Mobil mewah Aditya berhenti di depan Hotel bintang 5. Sang sekretaris Bion membukakan pintu. Aditya merapikan jasnya sebelum ke luar dari mobilnya.
Bion menundukkan kepalanya saat atasannya keluar. Aditya berjalan dengan rahang menegak keatas memasuki hotel tersebut. Bion pun mengekor di belakangnya.
" Apa dia sudah datang?" tanya Aditya yang akan menemui Klien terpentingnya yang mana mereka akan meeting di salah satu kamar Hotel.
" Sudah tuan, tuan Mark, sudah menunggu di kamarnya," jawab Bion yang terus mengikuti langkah sang atasan.
" Kau sudah menyiapkan berkasnya?" tanya Aditya
" Sudah tuan," jawab Bion.
" Pastikan dia akan menandatangani hari ini," ucap Aditya yang memang jika mendapatkan proyek. Proyek itu harus berada di tangannya.
" Pasti tuan. Saya dengar Tuan Damar, belum menemuinya dan saya yakin proyek ini akan jadi milik tuan," ucap Bion membuat Aditya tersenyum miring.
Aditya dan Bion berdiri di depan lift. Saat pintu lift terbuka Aditya langsung masuk di susul oleh Bion.
" Jadi dia belum menemui klien ini?" tanya Aditya.
" Benar tuan," sahut Bion.
" Dia sibuk dengan wanitanya dan pernikahan yang akan memberinya keturunan, dasar bodoh, selalu ingin instan dalam hidup," Aditya membatin merasa kebodohan Damar saudara tirinya semakin bodoh.
Setelah pintu lift terbuka. Aditya dan Bion langsung keluar dari lift tersebut menuju kamar klien mereka.
Aditiya dan Bion sudah berada di depan pintu kamar hotel klien mereka. Bion sudah mengetuk pintu kamar.
Saat pintu kamar terbuka betapa terkejutnya Aditya saat melihat yang membuka pintu adalah wanita yang di kenalnya dan bukan kliennya.
" Bukannya dia calon istrinya Damar," batin Aditya yang kaget melihat Felly ke luar dari kamar itu.
Felly juga terdiam. Seakan mengingat siapa Pria yang berdiri di hadapannya.
" Dia kan orang yang ada di rumah mas Damar. Apa dia kakak mas Damar," batin Felly yang juga mengingat-ingat.
Aditya hanya berpikir apa dia salah kamar. Kenapa wanita itu membuka pintu.
Sebentar saling mengingat. Klien yang ingin di temui Aditya muncul dari belakang wanita itu. Seorang Pria berusia 50 tahunan dengan perut buncit dan keluar dengan Bathrobe putih.
Pandangan mata Aditya langsung berpindah melihat ke arah Felly yang terlihat berantakan bahkan rambut Felly yang tampak basah.
Kevin mendengus kasar dengan pikirannya yang jauh ketika melihat calon adik iparnya itu berada di dalam kamar Hotel dengan Pria tua yang memang seorang pengusaha dari Kalimantan.
" Ternyata dia menikahi wanita ******, sangat cocok untuk sturtur keluarga itu," batin Aditya yang langsung men judge buruk Felly.
" Tuan Aditya," sapa Pria itu. Felly membuyarkan lamunannya.
" Saya permisi!" ucap Felly pamit menundukkan kepala kepada Pria itu.
" Kamu hati-hati," ucap Pria itu mengusap bahu Felly, yang pasti Aditya menatap tajam hal itu.
Felly mengangguk kan kepalanya. Aditya melihat nya hanya tersenyum miring. Sebelum pergi Felly juga menundukkan kepala kepada Aditya dan Bion.
Bion juga menundukkan kepalanya. Lalu Felly langsung pergi. Aditya melihat punggung Felly yang berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi.
" Dia memabawa seorang pelacur kedalam keluarga Harison, sama seperti ibunya, memang jika keturunan maka akan tetap seperti itu," batin Kevin yang tampak kesal dengan keberadaan Felly yang ke luar dari kamar itu.
" Ayo masuk Tuan Aditya, jangan berdiri terus," ucap Pria itu mempersilahkan.
Aditya dan Bion pun memasuki kamar hotel tersebut. Sesaat memasuki kamar besar itu. mata Aditya langsung fokus pada meja yang terdapat 1 botol minuman beralkohol dengan dua gelas yang masih tersisa wine.
Mata Aditya juga langsung berpindah pada ranjang besar yang terlihat berantakan itu. Kemana lagi pikiran Aditya jika tidak berpikiran yang buruk dan dari apa di lihatnya memang sangat jelas jika Felly dan kliennya pasti sehabis melakukan hubungan panas.
" Sepertinya saya terlalu cepat datang, sehingga permainan tuan terhenti begitu cepat," ucap Aditya dengan sinis. Membuat Pria itu tertawa.
" Tuan bisa saja, ayo duduk jangan berdiri saja," ucap Pria itu masih tertawa. Membuat Aditya menyunggingkan senyumnya.
" Wanita itu benar-benar gila. Aku tidak tau bagaimana kakek akan memberikan pabrik itu kepada wanita murahan sepertinya," Aditya terus bergerutu di dadal hatinya mengenai Felly.
************
Felly keluar dari dari lift dengan terus merapikan rambutnya yang masih basah.
" Kenapa setiap bertemu dia selalu melihatku seperti itu. Apa dia tidak suka aku menjadi adik iparnya. Apa karena dia tau aku wanita miskin yang tidak pantas masuk kedalam ke luarganya," Cherry menerka-nerka di dalam hatinya.
" Sebaiknya aku tanya saja nanti mas Damar. Lagi pula belum tentu dia kakak mas Damar. Siapa tau aku hanya salah saja,"
" Ahhhh, sudahlah kenapa juga harus memikirkan hal itu. Aku sampai berantakan seperti ini, untung saja Pak Mark tidak marah, salah sendiri sih begitu ceroboh," gerutu Felly menyadari kecerobohannya membuat kekacauan di kamar Tuan Mark yang merupakan klien Aditya.
Felly terus berjalan sambil mengusap-usap rambutnya. Siapa tau bisa kering. Dia juga tidak punya waktu untuk mengeringkan. Karena dia harus kembali bekerja.
*********
Felly sampai di Restaurant tempatnya bekerja.
" Felly," sapa Sofia yang berpapasan dengannya sambil mengantar pesanan para tamu.
" Hay," sapa Felly. Felly langsung memasuki dapur apalagi yang di lakukannya jika tidak memulai Tuhannya untuk mencuci pringa.
Felly menarik napasnya panjang saat melihat tumpukan piring yang di tinggalkan orang sebelum bekerja dengannya.
Tetapi Felly tetap santai mengerjakannya dan dengan semangat mencuci piring itu. Agar cepat kelar dan bisa pulang dengan cepat. Di tengah kesibukan mencuci piring tiba-tiba Gilang datang.
" Restaurant tutup jam 8. Jadi pesanan yang kalian masak adalah pesanan terakhir," ucap Gilang memberi informasi.
" Jam 8. Tumben cepat," batin Felly sambil terus mencuci piring.
" Jika kalian sudah selesai memasak. Bantu Felly," lanjut Gilang pada asisisten para koki.
" Baik pak," sahut mereka serentak.
1 wanita yang merupakan asisisten koki yang sudah selesai bekerja langsung mendekati Felly. Berdiri di samping Felly.
" Kenapa Restauran cepat tutup?" tanya Felly.
" Pemiliknya mau datang, dan katanya para chef di Restauran ini akan di uji keterampilannya. Dan jika makannya sudah tidak layak lagi. Maka kontrankya di berhentikan," jelas wanita di sampingnya dengan pelan.
" Benarkah. Tetapi para Chef di sini memasak sangat enak," sahut Felly yang memang sangat menyukai masakan dari para Chef.
" Itu menurutmu. Tetapi untuk pemiliknya tidak. Dia itu sangat teliti. Kau lihat saja nanti," ucap wanita itu lagi.
" Apa akan dia adakan terang-terangan?" tanya Felly. Temannya mengangguk.
" Semua karyawan bisa melihat para chef saat di uji. Jadi lumayan bisa sekalian melihat pemilik Restauran ini," jelas temannya, " bagaimana kau mau melihat?" tanyanya.
" Kayaknya tidak, aku harus kerumah sakit," jawab Felly. Dari pada melihat hal itu. Mending dia ke rumah sakit menemui mamanya.
" Oke, semoga ibu cepat sembuh," ucapnya. Felly mengangguk. Mereka kembali mencuci piring dengan cepat.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Nuraini
jangan salah paham dlu sama felly, udah ngerasain entar ketagihan 😅🙏
2022-05-30
0
Freddy Kho
salah paham tp NNT nya Aditya malah Nini Nunu nanain Felly..huff
2022-03-29
3