Malam sudah menyapa Shang lu tersenyum lebar dan segera masuk ke dalam istana, ia merasa jika pengawal disini sangat bodoh, ia bisa keluar masuk dengan mudah,
Benar benar bodoh, kabur pertamanya sangat menyenangkan, bermain dengan puas, makan makanan yang enak dan bertemu dengan seseorang yang bahkan tak pernah ia duga kedatanganya, siapa yang menyangka jika ia akan di pertemukan dengan Casya?,
Gadis bodoh itu benar benar di sini, dan hanya tinggal menunggu waktu menemukan identitasnya, ada banyak keluarga bangsawan di kota ini, ia juga tak terlalu terburu buru, ia akan menikmati kehidupan ini sembari mencari mahluk itu
"Syukurlah akhirnya yang mulia kembali" Qi Ling berucap dengan begitu cepat
junjungannya pergi begitu saja, dan jika kaisar datang dan bertanya maka tak ada cara untuk menyelamatkan nyawanya, kaisar Wu bukan orang yang berhati baik, ia bisa saja membunuh karena kelalaiannya dalam menjaga sang permaisuri
Awalnya ia masih berusaha untuk tenang dan bertindak seolah olah tak terjadi apapun, hanya saja lama kelamaan ia merasa ada yang tidak beres, sang junjungan sudah begitu lama di luar istana, Tampa penjagaan dan perlindungan.
Sang junjungan sudah meninggalkan kediaman saat pagi dan ia bahkan baru kembali saat malam sudah hampir larut, junjungannya benar benar menghabiskan hari di dunia luar, dan ia terlihat begitu menikmati acara bermainnya
meski cemas akhirnya ia bisa bernafas lega karena sang junjungan sudah kembali, Tampa cacat dan luka sedikitpun, masih sama seperti sebelum kepergiannya tadi
"Aku pasti kembali ke istana ini Qi Ling, jika tidak ke sini lalu aku akan pulang kemana?, masih ada kau dan Lu er dan kau yang menungguku, tak perlu berlebihan, aku bisa menjaga diriku sendiri"
Shang lu berucap dengan nada ringan dan melepaskan jubah dan topeng peraknya, ia memasukan pakaian ke dalam sebuah kotak dan ia simpan di bawah tempat tidurnya
Pakaian ini harus di simpan dan di sembunyikan, jika ada yang tau maka kedepannya akan sedikit sulit untuk bergerak dan meninggalkan istana
"Air mandi anda sudah siap yang mulia, anda pasti sangat kelelahan"
Qi Ling pelan, ia bahkan tak menyangka jika junjungannya sudah menyiapkan semuanya seperti ini,
Rasa bahagia, cemas, senang dan lega bercampur menjadi satu, setelah sekian lama akhirnya junjungannya tertarik dalam suatu hal, untuk pertama kalinya ia melihat sang junjungan begitu bahagia
Benar seseorang tak akan pernah bisa di kekang, selama ini Shang lu selalu terkurung di istana, bangunan yang berdiri dengan menggunakan darah dan nyawa manusia, baik itu teman kerabat atau bahkan rakyat
Ia bukan tak tau bagai mana persaingan istana, jika tak hati hati maka nyawa akan dengan mudah melayang, hanya saja ia bisa mengurus hal itu nanti, saat ini ia tak ingin membebani diri karena persaingan orang orang istana
"Kamu memang yang terbaik Qi Ling, kau selalu cekatan, dia beruntung memiliki mu di sisinya"
Shang lu tersenyum lebar bermain seharian membuat tubuhnya sedikit letih, berendam di air hangat adalah pilihan yang tepat untuk melepaskan lelah setelah bermain, dengan penuh semangat ia bergerak menuju pemandian air hangat yang nyaman.
