"Bagai mana kabar mu?" Suara itu berhasil membuat Jesvi keluar dari kebingungannya, saat ini ia berada di tempat yang ia sendiri tak tau di mana, tempat ini hanya bernuansa putih dan tak memiliki aksen lainya,
terasa begitu luas dan membingungkan dunia Benar benar sangat suka bermain dengannya, ia sudah mengalami begitu banyak hal di masa lalu, dan kali ini pun ia tak akan di lepaskan dengan mudah, permainan takdir memang sangat membingungkan dan memusingkan
(Untuk sekarang mari panggil Jesvi dengan namanya sendiri, karena Shang Lu yang asli berada di depan mata, dan tidak mungkin kan manggilnya dengan sebutan shang lu satu dan dua, ataupun Shang Lu asli dan palsu)
"Huh akhirnya kau datang juga" Ucap Jesvi setelah berbalik, ia tersenyum sinis menatap wajah sang permaisuri lu yang berada di hadapannya,
Dialah pelaku utamanya, ia lah yang membuat Jesvi berada dalam masalah dan kehidupan seperti ini, mahluk ini sangat egois
"Kau menunggu ku?" Ucap Shang Lu tersenyum miring
Jiwa tersesat ini sangat menggelikan, karena sudah pergi maka Shang lu hanya bisa menikmati hari hari bahagia yang penuh dengan ketenangan yang ia impikan, banyak hal di dunia membuatnya muak,
Meninggalkan dunia kejam itu bukan pilihan yang buruk, ia sudah menderita selama beberapa tahun ini
"Sebenernya tak berminat, hanya saja di seret paksa ke dunia yang bahkan tak kau ketahui itu sangat tak menyenangkan" Jesvi menatap Shang Lu dengan tatapan jengah,
Shang Lu yang membuat masalah dan ia harus menyelesaikannya, bukankah itu menyebalkan?, ia yang berbuat lalu mengapa harus Jesvi yang menerima dampaknya, dasar wanita pengecut, kebahagiaan tak akan pernah di temukan jika di hati memiliki rasa dendam
Setidaknya berdamai dengan diri sendiri, kebahagiaan memang tak datang secara gratis
"Setiap sebab memiliki akibat, setiap hidup memiliki tujuan, aku begitu kau pun sapa, hanya saja kau akan menjadi seseorang yang lebih malang, aku mengasihani nasib buruk yang menimpa mu" Ucap Permaisuri Lu dengan santai dan mendudukkan diri di sebuah bangunan yang datang entah dari mana, Jesvi memutar matanya malas
"Nasib buruk itu kau lah yang dengan sengaja memberikannya, dasar wanita pengecut, hanya bisa lari dari masalah, tak memiliki keberanian menghadapi masalah mu dan merepotkan orang lain"
"Kau tak memiliki hak untuk mengomentari ku, salahkan penulis yang membuat ku mengalami hidup menyedihkan ini, sudah ku katakan setiap sebab pasti memiliki akibat, kau tak bisa menolak itu,"
"Yah aku bahkan sangat tau itu, semua sebab ku mengutuk novel itu dan akibatnya aku harus berada di dunia aneh ini, segera katakan apa tujuan mu menarik ku kesini, apa yang kau inginkan dari ku, kita memiliki dimensi yang berbeda mengapa harus mengusik" Jesvi sangat ingin mencakar permaisuri gila ini, lihat lah?, bawahnya bahkan sangat menyebalkan, tatapan meremehkan senyuman meremehkan itu?, membuat Jesvi tak sabar mengajaknya baku hantam
"Kau ini sangat lucu, dengan segala kekejaman ku bahkan kau tak pernah merasa takut sedikit pun" Shang Lu berucap dengan penuh percaya diri, ia adalah mahluk yang kejam di masa lalu
"Mengapa harus takut, kau tak lebih dari karakter dalam imajinasi sang penulis, kau bahkan tak nyata lalu? Mengapa aku harus takut dengan hal yang jelas jelas hanya sebuah khayalan" Jesvi mengatakan itu dengan senyum mengejek, ia harus mengingatkan mahluk sombong ini siapa dirinya, hanya mahluk tak nyata yang tercipta hanya karena sebuah khayalan
"Berdebat dengan mahluk masa depan memang menyebalkan"
Shang lu hanya menghela nafas dengan malas mahluk ini sangat melelahkan, namun ini sebanding, ia sudah mengambil alih segala kesulitan hidup yang selama ini Shang lu rasakan
"Katakan saja tujuan mu" Ucap Jesvi tak sabar, ia sudah lelah bermain main, ia hanya ingin segera meninggalkan tempat ini, ia tak bisa hidup di dunia aneh ini, bagai mana pun ia adalah mahluk dunia moderen sangat tak cocok hidup di masa ini
"Aku?, hm sebenarnya aku tak memiliki tujuan dan keinginan, aku tak bisa mati karena kaisar itu tak mau melepaskan ku, dan kau bisa anggap anak pembawa sial itu sebagai bonusnya, kau juga sangat sayang kan padanya, jika kau sayang kau bisa merawatnya, dan jika tidak?, kau bisa membuangnya, toh dia hanyalah sampah menjijikan di mata ku"
"Tidak ada anak yang pembawa sial, kau ibu yang berhati batu, ia bahkan tak pernah meminta untuk di lahirkan oleh manusia seperti mu" Jesvi bahkan sudah tersulut emosi saat mendengar ucapan menyakitkan itu, bagai mana pun ia pernah berada di posisi anak yang tak di inginkan, anak yang selalu di anggap sampah yang menjijikan oleh ibunya sendiri
"Lalu?, mengapa ia berada dalam perutku?, kau tau?, sejak awal aku bahkan tidak mau, aku tak pernah menginginkannya, anak itu hanya menghancurkan kehidupan ku, ia hadir hanya untuk mengejek ku, menunjukan pada dunia betapa menyediakan hidup ku, betapa menyedihkannya aku, kau tau?, sejak awal aku sangat membenci semua hal yang bersangkutan dengan bajingan itu, lalu? termasuk anak tak berguna itu" Ucap shang lu tersenyum sinis, matanya sudah memerah menahan tangis,
"Kau benar benar iblis, bahkan hewan pun menyayangi anaknya, sedang kan kau?, aku menjadi sedikit ragu, apakah kau benar benar manusia?" Ucap Jesvi sarkas, apapun masalah yang kau miliki tak seharusnya menumpahkan pada seorang bayi kecil yang baru menghadap dunia ini
"Ku anggap itu pujian, lagi pula sejak awal aku memang tak menginginkannya" shang lu menghela nafas pelan, menahan segala rasa sakit hatinya
"Jika kau tak menginginkan mengapa kau membuatnya, kaisar itu mengapa kau hanya diam saat kaisar menggauli mu" Ucap Jesvi dengan nada sinis
"Aku tidak pernah memiliki niat untuk itu, kaisar itu saja yang bajingan dan brengsek, bahkan ia menggauli ku seperti binatang hina, memperlakukan ku lebih buruk dari seorang budak, aku sudah lelah, ah tidak bahkan bisa di katakan jika aku sudah sangat lelah, aku tak kuat lagi, dan beruntung saat ini sudah ada kau yang menggantikan ku, dan aku bisa hidup dengan nyaman di sini, bersama kedua orang tua ku" Shang Lu tersenyum lebar menatap Jesvi, senyuman yang penuh dengan ejekan itu membuat Jesvi mengumpat dalam keheningan
"Kau menjadikan ku tumbal atas kebebasan mu, kau sangat hebat ternyata, membiarkan orang lain" Sarkas Jesvi tak Terima, apa salahnya hingga harus menjadi tumbal dari kesalahan yang telah di lakukan orang lain, mereka bahkan tak saling mengenal mengapa mereka harus berjumpa dalam keadaan seperti ini
"Memang seperti itu, bukankah antagonis memang hanya di buat untuk di jadikan tumbal?" Shang Lu Terkekeh Pelan,
"Kau.. " jesvi menggeram kesal, wanita iblis ini benar menyebalkan, mahluk tak memiliki hati dan perasaan
"Haha tak menyangka wajah itu sangat lucu saat marah, pantas saja pria brengsek bergelar kaisar bahkan tak pernah terganggu dengan kemarahan ku, hm baik lah, lupakan saja semuanya, aku datang hanya untuk menertawai mu dan nasib malang mu itu, bagaimana menjadi diri ku?, apakah menyenangkan?, sudah lah aku terlalu lelah untuk menemani segala omong kosong mu, aku hanya sedikit memberikan nasehat, jangan terlalu percaya dengan alur yang kau ketahui, karena.. Semua tak sesuai dengan apa yang ada di pikiran mu kau harus berjuang untuk dirimu sendiri, jika kau tak kuat maka Terima saja nasib buruk mu, aku pergi, aku akan datang saat aku ingin menertawai mu" Ucap shang lu, setelahnya ia menghilang terbawa cahaya putih
"Kau" Teriaknya membuka matanya dengan nafas yang memburu,
Ia sangat marah, oh tidak ternyata ia hanya bermimpi, dan permaisuri gila itu?, menertawai nasibnya, benar benar tak tau diri, ia sudah hidup susah di tempat ini, bukan mendapat titik terang mengenai perjalanan hidup di masa depan, ia malah?, wanita sialan itu, wanita sialan itu menertawainya, menertawai segala nasib sial yang ia alami
(Mimpi itu telah berakhir dan itu tandanya mari kembali ke awal, memanggil Jesvi dengan nama Shang Lu)
"Yang mulia, apa yang terjadi?" Ucap Qi Ling dengan nada khawatir, ia sudah menunggu sang permaisuri sejak tadi, ia sempat terkejut mendengar teriakan sang permaisuri yang terlalu tiba tiba
"Tidak, segera siapkan pakaian ku, aku ingin mencari udara segar untuk menghilangkan rasa lelah" Ucapnya menghela nafas pelan, jadi seperti itu?, ia hanya di jadikan korban?, ia hanya di jadikan tumbal dari sang antagonis,
Benar benar menggelikan, tak pernah menyangka jika menjadi seorang antagonis akan se menyakitkan itu?, jika begini bahkan ia memilih untuk tak terlibat apapun, lebih baik ia menjauhi cerita cerita itu, karena jesvi?, sangat tak berniat pada si protagonis maka akan lebih baik jika ia tak memilih
"Huh" Shang lu menghela nafas pelan, hari sudah beranjak sore, ia memilih untuk duduk di gazebo sembari menatap mentari yang perlahan tenggelam,
Kesialan ini bahkan sangat menekannya, kenyataan yang ada?, dia yang telah di tampar oleh kenyataan yang ada, ia tak bisa mati karena memiliki seseorang yang sangat membutuhkannya, tapi?, jika tetap bertahan?, bagai mana ia menghadapi hari harinya di masa depan ini benar benar membingungkan
"Yang mulia datang" teriakan itu membuat Shang lu menghela nafas pelan, ia sudah memilih untuk menyerah, tapi?, tapi kenapa ia harus terjebak di sini dengan kenyataan?,
Ia adalah seorang ibu, ia tak bisa membuat orang lain merasakan bagai mana sakit yang ia rasakan di masa slalu, sejak kecil ia bahkan bukan anak yang di inginkan,
Ia tentu mengerti perasaan Lu Ancheng selama ini, tapi bagai mana dengan dirinya?, bagai mana dengan rasa traumanya, apakah ia mampu mengabaikan itu?, apakah ia mampu bersikap seolah semua baik baik saja?
