Apa apaan ini

Jesvi mengeliat pelan saat cahaya terang menerobos masuk ke kamarnya, tubuhnya terasa begitu pegal dan yah dia masih sangat mengantuk,

Bagai mana pun ia sudah bergadang semalam ia butuh tidur, ia butuh istirahat, terlambat sedikit tak akan membuatnya di pecat kan?, tidak akan membuat gajinya di potong lagi kan?, semoga saja,

"Cas, jangan menganggu ku, aku masih mengantuk dan ingin tidur lebih lama" Ucap Jesvi dengan suara serak,

ia masih ingin beristirahat setidaknya hari sedikit lebih siang tubuhnya benar benar lelah, ia menyesal telah berada hanya karena sebuah novel dan bahkan berhasil memperburuk moodnya

ia ingin tidur beberapa saat, ia lelah karena bergadang semalaman karena tidur saat malam sudah begitu larut

"Yang mulia, akhirnya anda bangun" Ucap seorang gadis yang bahkan sangat berisik di telinganya

Ia menghela nafas pelan sembari mengacak ngacak selimut dengan kesal, Casya sangat suka seperti ini, sangat suka menganggu tidurnya lihatlah saat ini bahkan saat ini ia sedang cosplay sebagai seorang pelayan yang bertugas untuk membangunkan dan melayani sang putri bangsawan

Saat ini ia benar benar mengantuk, oh Lin Yi tolong berbaik hatilah beri ia tambahan waktu tidur 5 menit saja

"Aku ingin tambahan waktu 5 menit saja" Ia menghela nafas pelan sembari kembali melanjutkan tidurnya yang tertunda

Mari menunggu adegan apa lagi yang di lakukan oleh si Casya Radu drama ini, mahluk menyebalkan ini benar benar tak bisa melihatnya bahagia sebentar saja

"Tabib, segera panggilkan tabib" Teriak si gadis dengan keras, sang junjungan sudah terjaga,

Tabib mengatakan jika permaisuri berhasil melewati masa kritisnya maka ke adaan sang permaisuri akan kembali seperti biasanya, ia tentu sangat bahagia dengan semua ini, ia tau jika junjungannya adalah wanita kuat, ia tak akan kalah dengan semua kesulitan yang ia alami

"Sangat berisik, apakah tak bisa memberikan ku tambahan waktu untuk tidur" Ucapnya dengan nada kesal, ia ingin tidur, bisakah mahluk ini tak susah mengganggunya, hanya lima menit biarkan ia tidur lima menit lebih lama lagi,

Jesvi melempar bantal asal ke arah si gadis pengganggu itu, entah kena ataupun  tidak yang penting sudah melempar dan melakukan upaya penyerangan pada sahabat laknat yang mengusiknya,

Dan yang paling penting ia sudah memberi tahu jika teriak itu menganggu, sebagai manusia tentu saja mengerti dengan sebuah peringatan kecuali, kecuali itu setan

"Yang mulia mungkin sedang berada di alam mimpi" Ucap seorang pria yang membuatnya terjolak kaget, ia membulatkan matanya tak percaya

Apakah dia tak salah dengar, apakah ia sedang bermimpi?, ada suara laki laki?, yang mulia?, dan?,

Hal ini tentu saja menjadi begitu aneh, dengan kesal Jesvi membuka matanya namun yang ia temui adalah hal yang membuatnya menjadi diam seribu bahasa, ia bahkan tak tau akan mengatakan apa sangking terkejutnya

Tempat apa ini?, mengapa sangat?, sangat aneh?, Jesvi duduk di tempatnya dengan tatapan nan begitu linglung, apa apaan ini, apakah ia di culik dan di bawa ke tempat ini?, ia tak begitu kaya dan juga menculiknya tak akan mendapatkan apapun selain kesusahan

Dan hal yang sangat mana bisa ada pria di hadapan dan bagai mana bisa ia ada di sini, mengapa ia malah bagun di sebuah ranjang dengan aksen kuno, ranjangnya di apartment bahkan tak seperti ini, lalu ini di mana?

