Suasana seketika hening, sang kaisar berbaring dengan nyaman di ranjang, sedangkan sang permaisuri?,
Shang lu memilih untuk duduk di depan jendela sembari membaca buku bukanya, ini jelas keluar dari plot, mengapa kaisar malah berada di tempatnya, bukankah ia harus melepas rindu pada kekasihnya?,
Bukankah seharunya antagonis adalah sosok yang akan di abaikan?, mengapa malah menjadi seperti ini, apakah kaisar akan mempercepat kematian si antagonis?, sebagai orang yang berada di tubuh sang antagonis jujur saja Jesvita merasa ketakutan
Si protagonis menyebalkan namun sialnya selalu mencuri perhatian siapapun yang melihatnya, sedangkan yang terjadi kalian ini?, apa yang sebenarnya terjadi?
"Apa yang kau lakukan?" Sang kaisar beranjak duduk, dan membenahi penampilannya, ia sudah akan bersiap untuk tidur, namun sikap sang permaisuri membuatnya menjadi geram dan kesal
Ia sudah menunggu sedari tadi namun bahkan sang permaisuri tak berniat menyusulnya ke ranjang, ia lelah ia ingin beristirahat biarkan permaisuri membuatnya sedikit nyaman
"Permaisuri ini tidak mengantuk yang mulia" jawab Shang lu dan masih sibuk dengan segala bacaannya
Ia bahkan seolah tak memperdulikan keberadaan sang kaisar di tempatnya, apakah begitu cara Seornag istri menyambut kepulangan suaminya?
ia sudah begitu tersiksa selama di barak militer, berharap saat pulang mendapatkan sedikit saja perhatian, namun kenyataanya semua hanyalah angan, semua hanya ilusi yang ia buat untuk menguatkan hati dan dirinya dengan fakta yang terpampang jelas di depan mata
Ia duduk dalam waktu beberapa saat menatap sang permaisuri dengan tatapan nan begitu lekat, namun tak ada respon apapun dari permaisurinya
"Kau" Kaisar dengan penuh kesal,
Selalu seperti ini, mengapa ia bahkan sangat tak di inginkan?, mengapa?, ia hanya ingin berada di dekat permaisurinya setelah berbulan bulan berada di medan peperangan
Mengapa keberadaanya seolah tak berguna di mata wanita yang selama ini ia nikahi, kenapa?,
"Aa" pekik Shang lu saat ia tiba tiba di seret ke ranjang dengan begitu tak manusiawi
Perbuatan kaisar ini jelas saja membuat Shang lu menjadi semakin takut, sedari tadi ia tak begitu fokus dengan bacaannya
Ia juga dapat melihat jika kaisar sedang memandanginya dengan tatapan nan begitu lekat, ia mengabaikannya karena berusaha untuk mempertahankan diri dalam stuasi berbahaya seperti ini
"Sebegitu benci kah kau pada ku permaisuri, sampai bahkan rela tak tidur dari pada harus berada di samping ku, sebegitu menjijikan aku di mata mu" Kaisar Wu mencengkram tangan permaisuri Lu dengan kasar,
Shang lu tak bisa tak meringis ini benar benar menyakitkan, jangan remehkan kemarahan peri bergelar kaisar ini, ia bahkan meluapkan segala emosinya dalam cengkraman itu, setelah ini dapat di pastikan jika pergelangan tangan Shang lu akan memar
"Lepaskan yang mulia, ini menyakitkan" Ucap Shang lu berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman iblis terkutuk ini
Bukan melepaskan kaisar Wu bahkan menatapnya dengan senyuman sinis, dan jujur saja ini membuatnya menjadi sangat ketakutan
Ekspresi ini?, Ekspresi yang sama dengan orang itu, pria bajingan yang bahkan membuatnya dan seluruh kehidupannya hancur
Ia sudah bersusah payah membangun kehidupan barunya, dan kali ini perasaan dan kejadian buruk dan menakutkan itu kembali menghantuinya
"Sakit heh?" Ucap kaisar Wu menunjukan senyum sinisnya,
Dengan tak berperasaan Shang lu di lempar keras ke ranjang, pinggangnya terasa perih saat tampa sengaja menabrak pinggiran ranjang yang keras
Shang lu memegang pinggangnya dengan pelan, ini benar benar menyakitkan, saat ini ia bahkan tak bisa melakukan apapun meskipun ia sangat ingin melakukanya
"Apa yang kau inginkan pada ku?, pergilah dari ku, menjauh, dari ku, ku mohon, ini bukan tempat mu, kembalilah ke tempat mu yang seharusnya, kembali ke kediaman selir selir mu, pergi, menjauh dari ku bajingan, pergi dari ku, aku mohon" Ucap Shang lu yang hanya bisa bergerak mundur dengan tubuh bergetar,
Air matanya bahkan jatuh tampa permisi, saat ini ia sedang ketakutan, oh tidak bahkan sangat ketakutan
Kejadian seperti ini?, kejadian yang bahkan sangat ingin ia lupakan, namun hal ini kembali terulang
"Kenapa kau menangis ha?, kenapa kau menjadi sangat cengeng permaisuri?, kenapa kau selalu mengusir ku?, kenapa kau sangat suka melemparkan ku pada selir selir itu, lalu siapa yang kejam di sini permaisuri, siapa yang tak memiliki perasaan?, dan jika kau lupa aku memanglah seorang bajingan, pria yang kau nikahi ini memang seorang bajingan yang tak memiliki perasaan" Ucap kaisar Wu dengan nada dingin,
Ia melangkah mendekati ranjang dengan tatapan dingin, Shang lu masih berada di tempatnya, kakinya bahkan terasa kaku, ia tak bisa pergi, ia hanya bisa berhinsut menjauh, tubuhnya bergetar hebat, ia sangat ketakutan
"Beginikah cara kau menyambut suami mu hah?, suamimu ini sudah berada di medan perang cukup lama, saat ia kembali apakah kau tak akan memberinya sedikit hadiah?"
Kaisar Wu tersenyum dengan sinis melihat ketakutan ini, di masa lalu permaisuri akan selalu melawannya, namun kali ini?, lihatlah, permaisurinya menjadi begitu tak berdaya
Bahkan ia juga menagis, dimasa lalu ia tak pernah menagis dan selalu melakukan perlawanan meskipun pada akhirnya ia tak bisa melakukan apapun
"Menjauh, pergi, ku mohon, pergi, jangan dekati aku, kau menjijikan, pergi, pergi dari ku, siapapun, jauhkan pria bajingan ini, pergi" Teriaknya di sela isakan namun kaisar Wu bahkan hanya menunjukan senyuman sinis,
Menarik paksa tubuh Shang lu dan segera mendekatinya, memaksakan ciuman sepihak itu memuaskan segala keinginan dalam dirinya, memuaskan hasrat yang telah ia tahan selama berbulan bulan
Sebagian pria akan memilih untuk melepaskan keinginannya pada orang lain, namun tidak dengan kaisar Wu, ia tak akan Sudi menyentuh siapapun selain permaisurinya
Ia lebih suka menahan dirinya hingga peperangan usai dan ia bisa kembali ke istana dan menemui permaisurinya.
Saat kaisar sibuk dengan kegiatannya
Shang lu terus berontak berusaha dengan keras untuk melepaskan diri dari mahluk tak berperasaan ini
Akan tetapi apapun yang ia lakukan ia tak akan mampu melawan kaisar Wu yang bahkan memiliki kekuatan yang besar dan tak sebanding dengan tenaga yang di miliki sang kaisar.
