menjadi manusia yang normal,
Untuk apa harta jika ia bahkan tak bisa bebas menikmatinya
Ia menyukai pelayanan tapi dalam batas wajar, jika berlebihan tentu saja ia membenci, Shang lu tiba tiba merasa menyesal akan perbuatanya,
Menyesal kenapa ia harus tertidur malam itu dan ia bahkan sangat menyesal kenapa ia harus berada di tempat ini, dunia novel yang sangat menyebalkan, jika permaisuri Lu terbiasa akan tetapi ini adalah hal yang berbeda, ia adalah Jesvita
Ia hanyalah gadis biasa, dalam lingkungan keluarga menengah, ia terbiasa melewati hari dengan mandiri, setelah beberapa hari menikmati kekayaan ia baru sadar jika kebebasan dan kebahagiaan bahkan tidak dapat di beli dengan uang
ia menunduk pelan mendapati seorang bocah kecil pelaku penabrakan itu, sebenarnya ia ingin membantu tapi si bocah malah menagis?,
Dan seketika ia menjadi sangat kesal dengan semua ini, ia sangat tak menyukai air mata, ia membenci dengan segala bentuk kesedihan dari itu ia menyukai Antagonis yang kuat,
Itu juga yang menjadi alasannya memilih untuk mengerjakan hatinya, jika hatinya lembut maka ia akan menjadi lemah, ia mencintai si antagonis yang selalu kuat dan selalu mengandalkan dirinya sendiri,
Tampa tergantung pada orang lain, karena hidup ini keras, kau hanya bisa percaya pada dirimu sendiri dan mengandalkan kemampuan mu, jangan pernah menggantungkan hidup dengan orang lain karena mereka bisa meninggalkan mu kapan saja
"Yang mulia" Empat pelayan langsung bersujud di hadapan Shang lu,
mereka telah lalai, mereka lalai menjaga sang Putri, permaisuri tentu tak akan melepaskan sang putri dengan mudah, mereka telah lalai hingga membuat sang putri terlibat masalah dengan permaisuri kejam ini
"Hamba pantas di hukum karena lalai, mohon ampuni tuan putri, mohon lepaskan tuan putri yang mulia" Ucap salah satu pelayan dengan suara gemetar,
Mereka tak ingin sang permaisuri kembali menghukum sang putri, apapun yang terjadi mereka tak akan membiarkan sang putri kembali mendapatkan masalah
Karana jika hal itu terjadi maka mereka akan mendapat amukan sang kaisar mereka masih sayang dengan nyawa mereka tak ingin mati muda, masih ada keluarga yang harus mereka hidupi
Shang lu menghela nafas kesal, menatap semua mahluk yang bersujud itu dengan tatapan jengah, benar benar muak, semua orang bersujud di hadapannya seolah ia Tuhan, dan ucapan apa itu?,
Pantas di hukum?, Shang lu bahkan tak berniat, itu hanya akan membuang tenaga saja, ia hanya ingin menghirup udara segar, bukan melewati drama drama menjijikan ini, dengan drama yang tersaji Shang lu bahkan menjadi semakin kesal, moodnya memburuk karena air mata itu,
"Tak berguna, para orang bodoh berkumpul di istana ini" gumamnya dengan nada begitu ketus dan setelahnya segera meninggalkan semua mahluk tak berguna yang selalu saja bersujud pada siapapun
Setiap hari bersujud, bahkan setiap hari juga mengucapkan kata maaf, apakah mereka tak bosan?, apakah mereka tak merasa jika itu sangat menjijikan, kata maaf akan kehilangan arti dan fungsi jika terlalu sering di ucapkan
"Nyebelin banget, gue ngak suka di tempat ini, gue mau balik, aggh gue muak dengan orang orang kuno ini" Ucap Shang lu terus melangkah sembari terus mengumpat,
Semua pelayan ataupun prajurit hanya bisa menundukkan kepala mereka saat sang permaisuri lewat dengan semua kekesalnya.
"Ada apa dengan yang mulia?" Ucap pelayan satu
Saat ini mereka bahkan berada tak jauh dari kejadian itu, mereka ingin membantu sang putri
Namun mereka juga menyayangi nyawa mereka, dari itulah mereka tak Bernai menentang
Mengusik permaisuri lu sama halnya dengan mengantarkan nyawa pada dewa kematian, dan mereka akan berpikir panjang untuk melakukan hal bodoh itu
"Entahlah, sepertinya dalam suasana hati yang buruk" Sahut yang lainya
Ia juga melihat segala expresi tak bahagia di wajah permaisuri, terlebih saat melihat wajah sang putri, sungguh anak yang malang
"Benar, para selir datang berkunjung, dan itu tentu saja membuatnya kesal" Sahutnya lagi
Kedatangan selir benar benar ampuh untuk membuat sang permaisuri kesal, para selir tak tau diri itu sangat tak tau terimakasih
Permaisuri lah yang membawa mereka masuk ke dalam istana, namun lihatlah?, setelah menjadi selir mereka malah bertekad untuk menghancurkan permaisuri
Hal ini tentu saja karena sebuah rasa iri, mereka merasa jika permaisuri bahkan tak pantas untuk berdiri di samping sang kaisar
"Bukankah sebelumnya yang mulia baik baik saja?"
