Bab 3 : Datang ke Indonesia

Tiga Minggu berlalu

Adam sudah siap akan pergi ke Indonesia dengan mengemban tugas dari nona muda nya, visa dan barang-barang yang hendak dibawa sudah disiapkan. Dia berjalan ke arah pesawat, Adam memasuki pesawat dan duduk di bangku kelas satu. Pramugari dan pramugara memberikan aba-aba dan instruksi, memastikan para penumpang memakai sabuk pengaman dengan benar. Cukup mewah pesawat yang ditumpangi oleh Adam Cullen, karena memiliki beberapa fasilitas yang membuat nyaman para penumpangnya. Salah satunya adalah fasilitas kursi pijat, makanan hotel berbintang, dan bar mini dengan aneka lampu kelap-kelip.

Pesawat sudah mulai lepas landas meninggalkan Bandara Internasional Belanda. Selama lima belas jam perjalanan, Adam baru sampai ke Indonesia. Ini adalah pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di negara Indonesia. Dia menghirup udara Negara Indonesia. Tidak banyak yang dia kenal, namun ada beberapa orang keluarganya yang berumah tangga dan menetap di Indonesia.

Dia memberhentikan taksi, dan mencari hotel mewah yang bisa ia tempati sekarang. Adam Cullen menguasai enam bahasa, yang salah satunya adalah bahasa Indonesia, sehingga dia tidak mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang Indonesia. Taksi berhenti disebuah hotel mewah di Jakarta.

Adam Cullen memesan kamar VIP dengan fasilitas terbaik dan terlengkap di hotel tersebut. Dia akan mengistirahatkan tubuhnya sejenak dikamar hotel. Sambil merebahkan tubuh, dia membuka ponsel dan mengirimkan pesan ke nona mudanya, bahwa dia sudah sampai di Jakarta dengan selamat. Halwa mengirimkan sebuah alamat, tempat tinggal terakhir ayahnya dan Salwa. Adam sudah menerima kiriman pesan tersebut dan menyimpannya dikontak ponsel.

Sore hari menjelang malam, ia memesan satu unit mobil untuk transportasinya selama tinggal di Indonesia.

Mobil sudah didapat, alamat sudah ia kantongi. Dia pun langsung bergerak ke alamat yang ia catat di ponsel. Sebuah alamat di daerah Bandung. Ia memang belum hafal betul daerah yang sedang ia lalui. Namun dengan melihat map ponselnya, dengan mudah dia belajar. Tidak terasa, mobil yang ia kemudikan sudah melewati perbatasan.

Selama dua setengah jam, Adam menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Itupun dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Dia memasuki kawasan kota Bandung. Dia melihat map-nya lagi, arah tujuan yang hendak ia tempuh. Perutnya terasa sangat lapar, ia memutuskan untuk makan di Restaurant terlebih dahulu.

Ia kembali memberikan kabar kepada nona mudanya, bahwa dia sudah sampai di kota Bandung. Selesai mengganjal perut, ia kembali melanjutkan perjalanan ke alamat tersebut. Sekitar dua puluh menit sampai di sebuah desa terpencil di kota Bandung, ia harus lebih masuk ke dalam gang untuk menemukan alamat tersebut. Ia terpaksa harus meninggalkan mobil mewahnya di depan gang, karena gang yang ia lewati tidak bisa dilewati oleh mobil.

Alamat yang Adam cari sudah ditemukan, dia agak ragu dengan alamatnya. Karena alamat tersebut menunjuk ke sebuah rumah reyot, yang hampir ambruk, kotor dan banyak ditumbuhi akar belukar serta ilalang. Sudah dipastikan, rumah ini sangat lama tidak berpenghuni. Adam mencoba untuk mencari tahu, dengan bertanya kepada tetangga sekitarnya. Namun sang tetangga tidak tahu, karena dia baru setengah tahun tinggal di desa ini. Tetangga pun menyarankan untuk bertanya kepada imam musholla, karena imam musholla tersebut sudah sangat lama tinggal di desa ini.

Adam mencari seseorang bernama Bapak Rahmat, dia adalah sesepuh desa ini sekaligus imam musholla di desa tersebut. Ditafsir usianya sekitar sembilan puluh tahun ke atas, sudah tua dan rambutnya beruban semua. Adam mencoba untuk mencari tahu perihal keluarga yang pernah tinggal di rumah reyot tidak berpenghuni tersebut, namun karena usianya yang sudah tua, dia agak pikun dan kehilangan sedikit memori masa lalunya. Yang dia ingat sampai sekarang, bahwa rumah itu pernah ditinggali oleh seorang laki-laki dan anak perempuan, namun dia lupa dengan namanya. Saat Adam memberitahukan siapa nama orang yang tinggal di rumah reyot tersebut, barulah Pak Rahmat sedikit mengingat.

