Memikirkan hal itu Felly langsung terduduk lemas dengan menyisir rambutnya ke belakang dengan 5 jarinya.
" Bagaimana ini, semuanya tidak sesuai rencana, aku tidak mungkin menikah dengan mas Damar dengan keadaanku yang benar-benar tidak pantas menjadi istrinya. Aku wanita kotor. Tapi mama. Hanya uang dari mas Damar yang bisa menyelamatkan mama. Apa yang harus aku lakukan," batin Felly yang benar-benar kebingungan.
Semuanya hancur dalam 1 malam. Seandainya dia tidak memasuki kamar itu mungkin hal itu tidak akan terjadi kepadanya.
Pria itu bukan hanya merenggut kehormatannya bahkan juga mengambil kebahagiannya dan bahkan nyawa mamanya.
Felly tidak tau kenapa dia bisa bernasib buruk seperti itu. Tabungannya jika di kumpulan tidak akan bisa mencari 70 juta sebagai uang operasi mamanya dan semua biaya mamanya di rumah sakit.
Napasnya hanya naik turun melihat adiknya yang di peluk sang bibi yang menangis ketakutan. Sementara dirinya yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Pikirannya bahkan sudah tertutup.
Tubuhnya masih sakit sampai sekarang dan di tambah masalah yang semakin banyak yang seharusnya akan selesai menjadi tidak selaisai dan bertambah runyam.
***********
Dengan lemas Cherry berjalan di pinggir jalan. Dengan tatapan kosong. Bahkan suara klakson yang terdengar bising. Tidak didengarkan oleh Felly.
Dari malam sampai sesiang ini Felly sama sekali belum pernah tidur. Bahkan dia sangat berantakan pakaiannya masih sama-sama saja dengan mata yang sembab, wajah yang pucat dan pasti air matanya yang terus menetes.
Tidak bisa terbagi fokus kesedihannya kemana. Pada tentang malam yang buruk ketika dia di perkosa atau pada ibunya yang akan tidak bisa di operasi karena kendala biaya.
Pikiran ingin mengakhiri hidupnya kembali terlintas di pikirannya. Tetapi kembali lagi Felly mengingat sang mama. Jika dia mati bagaimana dengan mamanya, adiknya, kakkanya, bahkan papanya yang masih di dalam penjara.
" Felly," teriak Damar saat melihat Felly.
Suara teriakan Damar sama sekali tidak terdengar oleh Felly. Damar yang terus berteriak memanggil sang kekasih yang tadi malam pulang sendirian.
Akhirnya Damar mengejar wanita itu dan memegang lengannya. Sontak kontak fisik itu membuat Felly kaget dan menepis kuat tangan itu.
" Lepaskan aku!" teriak Felly ketakutan dan membalikkan tubuhnya.Felly kaget saat melihat Damar yang ternyata memegang tangannya.
Damar menatap Felly heran. Bukan hanya penampilan Felly yang sangat berantakan. Tetapi juga wajah itu yang penuh kebingungan seperti orang linglung.
Tetapi Felly yang melihat wajah tulus Damar hanya di penuhi merasa bersalah dengan apa yang terjadi kepadanya.
" Kamu ngapain disini, dan apa yang terjadi kenapa kamu bisa seperti ini. Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Damar yang melihat Felly. Dengan cepat Felly mengusap air matanya.
" Felly apa yang terjadi?" tanya Damar merasa ada yang tidak beres.
Felly langsung memeluk Damar dengan erat membuat damar bingung. Tetapi dia membalas pelukan itu, merasakan tubuh Felly yang sungguh bergetar. Tangis Felly pecah kembali di pelukan Damar.
" Maaf mas, maafin aku. Aku tidak bisa menjaga diri ku, maaf mas," batin Felly yang benar-benar merasa bersalah.
" Felly, ada apa. Kenapa kamu seperti ini. Kenapa tadi malam pulang tidak mengabariku?" tanya Damar.
Dia bahkan berkali-kali menghubungi Felly tetapi Felly tidak mengangkat telponnya dan saat pagipun hal yang sama di lakukan Damar.
Felly juga tidak mengangkat telponnya membuatnya semakin khawatir dan melihat penampilan Felly yang sekarang membuat Damar semakin bingung dengan perasaannya yang tidak enak.