Tubuhnya memang sedikit lengket karena berkeliling seharian, ia terlalu bersemangat Casya menunjukan berbagai tempat yang bagus,
Untung ia bertemu Casya di pasar dan ia bisa ke tempat yang memang selalu ia impikan, menyantap makanan makanan yang begitu lezat, ini adalah hari yang sangat menyenangkan selama ia berada di tempat ini
"Yang mulia"
Qi Ling berucap dengan nada pelan, saat Shang lu bahkan masih berada di bak mandinya, menikmati acara melamun rianya
"Ah iya, kau bisa kembali ke kamar mu aku ingin beristirahat" Ucap Shang Lu, panggilan qi ling yang terlalu tiba tiba membuatnya sedikit terkejut
"Yang mulia, putri Lu sudah berada di kediaman" Ucap Qi Ling dengan nada pelan,
"Hah?, mengapa belum tidur saat malam begitu larut" Shang lu mengambil kain yang tersampir di dekatnya,
Melilitkan kain putih itu ke tubuhnya dan menambahkan pakaian serupa jubah untuk memperlengkap pakaiannya, malam selarut ini dan putri Lu mendatanginya
"Apakah aku menunggu ibu?" Ucap Lu Ancheng pelan
Saat ini ia sedang duduk di kursi tak yang berada didekat ranjang ibunya
Sebelumnya ia sudah datang untuk mengajak ibunya makan bersama, hanya saja Qi Ling mengatakan jika sang ibu tak ingin di ganggu
Namun kenyataanya Lu Ancheng sudah melihat ibunya yang menyelinap, ia memilih untuk menunggu agar dapat menikmati makan malam bersama
"Tentu saja tidak, apakah kau sudah makan malam?" Ucap Shang lu yang di balas dengan gelengan pelan dari sang putri
"Mengapa?" Ucap Shang lu dengan lembut
Ia merasa bersalah karena terlalu sibuk bermain ia lupa jika putri kecilnya sangat membutuhkan sebuah perhatian, lihatlah, bocah ini bahkan belum makan saat malam selarut ini
Sedangkan dirinya?, sudah memenuhi seluruh bagian perut dengan makanan makanan di luar
"Aku ingin makan bersama ibu, belajar membuat ku memiliki sedikit waktu bersama ibu" Ucap Lu Ancheng dengan rasa bersalah
Shang lu tersenyum lebar sembari mengelus pucuk kepala putrinya, belajar memang harus namun terlalu banyak belajar juga tak di anjurkan karena sebagai seorang anak kecil tentu saja memiliki naluri untuk bermain dan melewati cerita masa kecil yang indah seperti kebanyakan anak
"Kau sangat manis, dan sangat menggemaskan, kau tak perlu merasa bersalah, belajar dengan giat agar membanggakan ibu di masa depan" Shang lu mengelus pucuk kepala putrinya dengan pelan
ia menghargai usaha dan keuletan lu Ancheng dalam belajar, hanya saja cepat atau lambat ia harus membicarakan hal ini pada sang kaisar, ia tak akan membiarkan anak nya kehilangan cerita indah di masa kecil
"Maafkan aku ibu" Ucap Lu Ancheng menyesal
Meskipun ia belajar dengan giat ia selalu merasa tak puas dengan pencapaiannya, di istana ia hanya belajar sendirian, tak ada pesaing yang menonjol yang akan menguji kemampuannya
Hanya ada guru jin yang terus menerus memuji kecerdasannya, Lu Ancheng merasa sedikit tidak nyaman dengan itu, ia ingin mengalami sebuah persaingan, ia ingin merasakan bagai mana perjuangan untuk mendapatkan peringkat teratas
"Tak masalah, lu er tak perlu bersedih"
"Lu Er tak secerdas yang ibu inginkan, lu Er berjanji akan berusaha lebih giat lagi"
"Apanya yang tidak cerdas, putri ibu adalah gadis yang begitu cerdas, bagai mana mungkin bisa menjadi tak cerdas"
"Lu Er hanya menonjol karena sendiri, setiap hati guru jin akan memuji dan menyanjung kecerdasan Lu Er, namun pada kenyataanya lu er tak bisa apapun, hanya manjadi siswa yang cerdas dari satu siswa, sangat tak membanggakan"
"Lu Er ingin teman belajar?"
"Yang mulia kaisar tak akan mengizinkannya, lu Er harus belajar sendiri dalam segala hal"
"Kau ini, jangan bersedih, jika ada ibu maka semua akan selesai"
"Benarkah ibu?, lu Er tak sendirian lagi?"
"Ya, jika kau mau kau bisa masuk ke dalam akademi kekaisaran, dengan begitu ada banyak orang yang akan belajar bersama mu"
"Lu Er sangat mau Bu, terimakasih, lu Er senang"
"Apapun untuk lu Er, jadi sekarang jangan cemberut dan sedih lagi, dalam waktu dekat Lu Er akan bertemu dengan banyak orang"
"Terimakasih Bu, lu Er sangat senang"
Lu Ancheng segera menghambur kepelukan ibunya, hal seperti ini adalah yang ia tunggu selama bertahun tahun, ia tak sabar untuk memasuki akademi istana, dengan begitu ia bisa melihat dan mengasah kemampuannya dengan baik
"Tentu saja apapun akan ibu lakukan untuk lu Er yang tercinta"
Lu Ancheng tersenyum lebar, namun seketika senyuman itu berubah menjadi senyuman malu karena perutnya yang bahkan tak bisa di ajak berkompromi
"Lu Er sangat lapar ternyata lihatlah cacingnya bernyanyi"
"Lu Er hanya memakan sedikit cemilan sebelumnya"
"Anak muda harus banyak makan untuk pertumbuhannya, Qi Ling, siapkan makanan dan katakan pada pelayan bahwa sang putri akan tidur di vapiliun bulan malam ini" Ucap Shang lu dengan nada lembut
"Baik yang mulia" Qi Ling segera meninggalkan keduanya untuk menyiapkan makanan
"Apakah aku di izinkan?" Lu Ancheng menatap ibunya dengan mata yang berbinar,
"Tentu saja, kau bisa datang kapanpun kau inginkan, dan tidur di sini kapanpun kau mau, ini adalah kediaman ibu dan berati juga milik mu"
"Terimakasih ibu, lu Er sangat beruntung dan bahagia mendapatkan ibu sebaik dan secantik ibu" Lu ancheng merasa sangat senang dengan ucapan manis ibunya
"lihatlah siapa yang sedang memuji ibu, mulutmu sangat manis sayang"
Shang lu terkekeh pelan ia tak menyangka jika putri kecilnya bisa bersikap semanis ini
"Qi Ling, mengapa hanya makanan ini?, ini hanya cemilan kecil dan tak akan bisa membuat kenyang"
"Yang mulia, makan di atas jam tujuh malam tak baik untuk tubuh anda"
"Kau ini, jika hanya makan kue kue bagai mana mungkin bisa kenyang, bawakan aku bebek Peking, ayam bakar, ayam bawang, ikan kukus asam manis dan semua makanan yang enak"
"Tapi yang mulia tubuh anda"
"Aku tak akan gendut hanya karena makan di atas jam tujuh malam, tak perlu berlebihan, toh juga tidak setiap hari"
"Baik yang mulia"
Qi Ling mundur dengan ragu, bagai manapun sang junjungan adalah seornag permaisuri, memiliki tubuh yang gemuk hanya akan membuat kaisar tak mencintainya lagi
Sebagai pelayan permaisuri tentu saja ia ingin melakukan hal yang terbaik untuk sang permaisuri, namun sepertinya itu di anggap hal yang berlebihan bagi permaisuri
"Lihatlah Qi Ling, ia sudah bersama ku selama bertahun tahun tapi masih saja melakukan kelalaian, Lu Er, di masa depan jangan menghentikan dirimu untuk menikmati hidup, dunia adalah hal yang fana, ibu harap kamu melakukan apapun yang membuat mu bahagia, jika bukan sebuah kejahatan dan merugikan orang lain maka kau memiliki hak untuk menikmatinya"
"Baik ibu, sebenarnya yang di katakan Nona Qi benar, makan di atas jam tujuh malam sangat di hindari oleh orang orang istana, lu Er sudah membuat ibu kesulitan"
"Kau ini, ibu tidak masalah, makan di atas jam tujuh ataupun tidak makan sama sekali adalah pilihan, dan sekarang ibu memilih untuk menemani Lu Er mengisi perut perut kecil itu"
Shang lu dan Lu Ancheng terus berbincang hingga beberapa pelayan datang dengan membawa makanan yang ia inginkan
Shang lu dengan segera meraih sumpit dan memasukan berbagai makanan ke dalam mangkuk Lu Ancheng, putrinya terlalu kurus, ia memerlukan tambahan daging dan gizi
"Apakah makanan ini sangat enak?" Ucap Shang lu saat melihat sang putri makan dengan begitu lahap
"Enak, makanan ini sangat enak ibu" ucap lu ancheng dengan pipi yang menggembung, ia selalu menyukai makanan yang tak pedas, seperti ikan asam anis ini, sangat enak di lidah bocah kecil sepertinya
"Maka makan lah yang banyak, kau masih dalam masa pertumbuhan" Ucap Shang lu gemas,
"Hmm" ucap lu ancheng mengguk semangat, sembari terus mengunyah makanannya.