"Apa apaan ini? aku di mana dan apa yang terjadi?" Ucap Jesvi menatap sekelilingnya, dengan tatapan yang bahkan masih penuh dengan tanda tanya, bangunan ini? bangun ini jelas saja bukan apartemennya, bangunan ini?, bangunan,

Bangunan yang bahkan sangat klasik, dan terlihat sangat mewah, penemuannya pagi ini jela saja membuatnya menjadi tertegun

Terlebih saat beralih menatap pakaian yang ia kenakan, kemana piyamanya yang nyaman?, dimana boneka boneka kecilnya, dan apa apaan ini?, pakaian yang melilit lilit?,

Apakah benar benar tubuhnya, dan tubuh yang hampir remuk, bergadang atau akan membuat tubuhnya sakit semua seperti ini kan?,

"Hahah hahah mimpi, yah ini pasti mimpi, aku pasti bermimpi" Ucapnya tertawa keras, dengan tatapan bingungnya, mengapa mengapa semua orang melihatnya, dan siapa mereka?,

Ini hanya mimpi ia yakin itu, mana mungkin hal konyol ini terjadi, semalam jelas jelas ia masih berada di apartemen, lalu mengapa tiba tiba di tempat aneh ini, pasti mimpikan?, siapapun katakan ini mimpi, ini hanya bunga tidur dan ilusi kan?,

"Ah sialan, aku bahkan terlalu serius hingga terbawa suasana dengan novel yang ku baca semalam hingga malah menjadi mengigau seperti ini" Ia bergumam pelan semalam ia terlalu serius dengan novel tak jelas itu, hingga bahkan dengan mudah terbawa mimpi

"Yang mulia, biarkan saya memeriksa keadaan anda, memastikan jika racun itu tak mencelakai anda" Ucap seorang pria yang mengalihkan atensi Jesvi dari usahanya untuk meyakinkan diri jika dirinya sedang baik baik saja,

Ia beralih ke arah si pria tua, dan apa itu?, racun?, bagai mana bisa ia tertelan racun, sebelum ia tidur Jesvi hanya minum air putih dan belum sempat meminum racun

Toh ia juga tidak bodoh melakukan hal konyol itu, ia masih belum kaya, ia belum rela mati jika belum menjadi orang kaya, membuktikan pada orang orang jika ia pun bisa bangkit dan menjadi sukses

Terlebih pada mantan pacarnya yang menyebalkan itu, ia harus membuktikan jika harta yang di dapati dengan keringat sendiri akan jauh lebih nikmat dari sekedar menikmati harta pemberian orang tua

"Kamu siapa?, kalian semua siapa?, ini dimana?, ngapain kalian di sini?, dan ngapain aku di sini?, aku ingin pulang" Ucap Jesvi menarik diri menjauhi si pria,

Ia terdiam sejenak sembari menatap semua orang dengan tatapan begitu tajam, tatapan yang penuh ancaman dan kewaspadaan terhadap musuh, tatapan peringatan untuk tidak ada yang berani mendekat apa lagi menyentuhnya

"Aku bisa sampai di tempat ini, pasti mimpi kan?, tidak mungkin  ini pasti mimpi aku, yah mimpi ku, aku tak mungkin transmigrasi ketempat beginian, lagi pula itu hanya ada di dalam novel, tidak mungkin aku sampai di sini karena transmigrasi" Batin Jesvi dengan nada malas hal mustahil itu tak akan pernah terjadi, ia adalah gadis abad 21 mana mungkin bisa percaya dengan hal yang sangat tidak masuk akal ini

Hanya saja saat ia menatap sekeliling?, semua benar benar nyata, ia bahkan sudah mencubit dirinya dan benar menyakitkan dan ini?,

Ia menampar dirinya sendiri dan bahkan membenturkan kepalanya ke lantai, namun ia belum juga berhasil untuk bangun

"Tidak mungkin, haha pasti aku hanya sedang mimpi, pasti cuma mimpi, Mimpi, hanya mimpi, cepat bangun bangun Jesvi, jangan kelamaan mimpinya kau harus bangun dan harus kerja, manager sangat garang, kau akan mendapatkan pemotongan gaji jika terlambat, bangun Jesvi, bangun dari mimpi gila ini, semua jelas jelas ini cuma khayalan ku saja, cuma khayalan, aku tidak mungkin beneran nyasar di tempat seperti ini, aku hanya bermimpi dan belum mati" Jesvi bermolong sembari terus memukuli dirinya sendiri,

Ia yakin ini pasti mimpi, mana mungkin ia berada di dunia kuno, semua hanyalah khayalan penulis, tidak nyata dan Jesvi yakin semuanya benar benar tidak nyata, tapi?, semua ini bahkan sangat tak asing,

