"Haha, akhirnya gue ngak nyangka banget tau ngak sih gue bisa ketemu sama lo di sini dasar sialan, gue sebelumnya menderita banget tau ngak sih Lo, ah pokoknya banyak deh yang mau gue ceritain ke Lo, itung itu bagi bagi masalah sama Lo, bagi bagi beban, kayak bisa Lo harus dengar semua keluhan gue" Shang lu berucap sembari terus menyantap pangsitnya dengan lahap, makanan seenak ini mana mungkin di abaikan, meskipun di istana tak kekurangan makanan, tapi makan di alam dan bebas sangatlah nikmat
Keduanya sudah berkeliling sedari tadi, membeli banyak barang menggunakan uang yang di bawa oleh Casya, hal yang ia syukuri ialah Casya yang juga terlahir di keluarga kaya, dengan begitu mereka tak perlu kesulitan mencari uang
Ini adalah dunia lain dan bisa saja alam bawah sadar mereka, dan saat di hadapkan dengan harta dan kekayaan berlimpah tentu saja harus menikmatinya dengan baik, banyak hal yang bisa mereka lakukan saat ini, karena mereka memiliki banyak uang
"Bener banget idup emang ngak ada habisnya masalah trus, kayak ngak pernah bosan aja nempel Mulu ke gue, dulu gue fikir jadi orang kaya tu enak banget, bisa ngelakuin apapun yang di inginkan, tapi eh gue malah kejebak di dalam kediaman terus, coba aja gue lahir di keluarga bisa pasti nasib gue ngak begini begini amat, apes dah, di dunia nyata di dunia khayalan kayak gini selalu aja gue yang di rugikan"
"Dasar sialan Lo malah bagi bagi masalah sama gue, gue fikir kan Lo dengan baik hati ngasih solusi, eh malah ikutan bagi bagi masalah juga, gue jadi curiga masalah Lo lebih gede dari gue, secara kan Lo mahluk yang paling aneh banget, presentasi keberuntungan dengan masalah selalu aja pas" Shang lu menatap Casya yang sibuk menyantap makanannya
"Bener banget tu, Lo paling tau dah kehidupan di dunia aneh ini, sesulit sulitnya idup Lo, gue yakin kalo lebih sulit hidup gue, seberapa tragis pun kehidupan gue kebanyakan lebih tragisan punya lo, dan asal lo tau?, pas gue bagun?, badan gue Kurus banget, kayak ngak terurus gitu, gue ngerasa kalo gue ngak aman banget, gue ngerasa gue bakalan abis, kayak kekurangan gizi dong gue, setelah gue di sini gue makan banyak banyak buat balikin badan ideal Gue, gue suka sih sama tubuh langsing, tapi ngak kurus tinggal tulang juga" Ucap Casya dengan semangat yang begitu menggebu,
Ia bahkan menceritakan segala keluhannya, mengatakan semua hal buruk yang terjadi pada dirinya, ah, lupakan, karena pada dasarnya memang tak pernah ada hal baik yang ia alami, setiap harinya selalu saja berhadapan dengan masalah
Ia tak pernah menyangka jika ia akan terjaga di tubuh wanita menyedihkan ini, wanita malang yang di selalu di tindas oleh semua orang, hal yang paling tak bisa ia terima ialah ia yang di paksa menjadi sosok yang bertolak belakang dengan sikapnya, ini Benar benar beban besar baginya
"Emang lo lahir dari keluarga mana sih, kok gue jadi penasaran banget, Lo ngomong seolah olah idup Lo menyedihkan banget, kalo gue tau kan setidaknya gue bisa bantuin Lo, itung itung amal jariah" Shang lu berucap pelan, ia tau jika Seornag bangsawan memiliki kehidupan yang sulit, hanya saja ia bertanya tanya keluarga bangsawan mana yang bernasib begitu malang karena menjadi orang tua dari si Casya kupret
Casya selalu menceritakan ini dan itu, tapi?, bahkan ia tak berniat untuk menyebutkan nama keluarga dan marganya, bukankah itu menyebalkan, membuatnya harus menebak nebak di manakah keberadaan sahabatnya ini
"Itu tugas lo buat nyariin gue, dan gue ngak bakalan ngasih tau lo sampe Lo nemuin sendiri" Casya berucap dengan nada ringan
Mereka sudah lama tak bertemu, sedikit bermain akan lebih baik, toh ia yakin lambat laun identitas keduanya akan terbuka dengan sendirinya, tak perlu merepotkan diri bertanya dan mencari
"Gue pasti bisa nemuin lo dengan mudah, emangnya Lo bisa kabur kemana, nemuin Lo ngak ada sulit sulitnya bagi gue" Shang lu menatap Casya dengan tatapan remeh,
mahluk ini sangat suka mengulur waktu, baiklah, jika Casya ingin bermain maka ia akan dengan senang hati ikut menemaninya, ia juga bukan gadis pembawa sial, dalam waktu singkat ia yakin jika ia bisa bertemu dengan orang yang ingin ia temui
Setelah sekian lama merasa kesepian dan sendirian akhirnya mereka di pertemukan kembali dalam keadaan seperti ini dan ia hanya perlu meladeni Casya agar mahluk itu tak menganggunga
"Ok, kita taruhan siapa yang menemukan identitas kita terlebih dahulu si pemenang bisa meminta apapun pada yang kalah" tantang Casya, Ia tak percaya jika sahabatnya ini dapat menemuinya dengan mudah
Shang lu menatap gadis di depannya dengan tatapan nyalang, bermain lah terus, ingat jika kalah jangan coba coba menagis dan memutar balikan fakta
"Lo nantang gue?, siapa takut, sepertinya kelamaan di dunia kuno ini bikin lo lupa kalo gue si ratu tantangan, gue pasti menang, kayak bisa Lo harus nelan kelahan bulat bulat" Shang lu berucap dengan penuh percaya diri,
Toh ia yakin jika dapat menemukan casya dengan mudah, bersiaplah mengabulkan permintaanya, setelah bertemu akan ia pastikan jika ia akan memukul kepala Casya mahluk menyebalkan itu
"Kita liat aja siapa pemenangnya, kali gue yakin kalo Lo ngak bakalan bisa ngalahin gue, ya kali Lo beruntung amat, di dunia sebelumnya Lo lebih terus dari gue, dan sekarang Lo ngak bisa" Casya pun tak mau merasa rendah diri, ia yakin jika Jesvita tak akan menemukannya di tempat ini
Lagi pula tempat tinggalnya adalah tempat yang sangat sulit untuk di jangkau, tempat yang tak akan bisa di masuki dengan mudah dan sangat mustahil jika seorang bangsawan biasa bisa menemukanya
"Oke, kita liat aja, lo pasti kalah, kayak bisa keberuntungan bakalan ngikutin gue" Ucap Shang lu dengan nada ringan,
Ia bertanya tanya nona muda mana yang menampung tubuh seornag Casya ini, ia terlihat sangat percaya diri dengan tempat tinggalnya, seolah tempat yang sangat mustahil untuk di masuki dan di selidiki
"Ok, ngak masalah, Ingan jangan nangis kalo kalah, kalo ketemu ingatin gue buat mukul kepala Lo" Shang lu berucap dengan nada begitu mengejek, seperti biasa ia yakin kalo Casya akan
"Sialan Lo, gue yakin kalo ini gue ngak bakalan kalah" Casya tak akan menerima kekalahannya kali ini, ia tak yakin jika Jesvi seberuntung itu mereka yang awalnya hanya sekor bebek jelek seketika berubah menjadi angsa yang indah dan di puja oleh orang orang
Ia juga sangat percaya diri, ia pasti memenangkan challenge ini, ia tak akan bertaruh pada hal yang berpotensi untuk merugikan dirinta
"Yaudah malam udah larut banget, gue takut anak gue kahwatir" Ucap Shang lu pelan,
Ia tak ingin meladeni Casya lebih lama lagi, ia yakin akan menemukan Casya dalam waktu dekat, tak perlu terburu buru, biarkan Casya menujukan dirinya sendiri
Saat ini mereka sudah berada di pinggiran hutan, acara berkeliling hari ini telah selesai, dan bahkan sangat menyenangkan, hingga sampai waktu perpisahan pun senyuman itu tak pernah luntur dari wajah indah keduanya
"Lo udah punya anak, udah di bobol dong, ih Lo mah duluan dari gue, gue aja belom, gimana rasanya?," Ucap Casya menatap sahabatnya dengan tatapan tanya,
"Sialan Lo"
"Tapi gue serius, Lo udah bobol" Ia bertanya tanya tentang tempat dan keluarga Jesvi, dan sejak kapan?, kok bisa?, apa sahabatnya nyasar ke tubuh wanita yang sudah bersuami, oh tidak pemikiran casya mulai kemana mana
"Gue?," Ucapnya menunjuk dirinya, yang di anggukan oleh Casya dengan semangat, di masa moderen Jesvi terlihat sedikit menjaga jarak dengan lawan jenis, namun kali ini?, ia harus menghadapi pria setiap harinya
"Ya, udah delapan tahun, cantik kayak gue, pinter pun kayak gue" Ucap Shang lu asal
"Haha, akhirnya lo bobol juga, tapi ngak papa kali Jes, kan laki lo juga, ngak papa, lo harus lupain kejadian masa lalu" Ucap Casya dengan semangat menggebu,
Tentu tau mengenai masa lalu sahabatnya ini, dan ia ikut merasa senang jika pada akhirnya sahabatnya tak lagi menjauhkan diri dari mahluk bernama pria itu
"Tapi?" Shang lu terdiam sejenak
Ia merasa sedikit ragu, ia tak memperlakukan suaminya dengan baik, ia juga belum bisa menerima statusnya yang sangat mengejutkan ini
"Lama lama gue yakin lo bakalan biasa kok, pokoknya jangan biarin rasa trauma lo bikin lo kehilangan orang yang paling lo sayang, jangan mau kalah dengan masa lalu, semua udah selesai selama bertahun tahun, Lo harus keluar dari pusaran masa lalu"
"Gue ngak yakin, jujur aja gue belom bisa terima keadaan gue sekarang, gue belum bisa Nerima kenyataan kalo gue udah punya laki"
