Walau mengetahui hal itu. Tidak akan berpengaruh untuk Aditya. Pria yang sudah di penuhi gairah itu tidak menghentikan perbuatannya.
Aditya tidak peduli dan melanjutkan menghentakkan masuk miliknya dengan sempurna kepada wanita yang benar-benar masih seorang gadis suci.
Wajahnya iblis nya sangat tampak menyeramkan saat memejamkan mata berhasil memasuki wanita itu dengan sempurna.
Aditya mulai menghujani miliknya dengan kekuatan penuh merasakan surga dunia yang hangat dan menjepit miliknya di bawah sana.
" Semuanya selesai di sini, mama maafin Felly, Felly tidak menjaga diri Felly, mas Damar maaf," batin Felly yang terus menahan sakit merasa bersalah pada mamanya dan juga calon suaminya.
Hati Felly seakan di cabik- cabik rasa sakit di tubuhnya. Saat Aditya dengan liarnya terus menikmatinya.
Bukan hanya rasa perih di tubuhnya dadanya yang semakin sakit sangat sesak saat mendapat perlakuan yang benar-benar hina.
Felly membuka matanya perlahan dia melihat Pria yang memang tanpa berdosa itu terus menghujaninya tanpa ampun. Melihat wajah yang benar-benar seakan menikmati tindakan asusila yang di lakukannya kepada dirinya.
Bahkan pria itu kembali mencium dalam bibir Felly mengabsen isi di dalam mulut yang terasa manis itu.
Tidak kasar bahkan sangat lembut. Tangan Aditya bahkan melepas ikatan tangan Felly yang yang sudah memerah.
Felly meremas Seprai dengan derain air matanya. Aditya menautkan ke-2 tangannya pada telapak tangan wanita yang terus menangis itu.
" Di mana Felly, apa dia sudah pulang?" batin Damar yang tidak menemukan Felly di setiap kamar yang di masukinya. Tetapi Damar memiliki perasaan yang aneh kepada kekasihnya itu.
Damar melihat ke arah kamar milik Aditya. Untung kamar itu kedap suara. Jadi sekuat-kuatnya Felly bertiak atau menangis tidak akan terdengar sampai keluar.
" Mungkin memang benar dia sudah pulang," batin Damar yang sebenarnya merasa cemas dan kembali turun tidak jadi memasuki kamar Aditya yang membuatnya merasa ada sesuatu.
Bagaimana tidak Aditya masih menikmati tubuh calon istrinya dengan biadap dan bejatnya yang di kelilingi iblis nafsu liar terus menggauli Felly tanpa ampunan.
Permainan yang semakin lama semakin panas. Namun berubah menjadi penuh kelembutan. Entahlah Aditya rasanya ingin memberikan pelayanan kepada Felly.
Felly juga sudah tidak bisa melakukan apa-apa dia sungguh lemas dan hanya pasrah membiarkan Aditya menikmati tubuhnya.
Dia benar-benar ingin mati saat mendapatkan pelecehan dari Aditya. Mau itu sekarang menjadi lembut sama saja hidupnya sudah hancur.
Apa gunanya hidup saat apa yang di jaga selama ini telah di renggut paksa dengan orang yang baru di kenalnya. Kehormatannya di rampas tanpa ada ikatan pernikahan.
Aditya dengan bejatnya terus melanjutkan permainan tanpa ada perasaan cinta dan melakukan demi rencananya menghancurkan saudara tirinya dan pasti dia menikmati semuanya.
" Aku sangat membencimu," batin Felly ketika melihat wajah Aditya yang penuh kenikmatan. Sampai akhirnya Felly menutup matanya karena dia benar-benar lemas.
Aditya mengerang saat menyemburkan ribuan benih kedalam rahim wanita yang di perkosanya.
Aditya yang jelas sangat sadar apa yang di lakukannya melihat wajah wanita yang sedari tadi di nikmatnya. Wajah yang penuh kesedihan air mata yang masih bercucuran meski mata itu terpejam.
Dengan napas tersenggal-senggal, Aditya mencium kening Felly dengan lembut mencium 2 kelopak mata itu.
" Semuanya sudah terlanjur. Kau harus menjadi alat untuk selanjutnya," ucap Aditya dengan suara serak langsung menghempaskan tubuhnya di samping Felly.
Aditya menghembuskan napasnya panjang dengan cucuran keringat nya. Keringat kepuasan kenikmatan yang tidak pernah di dapatkannya.
Aditya menoleh kearah Felly, Felly tertidur dengan wajahnya yang penuh kepasrahan. Dengan perlahan Aditya memejamkan matanya setelah merasa puas menikmati tubuh calon istri adik tirinya yang tidak pernah di jamah sama sekali.
