Mengeluh dengan keadaannya juga tidak ada gunanya. Tidak akan mengubah apapun. Jadi dia hanya terus bersyukur dengan keadaannya yang sekarang ikhlas menjalani semuanya.
Drett....Dretttt
Bunyi ponsel Felly berdering, Felly langsung mengeluarkan ponsel dari kantung celemeknya. Melihat panggilan masuk dari Damar.
📞" Hallo mas Damar," sapa Felly.
📞" Kamu sudah selesai kerja?" tanya Damar yang berada di kamarnya menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
📞" Baru selesai, Kenapa mas menelpon?" tanya Felly sembari melepas celemek nya.
📞" Besok malam aku akan menjemputmu. Kita harus membicarakan pernikahan dengan kakek dan juga mama," ucap Damar membuat Felly kaget.
📞" Benarkah! Apa mama kamu, sudah benar-benar setuju?" tanya Felly dengan pelan tidak percaya mendengar perkataan Damar.
📞" Iya mama pada akhirnya setuju. Itu semua berkat doa kamu. Mama akhirnya menyerahkan semuanya kepadaku dan itu artinya dia merestui pernikahan kita," jelas Damar.
📞" Syukurlah kalau begitu. Aku bahagia mendengarnya. Aku hanya kaget kalau akhirnya Tante Rebecca merestui hubungan kita," ucap Felly masih tidak percaya.
📞" Itu yang di namakan cinta Felly. Kekuatan cinta kita mampu meruntuhkan segalanya. Cinta memang sangat unik, jadi semua ini karena cinta kamu dan aku," Damar yang di kamarnya tidak lepas tersenyum berbicara lembut dengan calon istrinya.
Ada rasa ingin menemui langsung. Dan menyampaikan secara langsung kabar bahagia itu. Tetapi dia tau Felly sangat sibuk bekerja. Jadi dia juga tidak ingin mengganggu sang kekasih.
📞" Kamu bisa saja, kamu paling pintar jika berbicara masalah cinta," ucap Felly selalu menanggapi masalah cinta sangat biasa.
Yang dia tau calon suaminya itu orang sangat tulus kepadanya. Selalu memperlakukannya dengan baik.
📞" Katakan padaku kalau kamu mencintaiku," ucap Damar. Membuat Felly mendengus tersenyum.
📞" Kenapa diam, aku ingin mendengarnya sebelum aku tidur," ucap Damar lagi yang masih menunggu jawaban Felly.
📞" Tanpa aku mengatakannya, kamu sudah tau jawabannya. Jadi untuk apa lagi aku mengatakannya," sahut Felly. Damar di ujung sana tersenyum.
📞" Kamu benar. Karena yang aku tau. Kamu benar-benar hanya mencintaiku. Tapi aku ingin mengatakan lagi. Jika aku mencintaimu," ucap Damar dengan manis.
📞" Iya aku tau," jawab Felly, " Ya sudah mas, Felly mau pulang dulu. Yang jelas sekarang Felly lega dengan informasi yang mas berikan," ucap Felly masih terus merasa sangat bahagia.
📞" Iya setelah menikah, kamu tidak perlu bekerja lagi, kamu dan keluargamu, sudah menjadi tanggung jawabmu," ucap Damar yang akan segera menepati janjinya.
Felly tidak pernah meminta itu. Dia hanya mengatakan kepada Damar. Jika sudah menikah agar di biarkan bekerja. Supaya bisa membantu perekonomian keluarganya. Tetapi Damar tidak memberi Izin jika Felly bekerja serabutan.
Dia akan memberikan pekerjaan yang layak untuk Felly yang mungkin membuka usaha. Yang juga bisa di kelolah keluarga Felly. Karena menikahi Felly juga harus bertanggung jawab pada keluarganya.
📞" Felly ucapkan terima kasih. Karena sudah menerima Felly dan keluarga Felly apa adanya," ucap Felly.
📞" Iya sama-sama, itu sudah tugasku," jawab damar.
📞" Ya sudah mas, Felly tutup dulu telponya," ucapnya berpamitan.
📞" Iya, kamu hati-hati pulangnya. Langsung istirahat, sampai ketemu besok," sahut Damar.
📞" Iya mas, selamat malam," ucap Felly.
📞" Selamat malam," jawab Felly langsung menutup telponnya. Felly membuang napas ya panjang dengan perlahan.
" Syukurlah, jika Tante Rebecca pada akhirnya akan merestui pernikahan kami. Mahar dari mas Damar akan aku gunakan untuk biaya operasi mama,"
" Setelah menikahi mas Damar semuanya akan baik-baik saja. Mama akan sembuh dan kembali berkumpul lagi. Keluarga kecil kita akan jauh lebih bahagia setelah ini," gumam Felly dengan kelegaan hatinya.
Mama dari wanita cantik itu memang sedang di rawat di rumah sakit. Beberapa kali Dokter memberitahu Felly dan keluarganya agar mamanya di operasi. Tetapi Felly belum mendapatkan uang untuk biaya itu.
Dan akhirnya Felly memutuskan menerima lamaran dari Damar dan menggunakan mahar pernikahannya untuk biaya sang mama.
Hal itu juga di ketahui Damar. Karena Felly memang jujur apa adanya. Karena dia menikahi Pria itu bukan karena Damar yang kaya raya. Tetapi memang dia mencintai mengingat hubungan mereka sudah terjalin 1 tahun berjalan.
Damar beberapa kali menawarkan bantuan untuk operasi calon mertuanya. Tetapi Felly selalu menolak. Pada akhirnya Damar setuju dengan keputusan calon istrinya yang menggunakan mahar dari damar untuk biaya operasi calon mertuanya. Karena memang itu juga hak dari Felly.
Selain itu Damar juga berjanji padanya akan memberikan kehidupan yang layak pada keluarga Felly.
Karena Damar tau Felly tulang punggung keluarga. Yang membiayai ibu, kakak laki-laki nya yang juga kerja serabutan dan adik perempuannya yang masih berusia 17 tahun.
Itulah yang membuat Damar mencintai wanita tangguh itu. Wanita cantik yang pekerja keras dan bahkan sangat jujur dengan keadaannya.
" Kita akan segera menikah, kamu akan bahagia bersamaku, aku tidak akan membiarkan kamu kesulitan," ucap Damar mengusap foto Felly yang ada di ponselnya.
" Aku mencintaimu," ucap Damar lagi mencium foto tersebut.
**********
Setelah mengganti pakaiannya Felly keluar ruang ganti pakaian.
" Felly makan dulu!" tawar Sofia teman kerjanya yang menikmati makan malam. Dengan beberapa karyawan yang makan bersama.
" Tidak usah, aku harus buru-buru pulang," tolak Felly melihat sudah sangat larut.
" Tidak apa-apa, ayo makanlah! Jangan suka menolak makanan," sahut Gilang Pria tegas yang selalu serius tetapi sangat humbel yang menjadi kepala pelayan di Restauran mewah itu.
" Ayo buruan," ajak Sofia memaksa Felly. Pada akhirnya Felly pun bergabung.
Restaurant Itali itu memang tutup jam 10 malam. Felly sudah bekerja sebagai pencuci piring di Restauran besar itu sudah 5 bulan.
Memang sangat sulit jika harus menjadi waiters di Restauran itu. Makanya Felly hanya di terima bekerja sebagai pencuci piring.
Karena sewaktu dia melamar memang tidak ada tempat yang kosong untuk menjadi waiters. Hanya ada sebagi pencuci piring.
Felly yang butuh pekerjaan menerima saja. Karena apapun itu yang penting bisa menghasilkan uang yang halal.
Lagi pula Gilang sudah mengatakan. Jika ada waiters yang berhenti. Felly akan mendapatkan posisi itu.
Tetapi sebenarnya mencit piring lebih enak. Pekerjaannya sebentar dan bisa bekerja di tempat lain lagi.
" Bagaimana enak?" tanya Sofia.
" Bukannya memang makanan di sini sangat enak," sahut Felly.
" Kau benar para Chef di sini, sangat handal," sahut Erin.
" Ini coba deh, ini masakan dari Chef terbaru dari Itali," ucap Sofia mendekatkan makanan itu di depan Felly. Felly pun memakannya.
" Bagaimana? Apa enak?" tanya Sofia.
" Hmmm, enak," jawab Felly.
" Itu buatan Chef dari Itali yang dengar-dengar langsung di pilih oleh pemilik Restauran ini," jelas Sofia.
" Pemilik Restauran. Itu berarti pemilik Restauran ini sudah menunjukkan diri," sahut Sena yang juga ikut 1 meja bersama mereka.
" Iya pemiliknya sudah kembali ke Indonesia," sahut Gilang membenarkan dengan mengunyah makanan dengan santai.
" Bukannya pemiliknya Pak Lucky," sahut Felly Setaunya.
" Bukanlah, Pak Lucky itu hanya manager," jawab Sena yang memang sudah tau.
" Benarkah! aku baru tau," sahut Felly yang memang baru mengetahuinya.
" Sudahlah jangan di bahas lagi. Kita makan saja," sahut Gilang. " Yang lainnya makan yang banyak," sahut Gilang melihat di sekelilingnya.
" Iya Pak," sahut para Waiters, OB, Satpam, dan yang lainnya.
Restauran tempat Felly bekerja memang memiliki banyak peran. Selain Manager yang mengelolah dan mengontrol perkembangan Restauran.
Ada juga Gilang sebagai kepala para pelayan yang mengatur para pekerja. Dari waiters. Pencuci piring dan beberapa Cleaning servies. Yang pastinya juga memiliki Chef handal di Restaurant tersebut.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Amma Alam
pasti aditya pemiliknya
2022-04-26
2