Semua bangunan sangat familiar, lihatlah lukisan hutan bambu itu?, dan beberapa hal lainnya yang sempat ia baca, yah ia baca di novel sialan itu,

Ia tak mungkin salah mengingat, tersusun rapi di tempatnya, bahkan tak bergeser seinci pun, astaga jika ini nyata maka Jesvi sedang berada di dalam bencana besar

ia tak ingin terlibat dalam masalah orang lain, masalahnya sudah menumpuk dan ia berniat akan segera menjualnya ke tukang rongsokan

"Yang mulia" Ucap seorang gadis mendekati Jesvi dengan begitu panik, tangan si gadis menggapai tangan Jesvi agar tak menyakiti dirinya lagi,

Jesvi sudah menyakiti kepalanya dan ia tak akan membiarkan junjungannya melukai dirinya sendiri lagi

Namun bukan berhenti Jesvi malah semakin menggila, ia bahkan semakin bersemangat menyakiti dirinya sendiri berharap jika dirinya akan segera terbangun, terbangun dari segala mimpi tak masuk akal ini,

Mimpi buruk seperti ini memang harus di sadarkan dengan cepat, jika tidak maka hanya akan membuatnya telat bekerja

"Tidak, ini cuma mimpi, bener mimpi, cuma mimpi dan khayalan ku yang terlalu meresapi sebuah cerita, bener, mana mungkin aku nyasar di sini, ngak" Ucap Jesvi menarik diri menjauh dari beberapa orang yang memeganginya,

ia menekuk lututnya dengan ketakutan, tubuhnya bergetar saat membayangkan jika ini nyata, dirinya terjebak di tempat yang bahkan tak ia kenali,

dirinya terjebak di tempat aneh dan isinya bahkan tak kalah aneh, ia tak ingin menjalani kehidupan di dunia mimpi seperti ini, ia tak ingin

"Yang mulia redakan amarah anda" Suara itu membuat Jesvi menoleh dan menatap gadis di sampingnya

Ia masih menatap semua orang dengan tatapan horor, orang orang ini, apakah ia akan di jadikan tumbal atau bahkan ia akan di jadikan selir

Oh tidak ia tak ingin menjadi perusak, ia tak akan pernah mau merebut hal yang menjadi milik orang, karena itu bukan hal yang baik

Di lihat dari tempatnya terjaga pun sudah pasti ia bukan keluarga sembarangan, lihatlah semua barang mewah ini,

Ia tak sanggup jika harus menanggung beban ini, ia tak sanggup, ia menyerah dan akan mengalah

"Ngak, ngak, pergi kalian, pergi, aku pasti mimpi, aku pasti mimpi, mana mungkin aku jadi permaisuri Shang lu itu, Mana mungkin, gue ngak  mungkin jadi permaisuri bodoh yang akhirnya mati di tangan suaminya sendiri, gue ngak mau jadi Antagonis, ngak gue pasti udah gila" Teriak Jesvi semakin histeris, banyak hal konyol yang bahkan dengan lancang mengusiknya

Ia terlalu shock, shock dengan kenyataan yang ia dapati saat ini ia sudah menyakiti dirinya tapi kenapa dia bahkan tak bangun dari mimpi buruknya atau jangan jangan, jangan jangan, tidak,

Semuanya tidak mungkin, tidak mungkin kan ini nyata, tidak mungkin kan ini kehidupan keduanya dan tubuhnya di apartemen sudah mati?

"Tidak" Teriaknya setelahnya tubuh lemah itu limbung dan kembali jatuh tak sadarkan diri

Tubuhnya terlalu lemah namun bahkan masih bersikeras untuk menyakiti dirinya sendiri, melihat sang junjungan yang jatuh pingsan tentu saja membuat si gadis sangat panik dan membantu sang junjungan untuk naik ke atas ranjang

"Tabib, cepat periksa yang mulia" Ucap si gadis dengan cemas, junjungannya sudah mengalami begitu banyak penderitaan, namun ia tak boleh putus asa, ia yakin suatu saat akan ada seseorang yang akan membuat sang permaisuri bahagia dan mencintainya seumur hidup

Wajah sang permaisuri terlihat semangat pucat, sebagai pelayan pribadi tentu saja sangat khawatir, jika hal buruk terjadi pada sang junjungan maka ia akan mengalami begitu banyak kesulitan di masa depan

"Bagai mana tabib?, bagai mana keadaan yang mulia, apakah yang mulia baik baik saja, bagai mana dengan lukanya tabib" Ucapnya tergesa gesa,