Acara makan sudah berlalu, Shang lu dan sang putri masih duduk di depan jendela, mereka menikmati malam bersama, menatap bintang yang berserakan di langit nan gelap
"Lu er"
"Hm" Ucap Lu Ancheng beralih menatap ibunya
"Maafkan ibu, ibu sudah membuat mu menderita, hari hari mu pasti sangat sulit" Ucap Shang lu pelan, ia merasa bersalah dengan sikap kasar tubuh ini, bagai mana seorang ibu rela mengacuhkan anaknya?, hanya untuk sebuah cinta?, benar benar ibu yang keji
"Ibu tidak salah, Lu Er lah yang nakal, ibu memarahi ku untuk kembalikan ku"
Shang lu menatap putrinya dengan tatapan lekat, bahkan ia sudah menjadi pribadi yang dewasa di saat umur belia ini, ia bahkan tak bisa memaafkan ibunya saat ia di tinggalkan, saat ia di acuhkan dan selalu mendapat tatapan benci dari wanita yang berstatus ibunya
"Aku menyayangi mu ibu, ibu jangan menagis, semua sudah selesai, saat ini aku bahagia karena bisa memeluk ibu" Lu Ancheng memeluk erat tubuh ibunya
Shang lu tersenyum samar sembari mengelus lembut punggung sang putri demi memberi sebuah kehangatan dan kasih sayang seorang ibu
"Agh" Lu Ancheng menguap pelan, Shang lu menatap putrinya sembari terkekeh pelan, sangat menggemaskan
"Apakah Lu Er mengantuk?, mari beristirahat, bukankah besok kau harus kembali belajar" Ucap Shang lu membawa sang putri ke ranjangnya
"Selamat malam, tidur yang nyenyak ibu menyayangi mu" Gumam Shang Lu mengecup pucuk kepala anaknya singkat, setelahnya ia ikut terlelap.
Hal yang bahkan tak mereka sadari, jika seseorang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan, setelah memastikan Shang lu dan lu Ancheng tertidur ia perlahan mendekat
Langkah besar ibu bergerak menuju ranjang, mendekati dua wanita yang terlelap di sana, yah dialah kaisar Wu sosok yang sudah memperhatikan semuanya sejak awal, ia tersenyum samar dengan interaksi manis anak dan istrinya, ia sangat bahagia, bahagia dengan kenyataan yang baru ia ketahui ini
"Terimakasih" Bisiknya, ia bergerak pelan menaiki ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Lu Ancheng ia mengecup punggung tangan sang permaisuri sembari berkata
"Maafkan aku membuat mu kesulitan, aku mencintai mu dan hanya akan mencintai mu" Ucapnya dengan nada pelan,
Setelah mengecup pucuk kepala kedua wanita tersayang sang kaisar segera memejamkan matanya perlahan tangan besar itu terulur memeluk keduanya, seolah melindungi istri dan anaknya sekuat tenaga
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Rifa. Alma
Kaisar ni Sangat mencintai Shanglu, cuman sayang dia mengutarakan cinta nya dengan cara yg salah, Membunuh semua keluarga nya, yah wajar klo shanglu teramat sangat² membencinya.
2023-08-11
2
L K
kau bilang mencintai shanglu tapi mengambil selir juga.
dasar buaya
2022-04-06
1