Aditiya langsung memasuki kamar mandi dan mencuci wajahnya. Mengusap wajah itu kasar dan menatap di cermin dengan matanya memerah. Lelah campur kesal itu yang di rasakannya.
" Menikah, apa dia pikir menikah akan menyelesaikan masalahnya. Aku akan menunjukkan padamu bagaimana kehidupan yang sebenarnya,"
" Aku ingin melihat apa reaksi wanita serakah itu ketika menerima seranganku secara pelan-pelan, dengan memberiku kesempatan proyek besar kau juga akan memberiku jalan lebih cepat untuk menghancurkanmu dan bertemu dengan mamaku dia alam sana," ucap Aditya penuh dendam dengan rahang kokoh yang mengeras.
" Dan wanita itu. Hah! Baiklah mungkin kau merasa dia kebahagianmu, bagaimana jika aku memulainya darinya?" tanya Aditya tersenyum penuh rencana dengan melihat wajahnya di cermin.
Tidak tau apa yang dipikirkannya. Tetapi dari sorot matanya dia seperti memiliki rencana yang sangat besar.
*********
Apartemen Damar.
Felly duduk di sofa sementara Damar duduk di lantai dengan menyusun berkas-berkas di atas meja yang dikumpulkan menjadi satu dan di masukkan kedalam tas hitam.
" Kamu kelihatan tidak akrab dengan kakakmu?" tanya Felly yang duduk di sofa melihat ke arah calon suaminya itu.
" Kamu sudah mengenalnya?" Tanya Damar yang merasa belum mengenalkan Felly dengan Aditya.
Tetapi dari cara Felly bertanya seakan tau Aditya yang di maksud adalah Aditya kakaknya yang berpapasan tadi. Pertanyaan Damar membuat Felly kaget.
" Oh itu, aku bertemu di rumahmu dan aku hanya berpikir jika dia Pria yang kamu maksud," jawab Felly gugup.
" Hmmm, iya dia Aditya kakak tiriku," jawab Damar membenarkan pikiran Felly.
" Kamu tidak akrab dengannya?" tanya Felly yang belum mendapatkan jawaban. Damar melihat ke arah Felly menatap gadis itu.
Damar sebenarnya sangat malas jika harus membicarakan Aditya kepada calon istrinya itu. Tetapi dari wajah calon istrinya sepertinya sangat penasaran.
" Iya aku tidak akrab dengannya. Mungkin karena kami dari dulu tidak tinggal bersama," jawab Damar.
" Kenapa?" tanya Felly yang benar-benar ingin tau.
" Sudahlah, lupakan. Aku tidak ingin membahasnya. Aku akan mengantarmu pulang, ini sudah terlalu larut," ucap Damar yang tidak ingin membahas masalah kakaknya yang sangat Arogant.
" Iya," jawab Felly tersenyum tipis. Padahal dia sangat penasaran, walau bagaimanapun. Itu juga akan menjadi keluarganya.
Tetapi sepertinya Damar yang tidak ingin membahasnya. Felly tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu hak damar.
*********
Kediaman Harison
Hari ini rumah Harison lumayan ramai. Ada beberapa tamu yang datang untuk menemui Harison dan hari ini juga bertepatan berdatangan para Wedding organizer.
Selain itu ada juga Desainer terkenal yang akan melakukan meeting dan mencoba gaun pengantin untuk Felly. Berhubung pernikahan mereka tinggal 4 hari lagi.
Jadi memang semua harus di persiapkan matang-matang. Karena Harison ingin pernikahan Cucunya sesempurna mungkin.
Damar yang pulang dari kantor langsung menjemput Felly untuk datang kerumahnya melakukan Viting baju pengantin yang sudah di persiapkan.
Felly menggunakan dress putih di atas lututnya tanpak cantik untuk ke-2 kalinya menemui Ibu dan kakek mertuanya.
Damar, Felly, Rebecca, dan kakek Harison sudah ada di ruang ke luarga dengan 1 wanita yang mungkin seorang Desainer. Seperti biasa Felly pasti gugup jika kembali berhadapan dengan meluarga itu.
Rebecca terus menggeser-geser tablet, memilih-milih baju pengantin untuk calon menantunya. Dia juga pasti ingin gaun pengantin yang mewah agar pesta pernikahan itu tidak malu-malu in.
" Coba yang ini dulu," ucap Rebecca menunjuk pada Desainer tersebut.
" Baik Bu, ayo Bu Felly!" ajak Desainer tersebut untuk mencoba gaun pertama pilihan mertuanya.
Felly melihat ke arah Damar. Damar mengangguk seakan mengatakan cobahlah. Dengan gugup Felly pun mengikuti wanita yang terlihat modis itu kedalam 1 kamar untuk mengganti pakaian.
Setelah 3 menit mengganti pakaian. Akhirnya Felly keluar dengan gaun pengantin putih memanjang lurus dengan Selayar panjang di bagian bawahnya yang membuat Felly tampak cantik dan lekuk tubuhnya terlihat ramping seperti seorang model.
Mata Damar langsung membulat sempurna. Berbinar melihat calon istrinya yang sangat cantik dan gaun itu pas di tubuh calon istrinya.
Rebecca juga harus mengakui. Jika calon menantunya memang cantik. Dia tau Felly wanita dari keluarga miskin.
Tetapi memiliki wajah cantik akan membuat cucunya lahir sempurna dalam fisik. Jadi tidak masalah untuknya.
Lagi pula pernikahan putranya menguntukkan banyak hal untuknya. Selagi mertuanya tidak masalah. Dia juga tidak keberatan.
Sementara Felly hanya menunduk malu saat mendapat tatapan seperti itu dari calon suaminya yang membuatnya sangat gugup.
" Dia akan menjadi istrimu Damar, tidak perlu menatapnya seperti itu," ucap Kakek menyindir cucunya membuat Damar malu.
" Tidak kakek, gaun itu pas untuk Felly," sahut Damar yang malah salah tingkah.
" Dia dasarnya memang sangat cantik jadi apapun yang di pakainya akan membuatnya sangat sempurna," sambung Kakek Harison yang terus memuji Felly.
Felly hanya tersenyum malu mendapat pujian itu. Mungkin telinganya bisa terbang jika kakek Harison memujinya lagi.
" Kakek berlebihan," sahut Felly malu-malu
" Itu kenyataan, kamu wanita yang sangat cantik," sahut Kakek Harison membenarkan lagi.
" Iya Felly kamu sangat cantk, benar-benar cantik," sahut Damar yang harus memuji berkali-kali.
" Aduh mas Damar apaan sih, kenapa harus mengatakan itu di depan orang banyak, aku kan jadi malu," batin Felly dengan pipinya yang memerah.
" Ehemmm, kalau begitu lanjut untuk gaun ke-2, bukannya papa juga harus menemui tamu kita," ucap Rebecca mengingatkan.
Dia juga tidak ingin berlama-lama untuk hal itu. Karena banyak tamu penting yang menunggu sang mertua.
Apa lagi dia tau jika Aditya sudah menemui beberapa tamu penting itu dan Rebecca sangat resah.
Ketika perkataan Aditya mencuri perhatian tamu-tamu hebat itu dan tidak segan-segan mempercayakan saham mereka pada Aditya.
" Iya aku mengingatnya Rebecca, aku hanya ingin melihat Felly mencoba gaun yang akan di pakainya di hari pernikahannya," sahut Harison. Memang menantunya itu kerap kali suka mendesaknya.
" Ayo bawa Felly!" ujar Rebecca pada disainer itu. Desainer tersebut mengangguk.
Felly dan Desainer itu kembali mencoba gaun ke-2 dan Rebecca terus gelisah. Karena sang papa mertua masih tetap ada bersamanya tanpa menemui tamu-tamu penting.
*****
Dan memang benar, Aditya sudah bersama 3 Pria tamu penting itu yang sedang mengobrol sambil tertawa-tawa. Dengan gelasyang berisi wine.
Ke-3 pria itu yang sekita berusian 30 tahunan keatas pasti pengusaha hebat. Dan Aditya memang sengaja menjamu para tamu untuk menarik perhatian. Menambah pundi-pundi kekayaannya.
" Pak Aditiya kau sungguh hebat, aku harus segera mengatur kerja sama dengan Pak Aditya," ucap salah satu Pria itu yang langsung tertarik dengan Aditya untuk bekerja sama.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments