Sampai di depan sekolah Noah, Halwa langsung turun dari mobil Dimas. Dimas merasa sangat aneh, biasanya semarah apapun Salwa, dia tidak pernah lupa mencium punggung tangan suaminya. Namun kali ini, dia begitu dingin dan tanpa ekspresi. Noah melambaikan tangan kepada sang Papa. Setelah mobil tidak terlihat, barulah mereka masuk ke kelas. Noah begitu bahagia masih bisa bersekolah kembali dan bertemu teman-teman.
Sembari menunggu Noah selesai dengan belajarnya, Halwa mendial nomor Adam untuk bertemu di cafe dekat dengan sekolah Noah. Dia sudah menunggu kedatangan asistennya di dalam cafe. Beberapa menit kemudian, Adam datang dan menyapa Halwa.
"Selamat siang, Nona!" sapa Adam.
"Siang! Silahkan duduk! Mau minum apa, Asisten?" tanya Halwa.
"Kopi saja," jawabnya. Halwa memesan kopi kepada pelayan, tidak menunggu terlalu lama kopi sudah disajikan pelayan di atas meja.
"Nona, Ini informasi yang Anda butuhkan!" ucap Adam menyerahkan sebuah amplop warna coklat. Halwa membuka isi amplop tersebut, dan isinya beberapa foto Anita dan Dimas saat berpacaran dulu. Halwa mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti apa maksudnya.
'Bisa kau jelaskan, Asisten?" pintanya.
"Itu adalah foto yang diambil saat Anita dan Dimas kuliah, ternyata mereka sudah berpacaran saat kuliah dulu!" jelasnya. "Namun, hubungan mereka kandas! Karena, Anita memilih pergi ke luar negeri meraih impiannya menjadi seorang model," imbuhnya.
"Lalu kenapa dia kembali ke Indonesia? Apa tujuannya?" tanya Halwa.
"Sebagai seorang model, pamornya menurun! Dia pun kembali ke Indonesia! Namun hidup di Indonesia, hidupnya hanya untuk bersenang-senang dan berfoya-foya! Anita sendiri adalah anak seorang pengusaha yang cukup sukses, Nona!" jelasnya.
"Lalu?" Halwa penasaran.
"Ayahnya meninggal karena suatu penyakit, kemudian tidak ada yang mengurus Perusahaan! Perusahaan tersebut pun gulung tikar! Anita dan ibunya hidup dalam kemiskinan," jelas Adam. "Anita dipertemukan dengan Dimas kembali, tapi, status Dimas sudah menjadi suami Nona Salwa," terangnya.
"Menurutmu, Apakah mereka jatuh cinta kembali?" tanya Halwa.
"Ehm, mungkin saja bisa begitu," Jawa Adam.
"Kasihan, Salwa! Dia telah dikhianati oleh suaminya sendiri!" gumamnya. "Bagaimana dengan ponselnya, Apakah bisa diperbaiki?" tanya Halwa tiba-tiba.
"Belum, Nona! Mungkin tiga hari lagi! Ponselnya sudah rusak, tapi, kita bisa memindahkan data-datanya!" jawab Adam.
"Apakah ada yang lain, Adam?" tanya Halwa.
"Sementara ini, tidak ada, Nona!" jawabnya lagi.
"Baiklah, kalau begitu! Mungkin, aku akan sering mengajakmu bertemu di sini! Aku tidak bisa meninggalkan Noah sendiri di rumah! Karena wanita itu sudah berani menyakiti Noah! Papanya benar-benar bodoh," kesalnya. "Tolong jika ada kabar lagi, secepatnya hubungi aku," ujarnya.
"Siap, Nona!" jawabnya.
Mereka pun berpisah di cafe tersebut. Halwa melihat jam di tangannya, sebentar lagi Noah akan keluar dari kelas. Dia pun bergegas untuk ke sekolah. Setelah membayar biil, Halwa buru-buru keluar. Dia meletakkan foto-foto tersebut ditas tanpa memperhatikan jalan di depan. Tanpa sengaja dia menabrak pria yang sedang duduk di kursi, tubuhnya kehilangan keseimbangan, ia pun akan jatuh ke lantai, namun tubuh rampingnya ditarik oleh tangan kekar pria itu, hingga Halwa terjatuh dalam posisi duduk dipangkuan pria tersebut.
"Auw," pekiknya.
"Anda tidak apa-apa?" tanya pria tersebut.
"Terima kasih," jawab Halwa, memandang wajah pria itu. Pria itu sangat bahagia, karena yang sedang duduk di pangkuannya adalah wanita yang dikenalnya.
"Salwa?" panggilnya. Seketika, Halwa langsung berdiri dan dia merasa sangat malu. Ini adalah pertama kalinya, dia melakukan kecerobohan. Halwa mengernyitkan alisnya, karena ternyata pria tersebut mengenal Salwa.
