Halwa membuka kotak tersebut, disana terdapat satu buah liontin. Dimana di liontin tersebut, terdapat foto dua bayi kembar. Hatinya bertanya-tanya, otaknya diliputi oleh banyak pertanyaan. Ia pun membuka surat dengan amplop berwarna merah, surat yang ditulis oleh ibunya sendiri sebelum meninggal.
Hatinya takut, tangannya bergetar, saat hendak membuka amplop tersebut. Namun, seperti apa yang dikatakan sang Kakek, ia harus menjadi wanita yang kuat. Ia robek ujung amplop tersebut, dan mengeluarkan isinya.
Halwa putriku,
Bagaimana kabar kamu sayang?
Ibu meminta maaf karena tidak bisa melihatmu tumbuh dewasa. Akan tetapi sebelum ibu meninggalkanmu untuk selama-lamanya, ibu sudah menitipkanmu kepada kakek dan nenekmu. ibu yakin, mereka akan menjagamu dengan sangat baik.
Halwa, kamu pasti bingung, kenapa ibu menuliskan surat ini untukmu?
Sebenarnya tujuan ibu menulis surat ini adalah ibu ingin memberitahukan kepadamu sebuah rahasia, bahwa kau memiliki saudara kembar, Sayang. Dia bernama Salwa. Sekarang ini dia tinggal di Indonesia. Ibu ingin kau mencari dan menemukannya, ia ikut ayahmu di Indonesia. Ayah dan ibu terpaksa bercerai karena diantara kami sudah tidak ada kecocokan. Kami terpaksa memisahkan kalian, karena keegoisan kami. Ibu meminta maaf.
Pesan terakhir ibu, tolong cari dia dan temukan dirinya.
Dari ibumu,
Anna William Vander
**********************************
Tidak terasa, air matanya luruh begitu saja. Dia tidak menyangka kalau dirinya masih memiliki keluarga, dan itu adalah saudara kembarnya sendiri. Halwa melipat surat itu kembali dan meletakkan surat tersebut di kotak itu lagi. Sedangkan kalung liontin, ia kalung kan dilehernya.
Halwa menghubungi asisten pribadinya bernama Adam Cullen. Adam Cullen adalah asisten sekaligus sekertaris pribadi. Halwa sangat mempercayai Adam, karena dia memang pria pilihan yang kesetiaannya tidak diragukan lagi. Semua keluarga Adam mengabdi cukup lama pada keluarga William Vander.
"Adam, kamu harus ke Indonesia! Aku ingin kau sendiri yang mencari tahu keberadaan saudara kembarku," ucapnya penuh penekanan.
"Saudara kembar?" tanyanya.
"Iya." ucapnya lagi.
"Nona memiliki saudara kembar!"bingung Adam.
Halwa tahu kalau Adam nampak bingung, kemudian ia memberikan surat yang ditulis ibunya kepada Adam, agar dia membacanya dengan seksama.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Halwa.
"Baik, Nona! Saya mengerti." ucapnya. "Saya akan mengurus semuanya," ujarnya, dijawab anggukan oleh Halwa.
"Secepatnya kau harus ke Indonesia, mencari tahu dimana dia?" ucap Halwa.
"Baik, Nona! Apakah ada petunjuk lain agar saya dengan mudah menemukannya?" tanya Adam.
"Sayangnya tidak ada, Adam! Aku cuma memiliki surat dan liontin ini saja," ujarnya. "Tapi, nanti aku cari di ruang kerja kakekku," ucapnya kepada Adam.
"Baiklah, Nona! Saya tunggu kabar dari Anda! Masalah ke Indonesia bisa saya urus semuanya, Nona jangan khawatir," ujarnya, dijawab anggukan oleh Halwa.
Adam melangkah keluar dari ruangan Halwa. Ia langsung menelfon seseorang untuk memesan tiket dan membuatkan paspor. Bukan hanya cerdas, Adam juga orang yang sangat tegas, bicaranya sangat irit sekali. Dia adalah mantan dari pasukan khusus di Belanda. Ia memilih keluar dari pekerjaannya untuk menggantikan pekerjaan ayahnya sebagai asisten pribadi keluarga William Vander.
Halwa keluar kantor, semua karyawan menundukkan kepala, tanda penghormatan tinggi untuk Nona Ceo-nya. Didepan Perusahaan sudah ada sopir yang menjemput. Dia duduk di kursi penumpang, sambil memandangi liontin tersebut. Ada rasa bersalah, keingintahuan yang besar dan tanggung jawab besar yang harus dia pikul.
Tidak terasa mobilnya sudah sampai di depan rumah. Ia turun dari mobil, para pelayan berjejer menyambut kedatangan nona muda dengan menundukkan kepala mereka masing-masing.
