Harison melihat Aditya sebentar lalu melihat ke arah Rebecca yang tampak kesal dengan Aditya. Terlihat dari sorot matanya yang sangat tajam melihat Aditya.
" Berita, sepertinya sangat penting, sampai membuat hari mu begitu bahagia?" tanya sang kakek. Aditya tersenyum mendengarnya sambil meneguk teh.
" Kakek benar, kakek harus menontonnya, berita tentang Heriyawan yang akan di hukum mati, karena kasus pelecehan seksual dan juga pencucian uang, dan satu persatu sekutunya akan menyusul," jawab Aditya menatap sinis Rebecca.
Sementara Rebecca sudah mengepal tangannya dan membalas tatapan Aditya. Anak dan ibu tiri itu tidak ada segan-segan saling menatap dengan tajam.
" Sial, seharunya dulu dia mati bersama ibunya, aku yakin pasti apa yang terjadi dengan Heriyawan ada campur tangan anak sialan ini," batin Rebecca dengan penuh kemarahan namun bisa di katakan dia sangat ketakutan.
" Lupakan soal beritamu, yang terpenting kakek senang melihat kau pulang kerumah ini. Dan kakek berharap kau akan tinggal di sini bersama keluargamu," ucap Harison yang penuh harapan.
" Kakek tidak perlu repot-repot. Aku punya rumah sendiri," sahut Aditya yang langsung menolak.
" Kakek tau, uangmu bisa membeli banyak rumah. Tetapi keluargamu ada di sini," sahut Harison, Aditya mendengus.
" Keluarga, bukannya kakek juga tau jika keluarga ku sudah berada di tempatnya di dalam tanah. Mati tanpa keadilan," ucap Aditya sinis yang terus melihat Rebecca. Aditya memang akan terus mengungkit hal itu.
" Aditya, jangan membicarakan hal yang tidak penting. Keluargamu ada di depanmu dan itu satu-satunya keluargamu," jelas Harison. Aditya menanggapi dengan tersenyum miring dan mengambil pisau.
Mata Aditiya tidak lepas dari wanita di depannya. Aditya memutar mata pisau itu tepat ke arah jantung wanita wanita itu. Membuat Rebecca gemetar melihat pisau tersebut sehingga matanya hampir keluar.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Damar ketika melihat Aditya menakut-nakuti mamanya.
" Aku hanya ingin memotong buah," sahut Aditya dengan santai mengambil apel dengan cara menusukkan pisau pada apel itu.
" Ada apa, apa kalian takut mati," ucap Aditya penuh sindiran.
" Hentikan omong kosong mu," ucap Damar kesal.
" Iya kalian tidak mungkin mati secepat itu, benar bukan?" tanya Aditya dengan senyuman palsunya.
" Anak ini benar-benar sialan, berani sekali dia mengancam ku di depan papa," batin Rebecca geram dengan Aditya.
" Kakek sudah mengatakan jangan membicarakan hal yang lain. Aditya kakek berharap kamu memikirkan saran kakek untuk tinggal di rumah ini," ucap Harison lagi.
" Iya kek, tapi aku akan tinggal di rumah ini setelah penghuninya benar-benar terhempas atau paling tidak sudah kembali ketanah," jawab Aditya yang mengupas buah seperti menguliti manusia.
" Aditya," geram Damar.
" Kenapa apa kata-kata ku salah?" tanya Aditya.
" Kau benar-benar," Damar seketika mulai emosi.
" Cukup! Kakek sudah mengatakan jangan membicarakan omong kosong seperti 17 tahun lalu," sahut Pria tua itu.
Mendengar kata 17 tahun lalu. Aditya memegang kuat pisau itu dan menghempas kasar di atas di atas meja. Sehingga sendok di atas piring berbunyi. Aditya langsung berdiri.
" Kakek selalu mengatakan omong kosong, kakek akan melihat omong kosong itu saat waktunya tiba," ucap Aditiya menatap tajam kakeknya.
Aditya yang tidak ingin berlama-lama langsung pergi. Dia bisa emosi jika harus berada dengan keluarga itu.
" Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia. Wanita ular, kau akan melihat betapa kejamnya dunia yang sebenarnya. Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu dan juga anakmu," batin Aditya mengepal tangannya penuh dendam sambil berjalan ke luar dari rumah itu.
17 tahun yang lalu.
Kekejaman harus di saksikan Aditya Sebastian Harison. Aditya memasuki rumahnya yang berantakan masih dengan pakaian seragam sekolahnya.
Suara teriakan seorang wanita membuat Aditya berlari menaiki anak tangga. Betapa kagetnya Aditya harus menyaksikan bagaimana kakak kandungnya Elia Anastasya yang di perkosa oleh 3 Pria.
Aditya melihat kakaknya di siksa dan di perlakukan seperti binatang untuk memenuhi nafsu Pria yang sangat kejam itu. Teriakan kakaknya yang lemah tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa meneteskan air mata dan menutup mulutnya.
" Kakak," lirih Aditya menyaksikan hal yang sangat keji.
Aditya mengepal tangannya ingin melawan dan menyelamatkan kakaknya. Tetapi tidak bisa di lakukannya.
Tidak tahan dengan apa yang di lihatnya Aditya meninggalkan kakaknya dan mencari mamanya ke semua ruangan.
Aditiya akhirnya menemukan sang mama terduduk di lantai dengan wajah yang lebam dan ke-2 tangan di ikat di belakang.
" Mama," teriak Aditya memeluk mamanya.
" Ngapain kamu di sini, cepat pergi nak, jangan di sini, kamu akan bahaya, pergilah nak, pergi," ucap sang mama dengan suara lemasnya mengusir anaknya agar menjauh darinya dan tidak menjadi korban.
" Tidak ma, kita akan pergi sama-sama, ayo ma, kita pergi kita tolong kakak," ajak Aditya mencoba membantu mamanya yang lemah. Tetapi suara hentakan heels langsung terdengar mendekati kamar itu.
" Cepat keluar nak, cepat!" usir wanita yang sudah lemah pada Aditya.
Aditya yang tidak ingin meninggalkan mamanya tetap bertahan.
" Ayo cepat Aditya pergi, jangan di sini, pergi lah!" usir wanita itu terus mendesak.
Dengan desakan sang mama, akhirnya Aditya dengan berat hati keluar dari jendela ruangan itu. Sesaat hentakan heels itu semakin dekat.
Tetapi Aditiya tidak langsung pergi. Dia mengintip di jendela dan melihat orang yang datang siapa.
Betapa kagetnya Aditya saat melihat wanita yang memasuki kamar itu ternyata Rebecca istri kedua papanya dan juga ibu tirinya. Aditya melihat bagaimana Rebecca berjongkok dan menampar mamanya.
" Aku tidak ingin hidup berbagi suami denganmu," ucap Rebecca dengan sinis dan menampar wanita yang sangat lemah itu.
Aditya harus menyaksikan bagaimana mamanya di perlakukan seperti binatang oleh wanita yang juga di panggilnya sebagai mama. Aditya hanya menangis tanpa suara saat tidak bisa melakukan apa-apa.
Kejadian yang menyeramkan itu adalah sebuah rencana Rebecca yang ingin menjadi penguasa dan menjadi satu-satunya.
Rebecca menjalankan aksinya saat papanya dan kakeknya melakukan perjalanan bisnis ke luar Negri. Tega menyuruh orang untuk memperkosa kakaknya yang masih 17 tahun dan menyiksa mamanya yang sudah sangat lemah.
Di saat papa dan kakeknya pulang. Skenario malah di atur dengan rapi. Di mana mamanya di fitnah selingkuh. Tubuh mamanya yang lemas kedapatan sang papa berada di dalam kamar dan tidur berpelukan dengan pria lain.
Sontak hal itu membuat papanya murka dan tidak segan-segan mengusir istrinya. Melihat sang ibu memohon membuat Aditiya tidak tahan dan mengatakan apa yang di lihatnya.
Tetapi sayang perkataan ibu tiri lebih baik di bandingkan ucapannya yang sama sekali tidak di percayai oleh papa dan kakeknya di anggap omong kosong karena usia Aditya yang masih kecil.
Aditya juga memohon kepada kakeknya untuk mempercayainya. Tetapi kakeknya tidak percaya dan menganggap apa yang di katakan Aditiya tidak masuk akal.
Akhirnya sang mama di usir, Aditiya yang ingin ikut dengan mamanya dilarang keras oleh kakeknya, karena Aditiya merupakan cucu kesayangan kakeknya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Firdausy Dhewy
lnjut thor kyakny seruuu .. 🤩🤩
2022-10-03
0
Hikmah Araffah
Ayuk dit hajar Rebeka
2022-07-17
0
Sonia pramita
lanjut
2022-06-06
0