Bab 20: Makan Malam Bersama

Sampai di Rumah Sakit, Halwa berlari ke ruangan Salwa. Dan di sana ada Adam yang setia menunggu. Halwa melihat dari luar jendela, saudara kembarnya sedang diperiksa lebih lanjut oleh Dokter.

"Asisten Adam?" panggilnya.

"Nona," jawab Adam sedikit membungkukkan badannya. Adam memperhatikan wajah nona nya sekilas, ada sedikit luka memar di sudut bibirnya. "Apa yang terjadi, Nona?" tanya Adam.

"Aku diserang seseorang yang tidak aku kenal," jawabnya.

"Apakah Anda tahu siapa yang menyerang?" tanya Adam.

"Sayangnya, tidak. Aku yakin, ini adalah orang yang sama, yang tempo hari menyerang ku," jawabnya.

"Itu berarti mereka sudah curiga dengan Nona," ujar Adam.

"Mungkin saja, Adam," ucap Halwa.

"Nona harus lebih berhati-hati," tutur Adam.

"Iya, aku memang harus berhati-hati, orang ini sangat berbahaya dan dia sangat licik," ujarnya.

"Saya akan mengirimkan bodyguard bayangan untuk Anda, Nona!" ucap Adam.

"Kau atur saja, Asisten!"

Beberapa menit kemudian, seorang Dokter keluar dari ruangan pasien. Dokter tersebut mengatakan bahwa Salwa sudah sadar. Namun kesadarannya belum sepenuhnya pulih, dia membutuhkan waktu untuk mengingat semuanya. Halwa diperbolehkan masuk oleh Dokter, namun Dokter juga melarang Halwa memberikan banyak pertanyaan. Halwa masuk ke ruangan itu, Salwa menoleh ke arah Halwa.

"Hey, apa kabar?" sapa Halwa sambil tersenyum. Ada rasa bingung di hati Salwa, karena dia melihat dirinya sendiri pada diri wanita yang sedang berdiri di depannya.

"Rileks saja, kamu pasti bingung kenapa muka kita mirip?" ucap Halwa. "Kita ini adalah saudara kembar, kita dipisahkan sejak kita masih bayi oleh ayah dan ibu," terang Halwa.

"Aku dari Belanda, sengaja datang ke Indonesia untuk mencarimu dan menjemputmu," imbuhnya lagi. Ada pergerakan pada tangan Salwa, dia menyuruh Halwa untuk mendekat.

"Sepertinya Salwa ingin membisikkan sesuatu dengan ku," batin Halwa. Halwa pun mendekat ke arah saudaranya, dia mendekatkan telinganya ke bibir Salwa.

"Selamatkan putraku!" mohon Salwa. "Mereka semua orang-orang jahat, mereka akan menyingkirkan Noah," bisiknya, tapi masih bisa terdengar jelas ditelinga Halwa.

"Siapa? Siapa yang hendak mencelakai mu dan Noah?" tanya Halwa penasaran.

"Aaaaaaaannnnn ...!" jawab Salwa terbata-bata.

Di kalimat terakhir, Salwa kembali tidak sadarkan diri. Halwa panik, dia pun memanggil Dokter untuk memeriksa keadaannya. Selama lima belas menit Dokter memeriksa keadaan Salwa, hingga keluar dari ruangan itu, Dokter menyatakan Salwa kembali koma. Halwa merasa putus asa, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan sang Dokter. Rasanya dia ingin berteriak dan secepatnya menemukan orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan Salwa.

"Nona, Anda tidak apa-apa?" tanya Adam kepada Nona mudanya.

"Adam, Aku harus secepatnya membongkar rahasia ini? Aku harus tahu siapa dalang dibalik semua ini!" ucapnya.

"Baiklah, Nona. Apakah Nona tidak curiga sesuatu?" tanya Adam.

"Ada, tapi, aku belum tahu persis, aku hanya mengira saja," jawabnya.

"Sebaiknya, Nona berhati-hati!" ujar Adam.

"Terima kasih banyak, Adam! Kamu sudah banyak membantuku," ucap Halwa.

"Sama-sama, Nona!" jawab Adam. "Oya, Nona, saya memiliki informasi penting tentang Reyhan," ucap Adam tiba-tiba.

"Reyhan? Informasi apa?" tanya Halwa.

"Menurut orang suruhan saya, Reyhan ternyata seorang pengusaha yang besar! Dia pemilik Arsenio Group," jelas Adam. "Dia adalah pria yang cukup sukses dikalangan pembisnis,"

"Pantas saja," ujar Halwa tersenyum sinis. "Asisten, Tolong selidiki mengenai orang-orang yang hendak mencelakai ku! Aku yakin mereka satu komplotan," ucap Halwa.

"Baik, Nona," jawab Adam.

"Baiklah Asisten, aku harus pergi! Aku menitipkan Noah di tempat Reyhan, jika ada kabar penting langsung hubungi aku," suruhnya.

"Siap, Nona! Apakah mau saya antar?" tawar Adam.

"Tidak perlu, Asisten, Aku akan naik taksi saja," jawab Halwa. "Aku pergi dulu."

Sebelum menjemput Noah, dia menghubungi Rayhan terlebih dahulu. Reyhan memberikan alamat Apartemennya kepada Halwa. Taksi yang Halwa tumpangi menuju alamat tersebut. Taksi berhenti di sebuah Apartemen mewah yang terletak di pusat kota. Halwa turun dari taksi dan menuju Apartemen Reyhan.

"Lantai 30 B." Halwa memencet tombol lift ke lantai tiga puluh. Sampai di sana, dia mencari nomor yang dikirimkan Reyhan lewat notifikasi pesan.

"Ah, ini dia," senang Halwa karena sudah menemukan kamar Apartemennya.

Ting tong .....

Halwa memencet bel pintu, dari dalam seseorang membukakan pintunya.

"Assalamualaikum?" salam Halwa.

"Walaikum salam," jawab Reyhan. "Wah, akhirnya kau datang juga, Masuklah!" suruh Reyhan.

"Sebaiknya aku langsung pulang," ucap Halwa.

"Masuklah dulu, kau kan baru sampai!" ucap Reyhan. "Aku juga sudah masak untukmu, makan malam lah di sini!" ajak Reyhan.

"Masak?" heran Halwa.

"Mama?" teriak Noah dari dalam, menghambur ke pelukan Mamanya.

"Noah, Sayang!" ucap Halwa memeluk Noah dengan sayang.

"Ayo masuk, Mah! Tadi Noah dan Om Reyhan memasak makanan spesial untuk Mama," ucap Noah membuat Halwa tersenyum.

"Benarkah? Memang apa yang kau masak?" tanya Halwa.

"Apa yah, Om? Noah lupa," tanyanya kepada Reyhan.

"Spaghetti bolognese dan Spaghetti carbonara," jawab Reyhan. "Lalu, apa lagi coba?" tanya Reyhan kepada Noah.

"Ehm, chicken Goldon Blu," jawab Reyhan.

"Apa?" Halwa mengernyitkan alisnya karena tidak tahu makanan apa itu, sedangkan Reyhan terkekeh geli.

"Chicken Cordon Bleu," jawab Reyhan membenarkan ucapan Noah. "Ayo, Masuklah, cicipi masakan kami berdua!" ajaknya.

"Ayo, Mah!" Noah menarik tangan Halwa agar masuk ke dalam Apartemen Reyhan.

Halwa di buat takjub dengan isinya. Bersih, nyaman, luas, dan sangat modern. Masuk ke dalam Apartemen disuguhkan dengan ruangan yang super mewah. Ada ruang tamu, ruang makan, dapur dan satu kamar tidur. Kolam renang dalam, di samping kolam renang ada sebuah ruangan terbuka, ternyata disitu adalah koleksi tanaman kaktus milik Reyhan. Apartemen ini ternyata memiliki dua lantai. Halwa mengira-ngira, mungkin ada satu kamar lagi diatas.

Reyhan mempersilahkan Salwa untuk duduk di ruang tamu, kemudian dia dan Noah pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.

"Tara ...!" teriak Noah.

"Noah, bikin Mama kaget saja! Apa yang kalian lakukan?" tanya Halwa.

"Noah dan Om Rey bikin jus buah spesial buat Mama," ucapnya.

"Wah, Terima kasih banyak," jawabnya. Noah dan Reyhan terkekeh.

"Bagaimana? Enak?" tanya Reyhan.

"Ini enak sekali, kalian yang buat? Kok bisa sih?" tanya Halwa.

"Om Reyhan yang buat, Ma," jawab Noah.

"Bagaimana bisa kamu melakukan ini semua?" tanya Salwa.

"Kamu mulai tertarik kepada ku?" tanya Reyhan. Pertanyaan Reyhan membuat Halwa membulatkan matanya.

"Ck, Kau kepedean sekali!" gerutu Halwa. Reyhan hanya cengengesan.

"Ayo kita makan, nanti keburu makanannya dingin!" ajak Reyhan.

"Apakah aku boleh ke toilet dulu?" tanya Halwa.

"Tentu saja, toiletnya ada di dekat dapur," jawab Reyhan. "Mau ku temani?" goda Reyhan.

"Ish, enak saja! Jangan berpikiran macam-macam!" sungut Halwa berlalu ke kamar mandi. Reyhan terkekeh melihat wajah lucu Halwa.

"Hei, Boy, Ayo kita ke meja makan!" ajak Reyhan kepada Noah.

"Yeay, asyik," girang Noah.

to be continued....

Terpopuler

Comments

Naraa 🌻

Naraa 🌻

Halwa gercep deh itu si Salwa kan udh kasih clue dua huruf penjahatnya ANNN ... harusnya u udh curiga ke ANITA

2023-06-03

5

Daniela Whu

Daniela Whu

baik adam gitu sj lh jawab juga manggil asistenx.. gak usah baiklah asisten adam kyak gimna gitu

2022-06-09

0

Amanda Ayunda

Amanda Ayunda

anita dalang nya

2022-06-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Perkenalan Tokoh
2 Bab 2 : Siapa bayi itu?
3 Bab 3 : Datang ke Indonesia
4 Bab 4 : Salwa berhasil ditemukan
5 Bab 5 : Kedatangan Halwa
6 Bab 6 : Mama pulang
7 Bab 7 : Kecurigaan Halwa
8 Bab 8 : Noah Menangis
9 Bab 9 : Kemarahan Halwa
10 Bab 10 : Siapa Reyhan?
11 Bab 11 : Keberanian Halwa
12 Bab 12 : Suara rintihan
13 Bab 13 : Bertemu Reyhan
14 Bab 14 : Rasa Cemburu
15 Bab 15 : Masih Ada Rasa
16 Bab 16 : Murka Hilda
17 Bab 17 : Suara Laknat
18 Bab 18 : Liburan ke kebun binatang
19 Bab 19 : Empat orang berpakaian hitam
20 Bab 20: Makan Malam Bersama
21 Bab 21 : Kedatangan Jesslyn
22 Bab 22 : Wanita Ular
23 Bab 23 : Pelajaran Untuk Dimas
24 Bab 24 : Merubah Penampilan
25 Bab 25 : Misi 1
26 Bab 26 : Perpisahan
27 Bab 27 : Pergi ke Pesta
28 Bab 28 : Penyerangan
29 Bab 29 : Misi 2
30 Bab 30 : Kemarahan Anita
31 Bab 31 : Rahasia yang terkuak
32 Bab 32 : Pertemuan Tak Terduga
33 Bab 33 : Kecurigaan Besar
34 Bab 34 : Murka Dimas
35 Bab 35 : Mencari Petunjuk
36 Bab 36 : Surat Cerai
37 Bab 37 : Hilang Kesabaran
38 Bab 38 : Pesan terselubung
39 Bab 39 : Aksi Penyelamatan 1
40 Bab 40 : Aksi Penyelamatan 2
41 Bab 41 : Kepergian Salwa
42 Bab 42 : Depresi 1
43 Bab 43 : Depresi 2
44 Bab 44 : Menemui Dimas
45 Bab 45 : Dinner Bersama
46 Bab 46 : Kepergian Halwa
47 Bab 47 : Kembalinya Halwa ke Belanda
48 Bab 48 : Bertemu Keluarga Adam
49 Bab 49 : Makan Bersama
50 Bab 50 : Reyhan tiba di Belanda
51 Bab 51 : Mencari Halwa
52 Bab 52 : Penyesalan Jesslyn
53 Bab 53 : Pertemuan
54 Bab 54 : Makan Siang
55 Bab 55 : Belajar Menerima
56 Bab 56 : Makan Malam di Kapal Pesiar
57 Bab 57 : Yes, I want to marry you
58 Bab 58 : Perpisahan Sementara
59 Bab 59 : Hari Pernikahan
60 Episode 60 : Honeymoon
61 Episode 61 :Jalan jalan ke Menara Eiffel
62 Episode 62 : Memulai Dari Awal
63 Episode 63 : Pulang ke Belanda
64 Episode 64 : Kepulangan Reyhan
65 Episode 65 : Kedatangan Nurul
66 Episode 66 : Kecelakaan Maut
67 Episode 67 : Menemui Reyhan
68 Episode 68 : Bertemu Antonio
69 Episode 69 : Kesedihan Halwa
70 Episode 70 : Pengakuan Halwa
71 Episode 71 : Siapakah wanita itu?
72 Episode 72 : Tatap Mataku
73 Episode 73 : Wanita Cantik dari Belanda
74 Episode 74 : Terlalu Perih
75 Episode 75 : Reyhan Mulai Cemburu
76 Episode 76 : Insiden Pencurian
77 Episode 77 : Keputusan Halwa
78 Episode 78 : Bertemu Antonio
79 Episode 79 : Hari Pernikahan
80 Episode 80 : Ketika Ingatannya kembali
81 Episode 81 : Bangkit dari Keterpurukan
82 Episode 82 : Sampai di Belanda
83 Episode 83 : Keputusan Untuk Pulang
84 Episode 84 : Gabrio dan Gabino
85 Episode 85 : Cynthia Sakit
86 Episode 86 : Anak Alien
87 Episode 87 : Pesta Ulang Tahun
88 Episode 88 : Makan Siang Bersama Mark
89 Episode 89 : Insiden
90 Episode 90 : Insiden Pembawa Berkah
91 Episode 91 : Si Kembar Merajuk
92 Episode 92 : Permintaan Maaf Nurul
93 Episode 93 : Bertemu Daddy
94 Episode 94 : Bonus
95 Episode 95 : Pulang ke Apartemen
96 Episode 96 : Bertemu Mammer ( Mamih Mertua )
97 Episode 97 : Pertemuan Antara Dua wanita Istimewa
98 Episode 98 : Terlanjur Basah
99 Episode 99 : Berburu Hadiah
100 Episode 100 : The End
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 : Perkenalan Tokoh
2
Bab 2 : Siapa bayi itu?
3
Bab 3 : Datang ke Indonesia
4
Bab 4 : Salwa berhasil ditemukan
5
Bab 5 : Kedatangan Halwa
6
Bab 6 : Mama pulang
7
Bab 7 : Kecurigaan Halwa
8
Bab 8 : Noah Menangis
9
Bab 9 : Kemarahan Halwa
10
Bab 10 : Siapa Reyhan?
11
Bab 11 : Keberanian Halwa
12
Bab 12 : Suara rintihan
13
Bab 13 : Bertemu Reyhan
14
Bab 14 : Rasa Cemburu
15
Bab 15 : Masih Ada Rasa
16
Bab 16 : Murka Hilda
17
Bab 17 : Suara Laknat
18
Bab 18 : Liburan ke kebun binatang
19
Bab 19 : Empat orang berpakaian hitam
20
Bab 20: Makan Malam Bersama
21
Bab 21 : Kedatangan Jesslyn
22
Bab 22 : Wanita Ular
23
Bab 23 : Pelajaran Untuk Dimas
24
Bab 24 : Merubah Penampilan
25
Bab 25 : Misi 1
26
Bab 26 : Perpisahan
27
Bab 27 : Pergi ke Pesta
28
Bab 28 : Penyerangan
29
Bab 29 : Misi 2
30
Bab 30 : Kemarahan Anita
31
Bab 31 : Rahasia yang terkuak
32
Bab 32 : Pertemuan Tak Terduga
33
Bab 33 : Kecurigaan Besar
34
Bab 34 : Murka Dimas
35
Bab 35 : Mencari Petunjuk
36
Bab 36 : Surat Cerai
37
Bab 37 : Hilang Kesabaran
38
Bab 38 : Pesan terselubung
39
Bab 39 : Aksi Penyelamatan 1
40
Bab 40 : Aksi Penyelamatan 2
41
Bab 41 : Kepergian Salwa
42
Bab 42 : Depresi 1
43
Bab 43 : Depresi 2
44
Bab 44 : Menemui Dimas
45
Bab 45 : Dinner Bersama
46
Bab 46 : Kepergian Halwa
47
Bab 47 : Kembalinya Halwa ke Belanda
48
Bab 48 : Bertemu Keluarga Adam
49
Bab 49 : Makan Bersama
50
Bab 50 : Reyhan tiba di Belanda
51
Bab 51 : Mencari Halwa
52
Bab 52 : Penyesalan Jesslyn
53
Bab 53 : Pertemuan
54
Bab 54 : Makan Siang
55
Bab 55 : Belajar Menerima
56
Bab 56 : Makan Malam di Kapal Pesiar
57
Bab 57 : Yes, I want to marry you
58
Bab 58 : Perpisahan Sementara
59
Bab 59 : Hari Pernikahan
60
Episode 60 : Honeymoon
61
Episode 61 :Jalan jalan ke Menara Eiffel
62
Episode 62 : Memulai Dari Awal
63
Episode 63 : Pulang ke Belanda
64
Episode 64 : Kepulangan Reyhan
65
Episode 65 : Kedatangan Nurul
66
Episode 66 : Kecelakaan Maut
67
Episode 67 : Menemui Reyhan
68
Episode 68 : Bertemu Antonio
69
Episode 69 : Kesedihan Halwa
70
Episode 70 : Pengakuan Halwa
71
Episode 71 : Siapakah wanita itu?
72
Episode 72 : Tatap Mataku
73
Episode 73 : Wanita Cantik dari Belanda
74
Episode 74 : Terlalu Perih
75
Episode 75 : Reyhan Mulai Cemburu
76
Episode 76 : Insiden Pencurian
77
Episode 77 : Keputusan Halwa
78
Episode 78 : Bertemu Antonio
79
Episode 79 : Hari Pernikahan
80
Episode 80 : Ketika Ingatannya kembali
81
Episode 81 : Bangkit dari Keterpurukan
82
Episode 82 : Sampai di Belanda
83
Episode 83 : Keputusan Untuk Pulang
84
Episode 84 : Gabrio dan Gabino
85
Episode 85 : Cynthia Sakit
86
Episode 86 : Anak Alien
87
Episode 87 : Pesta Ulang Tahun
88
Episode 88 : Makan Siang Bersama Mark
89
Episode 89 : Insiden
90
Episode 90 : Insiden Pembawa Berkah
91
Episode 91 : Si Kembar Merajuk
92
Episode 92 : Permintaan Maaf Nurul
93
Episode 93 : Bertemu Daddy
94
Episode 94 : Bonus
95
Episode 95 : Pulang ke Apartemen
96
Episode 96 : Bertemu Mammer ( Mamih Mertua )
97
Episode 97 : Pertemuan Antara Dua wanita Istimewa
98
Episode 98 : Terlanjur Basah
99
Episode 99 : Berburu Hadiah
100
Episode 100 : The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!