Hal itu membuat keluarga yang dulu hidup dengan kemewahan itu harus hidup semiskin-semiskinnya selama 5 tahun dan mungkin sampai kiamat. Karena tidak ada tanda-tanda kekayaan akan kembali lagi.
Karena kondisi ekonomi itu. Felly juga tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Dia harus bekerja mati-matian untuk keluarganya. Belum lagi sang mama yang menjalani rawat inap. Jadi Felly harus mengubur mimpinya itu.
Dengan dress pink selutut nya dengan rambut di gerainya Felly tampil cantik menemui calon mertuanya itu. Pakaian yang di gunakan Felly adalah pakaian yang sudah lama.
Untuk masih muat di tubuhnya. Karena itu salah satu pakaian saat dia masih kaya dan lumayan terlihat mahal untuk menemui calon mertuanya. Paling tidak dia tidak malu-maluin.
Rumah Damar memang sangat luas. Dia sudah berjalan lama dengan perasaan yang dek-dekkan tetapi belom juga sampai menemui calon ibu mertuanya.
" Ayo Felly!" ajak Damar membuka pintu ruangan yang mungkin tempat pertemuan itu.
Apa yang di pikirkannya benar seorang wanita yang tampak berkelas duduk menunggu. Meski sudah separuh baya wanita itu tidak terlalu tua. Mungkin uang yang di milikinya membuat dia awet muda dengan perawatan yang mahal.
Mata Felly berpindah pada Kakek tua. Yang duduk sambil menopang tongkat kecilnya. Mungkin itu kakek yang sering di ceritakan Damar.
1 tahun berpacaran dengan Damar Felly memang tidak pernah melihat ke-2 orang itu dan wajar di sangat kaget dan terlihat gugup. Sangat jelas terlihat dari ke-2 tangannya yang saling mengatup lurus.
" Mari duduk!" ucap sang kakek dengan ramah. Felly yang sangat gugup menundukkan kepala. Melangkah pelan langsung menyalam tangan kakek itu dan berpindah pada ibu mertuanya.
Felly merasa minder dengan tangan wanita itu yang sangat mulus. Di bandingkan dengan tangannya yang kasar. Maklumlah dia wanita pekerja. Jadi wajar tangannya kasar.
Setelah menyalami dua orang yang terhormat itu. Felly duduk di samping Damar. Rebecca tidak tersenyum sama sekali.
Tetapi Felly sudah menebak jika Rebecca walau menyetujui hubungan mereka. Tetapi pasti belum sepenuhnya menerimanya dengan lempang.
" Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya kakek Harison to the point.
Harison sudah mendengar cerita Damar mengenai Felly. Jadi Harison tidak mempedulikan latar belakang dari calon istri cucunya itu.
Karena dia tidak pernah memandang orang dari derajatnya dan status sosial yang terpenting untuk Harison cucunya bisa bertanggung jawab.
" Minggu ini kek," jawab Damar dengan cepat.
Perkataan Damar membuat Felly kaget. Damar belum membahas dengannya jika pernikahan itu akan di adakan Minggu ini. Setaunya hanya akan di adakan secepatnya.
" Mas," lirih Felly yang benar-benar terkejut. Damar menganggukkan matanya dengan tersenyum lebar mengatakan semua akan baik-baik saja.
" Kamu yakin secepat itu?" tanya Rebecca yang juga kaget. Jika putra akan menikah dalam waktu Minggu ini. Karena putranya juga tidak mengatakan apa-apa sebelumnya.
" Iya ma Damar yakin," sahut Damar memperjelas nya.
" Baiklah, kakek akan mempersiapkan pernikahan kamu. Tapi bagaimana dengan ibu kamu Felly. Bukannya beliau masih ada di rumah sakit?" Tanya Kakek Harison yang memang mengetahui semuanya.
" Felly juga ingin menikah di lihat mama. Tetapi mama juga pasti bahagia walau tidak hadir di pernikahan Felly," ucap Felly yang sebenarnya sangat sedih jika pernikahannya tidak di hadiri papa dan mamanya.
" Ya sudah Kakek serahkan semua kepada kalian. Tugas kakek hanya mempersiapkan saja," ucap Harison yang tidak ingin basa-basi.
" Terima kasih Kek," sahut Damar merasa lega. Melihat kearah Felly dengan tersenyum lebar. Felly juga tidak menyangka jika ternyata semuanya semudah itu.
Tidak seperti apa yang di pikirkannya sebelumnya. Dia sangat takut jika akan banyak pertanyaan yang membuatnya semakin gugup.
Tetapi ternyata semua di luar dugaannya. Kakek dari calon suaminya sangat baik dan ramah. Walau dia belum mendapatkan itu dari calon mertuanya. Tetapi dia yakin calon mertuanya juga akan lama-lama menerimanya dengan baik.
" Ya sudah, ayo kita makan," ajak Rebecca.
Damar menggengam tangan Felly sehingga membuat Felly kembali melihatnya. Damar menganggukkan matanya. Felly ikut mengangguk. Dan mengikuti calon suaminya menuju meja makan menyusu mama dan Kakek.
Mobil Aditya berhenti di depan rumah sang Kakek. Setelah bodyguard membukakan pintu Aditya langsung keluar.
" Di mana Kakek?" tanya Aditya pada Salah satu bodyguard sambil berjalan.
" Tuan Harison sedang makan malam dengan calon istri tuan Damar," jawab bodyguard tersebut membuat Kevin menghentikan langkahnya.
" Calon istri Damar, dia akan menikah?" tanya Aditya sedikit heran
" Benar tuan," sahut Bodyguard itu. Membuat Aditya mendengus.
" Dia akan menikah," batin Aditya masih tidak percaya.
Karena mendengar calon istri dari adik tirinya sedang makan malam bersama kakeknya. Aditya mengundurkan niatnya menemui kakeknya dan memilih memasuki kekamarnya.
Kamar yang sudah tidak pernah di masukinya. Kamar yang luas itu tetap seperti dulu. Banyak miniatur helikopter yang merupakan hadiah dari ibunya sewaktu dia kecil.
Kamar itu juga tampak rapi dan pasti bersih. Aditya merupakan Pria yang sangat rapi dan higenis.
" Tidak ada yang berubah," gumamnya dengan kepalanya berkeliling melihat kamar itu.
Dia meninggalkan kamar itu sudah sangat lama. Saat dia lulus SMP sudah tidak berada di rumah itu lagi.
Aditya memang langsung ke Italia melanjutkan sekolah. Karena Aditya tidak tahan tinggal di rumah penuh kenangan bersama keluarganya yang sangat bahagia.
Rumah itu juga menjadi saksi pengusiran sang mama yang di seret secara paksa. Hal itu membuatnya hanya sedih dan bertahan hidup 5 tahun tanpa mamanya dan hidup dengan sandiwara ibu tirinya.
Sang kakek memberikannya izin melanjutkan sekolah di Itali. Aditya yang mendapat kesempatan itu tidak pernah pulang.
Jika masa libur Aditya akan banyak alasan agar tidak kembali dan terpaksa sang kakek harus mengunjungi cucu kesayagannya itu.
Dan sekarang setelah 12 tahun lamanya Aditya berada di Itali, belajar dengan serius sehingga menjadi sukses. Aditya baru menginjakkan kaki kembali di rumah itu.
Aditya sebenarnya sudah 1 bulan yang lalu kembali ke Indonesia. Tetapi baru ini datang menemui sang kakek.
Dia memang harus mengatur banyak starategi untuk menyerang orang-orang yang dulu menghancurkan keluarganya. Memfitnah sang mama dan sampai sekarang belum mendapat ke Adilan.
Setelah makan malam dengan kakek dan mamanya lancar. Damar dan Felly berada di taman belakang.
" Aku senang semuanya berjalan dengan lancar," ucap Damar yang berdiri menghadap Felly.
" Iya mas, aku juga senang," jawab Felly lalu menjeda omongannya, " tetapi kenapa kamu bilang kita menikah dalam Minggu ini. Aku sangat kaget mendengarnya. Kita bahkan belum membicarakan itu?" tanya Felly merasa Damar terlalu terburu-buru.
Damar meraih ke-2 tangan Felly. Menggenggamnya dengan erat.
" Felly, lebih cepat lebih baik. Untuk sekarang-sekarang ini aku tidak terlalu sibuk. Dan waktunya sangat pas untuk kita menikah," jawab Damar.
" Tapi Felly belum menyiapkan Apa-apa," sahut Felly.
" Kamu tidak perlu menyiapkan apa-apa. Kamu tidak dengar apa kata kakek. Dia yang akan menyiapkan pernikahan kita," jelas Damar.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Retno
kok gk ada cerita papa adit sama kakak nya gimana thor
2022-09-03
2