Walau hanya baru pertama bertemu dan berbicara dengan Aditya. Aditya menanggapi tersenyum kemenangan. Hanya modal mulut yang pintar berbicara. Tetapi Pria itu sudah ingin kerjasama dengannya.
" Saya tunggu kabar baiknya," sahut Aditya menuang wine kedalam gelasnya yang kembali kosong dan meneguk sekali tegukakan.
" Di usiamu yang masih muda, tetapi sudah menjadi milyarder. Kau juga pemilik Restauran terbesar di Jakarta," puji lagi Pria yang satunya geleng-geleng takjub dengan Aditya.
" Kalian terlalu berlebihan. Di luar sana masih banyak pria yang jauh lebih kaya di bandingkan saya," sahut Aditya dengan rendah hati. Membuat k3 Pria itu tertawa dengan semakin kagum dengan Aditya.
" Jiwa pembisnisnya turun dari Tuan Baskoro," sahut Pria yang satunya lagi menyebutkan nama sang ayah.
Mendengar nama itu membuat Aditya yang ingin minum menjadi tidak jadi minum. Bisa-bisanya orang itu menyinggung nama sang ayah dan malah menyamakan dirinya.
Salah satu Pria yang tidak bisa dan mungkin tidak akan di maafkannya karena pria yang sudah mencampakkan ibunya. Dan pasti kematian sang mama juga karena Pria itu.
" Buah memang tidak jauh jatuh dari pohonnya," sambung Pria itu lagi. Membuat Aditya semakin emosi bahkan matanya memerah. Aditya langsung meneguk habis 1 gelas wine itu meluapkan kemarahannya.
" Pria itu jelas berbeda dengan ku," batin Aditya yang kembali meneguk minuman beralkohol itu.
Pria-pria itu tetap berbicara yang berkaitan dengan orang yang di bencinya. Aditya hanya menatap 1 per satu wajah itu dengan bergantian.
Wajah yang tertawa, merasa puas dengan menyamakannya dirinya dengan Baskoro membuat Aditya seakan ingin membalikkan meja di depan mereka.
" Ehemm," Harison tiba-tiba datang dengan berdehem yang pasti berjalan dengan tongkat yang kecilnya yang lebih cocok untuk memukul.
" Tuan Harison," ucap Pria itu yang langsung berdiri ketika melihat kedatangan sang pemilik rumah.
" Silahkan kembali duduk!" ucap Harison yang sudah duduk di samping Aditya.
" Kau jangan minum terlalu banyak," ucap Harison pelan pada cucunya di sampingnya.
Aditya jika disuruh bukannya menurut malah bertingkah dengan enteng dia kembali meminum 1 gelas wine itu dengan sekali tegukan. Harison hanya geleng-geleng. Memang Aditya selalu seperti sangat suka membantahnya.
" Maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Harison merasa tidak enak dengan tamunya.
" Tidak kami sangat nyaman bicara dengan Pak Aditya," jawab salah satu Pria melihat kearah Aditya
" Apa kakek harus berterima kasih padamu?" Tanya Harison melihat ke arah Aditya. Aditya kembali meneguk minumanya. Harison memang terlihat lembut berbicara. Tetapi bicaranya juga sangat menusuk.
" Aku tidak melakukan apapun, jadi tidak perlu berterima kasih padaku. Untuk urusan bisnis ini sangat biasa," sahut Kevin sinis.
Ke-3 Pria itu tertawa menghilangkan rasa kecanggungan di antara cucu dan kakek itu.
" Aku melihat rumah Tuan Harison sangat ramai, Seperti ada sesuatu?" Tanya Pria yang satunya.
" Mereka datang untuk melakukan meeting. Untuk rencana pernikahan cucu ke-2 ku," jawab Harison.
" Pernikahan, mendadak sekali!" sahut pria yang satunya.
" Bagaimana tidak mendadak. Mereka gila harta," batin Aditya sinis.
" Tidak mendadak, aku hanya belum memberitahu siap-siap," sahut Harison menjelaskan sedikit.
" Akan ada pesta besar di rumah ini," sahut lagi Pria yang satunya.
" Ya, pasti ! Namanya juga pernikahan cucu. Jadi kita sebagai kakek yang bertanggung jawab. Harus memberikan yang terbaik," sahut Harison.
" Bertanggung jawab. Bahkan kakek tidak pernah adil dalam mengambil tindakan," batin Aditya yang benar-benar panas.
