Felly berjalan kaki memasuki perkomplekkan rumahnya dengan kantung plastik yang ditenteng di tangannya. Dia sangat lelah hari ini. Setiap hari Felly memang melakukan rutinitas di tempat pekerjaan yang berbeda.
Pagi hari dia sudah harus stand by di londry. Felly akan bekerja sampai jam 1 siang. Dan pekerjaan ke-2nya menjadi kasir di mini market
Yang berarti Felly akan bekerja dari jam 2 siang sampai jam 7 malam. Setelah itu barulah dia menuju Restaurant untuk mencuci piring.
Di Restaurant sendiri Felly dengan 3 teman yang berganti dalam mencuci piring dan Felly bagian terakhirnya.
Felly akhirnya sampai di komplek perumahan yang sederhana itu. Rumah yang berbaris sangat rapat. Banyak anak-anak yang berlarian dan juga para bapak-bapak yang masih menongkrong sambil meminum kopi.
" Assalamualaikum," salam Felly saat membuka pintu rumahnya dengan membawa 2 kantung plastik.
" Walaikum salam," sahut wanita paruh baya yang menjait pakaian.
" Bibi," Felly menyalam punggung tangan bibinya itu yang merupakan adik dari mamanya.
" Kamu baru pulang?" tanya Wanti. Felly mengangguk.
" Oh, iya. Ini Felly bawa makanan," ucap Felly meletakkan makanan itu di atas meja di dekat sang bibi.
" Felly kita sudah makan malam, jadi jangan membuang-buang uang, kamu kan tau kita butuh uang untuk operasi ibu kamu," ucap wanti yang terus mengingatkan agar tidak boros.
" Tidak kok Bi, itu makanan dari Restaurant. Anak-anak yang lain juga membawanya. Bukan hanya Felly saja. Jadi Felly tidak mengeluarkan uang," sahut Felly menjelaskan.
" Lagi pula bibi jangan khawatir masalah biaya operasi mama. Sebentar lagi mama akan segera di operasi," ucap Felly membuat Wanti melihat keponakannya dengan menatap aneh.
" Dapat uang dari mana?" tanya Wanti heran. Karena tidak mungkin Felly sudah mengumpulkan sebanyak itu. Kecuali Felly dapat pinjaman.
" Mas Damar akan menikahiku dalam waktu dekat. Dan maharnya akan aku gunakan untuk operasi mama," jelas Felly. Hal itu membuat Wanti mengkerutkan dahinya.
Menatap Felly dengan penuh keraguan. Dia sangat kasihan dengan Felly yang harus berkorban banyak. Bahkan memberikan maharnya untuk sang mama.
" Jadi bibi jangan Khawatir," ucap Felly sekali lagi meyakinkan.
" Kamu yakin benar-benar akan menikah dengan Damar?" tanya Wanti masih ragu.
" Iya Felly sangat yakin," sahut Felly. Wanti masih saja ragu. Meski Wanti juga sangat mengenal Damar. Anak yang sangat sopan dan rendah hati.
Hal itu jelas membuatnya tidak ragu. Apa lagi dia juga tau Damar sangat mencintai Felly. Tetapi bukan hal itu yang mengganjal di hatinya. Mengingat Damar Pria kaya raya yang sangat di kenal orang.
Yang sangat berbeda dengan Felly yang hanya gadis biasa yang hidup dengan kesederhanaan dan jauh dari kata kemewahan seperti Damar. Dan sangat tidak cocok bersanding dengan Damar yang bisa di katakan langit dan bumi saja tidak bisa mengibaratkan hubungan itu.
" Bibi kenapa?" tanya Felly melihat sang bibi diam.
" Apa keluarganya bisa menerima keadaan kamu dan keadaan keluarga kita?" tanya wanti yang benar-benar ingin tau.
Felly mengangguk tersenyum. Dan berdiri di belakang bibinya memegang pundak bibinya sembari menghapus lembut.
" Jangan khawatir dari awal mas Damar sudah menerima kita dengan baik. Begitu juga keluarganya. Makanya bibi tenang aja semuanya akan baik-baik saja. Mas Damar dan keluarganya tidak mempermasalahkan derajat dan status sosial. Setelah Felly menikah dengan Mas Damar. Mama akan kembali kerumah ini. Kita bisa hidup bahagia," ucap Felly meyakinkan bibinya.