Mentari pagi kembali bersinar, Shang lu membuka matanya perlahan, ia mengigit bibir bawahnya tak kuasa menahan isakan, semalam?,
Ia ia telah,.., Shang lu bergerak pelan menuruni ranjang, mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai, mengenakannya dengan air mata yang terus jatuh bercucuran
"Ya.. Yang mulia" Ucap Qi Ling dengan nada khawatir,
Sang permaisuri keluar dengan rambut yang acak acakan wajah yang sembab mata yang sedikit membengkak dan air mata yang terus mengalir seakan tak bisa berhenti
Qi Ling sangat mencemaskan keadaan junjungannya ini, bertahun tahun berlalu namun kaisar Wu bahkan tak membiarkannya untuk memiliki sebuah kehidupan yang layak
"Bawa aku pergi dari sini, bawa aku pergi" Ucap Shang lu terisak sembari memeluk dirinya dengan tubuh bergetar
"Y.. Yang mulia"
Qi Ling berucap dengan nada lirih, keadaan Shang lu bahkan jauh lebih buruk dari sebelumnya, di masa lalu Shang lu bahkan masih tinggal di kamarnya
Namun saat ini?, sang junjungan bahkan terlihat begitu rapuh, tak seperti biasanya yang akan selalu menjulang wajah tegas dan kuat,
Sesakit dan seburuk apapun kehidupan yang ia alami ia tak akan pernah menerima belas kasihan dari orang lain, begitulah sifat alami yang di miliki oleh junjungannya, keras kepala dan berharga diri tinggi
"Aku ingin pergi, aku tak mau di sini, bawa aku dari tempat terkutuk ini" Teriaknya,
Qi Ling menatap junjungannya dengan tatapan sendu, dan setelahnya ia segera menuntunnya sang junjungan ke sebuah kamar yang berada cukup jauh dari kamar sebelumnya, ia masih berusaha untuk menenangkan sang junjungan yang sedari tadi menagis
"Qi ling, aku takut" Ucap Shang lu memeluk a ling dengan erat,
"Qi Ling, dia begitu menakutkan, bajingan itu begitu menakutkan dan menjijikan"
Shang lu berucap dengan tubuh yang bahkan masih bergetar, melihat keadaan sang junjungan yang begitu ketakutan ia hanya bisa membiarkan sang junjungan memeluknya dengan begitu erat
Kilasan kejadian semalam membuatnya benar benar menjadi kalut, bayangan saat sang kaisar memaksanya untuk mengingat sebuah kejadian yang sangat mengerikan, kejadian yang bahkan sangat ingin ia buang dan ia lupakan.
Saat itu umurnya baru menginjak 10 tahun ia hampir di lecehkan oleh tetangga gila yang memiliki obsesi terhadapnya, beruntung sang paman datang tempat waktu, membantunya membebaskan diri dari si tetangga gila,
Sejak saat itu ia mengalami sebuah rasa trauma ia sempat depresi karena segala perlakukan tak manusiawi yang dialaminya, hanya ayah dan pamannya lah yang selalu menguatkan hatinya, memikirkannya jika semua tak akan terulang
Kejadian menakutkan ini tak akan pernah terulang lagi, namun saat ini?, ia bahkan sudah benar benar di nikmati, perlakukan kasar kaisar semalam membuat seluruh tubuhnya terasa remuk, namun itu bahkan tak seberapa di bandingkan hatinya, kaisar bajingan itu bahkan menggagahi dirinya selayaknya seekor binatang
"Tenangkan diri anda yang mulia" Ucap Qi Ling mengusap punggung Shang lu dengan pelan
Saat ini ia hanya bisa berusaha untuk menenangkan sang junjungan, semua bukan kesalahannya, takdir lah yang begitu kejam membuatnya berada dalam posisi ini
"Aku sudah kotor Qi Ling, aku menjijikan, aku adalah wanita yang sangat menjijikan aku menjijikan, aku tak memiliki hak untuk bertahan didunia ini lagi," Teriaknya di sela isakan, Qi ling hanya bisa menatap sang permaisuri dengan tatapan iba,
Shang lu begitu histeris dengan kejadian semalam, ia tak menyangka jika kaisar Wu bahkan melakukan hal sekejam ini untuk menyingkirkannya
"Yang mulia" Ucap Qi Ling pelan saat sudah tak mendengar isakan dari sang permaisuri
"Siapkan aku air, air hangat, aku tak akan membiarkan sesuatu menjijikan ini melekat di tubuh ku, tidak akan" Ucap Shang lu menarik nafas pelan berusaha untuk menenangkan diri namun bahkan ia tak merasa tenang sedikitpun
"Baik yang mulia, hamba akan keluar sebentar untuk meminta pelayan menyiapkan air mandi anda" Qi Ling mengguk pelan dan segera keluar untuk mengambilkan air untuk sang permaisuri,
Shang lu masih duduk di ranjang, ia memeluk lututnya dengan tubuh yang bergetar, kilasan kejadian semalam selalu membuatnya berteriak histeris, saat kaisar dengan tak berperasaan melucuti pakaian, melahap bibirnya dan menikmati tubuhnya secara paksa
"Tidak, tidak, ku mohon jangan, jangan ku mohon" Teriaknya ketakutan
"Ya.. Yang mulia, air mandi anda sudah siap hamba akan membantu anda membersihkan diri" Ucap Qi Ling membantu Shang lu masuk ke bak mandinya
"Qi ling, hilangkan tanda menjijikan ini dari tubuh ku, hilangkan, cepat hilangkan qi ling" teriak Shang lu histeris saat melihat bekas merah tersebar di tubuhnya, Shang lu menggosok gosokan tubuhnya dengan kasar,
"Yang mulia jangan menyakiti diri anda"
"Tidak Qi Ling, hilangkan tanda menjijikan ini dari ku"
"Yang mulia kulit anda akan terkelupas, saya mohon yang mulia, tenangkan diri anda"
"Qi ling, Qi Ling, tidak usir dia, dia dia orang jahat," Ucap Shang lu, qi ling memeluk erat sang permaisuri, ia bahkan tak menyangka kejadian ini membuat permaisuri menjadi sangat frustasi,
Sejak menikah sang permaisuri sudah mendapatkan perlakuan seperti ini, namun hari ini?, adalah hari di mana sang permaisuri berada di titik lelahnya, lelah di perlakukan bahkan lebih buruk dari seorang budak rendahan
"Yang mulia, yang mulia" Ucap Qi Ling saat tak merasakan pergerakan apapun di tubuh sang permaisuri, Qi Ling melepaskan pelukanya, tubuh sang permaisuri merosot ke bawah hingga tenggelam di air mandinya,
"Yang mulia" pekik Qi Ling panik, ia berteriak kencang demi meminta pertolongan, ia tak akan mungkin meninggalkan sang nona yang tak sadarkan diri
"Apa yang terjadi nona Qi" Ucap beberapa pelayan yang menerobos masuk saat mendengar teriakan dari salah satu kamar
"Yang mulia pingsan, segera panggilkan tabib" Ucap qi ling panik, para pelayan yang mendengar hal itu tentu saja bergerak cepat untuk ke ruang pengobatan untuk memanggil tabib agar memeriksa keadaan sang permaisuri.
"Bagai mana?" Suara dingin itu berasal dari pria yang sedang duduk di pinggiran ranjang di dekat sang permaisuri berbaring, yah dia adalah kaisar Wu,
Ia sempat terkejut saat tak menemukan sang permaisuri saat membukakan mata, namun ia memilih untuk mengabaikan itu, hingga seseorang melaporkan jika sang permaisuri jatuh pingsan dan sedang di periksa oleh tabib
"Yang mulia permaisuri sedang tertekan karena trauma yang mulia" Ucap sang tabib pelan, kaisar Wu menatap lekat wajah sang Permaisuri dengan mata yang masih tertutup rapi itu
"Sebegitu benci kah?, yah aku memang pantas untuk itu" Batin kaisar Wu,
Ia selalu menyesali segala tindakan kasarnya selama ini, tapi?, ia tak bisa menahan diri, ia sudah di medan perang dalam waktu cukup lama, ia merindukan permaisurinya, ia rindu, perilaku kasarnya selama ini adalah luapan rasa kecewa,
Mengapa ia tak di inginkan, mengapa ia tak di harapkan oleh wanita yang sangat ia cintai mengapa, dari luar kaisar Wu menang terlihat seperti sosok yang begitu kuat, namun siapa yang mengetahui perasaanya?,
Hatinya sangat sakit saat sang permaisuri menatapnya dengan penuh kebencian, seakan tak menutup semua celah agar ia bisa menerobos masuk ke salah hati wanita yang selalu ia puja
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
💖 sweet love 🌺
sampai sini masih belum paham sama karakter dan alur nya.. katanya kaisar cinta nya sama selir nya.. lah ini malah sama permaisuri..
2023-11-03
0