"Apakah Bapak mengetahui keberadaan mereka?" tanya Adam ke Pak Rahmat.

"Saya lupa," ucapnya, membuat Adam sedikit tidak bersemangat, sudah datang jauh kesini ia belum mendapatkan informasi apapun.

"Terakhir dia bilang, katanya dia akan bekerja ke Jakarta," ucapnya tiba-tiba. Membuat Adam kembali menyunggingkan sedikit senyumnya, di bibir manis yang ia miliki.

"Jakarta? Apakah dia memberikan alamatnya?" tanya Adam lagi.

"Sayangnya tidak, Tuan!" Pak Rahmat menggelengkan kepalanya.

"Baiklah, terima kasih banyak atas informasinya." ucap Adam. Adam menyudahi pencariannya, dia memutuskan untuk beristirahat dan mencari penginapan di sekitar kota Bandung. Tidak mungkin juga malam ini ia kembali ke Jakarta, tubuhnya terasa sangat lelah. Jika dipaksakan, takutnya akan berakibat buruk bagi kesehatannya.

Adam mencari hotel sederhana untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia mendapatkan hotel yang cukup nyaman dan bersih. Tidak lupa memberikan informasi kepada nona mudanya, bahwa untuk saat ini dia memiliki titik terang keberadaan saudara kembar nona muda.

Halwa baru saja membuka ponselnya, hari ini dia begitu sibuk. Sampai tidak sempat untuk menerima panggilan ataupun membaca pesan. Ternyata Adam beberapa mengirimkan pesan kepadanya. Dia tersenyum, karena ada titik terang mengenai keberadaan saudara kembarnya.

"Semoga Adam bisa menemukan Salwa! Jika dia sudah bertemu dengan Salwa, aku akan menyuruh Adam untuk membawanya ke Belanda, agar dia bisa tinggal denganku disini," ucap Halwa berdialog dengan dirinya sendiri.

Halwa berjalan menuju bathtub, badannya terasa sangat gerah dan lengket. Seharian di Perusahaan, membuat badannya terasa pegal-pegal, terutama di bagian kakinya. Ia merendamkan seluruh tubuhnya di bathtub.

Sekitar satu jam, ia baru saja menyelesaikan acara mandinya. Badannya terasa wangi dan segar. Setelah mandi, Halwa melakukan body massage pada tubuhnya. Dilakukan oleh orang yang profesional, yang sengaja Halwa bayar untuk melakukan pijatan agar tubuh menjadi rileks, nyaman dan menyegarkan. Body massage juga berguna untuk mengurangi stress dan rasa sakit pada sekujur tubuh.

Tujuan utama terapi massage ini adalah memperlancar peredaran darah dan getah bening, mereposisi kan bagian tubuh yang mengalami cedera dislokasi khususnya pada sendi ke posisi semula, memanfaatkan relaksasi, perangsangan dan penyegaran untuk menghasilkan kesehatan yang prima.

Minyak yang digunakan untuk terapi massage juga minyak khusus yang sangat harum, yang sengaja dia pesan dari Perancis. Minyak dengan wangi bunga Jasmine, vanila, dan mawar. Baunya sangat wangi menyeruak sampai luar ruangan. Setelah tubuh bagian belakang yang mendapat pijatan khusus, sekarang giliran tubuh bagian depan. Dari kepala turun ke dada sampai perut, dan depan kakinya.

Selesai dengan terapi massage, badan Halwa terasa sangat segar dan bugar kembali. Rasa pegal dan letih di bagian kakinya, hilang seketika. Dia pun langsung tertidur di kasur big size nya, yang sangat empuk dan nyaman.

to be continued...

Terpopuler

Comments

Your name

Your name

Adam ini luar biasa ya, bisa menguasai enam bahasa. Siapa tahu akan bertambah seiring waktu. Memang cocok jadi orang kepercayaan.

2022-06-25

6

Cerita Aveeii

Cerita Aveeii

halwa nyaman sekali hidupnya

2022-06-10

0

🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂

🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂

bagai bumi dan langit hidup ke2nya

2022-06-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Perkenalan Tokoh
2 Bab 2 : Siapa bayi itu?
3 Bab 3 : Datang ke Indonesia
4 Bab 4 : Salwa berhasil ditemukan
5 Bab 5 : Kedatangan Halwa
6 Bab 6 : Mama pulang
7 Bab 7 : Kecurigaan Halwa
8 Bab 8 : Noah Menangis
9 Bab 9 : Kemarahan Halwa
10 Bab 10 : Siapa Reyhan?
11 Bab 11 : Keberanian Halwa
12 Bab 12 : Suara rintihan
13 Bab 13 : Bertemu Reyhan
14 Bab 14 : Rasa Cemburu
15 Bab 15 : Masih Ada Rasa
16 Bab 16 : Murka Hilda
17 Bab 17 : Suara Laknat
18 Bab 18 : Liburan ke kebun binatang
19 Bab 19 : Empat orang berpakaian hitam
20 Bab 20: Makan Malam Bersama
21 Bab 21 : Kedatangan Jesslyn
22 Bab 22 : Wanita Ular
23 Bab 23 : Pelajaran Untuk Dimas
24 Bab 24 : Merubah Penampilan
25 Bab 25 : Misi 1
26 Bab 26 : Perpisahan
27 Bab 27 : Pergi ke Pesta
28 Bab 28 : Penyerangan
29 Bab 29 : Misi 2
30 Bab 30 : Kemarahan Anita
31 Bab 31 : Rahasia yang terkuak
32 Bab 32 : Pertemuan Tak Terduga
33 Bab 33 : Kecurigaan Besar
34 Bab 34 : Murka Dimas
35 Bab 35 : Mencari Petunjuk
36 Bab 36 : Surat Cerai
37 Bab 37 : Hilang Kesabaran
38 Bab 38 : Pesan terselubung
39 Bab 39 : Aksi Penyelamatan 1
40 Bab 40 : Aksi Penyelamatan 2
41 Bab 41 : Kepergian Salwa
42 Bab 42 : Depresi 1
43 Bab 43 : Depresi 2
44 Bab 44 : Menemui Dimas
45 Bab 45 : Dinner Bersama
46 Bab 46 : Kepergian Halwa
47 Bab 47 : Kembalinya Halwa ke Belanda
48 Bab 48 : Bertemu Keluarga Adam
49 Bab 49 : Makan Bersama
50 Bab 50 : Reyhan tiba di Belanda
51 Bab 51 : Mencari Halwa
52 Bab 52 : Penyesalan Jesslyn
53 Bab 53 : Pertemuan
54 Bab 54 : Makan Siang
55 Bab 55 : Belajar Menerima
56 Bab 56 : Makan Malam di Kapal Pesiar
57 Bab 57 : Yes, I want to marry you
58 Bab 58 : Perpisahan Sementara
59 Bab 59 : Hari Pernikahan
60 Episode 60 : Honeymoon
61 Episode 61 :Jalan jalan ke Menara Eiffel
62 Episode 62 : Memulai Dari Awal
63 Episode 63 : Pulang ke Belanda
64 Episode 64 : Kepulangan Reyhan
65 Episode 65 : Kedatangan Nurul
66 Episode 66 : Kecelakaan Maut
67 Episode 67 : Menemui Reyhan
68 Episode 68 : Bertemu Antonio
69 Episode 69 : Kesedihan Halwa
70 Episode 70 : Pengakuan Halwa
71 Episode 71 : Siapakah wanita itu?
72 Episode 72 : Tatap Mataku
73 Episode 73 : Wanita Cantik dari Belanda
74 Episode 74 : Terlalu Perih
75 Episode 75 : Reyhan Mulai Cemburu
76 Episode 76 : Insiden Pencurian
77 Episode 77 : Keputusan Halwa
78 Episode 78 : Bertemu Antonio
79 Episode 79 : Hari Pernikahan
80 Episode 80 : Ketika Ingatannya kembali
81 Episode 81 : Bangkit dari Keterpurukan
82 Episode 82 : Sampai di Belanda
83 Episode 83 : Keputusan Untuk Pulang
84 Episode 84 : Gabrio dan Gabino
85 Episode 85 : Cynthia Sakit
86 Episode 86 : Anak Alien
87 Episode 87 : Pesta Ulang Tahun
88 Episode 88 : Makan Siang Bersama Mark
89 Episode 89 : Insiden
90 Episode 90 : Insiden Pembawa Berkah
91 Episode 91 : Si Kembar Merajuk
92 Episode 92 : Permintaan Maaf Nurul
93 Episode 93 : Bertemu Daddy
94 Episode 94 : Bonus
95 Episode 95 : Pulang ke Apartemen
96 Episode 96 : Bertemu Mammer ( Mamih Mertua )
97 Episode 97 : Pertemuan Antara Dua wanita Istimewa
98 Episode 98 : Terlanjur Basah
99 Episode 99 : Berburu Hadiah
100 Episode 100 : The End
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 : Perkenalan Tokoh
2
Bab 2 : Siapa bayi itu?
3
Bab 3 : Datang ke Indonesia
4
Bab 4 : Salwa berhasil ditemukan
5
Bab 5 : Kedatangan Halwa
6
Bab 6 : Mama pulang
7
Bab 7 : Kecurigaan Halwa
8
Bab 8 : Noah Menangis
9
Bab 9 : Kemarahan Halwa
10
Bab 10 : Siapa Reyhan?
11
Bab 11 : Keberanian Halwa
12
Bab 12 : Suara rintihan
13
Bab 13 : Bertemu Reyhan
14
Bab 14 : Rasa Cemburu
15
Bab 15 : Masih Ada Rasa
16
Bab 16 : Murka Hilda
17
Bab 17 : Suara Laknat
18
Bab 18 : Liburan ke kebun binatang
19
Bab 19 : Empat orang berpakaian hitam
20
Bab 20: Makan Malam Bersama
21
Bab 21 : Kedatangan Jesslyn
22
Bab 22 : Wanita Ular
23
Bab 23 : Pelajaran Untuk Dimas
24
Bab 24 : Merubah Penampilan
25
Bab 25 : Misi 1
26
Bab 26 : Perpisahan
27
Bab 27 : Pergi ke Pesta
28
Bab 28 : Penyerangan
29
Bab 29 : Misi 2
30
Bab 30 : Kemarahan Anita
31
Bab 31 : Rahasia yang terkuak
32
Bab 32 : Pertemuan Tak Terduga
33
Bab 33 : Kecurigaan Besar
34
Bab 34 : Murka Dimas
35
Bab 35 : Mencari Petunjuk
36
Bab 36 : Surat Cerai
37
Bab 37 : Hilang Kesabaran
38
Bab 38 : Pesan terselubung
39
Bab 39 : Aksi Penyelamatan 1
40
Bab 40 : Aksi Penyelamatan 2
41
Bab 41 : Kepergian Salwa
42
Bab 42 : Depresi 1
43
Bab 43 : Depresi 2
44
Bab 44 : Menemui Dimas
45
Bab 45 : Dinner Bersama
46
Bab 46 : Kepergian Halwa
47
Bab 47 : Kembalinya Halwa ke Belanda
48
Bab 48 : Bertemu Keluarga Adam
49
Bab 49 : Makan Bersama
50
Bab 50 : Reyhan tiba di Belanda
51
Bab 51 : Mencari Halwa
52
Bab 52 : Penyesalan Jesslyn
53
Bab 53 : Pertemuan
54
Bab 54 : Makan Siang
55
Bab 55 : Belajar Menerima
56
Bab 56 : Makan Malam di Kapal Pesiar
57
Bab 57 : Yes, I want to marry you
58
Bab 58 : Perpisahan Sementara
59
Bab 59 : Hari Pernikahan
60
Episode 60 : Honeymoon
61
Episode 61 :Jalan jalan ke Menara Eiffel
62
Episode 62 : Memulai Dari Awal
63
Episode 63 : Pulang ke Belanda
64
Episode 64 : Kepulangan Reyhan
65
Episode 65 : Kedatangan Nurul
66
Episode 66 : Kecelakaan Maut
67
Episode 67 : Menemui Reyhan
68
Episode 68 : Bertemu Antonio
69
Episode 69 : Kesedihan Halwa
70
Episode 70 : Pengakuan Halwa
71
Episode 71 : Siapakah wanita itu?
72
Episode 72 : Tatap Mataku
73
Episode 73 : Wanita Cantik dari Belanda
74
Episode 74 : Terlalu Perih
75
Episode 75 : Reyhan Mulai Cemburu
76
Episode 76 : Insiden Pencurian
77
Episode 77 : Keputusan Halwa
78
Episode 78 : Bertemu Antonio
79
Episode 79 : Hari Pernikahan
80
Episode 80 : Ketika Ingatannya kembali
81
Episode 81 : Bangkit dari Keterpurukan
82
Episode 82 : Sampai di Belanda
83
Episode 83 : Keputusan Untuk Pulang
84
Episode 84 : Gabrio dan Gabino
85
Episode 85 : Cynthia Sakit
86
Episode 86 : Anak Alien
87
Episode 87 : Pesta Ulang Tahun
88
Episode 88 : Makan Siang Bersama Mark
89
Episode 89 : Insiden
90
Episode 90 : Insiden Pembawa Berkah
91
Episode 91 : Si Kembar Merajuk
92
Episode 92 : Permintaan Maaf Nurul
93
Episode 93 : Bertemu Daddy
94
Episode 94 : Bonus
95
Episode 95 : Pulang ke Apartemen
96
Episode 96 : Bertemu Mammer ( Mamih Mertua )
97
Episode 97 : Pertemuan Antara Dua wanita Istimewa
98
Episode 98 : Terlanjur Basah
99
Episode 99 : Berburu Hadiah
100
Episode 100 : The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!