" Wow, sepertinya perusahaan akan secepatnya memiliki pimpinan yang tetap," sahut pria itu menyinggung masalah kepemilikan perusahaan.
" Ya kalian benar, aku akan segera pensiun dari PT Askar," sahut Harison membenarkan.
" Kita doakan saja. Semoga cucuku pernikahannya di lancarkan dan pasti hadiah terbesarnya adalah kepemimpinan di perusahaan ketika cicitku lahir," ucap Harison menegaskan.
Memang hal itu sudah di ketahui media.Nama perusahaan akan di alihkan kepada cucunya yang sudah memiliki anak.
Aditya mengepal tangannya mendengar pernyataan sang kakek. Hal itu membuatnya semakin panas dengan kata-kata kakeknya yang terus menyinggungnya dan dia tau kakeknya sengaja mengatakan itu agar dia emosi.
Sebenarnya Aditya tidak mementingkan jika perusahaan utama jatuh pada Damar. Karena dia juga sangat kaya dan berdiri di atas kaki sendiri.
Tetapi karena ingin membalaskan dendam atas kematian ibunya. Aditya tidak rela ibu dan anak itu, sangat mudah mendapatkan kemauannya dengan cara-cara licik. Dan bahkan menjadi penguasa dengan mudah.
" Benar sekali. Pasti cicit tuan akan segera hadir kedunia ini," sahut Pria itu dengan tertawa.
Orang-orang yang di depan Aditya tertawa dengan puas. Sementara Aditya tidak berbicara sama sekali. Dia hanya terus minum dengan amarah di dalam tubuhnya.
" Dia tidak tau saja jika wanita yang akan masuk kerumah ini. Tidak ada bedanya dengan wanita ular itu. Sama-sama murahan. Menjual harga diri hanya untuk keserakahan," batin Aditya kesal.
" Bahkan dia ingin seorang penerus dari wanita yang sangat kotor. Wanita pelacur yang suka mempromosikan dirinya," hinaan Aditya pada Felly terus bergemuruh di dalam hatinya.
" Lalu bagaiman dengan tuan Aditya apa sudah menemukan calon istri?" Tanya salah satu Pria itu. Tetapi Aditya malah bengong.
" Aditya mereka sedang bertanya," tegur Harison. Aditya tersenyum tipis.
" Oh, saya tidak membutuhkan wanita untuk memperkaya saya. Karena saya tidak suka kaya dengan instan," sahut Aditya sinis.
Harison hanya menanggapi dengan senyum tipis diantara yang lain tertawa terbahak-bahak.
" Kau pastikan akan membutuhkan wanita," ucap Harison pelan. Membuat Aditya yang mendengarnya langsung menoleh ke arah kakeknya yang seperti mengejeknya.
" Kakek sangat terlihat bahagia melihat pernikahan cucumu. Aku ingin melihat apa kakek akan sesenang itu setelah ini," batin Aditya yang benar-benar memiliki Rancana.
************
" Ya sudah aku ganti baju dulu ya?" ucap Felly yang berhadapan dengan Damar yang berada di bawah anak tangga.
" Iya, setelah ini aku akan mengantarmu pulang, ini sudah sangat malam," ucap Damar melihat arloji di tangannya.
" Tapi bukannya kamu banyak tamu?" tanya Felly yang melihat rumah itu semakin banyak orang.
" Tidak apa-apa, kamu ganti baju saja, kamu ganti di atas saja di kamar atas. Soalnya di bawah bawah banyak orang, aku bisa pamit sebentar untuk mengantarmu, setelah itu aku akan menemui tamu-tamu yang lain," jelas Damar
" Iya, yasudah kalau begitu aku naik dulu," ucap Felly pamit. Damar mengangguk dan melihat Felly menaiki anak tangga. Setelah itu Damar pun pergi menyapa tamunya sebentar.
Felly pun menaiki anak tangga dan mencari kamar yang kosong untuk mengganti pakaian.
Tetapi Felly bingung harus kamar yang mana di masukinya. Dia juga lupa bertanya pada Damar kamar yang mana yang harus di masukinya dan kebetulan tidak ada 1 pelayan yang lewat mungkin pelayan yang banyak itu sibuk melayani para tamu-tamu.
Hay para readers di tunggu komen, like, Vote yang banyak dan jangan lupa follow aku ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Sonia pramita
🤔🤔🤔🤔🤔
2022-06-06
0
JUNI' AM
ko kevin sh dia tu aditya thor bnyk typo
2022-05-28
2