" Jangan menangis, katakan ada apa?" tanya Damar lagi mengusap-usap punggung Felly dengan lembut seraya menenagkan wanita itu.
" Aku telah di perkosa. Aku sudah tidak pantas menjadi istrimu," batin Felly menahan sesak di dadanya tidak sanggup mengatakan hal itu kepada Damar.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Damar saat tau jika dia sudah di perkosa oleh kakak tirinya.
Dia juga tidak tau bagaiman nanti keluarga itu menanggapi masalah itu. Felly tidak ingin membayangkan hal itu. Sangat sakit rasanya jika dia harus mengumbar aibnya. Dia hanya semakin hina jika ada yang mengetahui dirinya di perkosa.
Ternyata di sebrang jalan di lampu merah. Aditya yang berada di dalam mobilnya melihat Felly dan Damar saling berpelukan. Membuat Aditya mengepal tangannya di stir mobil.
" Kampungan, apa mereka sungguh saling mencintai. Sampai-sampai harus berpelukan di jalanan," Aditya tampak tidak suka melihat pemandangan itu.
" Dan wanita itu, apa yang di katakannya. Apa dia mengadukan kepada Damar," batinnya yang penasaran.
Di dalam hatinya sebenarnya tidak perlu Damar mengetahui hal itu. Sangat rendah jika Damar tau jika dia memperkosa calon istrinya. Tetapi berbeda cerita jika Damar tau jika dia bercinta dengan Calon istrinya yang mungkin akan lebih menarik.
Aditya tersenyum miring saat otak kotornya terlintas sesuatu. Dia melihat tanda-tanda kehancuran anak dari wanita yang menghancurkan keluarganya sudah mulai terlihat.
"Aku ingin tau apa reaksimu saat tubuh wanitamu telah kunikmati,"
" Seharusnya kau melihat bagaimana aku memperlakukannya. Seperti aku melihat kakakku di perlkuan seperti hewan oleh suruhan ibumu yang serakah itu,"
" Tidak. Kau tidak perlu melihat semua itu. Itu terlalu kejam. Seharusnya kau melihat yang lebih menarik. Mungkin itu jauh lebih etis," ucapnya dengan seriangi nakal di wajahnya.
Namun senyum penuh rencana itu hilang seketika. Saat mengingat sang kakaknya yang di perkosa oleh 3 Pria dan Aditya juga menyaksikan 3 pria itu menerima bayaran dari ibu tirinya.
Mengingat kejadian buruk 17 tahun lalu Akhirnya membuat Aditya meneteskan air mata. Saat tidak bisa melakukan apa-apa untuk kakanya.
Dengan penuh kemarahan Aditiya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sudah tidak peduli dengan pasangan yang terlalu berlebihan itu.
*********
Di tengah luka batin yang di rasakannya. Felly tetap melanjutkan pekerjaannya. Untuk orang sepertinya. Tidak ada kata malas-malasan.
Bersedih tidak akan mengembalikan semuanya. Jadi dia tetap tegar dengan dirinya yang sudah tidak berharga.
Felly menghampiri Restauran tempat kerjanya. Felly sempat cuti semalam. Karena memang tidak memungkinkan untuk bekerja.
Felly berjalan dengan langkah yang tidak bersemangat menuju ruang ganti pakaian. Namun langkah Felly terhenti saat melihat poster kecil yang menempel di dinding biasanya tempat pengumuman.
Yang membuat langkah itu terhenti ketika melihat gambar salah satu Chef yang berfoto dengan Pria yang di kenalnya. Wajah Felly penuh kebingungan dan tanda tanya saat melihat foto itu.
" Felly," tegur Sofia menepuk bahu Felly.
" Wauuuu, ternyata Chef Wira yang berhasil membuat lidah pemilik Restauran ini puas," ucap Sofia yang memandang poster itu dengan senyum di wajahnya.
" Pimpinan! Maksudmu?" tanya Felly bingung.
" Kau belum melihatnya, astaga Felly dia jauh lebih tampan dari fotonya. Tuan Aditya Sebastian harison wajahnya seperti dewa Yunani," setiap lontaran kata yang keluar dari mulut Sofia membuat Felly bisa menebak sesuatu.
" Apa dia pemilik Restauran ini?" tanya Felly memastikan apa yang di pikirkannya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments