Putri Lu Ancheng

"Putri jangan berlarian"

Tiga gadis pelayan mengejar gadis kecil yang berlari menjauhi mereka, ia bahkan tak tau, sedari pagi sang putri menjadi begitu rewel, tak sama dengan hari hari sebelumnya yang begitu patuh dan sangat penurut

"Pelayan Yun aku tak akan berhenti, aku ingin ibunda, aku ingin melihat ibunda" Ucap si bocah terus berlarian menghindari kejaran ketiga pelayan di belakangnya, mereka masih terus bermain kejar kejaran hingga

"Brak"

Bocah delapan tahun itu tersungkur ke tanah, ia sudah berlari dalam jarak yang cukup jauh, ia kelelahan dan lengah hingga bahkan tampa sengaja menginjak gaunnya

"Putri"

Pekik ketiganya dengan begitu panik, dengan gerakan cepat ketiganya segera berlari mendekat sang putri, membantu sang putri untuk berdiri dan segera mengobati luka yang ada di lutut sang putri

"Aku tidak mau kembali, aku ingin ibunda, aku ingin ibu ku, aku hanya ingin menemui ibu ku" Ucap Lu Ancheng sembari terisak pelan

Putri yang sedang berlarian tak lain adalah Lu Ancheng putri dari kekaisaran Wu ini, sebelumnya ia tak tau apa apa, ia masih menjalani hari seperti biasanya, sampai ia mendengar beberapa pelayan yang bergosip mengatakan jika ibunya dalam keadaan yang tidak baik baik saja

Lagi lagi ibunya jatuh sakit, Lu Ancheng tentu saja sedih, ia ingin segera melihat keadaan ibunya memastikan jika sang ibu Baik baik saja, sejak dahulu Lu Ancheng sangat menyayangi ibunya, bahkan tak perduli dengan segala perlakuan  kasar sang ibu selama ini

Sejak hari pemakaman Lin Bao beberapa waktu lalu Lu Ancheng menjadi anak yang sangat periang ia memang sudah kehilangan kucing kesayangannya tapi ia menemukan fakta bahwa, bahwa ia di inginkan, ia sangat senang

Untuk pertama kali dalam hidupnya ia di peluk, di peluk oleh seseorang yang bahkan tak bisa ia panggil ibu saat berada di hadapannya, di masalalu, sang Permaisuri akan menghukum Putri Lu Ancheng jika berani mengusiknya,

Sejak kecil ia bahkan tak pernah di inginkan oleh ibunya, sejak kecil ia bakan hanya melihat tatapan kebencian dari mata indah milik ibunya,

Sudah menjadi rahasia umum jika permaisuri Lu sangat membenci putri Lu Ancheng, ia membenci semua kenyataan yang kejam ini, ia membenci takdir buruk yang harus ia jalani selama bertahun tahun ini

Hidup dengan bahagia dan penuh cinta menikah dan punya anak memiliki keluarga yang harmonis, itu jelas hanya sebuah mimpi baginya, pada kenyataanya semua bahkan tak seindah itu, ia di paksa menikah, ia di paksa melahirkan Seornag anak dan bahkan ia di paksa untuk patuh dan tunduk di bawah kuasa pria yang sangat ia benci

Ia menyalahkan semua nasib buruk ini pada takdir, mengapa ia harus menikahi Kaisar, sedangkan ia mencintai pangeran ke tiga mengapa pangeran ketiga bahkan tak mampu memperjuangkan cinta mereka,

Mengapa pangeran ketiga melepaskannya dan meninggalkannya begitu saja, jawabannya adalah mahluk jema itu, mahluk yang Tampa memiliki rasa malu merenggut dan merobohkan semua mimpi indah yang ia bangun

Mereka sudah menjalin kasih selama hampir dua tahun namun?, tiba tiba kaisar datang dalam kehidupan mereka, menghancurkan hidupnya dan merenggut segala kebahagiaanya,

Sejak menikah permaisuri Lu bahkan sangat membenci kaisar Wu, ia membenci apapun yang berhubungan dengan sang kaisar kejam itu, termasuk putrinya sendiri,

Ia menganggap Lu Ancheng adalah sebuah kesalahan, ia menganggap kehadiran Lu Ancheng hanya akan menambah segala penderitaannya

Ia benci mengapa ia harus mengandung anak sang kaisar, ia benci mengapa ia membawa darah daging kaisar di dalam tubuhnya, sejak awal Lu Ancheng tak di inginkan, permaisuri lu bahkan dengan begitu meminum begitu banyak obat berharap janin didalam perutnya pergi namun?, semua hanya sia sia,

Lu Ancheng terlahir dengan sangat sehat dan membuatnya semakin hancur, membuatnya selalu ingat dengan kenyataan pahit itu, kenyataan bahwa ia dan pangeran ke tiga bahkan tak akan pernah bisa bersatu

"Putri, ini akan sangat membahayakan anda" Ucap pelayan pelan, mereka takut, takut jika sang permaisuri terjaga, merasa tak senang dan langsung menjatuhkan hukuman ke putri kecil mereka,

Mereka tak sanggup melihat penderitaan Lu Ancheng, ia hanyalah anak kecil yang membutuhkan kasih sayang, namun?, bahkan itu tak pernah ia dapatkan

"Aku ingin ibu ku" Teriak Lu Ancheng,

Ia hanya ingin memastikan jika ibunya baik baik saja, apapun yang telah ibunya lakukan, ia tetap seorang ibu, Lu Ancheng tau jika sang ibu tak benar benar membencinya,

Ia yakin dan percaya dengan kalimat jika tak ada satupun ibu yang benar benar membenci anaknya, anak yang Ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri

"Putri Lu" Suara itu membuat Lu Ancheng sontak berbalik,

"Apa yang terjadi?" Suara dingin itu membuat Lu Ancheng terdiam beberapa saat dan setelahnya menekukan lututnya dan menyapa ayahnya

"Yang Mulia" Lu Ancheng menatap ayahnya dengan mata berkaca kaca,

Ia ingin menemui ibunya, ia hanya ingin memastikan bawa ibunya baik baik saja, mengapa para pelayan bertindak seolah ia akan menghadapi kematian saja, ia hanya ingin menemui ibunya,

"Mengapa kau menangis, apa ada yang membuat mu tidak senang putri?," Ucap kaisar Wu pelan, Ia tentu tau bagai mana putrinya, putrinya salah gadis kuat

Bahkan ia masih bisa bertahan saat dirinya tak pernah di inginkan, ia masih menjadi putri yang selalu mencintai ibunya meskipun tau jika dirinya bahkan tak pernah di cintai oleh ibunya

Sebagai seorang ayah tentu saja sang kaisar sangat menyayangi putrinya, memperlakukan putri dengan baik meskipun ia bukan sosok ayah yang hangat namun kaisar Wu dapat memastikan jika segala kebutuhan sang putri di penuhi dan tercukupi,

Karena putri Lu Ancheng adalah putri satu satunya di Kekaisaran ini satu satunya keturunan sah dan akan mewarisi seluruh kekaisaran ini, ini lah yang membuat Lu Ancheng harus belajar lebih giat dari anak anak seusianya

Terlebih ia adalah putri yang lahir dari wanita yang paling ia cintai, meskipun  Lu Ancheng tak di inginkan oleh ibunya namun ia tetap mencintai segala hal yang bersangkutan dengan wanita yang paling ia cintai itu, ia akan mencintai Lu Ancheng sama seperti ia mencintai Shang lu

"Aku.. Aku ingin melihat ibuku yang mulia" ucap Lu Ancheng menatap ayahnya penuh harap, Ia hanya ingin menemui ibunya, hanya ingin bertemu, ia berjanji tak akan merepotkan apa lagi menyusahkan ibunya

Kaisar Wu menatap Lu Ancheng dangan sendu, lu ancheng bahkan belum mengerti bawa ia buka  putri yang di inginkan oleh ibunya sendiri

"Ayah" Ucapnya lirih,

Saat ini ia sedang memohon, hal yang bahkan sangat mustahil di lakukan oleh seorang putri Lu Ancheng, sedari kecil ia sudah menjadi pribadi yang kuat dan tak akan menagis dengan mudah

"Saat ini ibumu masih berada dalam masa pemulihan, apakah kau tak takut mendapat hukuman karena membuatnya tidak senang" Ucap kaisar Wu pelan,

Saat ini permaisurinya sedang dalam masa pemulihan, ia kahwatir kesehatan permaisuri akan semakin memburuk jika Lu Ancheng datang, namun ia juga tak tega menghentikan putrinya

"Hang Zhan bawa putri ke paviliun bulan" Ucap kaisar Wu dengan nada datar, putrinya sudah memohon dan ia tak bisa mengabaikan itu

ia hanya bisa mengabulkan keinginan putri Lu Ancheng dan memastikan keselamatan putrinya, setelahnya memerintahkan sang bawahan ia segera meninggalkan sang putri begitu saja

Sejujurnya ia sangat ingin datang ke paviliun bulan untuk melihat keadaan sang permaisuri, hanya saja, ia tak yakin jika dirinya di terima di sana, ia takut jika kehadirannya hanya akan membuat keadaan sang permaisuri menjadi semakin memburuk.

Di valium bulan Shang lu masih terus menagis, ia tak menolak untuk minum obat, ia sudah melewati rasa sakit yang amat karena racun itu, tapi?, tapi kenapa ia belum mati?, mengapa ia masih berada di dunia ini mengapa ia bisa tahan bahkan ia sudah meminum racun dalam jumlah yang sangat banyak

ia sudah mengalami begitu banyak rasa sakit, ia hanya ingin mati, mengapa ia tak bisa, ia di paksa untuk berada dalam pusaran ini dan larut dalam segala penyesalan dan bayangan pelecehan itu

"Putri Lu memasuki ruangan" Teriakan itu di susul dengan kedatangan Hang Zhan dan seorang bocah delapan tahun yang langsung berlari mendekati Shang lu

"Kau melarang ku menagis karena takut aku menjadi jelek, apakah ibu mau menjadi orang yang jelek" Ucap Lu Ancheng berdiri di hadapan Shang lu dengan senyuman,

Jika Lu Ancheng merasa bahagia berjumpa dengan ibunya berbeda dengan para pelayan yang berada di sana, mereka merasa atmosfer seketika berubah, semua menjadi begitu tegang, semua sedang takut, takut jika sang permaisuri menjadi tak bahagia karena sikap sembrono sang putri

"Kau, bagai mana kau tau kamar ku" Ucap Shang lu tersenyum kecil di balik wajah pucatnya,

Pemandangan langkah ini tentu saja membuat para pelayan terbelalak kaget saat, apakah mereka tak salah melihat?, permaisuri mereka menujukan senyuman, ini benar benar sebuah senyuman di balik wajah pucat yang begitu menyedihkan, senyuman yang bahkan tak pernah di tunjukan selama ini, Tangan Lu Ancheng terulur untuk menepis air mata yang berada di pipi ibunya

"Pelayan pasti membuat anda tak senang lagi" Lu Ancheng berucap dengan nada pelan

Ibunya sedang tidak sehat ia harus menghiburnya, dan senyuman itu?, ia sangat bahagia, sedari awal ia tak berharap mendapatkan senyuman itu, ia mengetahui posisinya, ia sadar betul dengan keadaan ibunya, hal itulah yang membuatnya tak berani untuk memiliki harapan lebih

"Tidak, tidak ada yang mengusik ku, duduk lah disini" Ucap Shang lu menepuk tempat kosong yang berada di sisinya

Putri kecil ini sudah datang untuk menjenguknya, ia tentu saja tak bisa berbuat tak sopan, dan membiarkan tamu berdiri saja

"Apakah aku bisa memeluk mu, wajah mu begitu pucat dan sangat jelek" Putri lu Ancheng meraih punggung tangan ibunya

"Tentu saja" Shang lu tersenyum lembut sembari menggenggam tangan kecil itu, ia menarik putri Lu Ancheng ke dalam pelukanya, terasa sangat menyenangkan dan lega

"Apakah aku boleh mencium mu" Bisik Lu Ancheng lagi, sangat jarang ia memiliki kesempatan seperti ini, ia hanya mencoba memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin

"Kau sangat menggemaskan, ibu mu pasti sangat bahagia memiliki putri sepintar dirimu" Shang lu dengan senag hati mengecup pipi gembul gadis kecil itu, sangat menggemaskan

Kesedihannya sebelumnya sudah menghilang entah kemana, saat ini ia hanya ingin tersenyum sembari memeluk gadis kecil yang menggemaskan ini

"Hm, aku sangat bahagia, akhirnya aku bisa menggapainya, aku sangat bahagia karena aku bisa memeluk mu dan mendapat pujian dari mu"

Putri Lu berucap dengan nada pelan, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan sepanjang hidupnya, hal yang mustahil ia dapatkan telah ia miliki hari ini, bisakah ia menjadi serakah, dan berharap jika pelukan dan ciuman itu akan terulang, lagi?

"Apakah ibu mu tak pernah memeluk mu?" Bisik Shang lu dengan nada pelan

Bocah kecil ini terlihat begitu menggemaskan, lalu mengapa ia terlihat sangat bahagia karena mendapatkan pelukan dan ciuman darinya?,

"Sejak hari ini ada aku sangat bahagia," Ucap Lu Ancheng mempererat pelukanya, pelukan hangat yang selalu ia impikan di sepanjang kehidupanya

"Agsh" Rintih Shang lu saat ia merasa nyeri di dadanya, racun yang ia minum belum sepenuhnya menghilang,

Ia gagal bunuh diri dan mati, ia gagal kembali ke dunianya atau bahkan ke akhirat, yang tersisa hanya rasa sakit karena racun yang ia makan sebelumnya

"Y.. Yang mulia, apakah anda baik baik saja" Lu Ancheng menatap ibunya dengan panik, sebelumnya ibunya baik baik saja, lalu mengapa menjadi seperti ini

"Putri kau bisa kembali, yang mulia sedang dalam keadaan yang tidak sehat" Qi Ling berucap pelan

Junjungannya membutuhkan waktu untuk beristirahat, terlebih putri lu baru saja memeluk dan menciumnya, Qi Ling takut jika junjungannya tertekan dengan perilaku putri Lu

"Tak apa Qi Ling, biarkan dia menemani ku di sini, kau dan yang lainya bisa pergi untuk merebus obat ku" Shang lu membenahi posisi duduknya

Obatnya sudah dingin dan harus di ganti lagi, ia baik baik saja, ia sangat bahagia jika gadis kecil ini mau menemaninya malam ini

"Tapi yang mulia?" Qi Ling berucap lagi

Putri lu tinggal, apakah ini akan baik baik saja?, apakah ini tak akan mempengaruhi junjungannya?,

"Aku akan baik baik saja, aku hanya sendirian di sini, dan ia bisa menemaniku untuk mengobrol bukankah begitu?" Shang lu berucap sebari mengelus lembut pucuk kepala putri lu

Lu Ancheng hanya menggukan kepalanya dengan pelan, ibunya memintanya untuk tinggal, tentu saja itu membuatnya sangat bahagia, ibunya ingin di temani dan mengobrol dengannya

"Tapi yang mulia apakah anda baik baik saja"

"Aku baik baik saja Qi Ling, jika kau tak membuat obatku sekarang maka aku tak akan minum obat malam ini"

"Ah baiklah yang mulia, saya akan merebus obat kembali, putri saya menitipkan yang mulia" Ucap Qi Ling dan setelahnya meninggalkan sang permaisuri

"Kau juga bisa pergi tuan Hang, kau telah mengacaukan rencana ku" Ucap Shang lu malas, ia tentu sadar jika ia telah di awasi, saat memasukan racun ke kue pun juga tak luput dari pantauan sang Ksatria, Shang lu bahkan sudah menyadari itu sejak awal

Terpopuler

Comments

Ibuk'e Denia

Ibuk'e Denia

thor MC nya kok nggak di beri kekuatan lebih

2024-02-01

0

Oi Min

Oi Min

ini perasaan permaisuri asli. sedang Jevi tahunnya permaisuri yang di benci dan tdk di inginkan. padahal kaisar sngt mencintai permaisuri

2023-10-02

1

خويرون

خويرون

ko jahat bnget ibunya anaknya sendiri tak diinginkan 🙄

2023-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Apa apaan ini
3 permaisuri
4 Kunjungan Selir
5 Hari yang menyebalkan
6 Lu ancheng
7 kaisar kembali
8 Trauma
9 Putus Asa
10 Putri Lu Ancheng
11 Anak Ku?
12 Cerita
13 Dia Datang
14 Dia Casyandra
15 Mari mencari
16 Keluarga
17 memaksakan diri
18 Suami Istri
19 Meja Makan
20 Mengambil Peran
21 Selir wi
22 Bekerja keras
23 Refresing
24 Siapa suruh jadi protagonis
25 Sudah Bersumi
26 Gelas Terbang
27 Selir Chu
28 Siapa protagonisnya?
29 Lu Ancheng
30 Keluarga Bahagia
31 Bencana
32 Pria Ini Lagi
33 Di salah fahami
34 Bergerak Pelan
35 Luar tembok istana
36 Seperti semut
37 Masuk Antrian
38 Didapatkan Dengan Keringat
39 Berakhir Sia
40 Ying Ying
41 Tuan dermawan
42 Ayah Ku Lebih Tampan
43 Sahabat Kecil
44 Bencana Teratasi
45 Pokonya Ngak.
46 Aku Dia Dan Kita
47 Selir Ganjen
48 Zhang Lan
49 Ulang tahun Zhang lan
50 Pria Bodoh Itu
51 Dia Dari Masa Lalu
52 Kecemasan Kaisar
53 Nasehat Selir Chu
54 Melepaskan Diri
55 Memelas
56 Trik
57 Kematian Selir Chu
58 Berlalu
59 Tertekan Dan Racun
60 Kedatangan Shang Lu
61 Karena dia
62 Perhatian
63 Darah surga
64 Bertemu
65 Tak Perlu Sandaran
66 Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67 Kedatangan Sang Jendral
68 Kesetiaan Keluarga Ban
69 Perlahan sembuh
70 Apapun Bisa Di Lakukan
71 Ilusi
72 Dilema
73 Tawanan Pangeran Ming Yi
74 Tak Ada Penyesalan
75 Aku Titip Mereka
76 Kerikil Lupa Diri
77 Sialan
78 Kerikil Beruntung
79 Salah ku
80 Setidaknya Ia Aman
81 Aura Suami Orang
82 Kabar Lu Ancheng
83 Kerinduan dan duka
84 Kita Bisa Bersama
85 Racun
86 Aku Bukan Milik Mu
87 Kediaman Di Segel
88 Penyesalan Xi ling
89 Teratai
90 Kebakaran
91 Memohon kematian
92 Kaisar Kembali
93 Perasaan lalu
94 Kau Menginginkan Dia?
95 Keluarga Bahagia
96 Keraguan Tak Berdasar
97 Berjalan jalan
98 Di luar tembok istana 2
99 Apakah seburuk itu?
100 Kata Di Balik Kata
101 Nasib Menyedihkan
102 Mata Yang Terbuka
103 Berakhir Kematian
104 Kembali dan patah hati
Episodes

Updated 104 Episodes

1
awal
2
Apa apaan ini
3
permaisuri
4
Kunjungan Selir
5
Hari yang menyebalkan
6
Lu ancheng
7
kaisar kembali
8
Trauma
9
Putus Asa
10
Putri Lu Ancheng
11
Anak Ku?
12
Cerita
13
Dia Datang
14
Dia Casyandra
15
Mari mencari
16
Keluarga
17
memaksakan diri
18
Suami Istri
19
Meja Makan
20
Mengambil Peran
21
Selir wi
22
Bekerja keras
23
Refresing
24
Siapa suruh jadi protagonis
25
Sudah Bersumi
26
Gelas Terbang
27
Selir Chu
28
Siapa protagonisnya?
29
Lu Ancheng
30
Keluarga Bahagia
31
Bencana
32
Pria Ini Lagi
33
Di salah fahami
34
Bergerak Pelan
35
Luar tembok istana
36
Seperti semut
37
Masuk Antrian
38
Didapatkan Dengan Keringat
39
Berakhir Sia
40
Ying Ying
41
Tuan dermawan
42
Ayah Ku Lebih Tampan
43
Sahabat Kecil
44
Bencana Teratasi
45
Pokonya Ngak.
46
Aku Dia Dan Kita
47
Selir Ganjen
48
Zhang Lan
49
Ulang tahun Zhang lan
50
Pria Bodoh Itu
51
Dia Dari Masa Lalu
52
Kecemasan Kaisar
53
Nasehat Selir Chu
54
Melepaskan Diri
55
Memelas
56
Trik
57
Kematian Selir Chu
58
Berlalu
59
Tertekan Dan Racun
60
Kedatangan Shang Lu
61
Karena dia
62
Perhatian
63
Darah surga
64
Bertemu
65
Tak Perlu Sandaran
66
Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67
Kedatangan Sang Jendral
68
Kesetiaan Keluarga Ban
69
Perlahan sembuh
70
Apapun Bisa Di Lakukan
71
Ilusi
72
Dilema
73
Tawanan Pangeran Ming Yi
74
Tak Ada Penyesalan
75
Aku Titip Mereka
76
Kerikil Lupa Diri
77
Sialan
78
Kerikil Beruntung
79
Salah ku
80
Setidaknya Ia Aman
81
Aura Suami Orang
82
Kabar Lu Ancheng
83
Kerinduan dan duka
84
Kita Bisa Bersama
85
Racun
86
Aku Bukan Milik Mu
87
Kediaman Di Segel
88
Penyesalan Xi ling
89
Teratai
90
Kebakaran
91
Memohon kematian
92
Kaisar Kembali
93
Perasaan lalu
94
Kau Menginginkan Dia?
95
Keluarga Bahagia
96
Keraguan Tak Berdasar
97
Berjalan jalan
98
Di luar tembok istana 2
99
Apakah seburuk itu?
100
Kata Di Balik Kata
101
Nasib Menyedihkan
102
Mata Yang Terbuka
103
Berakhir Kematian
104
Kembali dan patah hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!