"Gue tau gimana perasaan Lo, tapi Lo harus terima, ngak mau liat lo menderita, kehidupan kita kali ini harus lebih baik, cari cowok ganteng, trus nikmatin hidup, jarang jarang kan jadi orang kaya" Casya menepuk bahu Shang lu pelan,
Casya bahkan memberinya semangat penuh, ia ikut bahagia akhirnya sahabatnya mampu melewati masa masa itu, dan lihatlah, ia sudah hidup berbahagia dengan keluarganya, casya ikut lega mendengarnya
"Ya, tapi gue?" Ucap Shang lu pelan,
Semua tak semuda itu, rasa trauma itu tak bisa hilang dengan mudah, ia masih selalu tersiksa saat bayangan dan mimpi mimpi buruk itu menghampirinya
Terlebih pelecehan yang di lakukan oleh suaminya, ini benar benar mendorongnya kembali ke dalam pusaran masa lalu, ia sudah berusaha keras untuk keluar dari pusaran itu, hanya saja ia membutuhkan lebih banyak waktu lagi,
Semua tak kan membaik dalam waktu dekat ini, ia harus berusaha dengan keras, ia tau cepat atau lambat ia harus menerima semuanya
"Lo bisa mulai nerima keberadaan dia di samping lo, gue yakin lo pasti bisa, lo punya anak kan?, nah lo ngak mau kan anak lo sedih kalo tau lo maki maki bapaknya" Casya berucap pelan untuk menyemangati sahabatnya ini
Kehidupan memang tak selamanya indah, namun kesengsaraan itu bukan hal bersifat abadi, dari itu carilah kebahagiaan mu sendiri dengan caramu sendiri
Mereka sudah mengalami berbagai kesulitan di kehidupan sebelumnya, dan ia berharap jika kehidupan kali ini mereka memiliki sedikit kesempatan untuk menjalani kehidupan ini
"Iya iya, lo seneng bener liat gue menderita, kayak biasa Lo suka banget bahagia di atas penderitaan gue" Ucap Jesvi menghela nafas jengah,
Sahabatnya ini dasar menyebalkan, menyemangatinya seolah kehidupannya benar benar sempurna, pada kenyataanya kehidupan Shang lu tak sebahagia itu,
Suami yang mengerikan dan pemaksa, ia bertahan hanya untuk putrinya, jika tidak? tentu saja ia lebih memilih untuk bunuh diri dari pada mengalami tekanan seperti ini
"Tujuan hidup gue kan emang itu" keduanya terkekeh, angin memang cukup kencang, Shang lu dan casya mengeratkan jubah mereka
"Nona?" Ucap gadis pelayan yang datang entah dari mana, namun Shang lu tau, jika si gadis pelayan adalah milik sahabatnya, si gadis hanya mengangguk pelan, Shang lu juga tau kalo ini berarti waktu bersama sudah selesai
"Yaudah, gue harus pergi balik dulu ya," Ucap casya yang hanya di balas dengan anggukan pelan, setelah kepergian casya Shang lu bergerak menuju tempat makan yang mereka kunjungi sebelum pulang, ia harus mencari informasi mengenai gadis misterius itu, dan Shang lu dapat melihat jika casya cukup dekat dengan si penjual pangsit, seperti sudah menjadi langganan tetap saja
"Ah tuan" Ucap Shang lu pelan, ia harus mencari informasi maka mari bertanya
"Iya pelanggan," jawab sang pemilik warung dengan ramah, ia jelas tau si gadis bertopeng ini, gadis yang di bawa oleh gadis misterius yang menjadi langganan mereka, dan dapat di lihat di lihat jika gadis misterius ini bukanlah seseorang yang bisa mereka singgung,
"Nona tadi?, nona bertudung sepertinya sangat akrab dengan makanan di sini" Ucap Shang lu pelan, ia merasa penasaran, mengapa si casya malah sok main petak umpet segala, tinggal buka dan tunjukin wajah kan selesai, ia tak perlu repot mencari
"Ah ia nona, nona cantik itu adalah pelanggan tetap toko saya sejak dua bulan yang lalu" Ucap si pedagang pelan
"Tuan tau namanya atau berasal dari keluarga mana?" Shang lu terlihat begitu bersemangat, ia harus menemukan casya sesegera mungkin dan mengambil hadiahnya
"Ah maaf nona, saya tak tau dia berasal dari keluarga mana, setiap datang ia selalu menggunakan tudungnya," Si pelayan berucap pelan, seketika senyuman di wajah Shang lu menghilang tenyata mencari keberadaan casya tak semudah itu, pantas saja ia begitu percaya diri
"Ah baik tuan, Terimakasih atas informasinya, saya permisi" Ucap Shang lu pelan, sang pelayan hanya menatap kepergian Shang lu dalam diam, sebelumnya keduanya bahkan mengobrol seperti sangat akrab tapi?, bahkan belum sempat bertukar nama?, lalu?, pembicaraan selama ini?, sang pedagang hanya bisa menggeleng pelan, ada ada saja ulah anak muda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments