" Tapi mas," sahut Felly.
" Felly sudahlah. Bagiku yang terpenting adalah kamu. Kita menikah secepatnya adalah jalan yang terbaik. Agar kamu bisa bahagia. Aku akan bertanggung jawab untuk kamu dan juga keluarga kamu,"
" Makanya lebih cepat lebih untuk kita menikah. Karena kalau kita sudah menikah. Kamu tidak punya alasan untuk menolak bantuan ku," Jelas Damar lagi dengan tulus menatap mata cantik dari calon istrinya.
Tersirat senyum tipis di wajah Felly melihat ketulusan di wajah Damar. Dia memang memiliki Damar yang sejak dulu selalu memberinya semangat dan selalu mendorongnya.
Felly tidak tau kenapa di saat kehidupannya yang sangat sulit, dia di pertemukan dengan laki-laki seperti Damar yang sangat tulus kepadanya.
" Makasih mas Damar, sudah menerima Felly apa adanya. Felly tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan mas Damar," ucap Felly merasa haru. Damar tersenyum mendengarnya.
" Kamu tidak perlu membalas dengan apapun. Dengan menjadi istriku, berada di belakangku, mendukungku, itu sudah ucapan terimakasih yang paling besar yang aku dapatkan," sahut Damar. Felly menganggukan cepat kepalanya.
" Iya Felly akan menjadi istri yang baik untuk mas, Felly janji tidak akan pernah mengecewakan mas Damar," ucap Felly dengan yakin.
" Aku tau kamu akan melakukannya," sahut Damar membawa Felly masuk kedalam pelukannya.
" Aku mencintaimu Felly," ucap Damar memeluk erat. Felly juga memeluk erat dengan hatinya yang sangat bahagia.
Ternyata kemesraan Felly dan Damar di saksikan oleh Aditiya yang berada di balkon kamarnya.
Tidak tau dari kapan Aditya berada di sana. Dia melihat pasangan yang berpelukan itu dengan ke-2 tangan di masukkan kedalam sakunya.
" Jadi itu calon istrinya," gumam Aditya melihat calon adik iparnya itu. Aditya mendengus kesamping melihat pemandangan itu.
" Apa dia ingin melarikan diri dengan pernikahan. Apa dia pikir secepat itu mendapat kebahagian. Tidak tau malu.Tidak semudah itu damar,"
" Jangan kau pikir dengan kau menikah. Kau bisa lolos. Kau salah aku memperlihatkan kepadamu bagaimana penderitaan sebenarnya," desis Aditya dengan senyum penuh rencana.
Tidak tau apa yang di pikirkan Aditya. Dia sangat tidak peduli dengan siapa wanita yang akan menjadi istri adik tirinya itu. Tetapi dari sorot mata yang tajam itu sangat jelas Aditya tidak menyukai pernikahan itu.
Aditya pun meninggalkan tempat itu. Dia tidak ingin menjadi penonton di antara pasangan sementara itu. Kata sementara, Aditya seperti sudah mulai menemukan rencana.
Aditya pun melangkahkan kakinya menemui kakeknya. Melihat pasangan itu sedang bersama di luar. Mungkin juga acara makan malam itu sudah selesai dan kakeknya pasti sudah sendirian.
Tetapi Aditya harus menghentikan langkahnya di depan kamar ibu tirinya. Pintu yang terbuka sedikit membuat suara wanita itu terdengar.
" Tidak apa-apa lah, Damar menikahi wanita itu. Jika papa tidak masalah maka semuanya akan baik-baik saja. Setelah Damar menikah dengan Felly semuanya akan lebih mudah,"
" Felly akan secepatnya mengandung anak Damar dan pasti papa akan secepatnya memberikan perusahaan ke pada Damar karena terlebih dahulu memiliki keturunan," ucap Rebecca dengan penuh rencana tersenyum.
Dibalik kata restu dia masih mencari keuntungan. Mendengar ucapan ibu tiri Aditya mendengus dengan senyum miring di wajahnya.
" Hhh. Dugaan ku benar pernikahan itu pasti ada maksud terselubung," gumamnya geleng-geleng.
" Dasar wanita serakah. Sudah di berikan kehidupan enak selama bertahun-tahun masih saja kurang. Jadi itu alasannya membuat putranya cepat-cepat menikah,"
" Jika itu memang alasanmu. Sepertinya aku harus membuat rencanamu gagal. Kau akan menerima beberapa kejutan yang akan aku berikan," ucap Aditya tersenyum penuh penuh rencana.
Tidak ingin berlama-lama di tempat itu. Aditya melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.
Saat menuruni anak tangga Aditya malah berpapasan dengan Felly yang menaiki anak tangga yang ingin berpamitan pada calon ibu mertuanya.
Langkah Felly dan Aditya malah berhenti. Di antara 3 anak tangga. Aditya melihat ke arah wanita yang sama yang di lihatnya di taman belakang saat berpelukan dengan damar.
" Siapa dia," batin Felly gugup Dia tidak tau harus menyapa seperti apa.
Aditiya melihat dengan tatapan dingin yang penuh arti. Tatapan itu juga sangat menusuk seperti dia ada kesalahan saja. Hanya membuat Felly semakin bingung.
Yang membuat Felly semakin gugup saat melihat Pria itu melihat dirinya dengan intens. Sangat terlihat dari pergerakan matanya yang melihat dari ujung kaki Felly sampai ke rambut Felly.
Membuat Felly menelan salavinanya dan perlahan membuang napasnya kedepan. Mungkin saja Pria itu melihat dengan pikiran meremehkannya yang hanya wanita biasa. Tetapi Felly mencoba tetap tenang.
" Kenapa dia tidak turun juga," batin Felly yang semakin canggung.
Tidak ingin berlama-lama, akhirnya Felly memberanikan diri melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, saat berada di depan Aditya.
Felly menundukkan kepalanya sembari mengusap-usap belakang lehernya karena dia semakin gugup.
Tidak ada respon yang di dapat Felly. Wajah itu tetap seperti itu. Wajah dingin tetapi terlihat banyak pertanyaan, wajah itu juga bahkan tidak tersenyum.
Felly hanya bisa mencium aroma parfum mahal saat melewati Pria tampan itu. Felly melanjutkan langkahnya walau tidak mendapat kan sapaan.
Saat Felly sudah melewati Aditya. Aditya masih menatap punggung wanita yang harus di akuinya cantik.
Felly kembali menoleh kebelakang dan menyadari jika dia ternyata masih di lihati dengan tatapan yang sama seperti tadi.
Kenapa dia menatapku seperti itu, apa ada yang salah dengan diriki," batin Felly mengalihkan pandangannya fokus kedepan.
" Apa itu kakak mas Damar," Felly hanya menerka-nerka di dalam hatinya. Pria yang baru di lihatnya itu memang membuatnya bertanya.
Felly hanya merasa aneh dengan kesan pertamanya bertemu anggota keluarga calon suaminya. Yang mana seharusnya dia menyapa.
Dia sangat takut jika di katakan sombong. Tetapi juga tidak ingin menyapa. Karena di pikir dia mencari muka.
Felly pun mempercepat langkahnya. Karena akan semakin gugup jika mendapat tatapan seperti itu.
" *Seperti itu calon istrinya," batin Aditya dengan seriangi nakal di wajahnya.
" Apa aku pernah bertemu dengannya," Aditya seakan merasa pernah menemui wanita itu. Dia tidak ingin memikirkan hal itu dan kembali menuruni anak tangga untuk menemui sang kakek*.
*******
Tok! Tok!
Aditya mengetok pintu kamar sang kakek. Tidak mendapat sahutan. Aditya tetap masuk. Dan melihat sang kakek ingin naik ke atas tempat tidur yang mungkin ingin istirahat.
" Walau kau menjadi orang besar, seharusnya kalau jika tidak di suruh masuk jangan masuk," sindir Harison yang sudah berbaring di tempat tidurnya dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang menarik selimutnya.
" Aku tidak punya kesempatan bertemu dengan kakek, makanya aku masuk," sahut Aditya dengan suara dingin berdiri di depan ranjang besar itu.
Bersambung
Jangan lupa Vote, like, koment sangat di butuhkan saran dari para readers terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Hikmah Araffah
tapi kasian nanti damar kehilangan Felly gara2 Aditya ,damar cintanya tulus sm fely
2022-07-17
3
Sonia pramita
jadi penasaran Thor..🤔🤔🤔
2022-06-06
0
indah-yt27🍒
masih nyimak thor..kayaknya seru..😊
2022-05-30
0