**********
Kamar besar itu menjadi saksi bagaimana hidup Felly yang hancur di tangan Aditya. Pria yang akan menjadi kakak iparnya.
Pakaian berserakan di lantai, dengan ranjang besar yang yang sangat berantakan. Felly membuka matanya perlahan.
Sangat takut untuk membuka matanya karena jelas apa yang terjadi beberapa jam yang lalu adalah nyata dan bukan mimpi.
Sakit di area sensitifnya membuatnya kesulitan bergerak. Felly duduk dengan selimut yang menutup tubuhnya.
Air matanya kembali bercucuran saat melihat Pria yang tidur di sampingnya. Wajah Pria yang sangat di bencinya yang sudah merampas kehormatannya.
Felly menangis tanpa suara. Dia sangat takut jika Pria itu bangun mungkin akan melakukan hal itu lagi. Dia hanya menangis Sengugukan dengan tubuhnya yang benar-benar sangat kotor.
Felly meremas selimut di dadanya dengan rambutnya yang berantakan. Jika bercermin dirinya pasti sudah entah seperti apa. Banyak tanda merah di tubuhnya.
Dia hanya menahan sesak di dadanya. Saat apa yang terjadi kepadanya. Tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.
" Kenapa semuanya bisa seperti ini?" Lirihnya dengan napas naik turun tidak mampu berbicara.
Dengan mengumpulkan tenaganya. Felly mencoba duduk memungut pakaiannya di lantai memasuki kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Saat pintu kamar mandi tertutup. Aditya membuka matanya. Dia tidak tidur. Walau Felly menangis dengan menahan suaranya. Tetapi Aditya bisa mendengarnya. Aditya menoleh ke arah kamar mandi.
Dia juga kembali mendengar tangisan Felly. Tidak tau apa yang di pikirkan Aditya. Dari wajahnya dia sangat iba mendengar tangisan yang pecah itu.
Seperti menyesal melakukan itu. Iya dia tau dia menyadari dia orang yang pertama melakukan hal itu.
Tidak lama Felly meratapi nasibnya di dalam kamar mandi. Felly tidak ingin Aditya bangun. Sudah cukup dengan apa yang terjadi.
Saat langkah Felly keluar dari kamar mandi. Aditya dengan cepat memejamkan matanya. Felly menghentikan langkah kakinya. Melihat wajah itu kembali. Menatap dengan penuh kebencian.
Mata Felly berpindah pada nakas di samping ranjang terdapat bingkai kecil menunjukkan foto yang berisi 4 orang. 2 orang tua dan 1 anak Pria dan satu gadis remaja. Foto yang terlihat bahagia.
Tidak ingin berlama-lama. Felly mengambil tasnya dan langsung meninggalkan ruangan yang menurutnya adalah neraka di dunia.
Suara tutupan pintu kembali membuat Aditya membuka matanya. Aditya menggerakkan tubuhnya sehingga bersandar kekepala ranjang. Aditya melihat jam yang menggantung di ding-ding pukul. 3 malam.
Menikmati tubuh Felly cukup lama baginya. Bahkan dia hanya beristirahat 1 jam saja.
" Apa susahnya menunggu sampai besok pagi," gumam Aditya memijat kepalanya seakan khawatir dengan Felly yang pergi selarut itu.
" Apa dia takut ketahuan kekasihnya, sudah seperti itu masih saja berharap banyak, atau jangan-jangan dia mengadu," Aditya malah mengoceh dengan memijat-mijat kepalanya.
Aditya menoleh ke sampingnya melihat bercak darah di seprainya. Darah wanita yang di perawaninya. Ini pertama kali Aditya tidur dengan wanita yang masih tersegel.
" Aku tidak menyangka dia masih gadis yang masih suci. Apa calon suaminya tidak tau cara bermain," desis Aditya tersenyum miring.
Tanpa merasa bersalah dengan apa yang di lakukannya tadi malam malah merasa bangga karena menjadi orang pertama yang menyentuh wanita yang menjadi adik iparnya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Nisaaayu
Sabar ya Fel, karena ini cerita kalian berdua jadi aku yakin ntar si Aditya bakal jatuh juga ke kamu. Semangatttt
2022-05-08
0
Nisaaayu
untung ya thor 😂
2022-05-08
1
merry jen
prgi ajj Feli dr klurga yg Sling menyerng ituu ....sblm adity mnjdi kmu alt bls dndm psti kmu dslhkn am adtia. DECH klo kmu yg ngerayu adtiy dluan
2022-04-01
1