Wanti meraih tangan Felly meletakkan di telapak tangannya dan menutupnya lagi dengan telapak tangan yang satunya.
" Kamu harus berkorban untuk semua ini," ucap Wanti menatap penuh simpatik pada Felly yang sekarang tersenyum lebar seperti tidak ada masalah.
" Berkorban apa. Felly menikahi mas Damar, bukan karena paksaan. Tetapi memang kami saling mencintai dan masalah mahar. Itu hanya uang mahar hanya simbol. Felly menggunakan mahar itu untuk mama. Bukan berarti Felly berkorban. Karena jauh lebih banyak lagi yang di berikan mama pada Felly yang tidak akan bisa Felly balas," ucap Felly dengan ketulusan hatinya.
" Iya kamu benar, semoga saja setelah ini. Kamu akan bahagia," ucap Wangi dengan penuh harapan.
" Bukan hanya Felly yang bahagia. Tetapi kita semua," sahut Felly.
" Iya Bibi tau, kamu hanya akan bahagia. Jika keluarga kamu ikut bahagia," ucap Wanti.
" Kak Felly," teriak Lula anak dari bibinya yang datang bersama Agni adik Felly.
" Kakak bawa apa ini?" tanya Lula yang langsung membongkar isi kantung plastik itu. Felly tersenyum melihat kebahagian keluarga kecilnya itu.
" Wow ayam, ayo kak Agni kita makan," ajak Lula sudah tidak sabaran.
" Dody mana?" tanya Felly tidak melihat satu lagi penghuni rumah itu Abang Lula yang sekarang berusia 12 tahun.
" Lagi ngerjain PR di rumah tetangga," jawab Lula.
" Ya sudah makannya juga di tinggali untuk Dody," ucap Wanti.
" Kak, Andre belom pulang?" tanya Felly.
" Paling lembur lagi," jawab Wanti.
" Oh begitu," sahut Felly cemas. Kakaknya memang sering lembur dan bahkan jarang pulang.
Felly Azani Baskoro anak ke-2 dari 3 bersaudara. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Andre yang juga sama sepertinya bekerja sana sini mengumpulkan uang untuk kebutuhan beberapa orang di rumah itu.
Sementara Bibinya yang memang sejak awal tinggal bersama mereka. Bibi nya yang memiliki dua anak Lula dan Dodi yang masih sekolah dan pasti Felly dan kakaknya ikut membantu biaya sekolah itu.
Karena Bibinya hanya bekerja sebagai penjait yang penghasilannya sangat tidak seberapa. Rumah yang mereka tempati juga sangat sederhana berukuran kecil. Hanya ada 2 kamar tidur yang kecil. Dan ruang tengah yang sempit. Serta dapur yang sangat kecil.
Apapun itu Felly sudah sangat terbiasa dengan keadaan itu. Dia sangat tegar menghadapi cobaan demi cobaan dalam hidupnya. Sehingga mentalnya sudah seperti mental baja.
***********
Kediaman Harison.
Keesokan harinya Damar pun akhirnya membawa calon istrinya ke rumah besar itu untuk pertama kalinya.
Damar membukan pintu mobil untuk Felly. Damar memang selalu memperlakukan Felly seperti tuan Putri. Belum menjadi istri saja Felly sudah di perlakukan seperti itu. Bagaimana jika sudah menjadi istrinya nanti.
" Terima kasih," ucap Felly. Damar tersenyumu membuat 1 tangannya melengkung di pinggangnya. Memberi kode pada Felly agar memasukkan tangannya. Felly melakukanya menerima gandengan sang calon suami.
Damar dan Felly memasuki rumah besar itu. Sebenarnya untuk seorang Felly tidak akan bengong atau takjub dengan rumah mewah seperti milik keluarga calon suaminya itu.
Felly dulu sempat mendapati hidup mewah dengan kekayaan orang tuanya yang melimpah. Tetapi karena papanya yang korupsi membuat mereka jatuh miskin dan satu per-satu aset keluarga mereka habis.
Sang papa juga harus di penjara mempertanggung jawabkan perbuatannya sampai sekarang dan masa tahanan itu sudah sampai 5 tahun papa dan suami dari Bibinya yaitu lamanya yang juga terlibat dengan kasus korupsi tersebut.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Clarissa
Kasihan keluarganya Felly
2022-12-24
2