Halwa dengan gaya kasualnya berjalan, dan memasuki rumah megah tersebut. Ada dua puluh pelayan dan dua sopir pribadi yang bekerja di rumah itu. Setiap pelayan memiliki tugasnya masing-masing.
Seorang pelayan datang membawakan jus jeruk untuk untuk nona mudanya. Halwa langsung meminumnya sampai tandas tanpa sisa.
"Tolong siapkan air aromaterapi untukku, aku mau langsung mandi," ucapnya kepada
Tina adalah seorang pelayan yang tugasnya menyiapkan keperluan nona muda. Tina langsung menyiapkan air, sabun dan handuk yang bersih. Dia menyiapkan air bersih dalam bathtub yang sangat besar, ia berikan aromaterapi yang baunya sangat wangi menyeruak sampai luar ruangan.
Halwa masuk ke kamar mandi, ada pelayan yang bertugas melepas pakaian Halwa, hingga menyisakan dalaman saja. Setelah itu ia menyuruh pelayanannya untuk keluar, karena ia akan melepaskan bagian penutup aset berharga miliknya. Dengan tubuh yang polos, dia masuk dan berendam di bathtub tersebut.
"Ah, segarnya," ucapnya.
Sekitar satu jam lamanya dia berendam di bathtub, selesai mandi dan memakai baju ganti dia langsung membuka laptopnya. Menyelesaikan sedikit perkejaan dari kantor. Pelayan datang membawakan susu hangat dan sepiring cemilan. Hari-harinya, ia disibukkan dengan pekerjaan. Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai CEO di sebuah Perusahaan besar. Bukan hanya itu saja, dia juga harus mengurus lahan pertanian kakeknya. Dia harus mengurusnya dengan sangat baik, karena nasib para karyawan bergantung pada lahan pertanian tersebut.
Lahan pertanian sang kakek, ditanami gandum dan jelai, kentang dan umbi-umbian, sayur-sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, apel dan buah pir. Halwa tidak mungkin menjual dan membiarkan lahan pertanian kakeknya tidak berproduksi, karena sebagian masyarakat di desanya bergantung kepada pertanian tersebut.
Seperti mendiang kakek, Halwa juga sangat loyal memberikan upah kepada para buruh. Sehingga semua pekerja dipertanian sangatlah betah bertahun-tahun lamanya mengabdikan diri kepada keluarga William Vander. Setelah menyelesaikan sedikit pekerjaan, perut Halwa terasa sangat lapar. Ia pun keluar dari kamar menuju meja makan. Semua makanan sudah disajikan oleh pelayan, dia tinggal duduk dan menikmati makan saja.
Biasanya ada sang Kakek dan Nenek yang menemaninya makan, sekarang dia menikmati makan malamnya seorang saja. Juru masak sudah menyajikan makanan khas orang Belanda yaitu stamppot dan sup ercis. Stamppot adalah kentang panas yang sudah dihaluskan disajikan dengan daging sapi asap. Kemudian ada sup ercis, adalah sejenis sup namun sangat kental dengan isian daging asap dan sosis asap. Daging asap dari sup juga bisa diletakkan pada roti gandum dan dimakan dengan mustar. Selesai makan, Halwa juga disuguhkan dengan beberapa macam desert yang menggugah selera. Ada Apple flapen, boterkoek dan stroopwafle. Halwa memasukkan satu sendok stroopwafle ke mulutnya, rasanya sangat enak dan pas di lidah. Dia tidak bisa memakan semua hidangan itu, karena memang makannya tidak terlalu banyak.
Selesai dengan makan malam, dia masih mempunyai waktu bermain dengan kucing kesayangannya bernama Leksa. Di rumah mewah inilah Leksa sebagai penghibur dikala hatinya sedih dan hampa. Kemudian dia teringat dengan liontin yang menggantung di leher. Dia memandang kembali foto Salwa.
"Aku pasti akan menemukan mu," ujarnya, berdialog dengan dirinya sendiri.
to be continued....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Sandisalbiah
kembar tp beda nasib.. hem.. 🤔🤔
2024-09-18
0
Pak Yan
ASSALAM MUALLAIKOM KAK AUTHOR..... SALAM KENAL DR : BU ' AI ( SUAMI SAYA YG PUNYA AKUN SOSMED INI ( PAK YAN NAMANYA ))..... KAK MINTA MAAF UTK PEMBETULAN DIKIT ATS TULISANNYA..... " ROYAL DN BUKANNYA LOYAL..... ROYAL = MURAH HATI DN TDK PELIT BIN MEDIT..... SEDANGKAN " LOYAL " = SETIA / PATUH JUGA JUJUR...... SEKALI LAGI MAAF ATS INTRUPSI DN KOREKSIANNYA...... LANJUT LAGI...... 🤔🤔🤔🤔😖😖😖😖😲😲😲🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌👌👍👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💖💖💖💖💝💝💝💝
2024-07-01
2
Dede Mila
mulai baca
2024-05-07
1