Seseorang yang datang dari belakang, ia juga dari kediaman permaisuri sebelumnya dan semua masih baik baik saja, meskipun terlibat beberapa perdebatan
Namun kali ini sang permaisuri tak memukul atau menghukum para selir bermulut licin itu,
Tidak seperti biasanya Yang akan menghukum dengan kejam siapapun yang berani menganggu nya
Di istana ini selain kaisar tidak ada yang memiliki hak untuk menindas atau memerintah permaisuri, karena tentu saja permaisuri tak akan pernah melepaskan musuhnya begitu saja
jika berani berbuat maka berani bertanggung jawab, jika berani mengusiknya maka harus berani menjadi butiran debu yang bahkan tak berharga meskipun di letakan di manapun
"Keadaan diperburuk oleh sang putri yang menabrak dan membuat gaun yang mulia kotor" bisiknya
"Kasihan sekali nasib tuan putri"
Para pelayan menghela nafas dengan nada pelan, permaisuri sudah menjadi ibu kejam begitu kejam dengan putri kandungnya sendiri, putri yang dilahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri
"Kau pelayan baru, akan lebih baik melihat dari pada ikut campur, lindungi nyawamu sendiri"
"Kalian baru saja membicarakan ku?" Ucap Shang lu menghentikan langkahnya,
Menatap tajam pada ke empat gadis pelayan yang menunduk takut, tak habis fikir dengan kekejamannya masih ada orang yang berani menggosipinya
"A.. Yang mulia.. Maafkan atas kelancangan budak rendahan ini, hamba pantas mendapatkan hukuman" Ucap ke empat gadis pelayan,
Dengan gerakan cepat menjatuhkan dirinya ke tanah, suasana hati yang buruk diperburuk oleh sikap berlebihan dan menjijikan mereka, membungkuk lagi, bersujud lagi dan apa itu?, kata maaf?, itu di ucap lagi dan lagi, benar benar memuakkan
"Pukul mereka, jika mereka masih menggosip maka robek saja mulutnya" Ucap Shang lu kesal, suasana hatinya sedang tidak baik baik saja dan tentu saja itu membuatnya mudah tersulut dengan emosi
Ia kembali melanjutkan langkah mengabaikan teriakan dari empat pelayan yang berani mengomentarinya,
"Apa yang kau lakukan?" Ucap Shang lu saat melihat Qi Ling langsung bersujud setelah sampai di kediaman
"Hamba pantas mendapat hukuman, hamba yang tak berguna, hamba sudah membuat yang mulia merasa tidak senang" Ucap Qi Ling terisak,
Ia tentu tak ingin kembali berakhir dengan pengusiran seperti beberapa hari yang lalu, saat ia di nyatakan sakit,
hari hari seorang Qi Ling terasa begitu tak berguna karena tak berada di sini sang junjungannya
"Bangkitlah, bawakan aku teh hijau, setelahnya tinggalkan aku sendiri" Ucap Shang lu duduk di kursi yang berada di depan jendela menatap nanar pemandangan indah namun bahkan tak mampu memperbaiki moodnya, sedangkan qi ling sudah pergi membuatkan teh untuknya
"Casya lo bener, ternyata menjadi Antagonis itu ngak enak, jadi Antagonis itu ngak mudah, ya walaupun begitu mendominasi tapi?, gue malu jadi muak dengan tatapan takut itu, aku benci orang orang lemah, andai lo juga di sini, kau pasti akan menjadi orang pertama yang menghibur gue dengan segala lelucon dan kekonyolan yang Lo punya, gue kesepian di sini, si permaisuri juga ngak ngasih gue sedikitpun ingatannya seperti yang kita baca baca di novel novel, sekarang hidup dengan penuh tekanan dan ngak bahagia" Ucap Shang lu meracau tak jelas
"Ya.. Yang mulia redakan amarah anda" Ucap Qi Ling gugup,
Meskipun tak mengerti apa yang di katakan oleh sang junjungan Qi Ling tau jika sang junjungan sedang tidak senang, dari itu ia berusaha untuk memenangkan dan meredakan amarah sang junjungan
"Huh sudah biarkan aku sendiri" Ucap Shang lu malas,
"Tapi siapa yang akan melayani anda yang mulia"
"Aku akan memanggil jika membutuhkan sesuatu" ucap Shang lu ketus,
Ia segera marah teh hijau dan menyesapnya perlahan, ternyata aroma teh benar benar bisa membuat moodnya lebih baik, pada awalnya Shang lu bahkan tak menyukai teh dan mengira teh itu pahit dan bahkan terkadang hambar,
Tapi setelah mencoba teh long jing ini ia mengubah pandangannya pada teh meskipun tak semanis teh di Indonesia namun ini cukup baik untuk menenangkan dirinya, aroma yang khas membuatnya merasa sedikit lebih rileks