Sang tabib menghela nafas pelan dan beranjak mundur beberapa langkah, wajah tua itu terlihat mengerut membuat si gadis pelayan semakin cemas

"Yang mulia hanya sedikit shock dan kelelahan, yang mulia akan terjaga setelah beberapa waktu kedepan, dan perihal luka tidak masalah, dahi yang mulia hanya sedikit merah jika di kompres dengan teratur memar itu akan menghilang dengan sendirinya" Ucap sang tabib menghela nafas, kebangunan sang permaisuri kalo ini benar benar membuatnya menjadi terkejut

Bagai mana mungkin ini terjadi, racun yang berada dalam tubuh sang permaisuri sebelumnya lenyap tanpa sisa, lalu?, kemana racun itu pergi, mengapa menghilang seolah racun itu tak pernah ada sedari awal

"Saya akan menuliskan beberapa resep untuk yang mulia, yang mulia meminumnya dua kali sehari" Ucap sang tabib pelan, setelahnya ia mengulurkan beberapa kertas di hadapan sang gadis si

"Baik tabib, terimakasih, saya kan melihat tabib Su, terimakasih telah membantu yang mulia" Ucap Sang gadis sopan,

Hal ini hanya di balas dengan senyuman oleh tabib Su, dan setelahnya segera bergerak untuk meninggalkan kediaman permaisuri, tempat yang selalu mencekam dan penuh dengan aura negatif,

Tapi?, tabib Su tak bisa berkomentar apapun, toh bukan hak nya, apapun yang di lakukan oleh pihak keluarga kekaisaran tak memiliki sangkut paut dengan mereka

Hal ini tentu saja sudah menjadi peraturan di kekaisaran ini, ia tak ingin terlibat masalah karena dengan lancang mengkritik keluarga Kekaisaran,

Toh ia juga masih menyayangi kehidupannya beserta keluarganya, dari itu jangan mencoba mengali kubur mu sendiri, lakukan tugasmu dengan baik,

Jangan terlalu ikut campur dalam hal yang tak penting, itu hanya akan membuat mu repot dan kesulitan nantinya

"Yang mulia, maafkan hamba yang tak bisa menjaga anda, hamba pantas mendapat hukuman" Ucap Qi Ling menatap sang junjungan dengan tatapan sendu, ia adalah orang yang selalu menemani permaisuri sejak kecil,

Ia sudah melihat semua ekspresi dari sang permaisuri, baik itu sedih bahagia, dingin kesal dan semua,

Ia adalah pelayan yang sudah bertekad untuk menyerahkan kehidupannya pada sang tuan, dalam situasi apapun ia akan selalu ada, menemani sang junjungan sampai titik darah penghabisan

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

trs apa kabar Jesvi di dunia nyata??

2023-10-02

1

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Apa apaan ini
3 permaisuri
4 Kunjungan Selir
5 Hari yang menyebalkan
6 Lu ancheng
7 kaisar kembali
8 Trauma
9 Putus Asa
10 Putri Lu Ancheng
11 Anak Ku?
12 Cerita
13 Dia Datang
14 Dia Casyandra
15 Mari mencari
16 Keluarga
17 memaksakan diri
18 Suami Istri
19 Meja Makan
20 Mengambil Peran
21 Selir wi
22 Bekerja keras
23 Refresing
24 Siapa suruh jadi protagonis
25 Sudah Bersumi
26 Gelas Terbang
27 Selir Chu
28 Siapa protagonisnya?
29 Lu Ancheng
30 Keluarga Bahagia
31 Bencana
32 Pria Ini Lagi
33 Di salah fahami
34 Bergerak Pelan
35 Luar tembok istana
36 Seperti semut
37 Masuk Antrian
38 Didapatkan Dengan Keringat
39 Berakhir Sia
40 Ying Ying
41 Tuan dermawan
42 Ayah Ku Lebih Tampan
43 Sahabat Kecil
44 Bencana Teratasi
45 Pokonya Ngak.
46 Aku Dia Dan Kita
47 Selir Ganjen
48 Zhang Lan
49 Ulang tahun Zhang lan
50 Pria Bodoh Itu
51 Dia Dari Masa Lalu
52 Kecemasan Kaisar
53 Nasehat Selir Chu
54 Melepaskan Diri
55 Memelas
56 Trik
57 Kematian Selir Chu
58 Berlalu
59 Tertekan Dan Racun
60 Kedatangan Shang Lu
61 Karena dia
62 Perhatian
63 Darah surga
64 Bertemu
65 Tak Perlu Sandaran
66 Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67 Kedatangan Sang Jendral
68 Kesetiaan Keluarga Ban
69 Perlahan sembuh
70 Apapun Bisa Di Lakukan
71 Ilusi
72 Dilema
73 Tawanan Pangeran Ming Yi
74 Tak Ada Penyesalan
75 Aku Titip Mereka
76 Kerikil Lupa Diri
77 Sialan
78 Kerikil Beruntung
79 Salah ku
80 Setidaknya Ia Aman
81 Aura Suami Orang
82 Kabar Lu Ancheng
83 Kerinduan dan duka
84 Kita Bisa Bersama
85 Racun
86 Aku Bukan Milik Mu
87 Kediaman Di Segel
88 Penyesalan Xi ling
89 Teratai
90 Kebakaran
91 Memohon kematian
92 Kaisar Kembali
93 Perasaan lalu
94 Kau Menginginkan Dia?
95 Keluarga Bahagia
96 Keraguan Tak Berdasar
97 Berjalan jalan
98 Di luar tembok istana 2
99 Apakah seburuk itu?
100 Kata Di Balik Kata
101 Nasib Menyedihkan
102 Mata Yang Terbuka
103 Berakhir Kematian
104 Kembali dan patah hati
Episodes

