Sang kakek Tuan Harison memegang Kevin Memeluk cucu kesayangannya itu agar tidak mengikut pada mamanya.
" Mama...." teriak Aditiya saat melihat mamanya di seret beberapa bodyguard untuk keluar itu.
Aditiya hanya bisa menangis di pelukan sang kakek, meronta-ronta ingin ikut mamanya. Tetapi sang kakek tidak memberi izin.
Mata Pria 10 itu menoleh ke arah sang ibu tiri yang berdiri di samping kakeknya. Wanita itu tersenyum penuh kemenangan tanpa merasa bersalah sama sekali.
Saat itu Aditiya mengepal tangannya dan ingin membunuh wanita yang menghancurkan keluarganya itu. Tetapi dia masih kecil bahkan kata-katanya saja tidak dipercayai.
Hanya dendam yang mulai tertanam di dalam diri Aditya. Dendam yang selama belasan tahun yang ingin di balaskan nya, sangat jelas orang-orang yang berkaitan dengan kejadian itu masih sangat teringat di otaknya.
Flass on.
Air mata Aditya jatuh di pusaran makam sang mama. Aditya menghapus mesan yang bertuliskan. Mariyati Saraswati. Yang meninggal 15 tahun lalu.
" Maaf," kata yang selalu di ucapkannya jika berkunjung ke makam wanita malang itu.
Sang mama memang akhirnya meninggal 2 tahun setelah diusir dari keluarga Harison. Di usir dengan keji dengan fitnah dari Rebecca. Mulut Rebecca yang berbisa membuatnya kehilangan sang mama.
Mamanya meninggal Karena menderita penyakit leukimia. Karena tidak memiliki biaya dan memang mamanya berasal dari keluarga sederhana. Mamanya tidak mendapatkan perawatan dan akhirnya meninggal.
" Ma, satu persatu mereka akan menemui mama. Aditya sudah kembali dan itu artinya mama akan mendapat keadilan. Mereka semua 1 persatu akan merasakan apa yang mama rasakan. Bahkan lebih parah dari perbuatan mereka," ucap Aditya yang memiliki dendam besar kepada wanita dan anaknya yang tadi berada di hadapannya.
" Bersabarlah ma, semuanya akan selesai," ucap Aditya dengan penuh keyakinan.
Setelah cukup memberikan janji kepada mamanya. Aditya langsung pergi dari pemakaman itu.
*********
" Sialan kenapa anak itu kembali, seharusnya dia mati saja pada saat itu, seharusnya aku membunuh nya," ucap Rebecca yang berada di kamarnya mengepal tangannya dengan penuh kemarahan.
Jujur mendapat tatapan seperti itu dari Aditiya membuat Rebecca takut. Apa lagi Rebecca juga melihat berita Heriyawan yang masuk penjara. Heriyawan adalah temannya yang memperkosa Elia kakak Aditya.
Dulu Aditya masih kecil dan dia tidak takut sama sekali walau Aditya mengetahui apa yang terjadi. Rebecca juga dulu terus berpura-pura baik kepada Aditya agar Aditya melupakan kejadian itu.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan belajar bisnis di Luar Negri. Aditya kembali setelah 12 tahun berada di Luar Negri.
Bagaimana Rebecca tidak ketakutan Aditya kembali dengan penuh dendam. Sangat jelas terlihat dari mata anak tirinya itu yang memang memiliki dendam padanya.
Belum lagi Aditya sudah mulai memasuki Perusahaan. Dia akan takut jika putranya akan tergeser. Karena Aditya seorang Pembisnis hebat.
" Tidak bisa, aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi, aku tidak bisa menganggap anak itu remeh, aku harus hati-hati dengannya. Aku yakin masuk nya Heriyawan kepenjara. Pasti ada hubungannya dengan Aditya," batin Re Rebecca menggigit ujung kukunya. Dengan wajah yang panik.
" Mah," tegur Damar dengan tiba-tiba yang membuat Rebecca tersentak kaget sampai jantungnya mau copot.
" Damar kamu bikin kaget aja," sahut Rebecca memegang dadanya.
" Mama kenapa?" tanya Damar heran.
" Tidak mama tidak apa-apa, mama hanya mengingatkan kamu. Bekerja jangan sembarangan. Jangan melakukan kesalahan sedikitpun. Jika tidak posisi kamu akan tergeser oleh anak sialan itu," ucap Rebecca mengingatkan.
" Sudahlah ma, jangan memikirkan itu dulu. Mama harus mempersiapkan semuanya kerena besok Damar akan membawa Felly kerumah ini. Kita akan memulai membicarakan pernikahan," ucap Damar dengan senyum di wajahnya. Membuat Rebecca berdecak.
