Setelah selesai mencuci piring. Felly keruang ganti pakaian untuk mengganti pakaiannya. Felly melihat jam tangannya sudah pukul setengah 9. Selain menemui sang mama. Felly juga ada janji bertemu dengan Damar.
Setelah mengganti pakaian keluar dari ruang ganti. Felly melihat Restaurant seperti sedang di adakan kompetisi. Banyak karyawan yang berdiri dengan takjub melihat kelincahan para Chef yang memasak seperti sedang bertanding. Ya memang bertanding untuk mempertahankan posisi.
" Felly sini," panggil Sofia pelan yang melihat Felly hanya melihat-lihat kerumunan. Tetapi tidak berniat untuk mendekat.
" Ayo," ajak Sofia melambaikan tangannya.
Felly memberi isyarat kalau dia tidak bisa. Sofia mengangguk sangat paham dengan Felly dan melihat Felly ke luar dari Restaurant.
" Apa dia tidak penasaran dengan pemilik Restaurannya," batin Sofia yang melihat Aditya dengan tersenyum menggangumi.
Aditya memang sudah berada di sana. Mata Aditya yang jeli terus fokus melihat ke arah para chef yang berusaha mempertahankan posisinya.
Aditya memang tidak main-main. Dia memang akan menghempas jika memang sudah tidak pantas di Restauran miliknya.
************
Meeting dengan kliennya sudah selesai. Walau awalnya Aditya sangat kesal dan moodnya hilang bertemu Felly di tempat itu. Tetapi semua terbayarkan dengan proyek yang langsung di dapatkannya.
Belakangan ini Aditya memang sering menyalip Damar yang sibuk dengan urusan pernikahan. Aditya lebih mementingkan bisnis.
Dia lebih tertarik pelan-pelan menghancurkan damar dengan menarik para pengusaha untuk bekerja sama dengannya agar sahamnya semakin banyak di Perusahaan utama. PT Astra Perusahaan yang pendirinya adalah kakeknya sendiri Harison
Aditya juga melanjutkan menghampiri Restauran Itali mewah miliknya dengan menyortir para Chef masih layak atau tidak bekerja di Restaurannya.
Setelah selesai melakukan pekerjaannya. Saatnya Bion yang mengantarkan sang bos pulang keapartemen.
" Bion," tegur Aditiya memijat kepalanya yang duduk di kursi belakangm
" Iya tuan," jawab Bion yang fokus menyetir.
" Apa kakek akan mengalihkan Perusahaan utama pada Damar?" tanya Aditya yang memang penasaran dan jujur Aditya juga Khawatir hal itu terjadi.
" Menurut pengacara tuan Harison. Perusahaan utama akan di alihkan kepada cucunya yang sudah memiliki anak," jawab Bion.
" Maksud mu, ketika Damar memiliki anak perusahaan itu baru di alihkan," sahut Aditya.
" Benar tuan!" jawab Dion.
" Jadi benar kata wanita itu. Dia mendapatkan keuntungan dari pernikahan putranya. Sangat serakah, apa tidak cukup dia hidup senang dengan menghancurkan keluarga orang lain, sekarang dia ingin memiliki perusahaan dengan menikahkan putranya dengan wanita yang tidak benar," batin Aditya geram dengan ibu tirinya yang selalu memiliki banyak rencana untuk kekuasaan.
" Dan Damar sama saja, dia bahkan rela menikah dengan wanita murahan hanya untuk mendapatkan keturunan dan demi pengalihan Perusahan kepada dirinya. Wanita yang sering di pakai ingin memberikan keturunan pada keluarga Harison sangat tidak tau malu," Aditya terus bergerutu kesal pada Felly yang menjadi adik iparnya itu.
" Astaga aku tidak tau kenapa tuhan harus mempertemukan keluarga seperti itu. Mereka sangat cocok untuk bersama," Aditya harus geleng-geleng dengan keluarga ibu tirinya yang menurutnya sama saja dengan calon menantunya.
**********
Di sisi lain Damar dan Felly berada di dalam Mobil. Mereka baru saja selesai makan malam. Tetapi sedari tadi ponsel Damar berdering tetapi Damar tidak mengangkatnya dan fokus menyetir.
" Kenapa tidak di angkat?" tanya Felly bingung.
" Itu mama, jika aku mengangkatnya mama pasti akan mengomel," jawab Damar.
" Kamu melakukan kesalahan sampai tidak berani mengangkat telpon dari Tante Rebecca?" Tebak Felly.
" Hmmm, mama pasti bertanya tentang proyek yang gagal kuterima, makanya dia terus memburu ku," jawab Damar sudah tau apa-apa yang akan di katakan mamanya.
" Proyek itu pasti sangat penting?" tanya Felly lagi.
" Iya kamu benar, proyek besar, jika di diambil juga pasti menguras waktu. Lagi pula kita akan menikah aku ingin menghabiskan waktu bersamamu setelah menikah makanya proyek itu tidak terlalu kukejar, jadi itu bukan masalah yang besar," jelas Damar melihat kearah Felly.
" Tapi kan sayang, Tante Rebecca pasti kecewa dengan tindakan kamu," ucap Felly.
" Hmmmm, iya mama memang akan kecewa, marah. Apa lagi proyek itu pasti sudah di ambil Aditya, karena dia sangat mudah menaklukkan klien, pasti mama tambah mengomel," sahut Damar mendengus sudah tau bagaimana mamanya seperti apa nanti.
" Aditya apa dia rekan bisnismu?" tanya Felly penasaran. Jika Aditya yang di maksud adalah Aditya yang sering ditemuinya.
" Dia kakak ku," jawab Damar.
" Kakak, berarti memang benar Pria yang aku temui itu kakaknya dan yang tadi juga orang yang sama. Jadi namanya Aditya," batin Felly baru mengetahuinya.
" Ada apa?" tanya Damar melihat Felly malah bengong.
" Tidak aku hanya tidak pernah mengenal saudaramu," ucap Felly.
" Nanti aku akan kenalkan jika sudah waktunya. Dia sangat sibuk, jadi belum ada waktu untuk mengenalkanmu," jawab Damar memberi alasan.
" Iya, aku tau," sahut Felly.
" Oh, iya kita mampir ke Apartemen dulu ya, aku ingin mengambil beberapa berkas yang ketinggalan, setelah itu aku akan mengantarmu pulang," ucap Damar. Felly hanya mengangguk-angguk.
" Sebaiknya memang mas Damar tidak mengenalkan ku pada saudaranya. Aku tidak tau bagaimana pendapatnya melihatku. Mungkin dia bisa saja menghinaku. Dari wajahnya dia sangat tidak suka melihatku. Dia bahkan lebih menyeramkan dari pada Tante Rebecca," gumam Felly didalam hatinya yang ngeri jika berkenalan dengan kakak dari suaminya.
*******
Tidak berapa lama. Mobil mereka sampai di parkiran Apertemen mewah milik keluarga Harison. Damar dan Felly sama-sama keluar dan langsung memasuki gedung Apertemen itu.
Setelah kepergian Damar dan Felly mobil yang di Kendari Bion juga sampai di gedung yang sama.
" Kamu pulanglah! aku ingin istirahat dulu," ucap Aditya yang merasah lelah.
" Baik Tuan," jawab Bion. Aditya pun keluar dari mobil dan memasuki Apertemen itu.
Damar dan Felly sudah berada di depan Apartemen tersebut, Damar memencet kata sandi Apartemen itu. Tidak berapa lama Aditya pun datang dan melihat pasangan itu yang akan memasuki kamar tersebut.
Yang kebetulan Apartemen Aditya dan Damar berhadapan. Felly yang menyadari kehadiran Aditya menundukkan kepalanya sementara Damar yang memang tidak terlalu akrab tidak menyapa sama sekali.
Ketika pintu terbuka. Damar langsung meraih tangan Felly dan langsung masuk. Aditya mendengus kasar melihat wanita itu memasuki kamar adik tirinya.
" Wow, apa dia sehebat itu diranjang, setelah dari sana dan sekarang giliran calon suaminya yang harus di layaninya," batin Aditya langsung berpikir jelek.
" Cuc-cuc-cuc," Aditya bercuit geleng-geleng melihat wanita yang sudah di anggapnya murahan.
" Mungkin salah satu alasannya menikahi wanita murahan itu. Ya bisa di katakan wanita itu persis seperti meratuanya sangat pintar mencuri perhatian orang-orang besar," desis Aditya yang kembali berpikiran buruk pada Felly.
Tanpa ingin mengambil pusing Aditya langsung memasuki kamarnya.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Nuraini
secara nggak langsung aditya tertarik sama felly
2022-05-30
2