kaisar kembali

"Yang mulia" Ucap Qi Ling pelan setelahnya ia bergerak menuju jendela sang permaisuri untuk membiarkan mata hari pagi masuk

Mentari pagi sudah muncul dan sang junjungan bahkan belum membukakan mata, hari ini adalah hari yang sangat penting

Dan bahkan keberadaan sang junjungan akan di soroti oleh semua orang

"Jangan mengganggu ku Qi Ling, aku benar benar mengantuk" Ucap Shang lu malas bahkan ia semakin menenggelamkan kepala pada guling yang berada di dekatnya,

Semalam ia sudah bergadang dan hari ini ia mengantuk, oh bagus sekali dirimu wahai Shang lu

Di hari penting seperti ini ia bahkan malah memilih untuk menghabiskan diri di kasur

"Tapi yang mulia, yang mulia kaisar akan kembali dari peperangan, kita harus menyambutnya" Ucap Qi Ling pelan,

Shang lu tersentak, kaisar sudah kembali?, berarti?, berarti kehidupannya akan segera berakhir

"Ah, aku tak harus kesana kan?, aku sangat mengantuk Qi Ling, begitu banyak orang yang menyambutnya, keberadaan ku pun tak akan ada artinya juga" Shang lu berucap dnegan malas

Mahluk kejam itu memiliki ratusan selir dan keberadaanya pasti tak di harapkan, toh juga ia sudah tak berminat menarik perhatian mahluk kejam itu

"Tapi yang mulia, yang mulia kaisar akan sangat marah jika anda tak datang, hamba takut jika kejadian tahun lalu terulang lagi"

Qi Ling berucap dengan nada lirih, kejadian tahun lalu benar benar membekas dalam ingatan nya, bagai mana kekejaman kaisar dan bahkan kelakukan bejat kaisar pada sang junjungan

Demi apapun ia tak akan bisa melihat junjungannya di siksa seperti itu

"Apa yang terjadi?, ia memiliki begitu banyak istri yang akan menyambut, keberadaan ku tak akan terlihat olehnya" Shang lu menghela nafas dengan jengah

Mahluk serakah itu, kedatanganya hanya akan menganggu waktu istirahatnya, ia sangat mengantuk namun tak memiliki peluang untuk menikmati tidur yang nyenyak

"Tapi yang mulia"

"Ais mahluk serakah itu, sangat memaksa untuk di jemput, Qi Ling segera siapkan pakaian ku, kita lihat apa yang di inginkan mahluk itu pada ku" Ucap Shang lu segera ke kamar mandi,

Kaisar sudah kembali, ia tau jika ia tak akan bisa menolak penyambutan itu, ia tak ingin berakhir dengan hukuman, dan lagi?,

Di ceritakan bahwa sang kaisar adalah mahluk yang sangat kejam mahluk yang bahkan tak memiliki sisi kemanusiaan, namun meskipun itu ia memiliki wajah yang sangat tampan yang akan dengan mudah membuat semua orang tertarik padanya

Meskipun Shang Lu tak mempercayai akan hal itu tapi ia merasa sedikit penasaran, betapa tampan kah pria itu, pria yang di agung agungkan oleh para penulis itu,

Memiliki rahang yang kokoh fitur wajah yang tegas dan bahkan sangat berwibawa, ia menjadi penasaran dengan rupa sang kaisar yang telah di gambarkan sedemikian rupa

"Apakah masih lama?" Shang lu menghela nafas jengah,

Qi Ling mengatakan jika sang kaisar akan datang dan ia di paksa untuk menyambut, ia tak masalah jika hanya sekedar melakukan penyambutan

Dan lihatlah?, ia suah berdiri di tempat ini dalam waktu yang cukup lama namun bahkan kaisar tak menujukan puncak hidungnya

Berapa lama lagi ia harus menunggu?, jika buka karena rasa penasarannya Shang lu bahkan tak sudi berpanas panasan di tempat ini,

Akan lebih baik ia berada di kediaman tidur nyenyak makan membaca buku dan melakukan hal hal yang lebih berguna ketimbang menjemur diri seperti ini

Ia sudah menghabiskan begitu banyak hari untuk melakukan perawatan pada kulitnya namun di jemur seperti ini akan membuatnya menjadi hitam dan kusam

"Yang mulia kaisar telah tiba" para prajurit langsung berjalan rapi memasuki gerbang,

Para pengawal saling menujukan senyuman pada keluarga mereka yang telah menunggu kepulangan mereka

Sebagai seoang pejuang mereka harus siap dalam segalahal, mereka harus meletakan kepentingan negara di atas apapun, bahkan mereka harus meninggalkan anak istri dan orang tua mereka untuk berperang dan menegakan kebenaran

Sedangkan Shang lu?, ia hanya memandang kereta pria yang berada di garis terdepan dengan tatapan malas,

Dapat dapat ia pastikan jika pria yang bergelar kaisar itu, lihatlah penampilannya yang lebih menonjol dari yang lainya dan penantiannya tak begitu mengecewakan, cukup sepadan dengan waktunya yang telah terbuang percuma

"Yang mulia?, apakah ada yang aneh dari pakaian permaisuri ini?" Ucap Shang lu pelan,

Ia tentu saja kaget dengan kedatangan sang kaisar yang bahkan begitu tiba dan jangan lewatkan segala keanehan itu

Kaisar menatapnya dengan tatapan nan begitu mengerikan, bagai mana pun sangat menakutkan jika harus berhadapan dengan orang yang akan membunuh mu di masa depan,

Sedang memberi mu tatapan yang sangat tajam, Shang lu hanya mengerutkan keningnya saat tak tak ada jawaban dari sang kaisar, baik lah jika kaisar tak ingin berbicara dengannya maka ia tak perlu merepotkan diri

Proses penyambutan selesai, kaisar dan rombongan di persilahkan untuk beristirahat sejenak,

Perayaan kemenangan akan di adakan saat malam hari, dan para prajurit yang berjuang memiliki waktu untuk melepas rindu pada keluarganya, mereka baru saja kembali dari peperangan setelah menag tentu saja ia harus merayakan kemenangan itu

Kemenangan menjadi miliki seluruh rakyat, para pejuang yang sudah berada di Chap militer selama bertahun tahun akhirnya bisa kembali memeluk dan bersama kerabat kerabatnya.

Malam sudah menjemput, Shang lu terdiam di depan jendela dengan buku yang ia baca, malam ini ia memilih tidak ikut ke perayaan yang membosankan ini,

Ia beralasan jika dalam masa pemulihan, semua orang tau jika saat ini ia sedang dalam keadaan tak sehat dan ia menggunakan itu untuk menghindari segala bentuk acara memuakan itu

Namun kenyataannya ia memang malas untuk ikut dalam acara ini, ia masih belum siap berhadapan langsung dengan malaikat mautnya bayangan atas kematiannya selalu terngiang, ia tak ingin nanti dengan begitu kejam

Jujur saja ingatan tentang pemenggalan permaisuri lu selalu melintas di amat sangat menyukainya, ia merasa di teror dan di hantui perasaan takut, lagian siapa yang tidak takut dengan sebuah kematian

Manusia mana yang bisa menerima kematian sesadis itu, kematian yang Bahakan tak ia ketahui penyebabnya

Ia harus di hukum karena hal yang bahkan tak pernah ia lakukan, sebuah keadilan memang hanyalah bulan belaka

"Apakah begini caramu berprilaku di hadapan kaisar ini?" suara itu terdengar sangat dingin, Shang lu sontak berbalik,

Ia sempat Ling Lung saat menemukan pria menyeramkan lagi lagi berada di hadapannya dengan jarak yang tak terbilang jauh,

Ia terdiam sejenak, menatap wajah sang kaisar dengan lekat, setelahnya ia berdehem pelan dan kembali mengatur raut wajahnya

"Yang mulia, ada keperluan apa kau mengunjungi permaisuri ini?" Ucap Shang lu pelan,

Ia bahkan berusaha mati matian menahan suaranya yang bergetar, ia tak boleh lemah dan terlihat lemah, ia adalah gadis yang kuat, tapi?,

walau bagai manapun pria yang berada di hadapannya ini adalah malaikat kematiannya, bohong jika ia tak merasa takut, ia hanya berusaha untuk membohongi dirinya sendiri

"Apakah aku harus memiliki alsan untuk mendatangi valium permaisuri ku sendiri" Ucap sang kaisar dingin,

Shang lu bahkan hanya menjawab dengan keheningan pertanda ia menyetujui ucapan sang kaisar, sang kaisar mendengus pelan menatap tajam sang permaisuri

Yang di katakan kaisar memang benar, tak ada alasan untuk mengunjungi istrinya, hanya saja ini hal berbeda, kedatangan Mahluk ini terlalu tiba tiba membuatnya bahkan tak tau harus mengatakan apapun

Sedangkan Shang lu masih berdiri di tempatnya, berdiri dengan kepala yang terangkat penuh keangkuhan dan keagungan, meski sedang ketakutan ia tak bisa terlihat lemah, ia tak akan diam saat seseorang mengusiknya, yah ia tak akan pernah diam

Kaisar Wu menghela nafas dengan kasar dan dengan kesal meninggalkan kediaman bulan, kedatanganya ke tempat ini hanya untuk melihat permaisurinya, ia hanya ingin lebih lama melihat wajah cantik permaisurinya, ia hanya ingin sedikit perhatian, apa salahnya?,

apa salahnya jika ia menginginkan perhatian dari istrinya, tapi apa yang ia dapat?, apa yang ia dapati setelah mendatangi kediaman ini

Hanya ada wajah yang angkuh dan mata yang menyiratkan ketakutan, ia tentu kesal dengan kenyataan ini, kesal mengapa ia bahkan tak di inginkan oleh permaisurinya sendiri mengapa?

"Yang mulia?, syukurlah anda baik baik saja" ucap Qi Ling menghela nafas lega,

Sejak menikah kaisar bahkan selalu berbuat semena mena pada sang permaisuri, dan Qi Ling?, ia hanya bisa melihat tampa bisa melakukan apapun

Ia hanya bisa berdiri diam dan menonton di dalam keheningan, semua kekejaman kaisar selama ini selalu membekas dalam ingatanya

"Aku baik baik saja" Ucap Shang lu menghela nafas,

Segera mengambil bukunya kembali dan mulai menenggelamkan diri dengan bacanya, saat ini ia berada di tempat asing, ia harus memperdalam pengetahuan,

Ia harus mencari tau segala hal tentang Kekaisaran ini, bagai manapun ia hanya mengandalkan diri sendiri untuk bertahan,

"Hamba kan menyiapkan teh" Ucap Qi Ling pelan, Shang lu hanya diam dan memilih untuk melanjutkan bacaan, malam belum terlalu larut ia membaca untuk membuat matanya lelah dan mengantuk

"Ini yang mulia"

"Qi ling?" Ucap Shang lu pelan,

Ia mengambil tehnya dan menyesapnya perlahan membiarkan aroma teh yang harum meredakan rasa pusingnya

"Bagai mana menurutmu?, apakah aku kasar?" Ucapnya sembari meletakan cangkir teh kembali ke tempatnya

Ia tau jika ini sedikit berlebihan, hanya saja ia merasa jika keberadaan kaisar ini mengancamnya, ia hanya bisa bersikap angkuh sebagai bentuk perlindungan diri

Dengan sikap kasarnya ia yakin jika kaisar tak akan datang lagi, toh masih begitu banyak kamar yang akan dengan senang hati menerima keberadaanya

"Yang mulia hamba yang bodoh ini tak bisa berkomentar apapun" Ucap Qi Ling pelan,

Sebagai seorang pelayan ia tak memiliki hak untuk itu, mengomentari keluarga istana sama dengan sebuah kejahatan dan meremehkan keluarga istana,

"Kau ini sangat sungkan, kau katakan saja bagai mana menurut mu"

"Saya berani yang mulia"

"Aku memaksa mu" Shang lu berucap dengan nada pelan,

Ia terlalu muak dengan hal hal seperti ini, kehidupan yang selalu memandang kasta adalah hal yang sangat membosankan

Semua memang terlihat begitu ramai, istana ini sangat megah bahkan di huni oleh ribuan nyawa namun di antara keramaian itu ia masih merasa kesepian

Ia merasa sendirian saat berada di tengah keramaian ini, dan itu semua di karenakan berlakunya kasta dan status yang rendah, ia membenci itu

"Bagai mana menurutmu mengenai kaisar?" Ucap Shang lu,

Ia mencoba untuk sedikit mengorek informasi, menurut plot setelah kembali dari perang sang kaisar menghabiskan malam bersama sang selir kesayangan,

Sedangkan permaisuri?, ia hanya menunggu kedatangan mahluk yang bahkan tak menginginkannya, nasib yang malang, huh baik lah jika begitu maka mari abaikan saja

"Hamba tidak berani berkomentar yang mulia" Ucap Qi Ling pelan,

Ia tak ingin terkena masalah hanya karena bertindak lancang, Shang lu mengguk pelan, ia menutup bukunya dan memilih untuk mengobrol dengan si pelayan, banyak hal yang belum ia ketahui, ia hanya perlu bertanya,

"Huh baik lah, kau bisa kembali, aku akan beristirahat" Ucap Shang lu merebahkan tubuhnya ke ranjang

"Brak" pintu kamar Shan lu di buka dengan paksa,

Kedua wanita yang berada di dalam sontak terkejut, Qi Ling menghentikan langkahnya sembari menunduk saat sang kaisar melewatinya sedangkan Shang lu?,

Tentu saja beranjak turun dari ranjang untuk melihat apa yang akan di lakukan oleh kaisar ini, lagi pula rencana tidurnya terganggu dan semua karena mahluk di hadapannya ini

"Yang mulia?" Ucap Shang lu saat sang kaisar tampa di minta menaiki ranjangnya,

"Aku akan beristirahat di sini"

Kaisar berucap dengan nada datar, ia tau kedatanganya akan mendapatkan respon seperti ini, namun ia tak ingin perduli

ia akan merasa lebih baik jika ia sudah melihat permaisurinya, ia sudah berada di dalam peperangan selama berbulan bulan dan apakah ia tak pantas jika hanya sekedar merindukan wanita yang berstatus istrinya ini

"Yang mulia sangat kelelahan karena berperang, permaisuri ini tak ingin menganggu" Ucap Shang lu pelan,

Kaisar memasuki kediamannya, apakah ia tak salah lihat?, dan apakah kaisar ini sedang mabuk, bukankah seharunya ia pergi ke kamar selir kesayanganya untuk melepaskan rindu setelah selama berbulan bulan tak bertemu

lagi pula ia juga tak berminat dan, bahkan sangat tak ingin jika harus tidur dengan pria berstatus suaminya ini, ia takut, takut jika sang kaisar membunuhnya malam ini, ia tak ingin mempercepat kematiannya

Kaisar menjergit pelan, sejak kapan?, sejak kapan permaisurinya begitu sopan?, sejak kapan permaisurinya memahami sebuah etika?, ia hanya menyungging senyum misterius

Kesopanan permaisurinya ini hanya akan membuat api amarah di hatinya semakin membesar, ia hanya ingin tidur namun siapa yang menyangka jika begini respon permaisuri?

"Li Wang, seret pelayan ini menjauh" Ucap sang kaisar dingin, Shang lu sontak terkejut saat mendengar ringisan Qi Ling saat di seret keluar

Apa lagi yang ingin di lakukan mahluk ini padanya, apakah ia akan langsung membunuh atau menyiksanya terlebih dahulu sebelum pada akhirnya memilih untuk tidur

Episodes
1 awal
2 Apa apaan ini
3 permaisuri
4 Kunjungan Selir
5 Hari yang menyebalkan
6 Lu ancheng
7 kaisar kembali
8 Trauma
9 Putus Asa
10 Putri Lu Ancheng
11 Anak Ku?
12 Cerita
13 Dia Datang
14 Dia Casyandra
15 Mari mencari
16 Keluarga
17 memaksakan diri
18 Suami Istri
19 Meja Makan
20 Mengambil Peran
21 Selir wi
22 Bekerja keras
23 Refresing
24 Siapa suruh jadi protagonis
25 Sudah Bersumi
26 Gelas Terbang
27 Selir Chu
28 Siapa protagonisnya?
29 Lu Ancheng
30 Keluarga Bahagia
31 Bencana
32 Pria Ini Lagi
33 Di salah fahami
34 Bergerak Pelan
35 Luar tembok istana
36 Seperti semut
37 Masuk Antrian
38 Didapatkan Dengan Keringat
39 Berakhir Sia
40 Ying Ying
41 Tuan dermawan
42 Ayah Ku Lebih Tampan
43 Sahabat Kecil
44 Bencana Teratasi
45 Pokonya Ngak.
46 Aku Dia Dan Kita
47 Selir Ganjen
48 Zhang Lan
49 Ulang tahun Zhang lan
50 Pria Bodoh Itu
51 Dia Dari Masa Lalu
52 Kecemasan Kaisar
53 Nasehat Selir Chu
54 Melepaskan Diri
55 Memelas
56 Trik
57 Kematian Selir Chu
58 Berlalu
59 Tertekan Dan Racun
60 Kedatangan Shang Lu
61 Karena dia
62 Perhatian
63 Darah surga
64 Bertemu
65 Tak Perlu Sandaran
66 Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67 Kedatangan Sang Jendral
68 Kesetiaan Keluarga Ban
69 Perlahan sembuh
70 Apapun Bisa Di Lakukan
71 Ilusi
72 Dilema
73 Tawanan Pangeran Ming Yi
74 Tak Ada Penyesalan
75 Aku Titip Mereka
76 Kerikil Lupa Diri
77 Sialan
78 Kerikil Beruntung
79 Salah ku
80 Setidaknya Ia Aman
81 Aura Suami Orang
82 Kabar Lu Ancheng
83 Kerinduan dan duka
84 Kita Bisa Bersama
85 Racun
86 Aku Bukan Milik Mu
87 Kediaman Di Segel
88 Penyesalan Xi ling
89 Teratai
90 Kebakaran
91 Memohon kematian
92 Kaisar Kembali
93 Perasaan lalu
94 Kau Menginginkan Dia?
95 Keluarga Bahagia
96 Keraguan Tak Berdasar
97 Berjalan jalan
98 Di luar tembok istana 2
99 Apakah seburuk itu?
100 Kata Di Balik Kata
101 Nasib Menyedihkan
102 Mata Yang Terbuka
103 Berakhir Kematian
104 Kembali dan patah hati
Episodes

Updated 104 Episodes

1
awal
2
Apa apaan ini
3
permaisuri
4
Kunjungan Selir
5
Hari yang menyebalkan
6
Lu ancheng
7
kaisar kembali
8
Trauma
9
Putus Asa
10
Putri Lu Ancheng
11
Anak Ku?
12
Cerita
13
Dia Datang
14
Dia Casyandra
15
Mari mencari
16
Keluarga
17
memaksakan diri
18
Suami Istri
19
Meja Makan
20
Mengambil Peran
21
Selir wi
22
Bekerja keras
23
Refresing
24
Siapa suruh jadi protagonis
25
Sudah Bersumi
26
Gelas Terbang
27
Selir Chu
28
Siapa protagonisnya?
29
Lu Ancheng
30
Keluarga Bahagia
31
Bencana
32
Pria Ini Lagi
33
Di salah fahami
34
Bergerak Pelan
35
Luar tembok istana
36
Seperti semut
37
Masuk Antrian
38
Didapatkan Dengan Keringat
39
Berakhir Sia
40
Ying Ying
41
Tuan dermawan
42
Ayah Ku Lebih Tampan
43
Sahabat Kecil
44
Bencana Teratasi
45
Pokonya Ngak.
46
Aku Dia Dan Kita
47
Selir Ganjen
48
Zhang Lan
49
Ulang tahun Zhang lan
50
Pria Bodoh Itu
51
Dia Dari Masa Lalu
52
Kecemasan Kaisar
53
Nasehat Selir Chu
54
Melepaskan Diri
55
Memelas
56
Trik
57
Kematian Selir Chu
58
Berlalu
59
Tertekan Dan Racun
60
Kedatangan Shang Lu
61
Karena dia
62
Perhatian
63
Darah surga
64
Bertemu
65
Tak Perlu Sandaran
66
Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67
Kedatangan Sang Jendral
68
Kesetiaan Keluarga Ban
69
Perlahan sembuh
70
Apapun Bisa Di Lakukan
71
Ilusi
72
Dilema
73
Tawanan Pangeran Ming Yi
74
Tak Ada Penyesalan
75
Aku Titip Mereka
76
Kerikil Lupa Diri
77
Sialan
78
Kerikil Beruntung
79
Salah ku
80
Setidaknya Ia Aman
81
Aura Suami Orang
82
Kabar Lu Ancheng
83
Kerinduan dan duka
84
Kita Bisa Bersama
85
Racun
86
Aku Bukan Milik Mu
87
Kediaman Di Segel
88
Penyesalan Xi ling
89
Teratai
90
Kebakaran
91
Memohon kematian
92
Kaisar Kembali
93
Perasaan lalu
94
Kau Menginginkan Dia?
95
Keluarga Bahagia
96
Keraguan Tak Berdasar
97
Berjalan jalan
98
Di luar tembok istana 2
99
Apakah seburuk itu?
100
Kata Di Balik Kata
101
Nasib Menyedihkan
102
Mata Yang Terbuka
103
Berakhir Kematian
104
Kembali dan patah hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!