"Apakah kita saling mengenal?" tanya Halwa. Reyhan mengernyitkan alisnya, dia nampak berfikir.
"Apakah dia tidak mengenaliku?" tanyanya dalam hati.
"Kau tidak mengenaliku?" tanyanya, malah justru balik bertanya.
"Eh, itu, Maaf saya harus menjemput putra saya," ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Reyhan yang masih berdiri terpaku di sana.
Halwa langsung buru-buru pergi dari cafe tersebut, dia langsung menuju sekolah Noah. Ternyata Noah sudah keluar dari kelasnya.
"Sayang?" panggilnya.
"Mama," ujar Noah, berlari menghambur ke pelukan Mamanya.
"Bagaimana sekolahnya?" tanya Halwa.
"Wah, asyik sekali, Mama!" jawabnya.
"Wah, pintar sekali kamu, Sayang! Sebagai hadiahnya, Bagaimana kalau kita makan ice Cream?"
"Ice Cream? Mau, Mau!" senang Noah.
Halwa menggandeng tangan putranya keluar sekolah, saat hendak memberhentikan taksi ada seseorang yang memanggil putranya.
"Noah?" panggilnya. Noah pun menoleh ke arah sumber suara.
"Om Reyhan!" ujarnya, Halwa pun juga menoleh ke sumber suara, ternyata pria yang di cafe itu.
"Hey, tampan!" sapanya. "Bagaimana kabarmu?" tanya Reyhan kepada Noah.
"Baik, Om!" jawab Noah.
"Kau mengikutiku?" tanya Halwa.
"Tidak, kebetulan cafenya kan dekat dengan sekolah Noah! Jadi, sekalian saja aku mampir!" ujarnya.
"Wah, senangnya bisa bertemu dengan Om Reyhan lagi!" ujar Noah begitu bahagia.
"Kalian sedang mencari taksi?" tanya Reyhan.
"Iya," ketus Halwa.
"Bagaimana aku antarkan pulang?" tawarnya.
"Kami mau makan ice Cream dulu!" jawab Noah.
"Noah, kenapa kau bilang kepadanya? Siapa sih dia?" bisik Halwa kepada Noah.
"Itu Om Reyhan, Mama," jawab Noah polos.
Degh ....
"Reyhan! Bukankah dia laki-laki yang sangat dibenci oleh Dimas! Mungkin saja dia bisa memberikan informasi mengenai Dimas dan Anita," ujarnya.
"Apakah Om boleh ikut?" tanyanya.
"Bolehkan, Mah!" ucap Noah, Halwa nampak sedang berfikir.
"Ehm, Baiklah! Tapi, kau bayar sendiri! Karena aku tidak memiliki banyak uang," jawab Halwa.
"Astaga! Kau perhitungan sekali," cibirnya.
Reyhan menunjukkan mobilnya yang dia parkir di depan Cafe tadi, Halwa dan Noah memasuki kursi penumpang di belakang.
"Duduklah di depan! Aku bukan sopir mu!" tegasnya.
"Ish, dasar pelit!" cebiknya.
Reyhan melajukan mobilnya menuju kedai ice Cream yang lumayan besar dan terkenal enak. Sepanjang perjalanan Noah tidak berhenti bercerita kepada Reyhan, Halwa hanya menjadi pendengar baik saja di dalam mobil. Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan kedai ice Cream. Noah begitu bahagia, dia langsung turun berlari masuk ke dalam.
"Noah?" panggilnya. Halwa pun menyusul putranya masuk ke dalam kedai tersebut. Noah sudah duduk manis di meja, sudut ruangan. Sedangkan Halwa memesan tiga ice Cream kepada pelayan kedai, dua ice Cream kombinasi dan satu ice Cream strawberry untuk dirinya sendiri.
Reyhan ikut duduk di depan bocah itu, dan mengajaknya bermain tebak-tebakan. Tidak menunggu lama pesanan mereka datang. Noah begitu bahagia, dia langsung menyantap ice Creamnya dengan hati yang bahagia. Begitu juga dengan Reyhan, ia juga menikmati ice Cream di depannya. Sekilas ia melirik ice Cream milik Salwa.
"Tumben sekali dia memesan ice Cream strawberry, biasanya dia sangat suka dengan ice Cream coklat," batin Reyhan, sambil mengernyitkan alisnya.
to be continued.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
semoga dapat informasi yg dicari dr Reyhan
2022-06-09
3
Yen Lamour
Ceritanya bagus kak, Lanjut ❤️
Silence hadir, semangat terus ya💪🥰
2022-04-03
3
Buna Seta
Semangat ketik ketik thor Mampir karyaku kak Kau Lupa Anak Istri mu
2022-04-03
4