" Kamu ini. Kamu benar-benar yakin akan menikahi wanita itu?" tanya Rebecca ragu. Damar langsung memegang ke-2 tangan mamanya.
" Damar yakin, karena Damar mencintainya jadi Damar akan menikahinya," ucap Damar meyakinkan mamanya yang memang kurang setuju dengan wanita pilihannya.
" Ya sudah, mama tidak akan melarang kamu. Tapi kamu harus ingat. Kamu harus berjanji pada mama berhati-hati dalam bekerja. Mama tidak mau posisi kamu di rebut oleh anak sialan itu," tegas Rebecca.
" Iya mama sayang, tenanglah," sahut Damar meyakinkan.
Rebecca menatap anaknya dengan tidak yakin. Damar sangat santai menghadapi Aditya sementara dirinya sangat ketakutan menghadapi Aditya yang bisa di lihatnya Aditya penuh dengan rencana.
" Hey, mama sayang," Damar meletakkan 1 tangannya di pundak sang mama, menoleh kearah mamanya dengan senyuman lebar. " Mama tidak percaya sama Damar, tenang semua akan baik-baik saja,"
Damar terus meyakinkan Rebecca dengan gayanya yang benar-benar santai.
" Bagaimana mama bisa tenang. Kamu lihat saja anak perusahaan yang ada di Luar Negri di pegang olehnya. Sahamnya di Perusahaan semakin tinggi. Sebentar lagi sahamnya akan melebihi kamu. Dan satu persatu dia akan mengambil semua milik kita," ucap Rebecca yang merasa khawatir.
Berkata soal milik kita. Entah kapan Rebecca memilikinya. Karena sesungguhnya Rebecca lah yang sudah merebut semua dari Aditya.
Jadi kata memiliki sangat tidak pas di ucapkan Rebecca dan jika Aditya mendengar mungkin Aditya akan mengeluarkan kata-kata lembutnya tetapi menyakitkan untuk menyadarkan Rebecca mengenai kepemilikan.
" Damar mengerti tentang kekhawatiran mama. Damar tau cara bekerja yang baik. Mama harus tau. Dari dulu Aditya tidak pernah suka melihat kita. Dia sengaja menunjukkan dirinya untuk menakut-nakuti mama, agar mama terkecoh dan akhir steres," jelas Damar mengerti kondisi sang mama.
" Jangan terpancing ma dengan semua ini. Dia tidak bisa Menyinggirkan Damar, percayalah," lanjut Damar terus meyakinkan sang mama.
" Baiklah!" tapi kamu jangan lupa, Aditya adalah lawan yang sulit," ucap Rebecca dengan tegas. Memperingati putranya agar lebih hati-hati.
" Iya Damar tau. Tetapi sekarang Damar hanya ingin Fokus dengan pernikahan damar dan Felly," sahut Damar tersenyum.
Menyebut nama sang calon istri saja membuatnya bahagia. Bagaimana nanti jika Felly menjadi istrinya dia akan terus bahagia.
" Terserah kamu?" sahut Rebecca melepas tangan Damar dari pundaknya lalu pergi.
" Terima kasih mama sudah memberi restu," teriak Damar dengan wajah penuh kebahagiaan.
" Apa tidak ada gadis lain," decak Rebecca yang masih ragu dengan pernikahan putranya dengan Felly.
Tetapi dia juga tidak mungkin melarang Damar. Semenjak mengenal Felly Damar memang terlihat sangat bucin. Dan juga sering tertawa.
Jika aura Felly membuat putranya bahagia. Ya dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dari pada dia melarang dan Damar drop.
Lalu berpengaruh pada pekerjaannya. Yang ada anak tirinya mendapat kesempatan banyak dalam hal itu. Jadi mau tidak mau dia menerima Felly sebagai menantunya.
***********
Felly masih berada di Restauran tempatnya bekerja. Felly mematikan keran air. Pertanda pekerjaannya sudah selesai.
" Ahhhhhhh, akhirnya selesai juga," ucap Felly dengan napasnya yang ngos-ngosan setelah selesai mencuci semua piring di Restauran mewah itu.
Felly melap tangannya. Melihat telapak tangannya yang lembab dan juga terdapat luka.
" Salapnya belum kering sudah kenak air lagi," ucapnya meniup-niup telapak tangan itu.
Memang resiko sebagai pencuci piring harus mendapat luka seperti itu. Tetapi tidak apa-apa dia bahagia.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Panta Jhoni Panta Wsl
next
2023-01-29
0
Ainieee
seruuu ceritaa y thoor
2023-01-15
0
Yuyu Yuningsih
kakakny gmn
2022-06-11
0