"Huh, baik lah, baiklah Jesvita jangan terlalu banyak mengeluh kau bukan orang lemah, semua sudah benar benar terlanjur, semua udah terjadi dan tak bisa di ulang, menolak pun udah tak guna karena di depan hanya ada jalan buntu, dari itu cuma bisa pasrah dan tetap bertahan" Ucap Shang lu menghela nafas pelan,
Ia berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri, sejak awal datang ia tak pernah melakukan pekerjaan apapun, ia merasa jika istana ini begitu membosankan
"Qi ling" Ucap Jesvi pelan, tak berselang lama si pelayan datang menghadap
"Yang mulia"
"Bawakan aku beberapa buku cerita" kepalanya pusing karena tak memiliki kegiatan,
Satu kata untuk saat ini, Membosankan, hidup di dunia novel itu tidaklah mudah, dan dengan tak berperasaan nya para penulis itu menjadikan antagonis sebagai korban
"Mematuhi yang mulia" Qi Ling segera meninggalkan kamar menuju perpustakaan untuk mengambilkan buku yang di minta sang permaisuri
"Setiap hari hanya menganggur, tak melakukan apapun, duduk di depan jendela, liat pelayan kerja, liat langit liat bunga, gue bosan" Teriaknya kesal, mendengar teriakan sang permaisuri para prajurit sontak bergegas menuju ke kamar sang permaisuri
"Apa yang terjadi yang mulia" Ucap seorang prajurit yang berhasil mengejutkan Shang lu dari lamunannya
"Ada apa" Ucap Shang lu dengan nada dingin
"Yang mulia berteriak cukup keras, hamba takut terjadi apa apa, para prajurit di luar pun juga khawatir" Ucap qi ling yang baru saja datang dan tentu saja langsung terkejut mendengar teriakan itu
"Aku tak apa, minta mereka pergi dan jangan mengganggu ku" Ucap Shang lu mengambil alih buku yang baru saja di ambil qi ling
"Baik yang mulia" Qi Ling berjalan pelan menuju pintu,
"Apa yang terjadi pada yang mulia nona Qi" para pengawal berucap dnegan nada pelan, jika hal buruk terjadi maka nyawa mereka dan keturunan mereka akan menjadi korbannya
dari itulah mereka harus menjaga sang permaisuri sebaik mungkin, memastikan jika sang permaisuri baik baik saja
Tak perduli berapa orang yang telah ia bunuh asalkan Shang lu baik baik aja mereka merasa begitu lega
"Ah yang mulia hanya sedikit tak senang, silahkan lanjutkan pekerjaan tuan semua" ucap Ia dengan sopan, ke empat prajurit yang berada di depan pintu mengangguk pelan setelahnya meninggalkan kediaman sang permaisuri
"Ini" Ucap Shang lu mengulurkan buku di hadapan Qi Ling, namun bahkan qi ling terlihat begitu panik saat buku itu di ulurkan kearahnya
"Maaf yang mulia, hamba hanya pelayan hina tak memiliki hak untuk menerima berkah anda" Ucap Qi Ling gugup, ia hanya seorang pelayan, dan akan menjadi masalah jika ada yang melihat jika permaisuri membiarkan pelayan yang membaca buku yang sama dengannya
"Aku hanya memintamu untuk membaca buku mengapa kau begitu takut seakan aku ingin mencabut nyawamu"
"Pelayan hina ini tidak berhak untuk itu, pelayan hina ini rela di hukum mati karena sudah membuat yang mulia merasa tak nyaman" Ucap Qi Ling langsung berlutut di kaki sang permaisuri, ia tak ingin permaisuri kembali mendapatkan masalah, ia tak ingin permaisuri kesulitan lagi
"Kau ini berlebihan, aku hanya memastikan jika kau bisa membaca, aku tidak mau di kelilingi oleh orang orang bodoh, jika kau bodoh maka akan lebih baik menjauh dari ku"
"Hamba tak memiliki hak untuk menentang peraturan yang mulia, ini hanya akan menyeret anda dalam masalah" Ucap qi ling, shang lu menjergit pelan?, sejak kapan?,
Seorang pelayan yang tak di boleh kan membaca, peraturan apa itu?, novel yang ia baca tak memiliki plot itu, lalu?, saat ini entah mengapa ia mulai ragu, apakah ia sedang berada di novel yang ia baca atau tersesat di novel lain?, entah lah semua jelas sangat memusingkan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
💖 sweet love 🌺
kok gini ya, mc ceweknya malah makin bikin dirinya terlihat antagonis
2023-11-03
0
Wanda Wanda i
sumpah ngeselin bgt MCnya
2023-10-11
1
Wanda Wanda i
bodoh bgt sih MC nya ga ngotak ngapain terus menyesali yg terjadi mna ga bisa ngpa" in lagi
2023-10-11
2