Wajah Felly yang tampak tegang menunggu jawaban Sofia.
" Iya, dia pemiliknya," jawab Sofia.
Sontak membuat Felly kaget. Kagetnya melebihi bagai di sambar petir. Darahnya berdesir ketikan mengetahui pemilik Restauran tempatnya bekerja selama ini adalah Aditiya orang kemarin yang menghancurkan masa depannya. Terasa semakin sesak di dadanya dengan kenyataan itu.
" Kamu sih, kemarin aku sudah mengatakan lihat sebentar. Tetapi malah pergi. Jadi tidak bisa deh melihat Ketampanannya secara langsung," sahut Sofia yang masih senyam-senyum.
Felly tidak sanggup mendengar perkataan Sofia yang semakin memperjelas kenyataan buruk di depan matanya. Dia lebih memilih pergi meninggalkan temannya yang sedari tadi memuji pria bejat itu.
" Felly mau kemana? panggil Sofia bingung.
" Dia pasti menyesal tidak melihat tuan Aditya secara langsung," gumam Sofia mengusap poster Aditya.
" Kau sangat tampan," pujinya yang mengagumi ketampanan itu.
Felly memang menyesal. Tetapi bukan karena tidak melihat Aditya secara langsung tetapi dia menyesal karena salah memasuki kamar.
Dengan debaran jantungnya yang semakin tidak beraturan. Felly memasuki kamar mandi mencuci wajahnya di wastafel. Lalu menatap dirinya di cermin.
" Apa lagi ini, jadi selama ini dia pemilik Restauran ini. Laki-laki biadap itu adalah bos ku. Mas Damar tau aku bekerja di sini. Tetapi kenapa dia tidak mengatakan jika Restauran itu adalah milik kakaknya," ucap Felly yang semakin khawatir.
Dia memiliki firasat buruk, merasa hidupnya tidak akan aman ketika Aditya mengetahui jika dia bekerja di Restauran itu.
**********
Aditya berada di Apertemennya duduk di sofa di ruang tamunya dengan 1 kakinya di letakkan di pahanya.
Aditya sibuk membolak-balikan data-data yang di berikan Bion yang berdiri di depannya.
" Jadi dia hanya gadis miskin," desis Aditya yang mendapat laporan dari Bion.
" Pantas saja, dia ingin menikah dengan Damar. Apa lagi jika bukan karena uang," batin Aditya yang terus berpikiran buruk pada Felly.
" Dia bekerja di Restaurant?" tanya Aditya yang mendapat laporan bahwa Felly salah satu orang yang bekerja di Restaurant.
" Benar tuan!" jawab Bion.
" Berapa lama dia bekerja di sana?" tanya Aditya.
" Sudah lebih 4 bulan. Nona Felly bekerja sebagai pencuci piring di Restauran milik tuan," jelas Bion membenarkan.
" Pencuci piring, apa dia tidak bisa membiayai calon istrinya sampai membiarkannya bekerja seperti itu," cicit Aditya.
" Apa Damar tau wanita itu bekerja di sana?" tanya Aditya.
" Tau Tuan. Nyonya Rebecca dan tuan Harison juga sudah mengetahui latar belakang keluarga nona Felly," jelas Bion.
" Maksud kamu. Kakek juga tau. Kalau wanita itu hanya gadis biasa," ucap Aditya ingin mendengar lebih jelasnya.
" Iya tuan, Tuan Harison mengetahui semuanya dan tidak pernah mempermasalahkan status sosial nona Felly," jawab Bion.
" Apa wanita itu merayu kakek sampai menerimanya seperti itu. Ahhhh orang-orang seperti mereka memang layak mendapat piala Oscar. Sangat pintar dalam menaklukkan hati," batin Aditya.
Aditya sangat kesal dengan kakeknya yang sangat mudah terpengaruh oleh Felly.
" Apa pernikahannya dengan Damar tetap di lanjutkan?" tanya Aditya yang penasaran. Karena sebelumnya dia melihat Felly berpelukan dengan Damar.
" Benar tuan, sampai saat ini masih tetap di sibukkan dengan pernikahan itu. 2 hari lagi pernikahan itu akan di laksanakan," jawab Bion.
" Wau,,, hebat sekali dia. Dia bahkan melanjutkan pernikahannya dalam keadaan seperti itu. Dia memang tidak mau rugi," Desis Aditya kesal.
" Demi uang dia melakukannya, tidak tau malu, wajahnya saja yang terlihat polos, merasa sangat terhina ketika hal itu terjadi. Padahal tangisannya hanya sebentar. Dengan mudahnya dia tetap melanjutkan pernikahannya. Ya uang memang bisa membayar segalanya. Dasar wanita munafik," batin aditya yang sangat kesal dengan Felly.
" Baiklah! sudah waktunya untuk di mulai. Rebecca si wanita serakah. Aku tidak akan membiarkan rencanamu mulus untuk kali ini. Terima serangan ku perlahan-lahan," batin Aditya tersenyum miring penuh rencana.
" Kita ke Restaurant!" perintah Aditya menutup berkas-berkas yang sedikit itu.
" Baik tuan?" jawab Bion menundukkan kepalanya.
**********
Restaurant Italy.
Felly tetap melakukan pekerjaannya. Walau pikirannya sudah kemana-mana. Di tanya fokus atau tidak. Pasti tidak. Bukan hanya karena masalah kejadian kemarin.
Tetapi di tambah masalah baru pemilik Restauran tempatnya bekerja adalah Aditya.
Hal itu masih membuatnya tidak percaya dengan Aditya. Pria yang menjadi awal masalah untuknya.
Laki-laki yang benar-benar menghancurkan hidupnya. Merusak mimpinya dan menambah masalah dalam hidupnya. Ya pasti wanita tidak akan berharga jika kesuciannya sudah hilang.
Dan lebih parahnya. Semua itu di rampas paksa. Sakit ditubuhnya dan pasti di hatinya sangat sakit dengan keadaannya yang memang begitu menyedihkan.
Setelah memikirkan semuanya Felly dengan matang-matang Felly juga akhirnya melanjutkan acara pernikahannya dengan Damar.
Felly tidak punya pilihan lain. Dia harus tetap menikahi Damar dengan kondisinya yang memang tidak pantas menjadi istri dari seorang Damar yang sangat baik dan tulus kepadanya
Felly membutuhkan maharnya untuk operasi mamanya yang harus cepat di laksanakan. Dia tidak peduli lagi dengan semuanya.
Terserah jika pada akhirnya Damar mengetahui dirinya sudah tidak perawan lagi. Damar ingin membuangnya setelah itu. Dia sudah tidak peduli lagi. Yang penting yang dibutuhkannya hanya maharnya.
Ya dia memang pada akhirnya menjadi wanita yang munafik tidak tau apa lagi yang harus di lakukannya. Felly hanya berharap semuanya baik-baik saja.
Dia sangat berharap tuhan masih memberinya sedikit kesempatan untuk menyelamatkan mamanya. Walau memang apa yang di lakukannya memang benar-benar bukan dirinya.
Dia harus menikah dengan laki-laki yang baik kepadanya. Tetapi dengan keadaannya yang hancur dan lebih parah itu perbuatan kakak tiri dari calon suaminya.
Felly tidak punya pikiran lagi, untuk memikirkan kebelakang apa yang terjadi selanjutnya.
Dalam pikirannya yang terbagi-bagi Felly terus mencuci piring dengan lincah, Sebentar-sebentar mengusap dahinya yang berkeringat dengan punggung tangannya.
**
Mobil Aditya akhirnya sampai di depan Restaurant miliknya. Aditya dengan langkahnya yang arogan langsung memasuki Restaurant itu.
Pelayan langsung menundukkan kepala saat melihat kedatangan Aditya. Bos mereka yang tampan, Gagah bak seorang dewa Yunani yang membuat hati wanita bergetar dan ingin memiliki Pria yang memiliki sorot mata indah itu.
Restaurant Italia mewah itu memang milik Aditya. Restaurant itu sudah 5 tahun berdiri. Aditya memang hanya memantau dari Luar Negri. Tidak terjun langsung melihat perkembangannya.
Langkah Aditya langsung menuju dapur. Apa lagi jika tidak menemui Felly. Memang Aditya sangat tidak punya rasa malu.
Setelah memperkosa Felly dan malah berani menemuinya. Seharusnya Felly yang melakukan itu mendatanginya menghina, memakinya mungkin harus membunuhnya.
Tetapi Felly memilih untuk tidak melakukan itu. Dia bahkan tidak berani menemui Aditya. Pria yang sangat di bencinya yang mungkin jika melihat wajah itu hatinya akan semakin hancur.
Bruk.
Suara bukaan pintu yang sangat kuat membuat seisi dapur yang tadi sibuk dengan pekerjaan masing-masing tersentak kaget. Melihat kearah pintu itu.
Tetapi orang-orang yang ada di dapur langsung menghentikan pekerjaannya menundukkan kepalanya saat mengetahui siapa yang datang.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Yusria Mumba
kasiang felei,
2023-08-08
1
Rere Niae Cie'kecee
🔥🔥🔥🤗🤗🤗🤗❤️❤️
2023-06-10
0