Lu ancheng

Shang lu menghela nafas pelan, waktu berjalan begitu lambat dan saat ini ia masih berada di tempat yang sama saat pertama kali ia terjaga,

Di tubuh seorang permaisuri menyebalkan yang berperan sebagai si antagonis, ia menghela nafas pelan sembari menatap ke luar jendela, seperti biasa ia hanya melihat pelayan yang berlalu lalang,

Sudah terhitung dua minggu Jesvi berada di tempat ini, ia juga hanya berdiam diri di kediaman tampa melakukan apapun benar benar kehidupan yang membosankan

Kehidupan di masa ini benar benar memuakkan ternyata, ia tak bisa melakukan apapun

Selama dua Minggu penuh ia hanya duduk diam dan termenung seperti orang bodoh, ia memang suka menikmati waktu namun?, melamun dalam waktu dua Minggu tentu saja sangat tak menyenangkan

Tak ada satupun yang bisa ku lakukan, para pelayan seolah sangat takut pada ku, tak ada WiFi, tak ada TV, Hp, maupun Internet di sini, benar benar memuakan

"Air mandi anda sudah siap yang mulia" Ucap Qi Ling pelan, setelahnya Shang lu segera berdiri dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri

Saat bangun tidur ia langsung keluar kediaman melihat pemandangan, suasana Menag Astri, memang tempat yang cocok untuk berlibur dan menenangkan diri

Namun jika terlalu lama maka tidak akan menjadi mengenakan, bahkan menjadi hal yang membosankan

Ia adalah gadis yang lahir di abad dua satu terbiasa bersama segala teknologi yang canggih,

dan saat ini ia harus terdampar di dunia antah berantah ini, Tampa bisa melakukan apapun dan tak bisa mengerjakan apapun karena semuanya sudah di tangani oleh para pelayan yang ada

"Qi ling, bagai mana rasanya menjadi seorang pelayan?" Ucap Shang lu saat Qi Ling membantu membersihkan  tubuhnya

Qi Ling menyiram kelopak bunga melati ke tubuh Shang lu dan ini memang cukup menyenangkan

Saat ini ia berada di dalam di lema, dua Minggu di tempat ini terasa begitu lama, waktu berjalan sangat lambat dan membuatnya merasa lelah dan ingin kembali ke kehidupanya semula

Ia ingin melepaskan semua kehidupan aneh dan sangat tak masuk akal ini

"Hamba sangat bahagia, karena saya melayani yang mulia, saya senag karena yang mulia akhirnya kembali sembuh dan bersemangat" sahut Qi Ling yang masih sibuk dengan segala pekerjaannya

"Apakah di luar menyenangkan?"

Shang lu menatap Qi Ling dengan nada tanya, selama di tempat ini ia memang tak pernah meninggalkan kediaman

Awalnya ia malas bergerak karena sedang menikmati kehidupan orang kaya namun setelahnya ia merasa bosan

Namun tak memiliki ide untuk keluar, istana ini sangat besar dan ada ratusan dan bahkan ribuan pengawal yang akan menangkapnya jika berani pergi begitu saja

"Yang mulia, suasana di luar memang sangat menyenangkan tapi sangat berbahaya untuk wanita lemah seperti hamba yang hina ini, di luar sana banyak sekali orang jahat yang bisa mencelakai dan membunuh kapan saja"

Jawab Qi Ling di masa lalu ia memang sering ke luar, menghabiskan waktu di luar istana, namun setelah junjungannya menikah ia tak berani berprilaku sesuka hati

"Bahkan kehidupan di istana ini lebih jauh mengerikan dari dunia luar" gumam Shang lu pelan

Semua tempat memiliki potensi untuk mencelakai dan menghilangkan nyawa, di istana ini memang terlihat begitu mewah

Dan ia juga bukan tak tau bagai mana kejamnya persaingan wanita kaisar, dan jujur saja ia tak ingin terlibat