"Bagai mana keadaan mu?" Suara bas itu lagi lagi hanya di balas dengan keheningan, tubuhnya tiba tiba bergetar,
Waktu berjalan dengan cepat tapi rasa trauma itu masih selalu mengikutinya ia sudah berusaha untuk terlihat kuat, tapi?, benar benar tak bisa, tubuhnya tiba tiba lemas saat mendengar suara itu,
"A.. Apa yang kau lakukan, pergi, Qi Ling, usir dia," teriak Shang lu menjadi histeris, ia ketakutan,
Kilasan kejadian malam itu kembali mengacaukan pikirannya, kejadian malam itu?, malam mengerikan dan malam paling menakutkan dalam sejarah kehidupannya
"Permaisuri, ada apa dengan mu" Ucap kaisar Wu berusaha mendekat, namun bahkan hal itu hanya akan membuat Shang Lu semakin ketakutan
"Pergi, ku mohon, lepaskan aku" Ucap Shang Lu meringkuk di sudut gazebo,
Kejadian malam itu membuat luka yang membekas dalam hatinya, dia, dia di perkosa secara paksa, ia di ikat, ia di lecehkan dan di perlakukan bahkan lebih buruk dari seekor binatang, ia bahkan di perlakukan dengan sangat hina layaknya seorang budak yang tak berharga
"Hang Zhan panggilkan tabib" Ucap kaisar Wu pada bawahnya,
Setelah berteriak teriak tiba tiba tubuh Shang lu lemas dan jatuh tak sadarkan diri, dengan panik kaisar Wu memeluk erat tubuh tak berdaya itu
"Apakah semenakutkan itu?, apakah aku sejahat itu permaisuri" Ucap kaisar Wu sembari menggendong tubuh tak berdaya istrinya,
Ia menghela nafas pelan sembari menatap sendu wajah permaisurinya,
Kaisar Wu melangkah dalam keheningan membawa sang permaisuri kembali ke kamarnya
"Bagai mana tabib?" ucap sang kaisar dengan tergesa
"Yang mulia, yang mulia permaisuri mengalami hal yang begitu berat baginya, yang mulia permaisuri mengalami trauma karena kejadian itu, ia akan selalu seperti ini saat seseorang yang terlibat dalam kejadian yang menimpanya datang, dalam ilmu medis penyakit ini di sebut gangguan mental, yang mulia tidak gila hanya saja ia selalu merasa takut, merasa gelisah saat kejadian buruk itu melintas di dalam pikirannya" jelas sang tabib pelan,
Ia bahkan tak menyangka jika sang permaisuri mengalami penyakit seperti ini, sejak awal ia mengira jika permaisuri sosok yang kuat, tapi?, ia sangat sadar jika manusia memiliki titik lelahnya
"Kau bisa pergi" Ucap kaisar Wu dingin, setelahnya sang tabib segera pergi dan di susul oleh para pelayan yang berada di dalam ruangan
"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulutnya, ia tak bisa mengatakan apapun lagi,
Lagi lagi ia menyakiti wanita yang paling ia cintai, kaisar Wu mengecup singkat kelopak mata yang terpejam itu, kaisar Wu masih duduk diam sampai malam menyapa,
Ia masih setia menemani sang permaisuri yang sedang dalam keadaan tak sadar, ia hanya bisa menatap permaisuri dengan penuh penyesalan, ia lah yang begitu brengsek, ialah yang begitu tersulut emosi saat mendapat penolakan dari sang permaisuri
"Tidak, ku mohon, paman, bantu aku" gumamnya dengan lirih, tidur sang permaisuri terlihat begitu tak nyaman, kasar Wu menggenggam tangan kecil itu dengan erat berusaha untuk menyalurkan kehangatan pada tubuh tak berdaya permaisuri
"Aku, aku di sini permaisuri, maaf, maafkan aku sudah membawamu ke titik ini" bisik kaisar Wu dengan penuh penyesalan
"Tolong, lepaskan aku, paman, hiks paman tolong aku, aku ketakutan paman, mereka sangat menjijikan" ucapnya yang sudah terisak, ia mimpi buruk lagi, kaisar Wu masih menggenggam tangan sang permaisuri dengan erat,
"Aku takut" lirihnya, kaisar Wu tak tahan lagi melihat penderitaan sang istri, ia menarik tubuh itu dalam dekapannya
"Tolong aku, aku mohon, jangan sentuhan aku, siapapun ku mohon jauhkan pria menjijikan ini " ucapnya semakin samar, setelahnya ia kembali tertidur dalam dekapan hangat sang kaisar wu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments