Meja Makan

Shang lu menghela nafas pelan, mengapa tubuhnya begitu lemah, mengapa ia seakan kehilangan  kekuatan saat berhadapan dengan sang kaisar itu, mengapa?,

Ia tau sejak awal kaisar berprilaku buruk padanya, tapi?, jika di pikirkan lagi perlakuan buruk itu bahkan hanya satu kali, selebihnya?, yah kalian pasti tau kan jika Shang lu akan pingsan jika kaisar berkunjung ini sudah terjadi berkali kali lalu?, apakah ia benar-benar tak bisa melawan rasa traumanya itu?

"Yang mulia, syukurlah anda sudah terjaga, hamba akan memanggilkan tabib" Ucap Qi Ling cepat,

Lagi lagi junjungannya pingsan saat bertemu dangan kaisar sudah dua hari berlalu istana menjadi begitu suram, Lu Ancheng yang terus menerus menagis, hal ini membuat Qi Ling merasa begitu pusing dan sedih melihat keadaan,

Namun apapun yang terjadi Qi Ling tak bisa melakukan apapun ia hanya orang luar yang hanya bisa menonton semua tampa bisa memberikan sebuah perlawanan apaan salahkan dirinya yang lemah,

Salahkan statusnya yang hanya seornag budak yang terhina ini, ia tak bisa melakukan apapun saat sang kaisar berkali kali menindas junjungannya

"Tidak perlu Qi Ling aku sudah baik baik saja, jam berapa sekarang?"

"Sudah hampir memasuki jamuan makan yang mulia"

"Ah baiklah, tolong siapkan air mandi, aku akan mendatangi jamuan makan malam ini" Ucap Shang lu beranjak duduk, ia menguap pelan sembari merentang kedua tanganya untuk melemaskan otot-otot nya yang kaku,

masalah sepele itu membuatnya tertidur selama 2 hari, dan ia butuh bergerak agar tubuhnya lebih baik

"Tapi yang mulia, anda masih sakit, saya akan membawa makanan ke kediaman, jarak aula jamuan dan kediaman cukup jauh"

"Aku sudah baik baik saja Qi Ling, aku butuh bergerak kan, tubuh ku kaku sekali, dan tentu saja berjalan beberapa waktu adalah pilihan"

"Yang mulia, tubuh anda begitu lemah"

"Aku tidak ada apa Qi Ling, aku ingin melihat putriku, ia pasti sangat sedih dan kesepian karena ibunya yang tiba tiba sakit seperti ini, ah bagai mana keadaanya?"

"Setelah kaisar membawa anda masuk putri di minta untuk kembali ke kediaman, meskipun putri menagis kaisar tak mengizinkannya untuk melihat anda"

"Pria kaku itu, jika ia ingin hidup kaku maka hiduplah sendiri, tak perlu memaksa orang lain untuk mengalami kehidupan yang sama sepertinya"

"Yang mulia"

"Ah sudah lah, sudah lah, membahasnya hanya akan membuat ku merasa bosan, siapkan air mandi ku, aku akan berendam beberapa saat, selama beberapa ini aku juga belum pernah kan menghadiri jamuan makan?, kali ini aku akan melihatnya"

"Baik yang mulia" Qi Ling hanya mengguk pelan dan segera menyiapkan kebutuhan sang junjungan

Setelah beberapa saat Shang lu selesai berendam dan bangkit dengan tubuh dan wajah yang lebih fresh

"Yang Mulia, anda sangat cantik"

"Tentu saja, aku memang sangat cantik terlebih cara mu yang bahkan tak kalah dari ahli"

"Anda terlalu memuji yang mulia"

"Ah, letakan satu tusuk saja, terlalu banyak perhiasan akan membuat ku pusing"

"Jika anda kurang sehat bukankah lebih baik jika anda beristirahat di kediaman yang mulia, saya merasa cemas jika anda meninggalkan kediaman, anda baru saja bangun setelah pingsan selama dua hari"

"Tak perlu berlebihan aku hanya akan menghadiri jamuan, aku akan baik baik saja, aku tak akan mati hanya karena berjalan ke sana"

"Yang mulia"

"Kau ini dasar Qi Ling sudah ku katakan aku baik baik saja, lagi pula aku ingin melihat keadaan keluarga istana, sudah cukup lama aku mengurung diri dari orang orang, bukankah sudah waktunya keluar dari zona ini?" ucap Shang lu pelan,

Qi ling hanya mengguk pasrah, setelah membantu sang permaisuri bersiap keduanya segera meninggalkan valium untuk menghadiri jamuan

"Permaisuri lu memasuki aula" teriakan itu di susul oleh datangnya seorang wanita nanti anggun yang dalam sekejap menarik segala perhatian mahluk yang ada di dalam aula

"Selamat malam Bu, apakah ibu sudah baik baik saja" Ucap Lu Ancheng dengan girang sembari menunjukan senyuman lebarnya

"Selamat malam Lu Er" jawab Shang lu tersenyum lebar,

Jamuan cukup ramai ternyata, begitu banyak wanita cantik di sini, dan sepertinya jamuan kali ini bukan hanya jamuan makan biasa, sepertinya ia merasa sedikit menyesal karena tidak mendengarkan nasehat Qi Ling sebelumnya

"Yang mulia, ini adalah tamu dari Qi barat, pangeran kedelapan dan kedua belas yang datang untuk membicarakan beberapa hal di sini"

Bisik Qi Ling dengan nada pelan, sebagai seorang permaisuri tentu saja ia harus tau dengan tamunya yang datang mengunjungi mereka

Mendengar ucapan Qi Ling Shang lu hanya menghela nafas pelan, kedatanganya di waktu yang salah, namun sudah lah, sudah terlanjur dan ia tak bisa melangkah untuk mundur

"Maafkan saya karena sedikit terlambat" Ucap Shang Lu dengan nada nan begitu sopan,

Kaisar Wu berdehem pelan dan dalam sekejap mengubah segala expresinya, ia tentu saja terkejut, sejak kapan sang permaisuri sudi menghadiri hal seperti ini, bahkan mereka tak pernah duduk di meja bersama, permaisuri lu terlalu agung dan tak akan pernah sudi berada di meja yang sama dengan Kaisar Wu, pria yang paling ia benci sepanjang hidupnya

"Apakah kau sudah membaik permaisuri, seharusnya kau beristirahat di kediaman, keadaan mu belum sepenuhnya pulih" Ucap Kaisar Wu tersenyum samar,

Shang Lu membalas senyuman itu dan duduk nyaman di kursi di samping Kaisar, ia duduk tampa mengucap sepatah katapun, acara jamuan di mulai,

Kaisar tak berani meminta lebih, ia bahkan sudah bahagia saat sang permaisuri sudi menemaninya di meja makan, hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan dalam sejarah kehidupanya

"Terimakasih atas perhatian anda"

"Jika merasa tak enak badan biarkan pelayan membawa mu kembali ke kediaman permaisuri"

"Permaisuri ini sudah baik baik saja yang mulia, lagi pula permaisuri ini sudah berada di sini, dan sangat tidak sopan jika meninggalkan tamu di tengah jamuan seperti ini" Ucap Shang lu dengan nada pelan

Jika bisa ia akan berteriak dan mengatakan jika dirinya sangat ingin pergi, namun ia tau jika ucapan kaisar hanyalah sebuah basa basi, ia tau jika setelah datang maka akan sedikit sulit untuk kembali

Orang orang negara Qi terkenal dengan tempramen buruk dan sangat mudah tersinggung, dari itulah ia akan berusa seramah tamah mungkin

Jamuan memang cukup ramai, sebuah meja panjang bahkan di penuhi oleh begitu banyak orang, dan aku melihat pemandangan asing, dua orang pria yang menggunakan pakaian yang sedikit lebih menonjol dan berbeda dengan pakaian adat yang ada di negara mereka

"Yang mulia permaisuri sangat bijak sana, saya merasa terhormat bisa bersitatap muka dengan anda"

"Ah, pangeran senang bisa bertemu dengan anda, para pendongeng selalu menceritakan kisah heroik anda, sebagai singa perang di Padang rumput"

"Anda terlalu memuji yang mulia permaisuri"

Saat Shang lu berusaha untuk beramah tamah kaisar Wu malah menjadi kesal, sejak kapan permaisurinya bisa seperti itu, apa itu saling melemparkan pujian dan menujukan rasa kekaguman

"Saya bersulang untuk yang mulia permaisuri, dan terimakasih karena telah menyambut kami dengan baik di negara ini"

"Ah" Shang lu mengambil gelas araknya

Namun tangannya terhenti oleh tangan kaisar Wu yang mengambil alih arak yang berada di sana

"Permaisuri sedang dalam masa pemulihan, minum arak tidak baik untuk tubuh"

"Ah, tentu saja yang mulia, anda sangat menyayangi permaisuri anda, anda beruntung memilikinya" Ucap pangeran negara Qi dengan nada pelan dan setelahnya menyesap araknya

Shang lu duduk dengan nyaman di antara keramaian, sesekali saling melempar pertanyaan mengenai kerajaan Qi, dan itu benar benar membuat kaisar Wu menjadi tak nyaman

Mengapa permaisuri datang saat jamuan seperti ini, lihatlah, kedua pangeran sialan itu terlihat jelas sangat tertarik padanya, menatapnya dengan begitu lekat dan penuh ke kekaguman

Sedangkan Shang lu?, ia tak ingin ambil pusing dengan pemikiran orang lain, ia hanya perlu menyantap makanannya dengan tenaga

"Ketemu" batin Shang Lu tersenyum licik, ia tak ingin menyibukkan diri dengan ikut serta dalam perang mata antara pangeran negara Qi dan kaisar Wu,

Meskipun suasana sedikit canggung Shang lu dapat menyantap makanannya dengan tenang, kedatanganya ke tempat ini tidak begitu sia sia, ia menemukan seseorang yang ingin bermain dengannya

Ia sudah memiliki niat untuk segera mencari keberadaan sahabatnya itu, tak menyangka jika orang yang ia cari hanya orang yang berada di sekelilingnya,

Dunia benar benar sempit  ternyata, baik lah casya mengajaknya bermain petak umpet, lihat lah siapa yang lebih dahulu ketahuan, benar benar konyol, ia bahkan dapat ngenalin sahabatnya dengan sekilas, kebiasaan casya saat makan memang benar tak bisa berubah, lihat lah?, ia bahkan bisa menemukan dengan mudah

"Permaisuri" Kaisar Wu mencairkan suasana, ia tak suka melihat pangeran Qi itu menatap Shang lu

"Ah?" Shang lu beralih menatap pria yang mengajaknya bicara, sejak kapan?, apakah ia melamun?, sepertinya tidak ia terlalu tenggelam dalam pemikirannya sendiri

Hingga lupa dengan sekitar dan kenyataan bahwa ia yang sedari menjadi obyek tatapan dari kedua pria hebat itu

"Ada apa?, kau terlihat sedikit tak senang, apakah kau merasa tidak nyaman" Ucap kaisar Wu pelan,

Ia tentu dapat melihat senyuman sinis nan samar itu, ia sudah memperhatikan istrinya sejak tadi, mustahil hal sekecil ini lolos dari mengatakannya

"Ah tidak yang mulia, permaisuri ini baik baik saja" Ucap Shang lu dengan anggun

"Apakah kau sudah benar benar pulih?"

"Permaisuri ini baik baik saja"

"Baik lah" Ucap Kaisar Wu mengguk pelan

"Sepertinya hubungan kaisar dan permaisuri begitu baik, rumor hanya sekedar rumor" Pangeran negara Qi bercelatuk pelan

Begitu banyak rumor beredar jika permaisuri dan kaisar tak pernah akur, sudah menjadi rahasia umum jika kaisar merebut kekasih saudaranya sendiri dan bahkan mengasingkannya ke perbatasan yang begitu berbahaya

"Ah yang mulia, hamba mendengar anda jatuh sakit, hamba merasa senang jika tubuh anda sudah kembali seperti semula" Ucap seorang wanita yang berada di ujung sana, Shang lu menunjukan senyum sinisnya

"Rumor hanyalah rumor, jangan terlalu memasukannya ke hati"

"Hah benar, rumor adalah hal yang tak bisa di percaya"

Setelahnya acara makan berlanjut dengan nikmat, mereka menikmati jamuan makan berlalu dengan baik

"Yang mulia permaisuri, ini adalah hadiah yang dibawa langsung dari perbatasan, seseorang memberikannya khusus untuk anda"

"Ah?"

"Seseorang yang pasti anda kenal saat membukanya"

Meskipun sedikit bingung Shang lu mengambil sebuah kotak yang di ulurkan oleh pangeran negara Qi, setelah memberikan barang ia segera bergerak meninggalkan Shang lu, mereka akan kembali ke negara besok dan tentu saja harus bersiap

Dari kejauhan kaisar Wu dapat melihatnya, namun ia hanya bisa diam sembari menggenggam tangannya dengan begitu erat menahan segala amarah

Sejak kapan permaisuri menjadi begitu ramah, mengapa permaisuri tak bisa bersikap baik padanya sedangkan dengan orang lain? ia dengan mudah menyebar senyuman yang bahkan tak pernah ada untuknya

"Apa?"

"Ah anda"

"Kau terlihat begitu bahagia mendapat hadiah itu, entah trik apa yang mereka mainkan di masa depan"

"Anda sangat waspada yang mulia, Bukankah mereka datang untuk membicarakan tentang perdamaian dan persahabatan antar negara, lalu?"

"Mereka memiliki banyak trik di Balong lengan, dan kau sudah seharunya kau waspada dengan maksud dan tujuan hadiah itu"

"Yang mulia, anda terlalu berhati hati, meski memiliki trik mereka tak akan bisa melakukan apapun, dan segeralah beristirahat yang mulia, malam sudah begitu larut"

"Tentu saja, aku masih menunggu seseorang agar kembali ke kediamannya"

"Ah baiklah, jika anda menunggu seseorang, saya gak akan mengganggu, saya mohon diri"

Shang lu segera bergerak meninggalkan kaisar dan kembali ke kediamannya

"Yang mulia"

Setelah kepergian sang permaisuri seseorang datang menghadap pada sang kaisar

"Selidiki benda apa yang di berikan pangeran barat itu pada permaisuri, pastikan jika itu bukan benda yang akan membuat keselamatan permaisuri terancam" Ucapnya dan setelahnya segera meninggalkan tepat tersebut

Ia masih memiliki pekerjaan, dan ia akan menyelesaikan itu terlebih dahulu, saat ini sang permaisuri belum tidur, dan ia tak bisa menyelinap masuk ke kamar untuk beristirahat seperti yang ia lakukan selama ini

"Yang mulia, kotak ini adalah hadiah dari negara Qi anda harus waspada, kerajaan Qi terkenal sebagai kerajaan licik dan kejam, jangan sampai ini membahayakan nyawa anda"

"Ini hanya kotak yang di berikan oleh teman lama, kau bisa kembali ke kamarmu"

"Baik yang mulia"

Setelah kepergian Qi Ling Shang lu bergerak untuk mendekati kotak yang baru di berikan pangeran negara Qi itu,

Saat kotak terbuka hanya sebuah gelang yang cukup indah, ia mengangkatnya, namun hal itu membuat sebuah kertas kecil ikut terjatuh

Shang lu memungutnya dan membuka kertas yang terlipat itu,

"Surat?"

Shang lu memiringkan kepalanya pelan saat membaca isi surat itu, ia tak menyangka jika kedatangan pangeran negara Qi bersangkutan dengan seseorang yang di kenali oleh Shang lu di masa lalu

Shang lu menghela nafas pelan sembari memasukan surat itu ke dalam laci, hanya surat sapaan dan ungkapan rasa rindu setelah lama tak bertemu

Hanya ia tak ingin terlalu menanggapinya, toh itu adalah kehidupan Shang lu yang dulu, dan saat ini ia sudah berada di sini, ia tak akan melakukan hal yang akan menyakiti putrinya

Terpopuler

Comments

خويرون

خويرون

akhirnya ketemu jga sama sahabtnya 😁 gk taunya adalah saingan cintanya🤣 ayo gimana nnti permaisuri setelah tau identasnya casya yg seorang selir suamimu🤭

2023-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Apa apaan ini
3 permaisuri
4 Kunjungan Selir
5 Hari yang menyebalkan
6 Lu ancheng
7 kaisar kembali
8 Trauma
9 Putus Asa
10 Putri Lu Ancheng
11 Anak Ku?
12 Cerita
13 Dia Datang
14 Dia Casyandra
15 Mari mencari
16 Keluarga
17 memaksakan diri
18 Suami Istri
19 Meja Makan
20 Mengambil Peran
21 Selir wi
22 Bekerja keras
23 Refresing
24 Siapa suruh jadi protagonis
25 Sudah Bersumi
26 Gelas Terbang
27 Selir Chu
28 Siapa protagonisnya?
29 Lu Ancheng
30 Keluarga Bahagia
31 Bencana
32 Pria Ini Lagi
33 Di salah fahami
34 Bergerak Pelan
35 Luar tembok istana
36 Seperti semut
37 Masuk Antrian
38 Didapatkan Dengan Keringat
39 Berakhir Sia
40 Ying Ying
41 Tuan dermawan
42 Ayah Ku Lebih Tampan
43 Sahabat Kecil
44 Bencana Teratasi
45 Pokonya Ngak.
46 Aku Dia Dan Kita
47 Selir Ganjen
48 Zhang Lan
49 Ulang tahun Zhang lan
50 Pria Bodoh Itu
51 Dia Dari Masa Lalu
52 Kecemasan Kaisar
53 Nasehat Selir Chu
54 Melepaskan Diri
55 Memelas
56 Trik
57 Kematian Selir Chu
58 Berlalu
59 Tertekan Dan Racun
60 Kedatangan Shang Lu
61 Karena dia
62 Perhatian
63 Darah surga
64 Bertemu
65 Tak Perlu Sandaran
66 Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67 Kedatangan Sang Jendral
68 Kesetiaan Keluarga Ban
69 Perlahan sembuh
70 Apapun Bisa Di Lakukan
71 Ilusi
72 Dilema
73 Tawanan Pangeran Ming Yi
74 Tak Ada Penyesalan
75 Aku Titip Mereka
76 Kerikil Lupa Diri
77 Sialan
78 Kerikil Beruntung
79 Salah ku
80 Setidaknya Ia Aman
81 Aura Suami Orang
82 Kabar Lu Ancheng
83 Kerinduan dan duka
84 Kita Bisa Bersama
85 Racun
86 Aku Bukan Milik Mu
87 Kediaman Di Segel
88 Penyesalan Xi ling
89 Teratai
90 Kebakaran
91 Memohon kematian
92 Kaisar Kembali
93 Perasaan lalu
94 Kau Menginginkan Dia?
95 Keluarga Bahagia
96 Keraguan Tak Berdasar
97 Berjalan jalan
98 Di luar tembok istana 2
99 Apakah seburuk itu?
100 Kata Di Balik Kata
101 Nasib Menyedihkan
102 Mata Yang Terbuka
103 Berakhir Kematian
104 Kembali dan patah hati
Episodes

Updated 104 Episodes

1
awal
2
Apa apaan ini
3
permaisuri
4
Kunjungan Selir
5
Hari yang menyebalkan
6
Lu ancheng
7
kaisar kembali
8
Trauma
9
Putus Asa
10
Putri Lu Ancheng
11
Anak Ku?
12
Cerita
13
Dia Datang
14
Dia Casyandra
15
Mari mencari
16
Keluarga
17
memaksakan diri
18
Suami Istri
19
Meja Makan
20
Mengambil Peran
21
Selir wi
22
Bekerja keras
23
Refresing
24
Siapa suruh jadi protagonis
25
Sudah Bersumi
26
Gelas Terbang
27
Selir Chu
28
Siapa protagonisnya?
29
Lu Ancheng
30
Keluarga Bahagia
31
Bencana
32
Pria Ini Lagi
33
Di salah fahami
34
Bergerak Pelan
35
Luar tembok istana
36
Seperti semut
37
Masuk Antrian
38
Didapatkan Dengan Keringat
39
Berakhir Sia
40
Ying Ying
41
Tuan dermawan
42
Ayah Ku Lebih Tampan
43
Sahabat Kecil
44
Bencana Teratasi
45
Pokonya Ngak.
46
Aku Dia Dan Kita
47
Selir Ganjen
48
Zhang Lan
49
Ulang tahun Zhang lan
50
Pria Bodoh Itu
51
Dia Dari Masa Lalu
52
Kecemasan Kaisar
53
Nasehat Selir Chu
54
Melepaskan Diri
55
Memelas
56
Trik
57
Kematian Selir Chu
58
Berlalu
59
Tertekan Dan Racun
60
Kedatangan Shang Lu
61
Karena dia
62
Perhatian
63
Darah surga
64
Bertemu
65
Tak Perlu Sandaran
66
Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67
Kedatangan Sang Jendral
68
Kesetiaan Keluarga Ban
69
Perlahan sembuh
70
Apapun Bisa Di Lakukan
71
Ilusi
72
Dilema
73
Tawanan Pangeran Ming Yi
74
Tak Ada Penyesalan
75
Aku Titip Mereka
76
Kerikil Lupa Diri
77
Sialan
78
Kerikil Beruntung
79
Salah ku
80
Setidaknya Ia Aman
81
Aura Suami Orang
82
Kabar Lu Ancheng
83
Kerinduan dan duka
84
Kita Bisa Bersama
85
Racun
86
Aku Bukan Milik Mu
87
Kediaman Di Segel
88
Penyesalan Xi ling
89
Teratai
90
Kebakaran
91
Memohon kematian
92
Kaisar Kembali
93
Perasaan lalu
94
Kau Menginginkan Dia?
95
Keluarga Bahagia
96
Keraguan Tak Berdasar
97
Berjalan jalan
98
Di luar tembok istana 2
99
Apakah seburuk itu?
100
Kata Di Balik Kata
101
Nasib Menyedihkan
102
Mata Yang Terbuka
103
Berakhir Kematian
104
Kembali dan patah hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!