Apapun yang di lakukan kaisar ia tak ingin tau dan tak akan pernah ingin perduli, biarkan mahluk kejam itu melihat bagai mana akibat dari keserakahan ya terhadap wanita

Setelah ini pasti pria itu akan membawa Seornag putri perdamaian dan koleksi perempuan menyebalkan di sini akan semakin bertambah

"Apakah kau tidak bosan?, kau tidak capek jika harus bekerja setiap saat, bahkan kau membantu ku mandi, mengganti pakaian, menata rambut, merias wajah dan bahkan memakaikan sepatu, apa kau tak lelah?, apakah kau tak muak dengan pekerjaan mu ini, lagi pula sebenarnya aku bisa melakukan semuanya sendiri, tampa bantuan orang lain, akhir akhir ini aku terlalu memanjakan diriku sendiri"

Shang lu berucap pelan, jika terlalu di manjakan ia takut jika tubuhnya menjadi lupa diri dan akan menjadi pemalas

"Melayani anda adalah berkah yang sangat hamba syukuri, dan kenyamanan anda adalah hal terpenting untuk hamba,"

Qi Ling menjawab dengan hati hati, ia tak dapat menebak maksud dan tujuan sang junjungan membicarakan hal itu

Selama ini ia memang sudah seperti itu, sedari kecil ia sudah berada di sisi sang junjungan, melayani dan menyebabkan hati sang junjungan adalah suatu aktivitas wajib baginya,

"Mengapa kau bersyukur, bukankah selama ini aku selalu memperlakukan mu kasar? dan kejam, aku bahkan tak segan melukai wajah mu, tubuh mu dan tak segan mencambuk mu" Ucap Shang lu sembari memainkan kelopak melati yang ada dalam bak mandinya

Beberapa ingatan mengenai kekejaman sosok permaisuri ini, ia tak segan menghancurkan siapapun yang membuatnya tak bahagia

Dan bahkan Qi Ling selalu terkena imbasnya, jika ia tak senang ia bisa memukul dan bahkan mencambuk Qi Ling sampai kemarahannya reda

"Hamba melakukan kesalahan, dan hamba pantas untuk mendapatkan hukuman"

Qi Ling langsung memundurkan tubuhnya dan langsung bersujud di hadapan sang junjungan, ia merasa takut jika ia akan di buang dan tak di inginkan lagi

demi apapun ia tak akan sanggup jika tiba tiba sang junjungan membuangnya, seluruh kehidupan Qi Ling hanya bergantung pada sang junjungan, jika sang junjungan tak menginginkannya maka ia lebih menyukai sebuah kematian

"Sudah lah, jangan bersujud, kau menjadi basah karena air, ganti pakaian mu dan minta pelayan menyiapkan pakaian ku, aku sudah selesai" Ucap Shang lu pelan, ias udah berendam cukup lama dan ia sudah merasa sedikit bosan

"Tapi yang mulia, saya bisa melakukanya"

"Bersihkan tubuh mu aku tak suka melihat orang jelek di sekeliling ku" Shang lu berucap dengan nada pelan

Qi Ling sudah cukup menderita, dari itu ia tak ingin menambahnya, ia bukan Shang lu yang berhati kejam, ia adalah Jesvita gadis abad 21 yang memiliki hati dan perasaan

"Baik yang mulia" Qi Ling berjalan pelan meninggalkan tempat memandikan, sang junjungan menyuruhnya merubah pakaian dan ia hanya bisa patuh

Setelah selesai berganti pakaian ia segera kembali ke kediaman bulan untuk merias wajah sang permaisuri

"Rias sederhana, letakan dua perhiasan, terlalu banyak perhiasan membuat ku sakit kepala"

"Baik yang mulia" Ucap Qi Ling pelan, saat ini Qi Ling hanya melayani sang permaisuri sendiri, Jesvi tak menyukai pelayan yang terlalu banyak, dan Jesvi tentu saja mengusir mereka

"Bukankah ini selalu sederhana yang mulia" Qi Ling berucap pelan, penampilan seperti ini sangat tak pantas untuk Seornag wanita yang berstatus sebagai seorang permaisuri

"Aku hanya ingin berkeliling, ini adalah kali kedua ku berkeliling, jangan kacau suasana hati ku jika tidak ingin berakhir sama dengan masa lalu"

Shang lu menjawab dengan datar, ia hanya akan berkeliling, dan itu tak memerlukan pakaian yang megah

Pakaian pakaian itu hanya akan membuatnya susah bergerak saja

"Baik yang mulia"

"Pastikan jika tak ada pelayan yang mengekori ku, jika sampai kau lalai maka bersiaplah menerima hukuman"

"Mematuhi yang mulia" Ucap Qi Ling, mereka sudah bersama dalam waktu yang cukup lama,

Qi Ling merasa hal aneh terjadi pada sang permaisuri beberapa bulan belakangan ini, setelah terbangun dari sakitnya sang permaisuri bersikap begitu hangat,

Sejak kecil Qi Ling sudah biasa di perlakukan dengan buruk oleh sang permaisuri namun kali ini?, sang permaisuri bahkan begitu memperhatikannya, mengobati lukanya dan memberi kesempatan untuk terus melayaninya,

Qi Ling tentu saja sangat bersyukur, terlebih interaksi keduanya semakin membaik, sang permaisuri tak lagi berlaku kasar, setidaknya secara fisik,

Namun Qi Ling harus berhadapan dengan lembaran peraturan jika membuat kesalahan, dari itu Qi Ling merasa batin tertekan,

Namun pada intinya ia jelas sangat bahagia atas segala perubahan sang tuan, menjadi sosok yang lebih toleransi dari sebelumnya

"Yang mulia pakaian anda akan kotor" Ucap Qi Ling saat Shang lu mendudukkan diri di bawah pohon rindang yang berada di taman

"Tak masalah, kau bisa pergi, bawakan aku buahan dan teh, udara sangat cerah hari ini, aku ingin  menikmatinya, jangan biarkan seseorang mengusik ku" Ucap lu tersenyum lebar,

Setelah hampir dua bulan terkurung akhirnya ia bisa keluar dari vapiliun, ia merasa bosan, dan tempat ini?, berhasil membuat moodnya kembali membaik

"Hiks hiks" Suara isakan itu membuat Shang lu membukakan matanya, ia bergerak pelan menuju sumber suara

"Gadis cantik mengapa kau menagis, hapus air mata mu, jika tidak kau akan menjadi sangat jelek" Ucap Shang lu lembut pada bocah kecil yang menangis di samping sebuah gundukan tanah

"A..Yang... "

"Tidak usah takut" Ucap Shang lu saat si bocah berhinsut menjauh darinya

"Kau gadis kemarin kan?"

"Ampuni aku karena sudah membuat yang mulia merasa tak senang" Ucap si bocah menepis air matanya dengan cepat

"Haha kau ini sangat menggemaskan, aku sudah memaafkan mu, hari itu aku hanya sedikit kesal, para pelayan membuat ku tak bahagia, bukan marah ke pada mu" Ucap Shang lu mencubit pipi gembul si bocah kecil, si bocah tak lagi melangkah mundur, ia membiarkan Shang lu menyentuhnya

"Ah baik lah, mendekat lah, ceritakan apa yang terjadi, mengapa kau menagis" Ucap Shang lu mendudukkan dirinya di tanah dengan asal,

Ia sedang kesepian, ia menyukai bocah kecil, bocah ini mengingatkan pada dirinya di masa lalu, sedih dan kesepian,

Ayah yang sibuk bekerja dan ibu yang tak ia ketahui karena ia bahkan tak pernah tau siapa wanita yang melahirkannya

"Lin Bao meninggalkan ku, hiks hiks sekarang aku hanya sendirian di istana ini" Ucap si bocah masih terisak dalam diam, ia tak berani menagis karena tak ingin memperburuk suasana hati sang permaisuri

"Siapa dia?" Shang lu berjongkok di hadapan si gadis kecil

"Kucing kesayangan ku, sekarang aku sendirian" Ucap si bocah kecil dengan nada pelan,

Bahkan ia masih tak berani mengangkat kepalanya saat berbicara pada sang permaisuri, ia takut, ia takut kembali mendapat hukuman karena dengan lancang menatap sang permaisuri

"Bukankah ada begitu banyak pelayan yang bisa bermain dengan mu, kau tak sendirian, banyak orang yang menyayangimu, jangan menagis" Ucap Shang lu mengelus rambut si bocah pelan

"Lin Bou adalah teman ku satu satunya, tak ada yang mau menemaniku, aku tak memiliki siapapun di dunia ini, mereka bahkan tak menginginkan ku" Di gadis berucap dnegan suara tertahan

Shang menghela nafas pelan, memang sangat menyakitkan, ia bahkan teringat saat ia kehilangan ayahnya,

Sangat terpukul, ia sangat sedih dan sangat terpuruk, semua hal yang pergi meninggalkan memang akan menyisakan luka, Shang lu sudah merasakan hal itu sebelumnya, ia hanya memiliki ayah sebagai sumber kebahagiaan, namun?,

Ayahnya meninggal dunia, sejak saat itu ia hidup sebatang kara, ibunya sudah meninggalkan sejak kecil, ia adalah anak yang tak pernah di inginkan,

Anak yang hadir karena sebuah kesalahan, tapi apakah seorang bayi bisa memilih takdir dan orang tua mereka?, tentu saja tidak

"Hmm, jangan menangis gadis cantik, masih ada aku, dan angkat kepala mu saat berbicara dengan orang lain, kau adalah seorang bangsawan jangan pernah menundukkan wajahmu saat berbicara"

"Yang mulia?"

"Iya, jangan merasa kesepian, aku juga sendirian, tidak ada kerabat ataupun saudara di sini tapi aku bisa hidup dan bertahan, kau masih bisa mengandalkan diri mu sendiri, karna bergantung dengan suatu hal hanya akan membuat kau merasa kecewa saat tiba tiba ia meninggalkan mu, seperti Lin Bao ini" Ucap Shang lu menepis air mata yang berada di pipi mungil si gadis kecil

"Yang mulia pasti kesulitan"

"Tidak juga, tidak sesulit yang terlihat, kita sudah bertemu beberapa kali apakah kau tak ingin mengenalkan namamu?, kita sudah berbicara sejak tadi tapi kenapa kau tak memperkenalkan nama mu?"

"Lu Ancheng, nama saya Lu Ancheng yang mulia" Ucap si gadis pelan

"Nama yang sangat indah sangat cantik seperti dirimu anak manis, dan sekarang?, apakah kau sudah lebih baik?" Ucap Shang Lu yang hanya di balas dengan anggukan pelan dari si gadis kecil perlahan senyuman merekah di wajah mungilnya

"Sangat bagus, boleh saja menangisi yang pergi, tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan, kehidupan ini masih sangat panjang" Ucap Shang lu tersenyum lebar, ia yakin setiap manusia memiliki kesulitannya sendiri

"Apakah aku boleh memeluk mu?, ah maafkan kelancangan saya yang mulia" Ucap Lu Ancheng dengan nada ragu takut takut menyinggung perasaan wanita di hadapannya ini

"Tentu saja, kenapa kau tak boleh memeluk ku, kau juga sangat cantik dan bahkan sangat menggemaskan" Ucap Shang lu tersenyum lebar dan langsung memeluk sang gadis kecil dengan erat

"Mengapa kau menagis?" Bisiknya saat mendengar isakan kecil dari bocah mungil di dalam pelukan ini

"Aku sangat bahagia, terimakasih, terimakasih karena sudah memeluk ku" Ucapnya pelan,

Shang lu tersenyum lebar sembari mengelus rambut lu Ancheng dengan penuh kasih, ia tentu mengerti jika menjadi putri seorang bangsawan tak mudah,

Sama seperti menjadi putri dari pengusaha sukses jika di zaman moderen, ayah dan ibu yang sangat sibuk hingga tak memiliki waktu untuk menemani anaknya bermain dan kurangnya interaksi hal itu membangun tembok antara mereka

"Sudah lah jangan menangisinya lagi, lihatlah matamu bahkan sudah menjadi bengkak , sekarang kembali lah, pelayan pasti sedang sibuk mencari mu" Ucap Shang lu pelan, Lu Ancheng mengguk pelan, dan dengan langkah girang meninggalkan taman

"Yang mulia" Teriakan itu berhasil membuat Shang lu membalikan tubuhnya

"Aku di sini" Ucap Shang Lu pelan

"Yang mulia, syukurlah hamba bisa menemukan anda"

"Sudah lah, dimana teh dan buah ku?"

"Di gazebo yang mulia, akan saya ambilkan"

"Tidak perlu, aku akan kesana" Ucap Shang lu berdiri dari duduknya dan segera bergerak menuju gazebo untuk segera menikmati teh dan buah buahan nya

Terpopuler

Comments

💖 sweet love 🌺

💖 sweet love 🌺

hangat dari mana.. lah ngomong nya aja masih kasar dan ketus gitu

2023-11-03

1

Oi Min

Oi Min

kadang Jesvi..... kadang Yuan Li..... yg bner yg mane tor???

2023-10-02

1

L K

L K

apa lu ancheng itu anak permaisuri?

2022-04-01

3

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Apa apaan ini
3 permaisuri
4 Kunjungan Selir
5 Hari yang menyebalkan
6 Lu ancheng
7 kaisar kembali
8 Trauma
9 Putus Asa
10 Putri Lu Ancheng
11 Anak Ku?
12 Cerita
13 Dia Datang
14 Dia Casyandra
15 Mari mencari
16 Keluarga
17 memaksakan diri
18 Suami Istri
19 Meja Makan
20 Mengambil Peran
21 Selir wi
22 Bekerja keras
23 Refresing
24 Siapa suruh jadi protagonis
25 Sudah Bersumi
26 Gelas Terbang
27 Selir Chu
28 Siapa protagonisnya?
29 Lu Ancheng
30 Keluarga Bahagia
31 Bencana
32 Pria Ini Lagi
33 Di salah fahami
34 Bergerak Pelan
35 Luar tembok istana
36 Seperti semut
37 Masuk Antrian
38 Didapatkan Dengan Keringat
39 Berakhir Sia
40 Ying Ying
41 Tuan dermawan
42 Ayah Ku Lebih Tampan
43 Sahabat Kecil
44 Bencana Teratasi
45 Pokonya Ngak.
46 Aku Dia Dan Kita
47 Selir Ganjen
48 Zhang Lan
49 Ulang tahun Zhang lan
50 Pria Bodoh Itu
51 Dia Dari Masa Lalu
52 Kecemasan Kaisar
53 Nasehat Selir Chu
54 Melepaskan Diri
55 Memelas
56 Trik
57 Kematian Selir Chu
58 Berlalu
59 Tertekan Dan Racun
60 Kedatangan Shang Lu
61 Karena dia
62 Perhatian
63 Darah surga
64 Bertemu
65 Tak Perlu Sandaran
66 Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67 Kedatangan Sang Jendral
68 Kesetiaan Keluarga Ban
69 Perlahan sembuh
70 Apapun Bisa Di Lakukan
71 Ilusi
72 Dilema
73 Tawanan Pangeran Ming Yi
74 Tak Ada Penyesalan
75 Aku Titip Mereka
76 Kerikil Lupa Diri
77 Sialan
78 Kerikil Beruntung
79 Salah ku
80 Setidaknya Ia Aman
81 Aura Suami Orang
82 Kabar Lu Ancheng
83 Kerinduan dan duka
84 Kita Bisa Bersama
85 Racun
86 Aku Bukan Milik Mu
87 Kediaman Di Segel
88 Penyesalan Xi ling
89 Teratai
90 Kebakaran
91 Memohon kematian
92 Kaisar Kembali
93 Perasaan lalu
94 Kau Menginginkan Dia?
95 Keluarga Bahagia
96 Keraguan Tak Berdasar
97 Berjalan jalan
98 Di luar tembok istana 2
99 Apakah seburuk itu?
100 Kata Di Balik Kata
101 Nasib Menyedihkan
102 Mata Yang Terbuka
103 Berakhir Kematian
104 Kembali dan patah hati
Episodes

Updated 104 Episodes

1
awal
2
Apa apaan ini
3
permaisuri
4
Kunjungan Selir
5
Hari yang menyebalkan
6
Lu ancheng
7
kaisar kembali
8
Trauma
9
Putus Asa
10
Putri Lu Ancheng
11
Anak Ku?
12
Cerita
13
Dia Datang
14
Dia Casyandra
15
Mari mencari
16
Keluarga
17
memaksakan diri
18
Suami Istri
19
Meja Makan
20
Mengambil Peran
21
Selir wi
22
Bekerja keras
23
Refresing
24
Siapa suruh jadi protagonis
25
Sudah Bersumi
26
Gelas Terbang
27
Selir Chu
28
Siapa protagonisnya?
29
Lu Ancheng
30
Keluarga Bahagia
31
Bencana
32
Pria Ini Lagi
33
Di salah fahami
34
Bergerak Pelan
35
Luar tembok istana
36
Seperti semut
37
Masuk Antrian
38
Didapatkan Dengan Keringat
39
Berakhir Sia
40
Ying Ying
41
Tuan dermawan
42
Ayah Ku Lebih Tampan
43
Sahabat Kecil
44
Bencana Teratasi
45
Pokonya Ngak.
46
Aku Dia Dan Kita
47
Selir Ganjen
48
Zhang Lan
49
Ulang tahun Zhang lan
50
Pria Bodoh Itu
51
Dia Dari Masa Lalu
52
Kecemasan Kaisar
53
Nasehat Selir Chu
54
Melepaskan Diri
55
Memelas
56
Trik
57
Kematian Selir Chu
58
Berlalu
59
Tertekan Dan Racun
60
Kedatangan Shang Lu
61
Karena dia
62
Perhatian
63
Darah surga
64
Bertemu
65
Tak Perlu Sandaran
66
Jangan Biarkan Aku Kehilangan
67
Kedatangan Sang Jendral
68
Kesetiaan Keluarga Ban
69
Perlahan sembuh
70
Apapun Bisa Di Lakukan
71
Ilusi
72
Dilema
73
Tawanan Pangeran Ming Yi
74
Tak Ada Penyesalan
75
Aku Titip Mereka
76
Kerikil Lupa Diri
77
Sialan
78
Kerikil Beruntung
79
Salah ku
80
Setidaknya Ia Aman
81
Aura Suami Orang
82
Kabar Lu Ancheng
83
Kerinduan dan duka
84
Kita Bisa Bersama
85
Racun
86
Aku Bukan Milik Mu
87
Kediaman Di Segel
88
Penyesalan Xi ling
89
Teratai
90
Kebakaran
91
Memohon kematian
92
Kaisar Kembali
93
Perasaan lalu
94
Kau Menginginkan Dia?
95
Keluarga Bahagia
96
Keraguan Tak Berdasar
97
Berjalan jalan
98
Di luar tembok istana 2
99
Apakah seburuk itu?
100
Kata Di Balik Kata
101
Nasib Menyedihkan
102
Mata Yang Terbuka
103
Berakhir Kematian
104
Kembali dan patah hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!