Updated 104 Episodes

1
awal
2
Apa apaan ini
3
permaisuri
4
Kunjungan Selir
5
Hari yang menyebalkan
6
Lu ancheng
7
kaisar kembali
8
Trauma
9
Putus Asa
10
Putri Lu Ancheng
11
Anak Ku?
12
Cerita
13
Dia Datang
14
Dia Casyandra
15
Mari mencari
16
Keluarga
17
memaksakan diri
18
Suami Istri
19
Meja Makan
20
Mengambil Peran
21
Selir wi
22
Bekerja keras
23
Refresing
24
Siapa suruh jadi protagonis
25
Sudah Bersumi
26
Gelas Terbang
27
Selir Chu
28
Siapa protagonisnya?
29
Lu Ancheng
30
Keluarga Bahagia
31
Bencana
32
Pria Ini Lagi
33
Di salah fahami
34
Bergerak Pelan
35
Luar tembok istana
36
Seperti semut
37
Masuk Antrian
38
Didapatkan Dengan Keringat
39
Berakhir Sia
40
Ying Ying
41
Tuan dermawan
42
Ayah Ku Lebih Tampan
43
Sahabat Kecil
44
Bencana Teratasi
45
Pokonya Ngak.
46
Aku Dia Dan Kita
47
Selir Ganjen
48
Zhang Lan
49
Ulang tahun Zhang lan
50
Pria Bodoh Itu
51
Dia Dari Masa Lalu
52
Kecemasan Kaisar
53
Nasehat Selir Chu
54
Melepaskan Diri
55
Memelas
56
Trik
57
Kematian Selir Chu
58
Berlalu
59
Tertekan Dan Racun
60
Kedatangan Shang Lu
61
Karena dia
62
Perhatian
63
Darah surga
64
Bertemu
65
Tak Perlu Sandaran
66
Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67
Kedatangan Sang Jendral
68
Kesetiaan Keluarga Ban
69
Perlahan sembuh
70
Apapun Bisa Di Lakukan
71
Ilusi
72
Dilema
73
Tawanan Pangeran Ming Yi
74
Tak Ada Penyesalan
75
Aku Titip Mereka
76
Kerikil Lupa Diri
77
Sialan
78
Kerikil Beruntung
79
Salah ku
80
Setidaknya Ia Aman
81
Aura Suami Orang
82
Kabar Lu Ancheng
83
Kerinduan dan duka
84
Kita Bisa Bersama
85
Racun
86
Aku Bukan Milik Mu
87
Kediaman Di Segel
88
Penyesalan Xi ling
89
Teratai
90
Kebakaran
91
Memohon kematian
92
Kaisar Kembali
93
Perasaan lalu
94
Kau Menginginkan Dia?
95
Keluarga Bahagia
96
Keraguan Tak Berdasar
97
Berjalan jalan
98
Di luar tembok istana 2
99
Apakah seburuk itu?
100
Kata Di Balik Kata
101
Nasib Menyedihkan
102
Mata Yang Terbuka
103
Berakhir Kematian
104
Kembali dan patah hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!