PB 16. Bertemu Lagi dengan Kekasihku yang Berhianat

Aku berjalan keluar dari gedung pelelangan menyusuri Hotel menuju toilet. Sesampainya aku di dalam toilet, aku sudah mendengar isak tangis ibuku dari dalam toilet.

“Ternyata ibu sangat sedih. Seingatku gaun itu susah payah didapatkan oleh ibu dari perancang Itali, bahkan ibu berjaga tidak tidur untuk bisa mendapatkan gaun itu sebagai hadiah ulang tahunku yang ke 22 tahun” gumamku.

Aku langsung mendekati toilet itu, menunggu ibu keluar dari dalam. Tidak berapa lama kemudian.

“Sia ....” sahut ibu, dia terlihat sangat terkejut mendapatiku berada satu toilet yang sama dengannya.

“Ibu” sahutku memeluk tubuh ibu.

“Ini benar Putriku” tanya ibu membalas pelukanku.

“Iya ibu, aku sangat merindukan ibu dan ayah” sahutku.

“Anakku Sia, ibu sangat rindu juga padamu” sahut ibu menatap wajahku.

“Bagaimana bisa kau kesini nak?” tanya ibu.

“Aku mendapat undangan dari Hotel ini bu, kebetulan pemilik hotel ini pelanggan setia dari Butik tempatku saat ini bekerja” sahutku.

“Nak, ibu minta maaf padamu, ibu sudah berusaha, agar dirimu tidak perlu melakukan misi ini, namun ayahmu tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan gaunmu sudah diserahkan oleh nenekmu pada media. Ibu sangat kecewa pada ayahmu, dia bahkan mengiyakan pendapat nenekmu menyebarkan berita kematianmu, hati ibu sangat terpukul nak, ibu mana di dunia ini yang tidak sedih mendengar putrinya sudah tiada padahal putri ibu masih berdiri disini, bahkan sudah hidup melarat begini” sahut ibu memperhatikan keadaan tubuhku.

“Ibu, aku baik-baik saja, ibu tolong jangan sedih lagi, aku akan selesaikan misi ini dan kembali kepangkuanmu” sahutku melap pipi ibuku yang sudah basah.

“Maafkan ibu Sia, tidak bisa membantumu” sahut ibu memelukku kembali. Namun tidak berapa lama aku sudah mendengar suara kaki melangkah mendekati toilet.

“Ibu, tolong keluarlah lebih dulu, aku akan masuk kembali kedalam” bisikku pada ibu. Terpaksa ibuku keluar dari toilet, aku langsung masuk mengunci ruang dalam toilet.

“Bukannya tadi nyonya Yunisia masuk kedalam toilet ini, kenapa dia belum keluar juga” sahut seorang pria.

“Aku juga lihat tadi, desainer dari Butik Rasa ikut masuk kesini” sahut salah seorang pria lagi.

“Seandainya ada CCTV dari dalam toilet itu, pasti kita tidak kewalahan mengawasi gerak-gerik dari desainer itu” sahut pria itu.

“Apa mereka sedang mengawasiku, aku harus segera keluar dari sini dan bergabung dengan Jordi” gumamku.

“Aslan” bisikku pelan. Tidak lama kemudian, Aslan sudah muncul dihadapanku.

“Tolong perhatikan diluar toilet juga ibuku” perintahku pada Aslan.

Aslan langsung mengangguk melaksanakan perintahku. Beberapa menit kemudian Aslan sudah muncul kembali menghadap padaku.

“Putri, anda harus segera keluar dari toilet ini, mereka baru saja pergi, saya khawatir mereka kembali lagi” pinta Aslan.

“Bagaimana dengan ibuku?” tanyaku padanya.

“Ibu anda sudah menghilang dengan cepat, bahkan pakaian ibu anda sudah berganti saat Putri menyuruhnya keluar, ibu anda sudah melakukan persiapan” sahut Aslan. Dengan pergerakan cepat, aku langsung keluar menuju ruang pelelangan, namun langkah kakiku terhenti.

“Buk ....” tubuhku sudah terhempas kelantai.

Ternyata aku tidak memperhatikan langkah kakiku, bahkan aku sudah menabrak tubuh seseorang. Aku langsung menatap pada orang yang sudah kutabrak tadi. Begitu terkejutnya, aku melihat wajah yang sangat familiar ini, sudah berdiri menatap wajahku, dia adalah Venzo, aku tidak salah lagi, aku bertemu kembali dengan kekasihku yang penghianat ini.

“Tolong jangan gemetar menghadapi pria ini” gumamku.

“Nona, kau baik-baik saja” sahut Venzo mengulurkan tangannya.

“Aku baik-baik saja Tuan” sahutku, aku langsung berdiri mengabaikan tangannya.

“Wah, nona kau mengabaikan aku” sahut Venzo mendekati tubuhku.

“Tuan, kita tidak saling kenal, tolong jaga jarak anda” sahutku mendorong tubuhnya.

“Nona, aku juga tidak kenal denganmu, tapi saat kau bersuara, suaramu terdengar tidak asing” sahut Venzo kembali mendekati tubuhku, aku sudah mencium aroma alkohol dari tubuhnya.

“Seingatku dulu dia tidak pernah minum alkohol” gumamku.

“Apa kau mengenalku?” tanya Venzo, namun tangannya sudah mulai gratil membelai rambutku.

“Duak ....” Kakiku langsung refleks melayang ke area juniornya.

“Angh ... sakit sekali” ringis Venzo memegangi juniornya.

“Kau sudah lancang menyentuh rambutku, kalau kau bertindak lebih lanjut, bisa jadi aku mengoyak seluruh isi perutmu” sahutku beranjak menjauhi Venzo.

“Dasar wanita jahat, kau bahkan merusak masa depanku, awas saja kalau aku bertemu denganmu kembali, aku pastikan kau tidur di ranjangku” sahut Venzo.

“Mimpimu terlalu tinggi, sebelum kau menyentuhku, lebih baik kau periksa saja keadaan juniormu itu” sahutku kesal, aku langsung berlari menuju ruang pelelangan.

***

Tanpa Golda sadari, aksi dari Golda tadi bahkan membuat Rosefro tersenyum dari balik dinding persembunyiannya, ternyata Rosefro melihat aksi dari Golda menendang area junior Venzo, hingga Venzo meringis kesakitan.

“Gadis ini sangat menarik, aku tidak salah lagi, dia pasti gadis itu” gumam Rosefro.

“Tuan Rosefro” sahut para pengawal menghadap pada Rosefro.

“Apa yang sudah kalian lakukan, aku menyuruh kalian mengawasi wanita itu, kalian bahkan tidak bisa mengawasi gerakan seorang wanita” tegas Rosefro.

“Maaf Tuan, kami kehilangan jejaknya” jelas pengawal menunduk.

“Seret pria yang sudah menyentuh rambut wanitaku” sahut Rosefro.

“Baik Tuan” sahut pengawal itu.

Tidak berapa lama para pengawal itu sudah membawa tubuh Venzo menghadap pada Rosefro. Venzo masih kesakitan memegangi juniornya. Karena tendangan dari Golda tadi yang memang sudah kuat, apa lagi selama ini Golda sudah berlatih bela diri, ada sedikit tenaga dalam yang Golda keluarkan saat menendang area junior dari Venzo tadi, membuat Venzo masih meringis kesakitan.

“Ah ....” sahut Venzo, dia sudah berjalan merangkak menghadap pada Rosefro.

“Ceo Rosef” sahut Venzo, dia sudah heran kenapa tubuhnya diseret para pengawal tadi menghadap pada Rosefro. Rosefro memainkan jarinya pada pengawal. Para pengawal itu langsung menyeret tubuh Venzo semakin dekat dengan Rosefro.

“Apa yang ingin Ceo Rosef lakukan?” tanya Venzo.

“Bagian mana wanita itu yang sudah kau sentuh” tanya Rosefro pada Venzo.

“Siapa yang anda bilang, ada banyak wanita yang saya temui malam ini” sahut Venzo jujur.

“Kau sedang mabuk ya, percuma aku menanyaimu, kau bahkan tidak ingat dengan wanita itu” sahut Rosefro.

“Maksud Ceo Rosef, wanita yang baru saja memukul juniorku” sahut Venzo, dia sudah kesal mengingat perlakuan Golda tadi.

“Siapa lagi, kalau bukan wanita itu, apa kau mengenalnya” tanya Rosefro.

“Aku tidak mengenalnya, aku baru saja bertemu dengannya” sahut Venzo jujur.

“Apa kau yakin, lalu untuk apa kau membelai rambutnya kalau kau tidak kenal dengannya” tanya Rosefro kembali.

“Pria mana yang tidak akan tergiur melihat wanita cantik sudah berada dihadapannya, aku bukan pria yang suka menyia-nyiakan kesempatan. Tapi kenapa Ceo Rosef peduli dengan wanita ini, selama ini ada banyak wanita cantik disisi anda, wanita itu hanya wanita biasa” sahut Venzo.

“Aku lupa, ternyata pria ini playboy, dia tidak ada hubungannya dengan Golda” gumam Rosefro. Tidak berapa lama Venzo sudah terlihat tidak sadarkan diri, mungkin karena efek dari alkohol yang dia minum.

“Bawa dia pergi” perintah Rosefro pada pengawal, dia sudah mendapatkan jawaban dari Venzo.

“Apa yang akan kami lakukan pada pria ini bos” tanya pengawal itu.

“Lakukan seperti biasa” perintah Rosefro. Para pengawal itu langsung menyeret tubuh Venzo.

Bersambung................

Hai Reader, jadiin favorit ya, untuk up selanjutnya🙏

Jangan lupa like dan komentar kalian,😊

Oya BERI BINTANG juga,

See You🙋🙋🙋

Terpopuler

Comments

Adine indriani

Adine indriani

6 like utk kakak

2020-06-16

1

wike maliya

wike maliya

hai aku mampir ya,, udah q like, coment, n *5,,, yuuuk saling dukung,, IT'S HARD TO LOVE YOU

minal aidzin wal faidzin,, mohon maaf lahir dan batin!!!

2020-05-30

1

💞🌜Dewi Kirana

💞🌜Dewi Kirana

semangat terus thor aku mampir lg

2020-05-16

1

lihat semua
Episodes
1 PB 1. Pacarku Yang Sebenarnya
2 PB 2. Terpaksa Menjalani Pertunangan
3 PB 3. Masih Diberi Hidup Kedua
4 PB 4. Terlahir Kembali di Keluarga Boma
5 PB 5. Cara Ibu Melindungiku
6 PB 6. Pengakuan Sebagai Putri dari Kerajaan Boma
7 PB 7. Pengakuan Sebagai Putri Boma
8 PB 8. Aslan Manusia Berwujud Singa
9 PB 9. Memasuki Usia Dewasa
10 PB 10. Perintah Melaksanakan Misi
11 PB 11. Nama Samaran Sebagai Golda
12 PB 12. Pertemuan Pertama dengan CEO Perusahaan Xevran
13 PB 13. Mengukur Tubuh Pria Pembersih
14 PB 14. Penyerangan di Butik
15 PB 15. Gaun Terakhir Putri Boma
16 PB 16. Bertemu Lagi dengan Kekasihku yang Berhianat
17 PB 17. Bar Hotel
18 PB 18. Penyusup di Bar Hotel
19 PB 19. Wangi Tubuh Wanita Itu Sama dengan Golda
20 PB 20. Sakit Karena Demam
21 PB 21. Sampai Kapan Gadis Ini Berbohong
22 PB 22. Gadis Ceroboh
23 PB 23. Undangan Ulang Tahun
24 PB 24. Para Pria Mesum
25 PB 25. Gadis Yang Agresif
26 PB 26. Pria Sinting Minta Pertanggungjawaban
27 PB 27. Tranding Topik
28 PB 28. Menyamar
29 PB 29. Ciuman Pertama
30 PB 30. Klasifikasi
31 PB 31. Wanita Ini Lumayan Juga
32 PB 32. Serangan Dalam Perjalanan
33 PB 33. Kasino
34 PB 34. Sandiwara
35 PB 35
36 PB 36
37 PB 37
38 PB 38
39 PB 39
40 PB 40
41 PB 41
42 PB 42
43 PB 43
44 PB 44
45 PB 45
46 PB 46
47 PB 47
48 PB 48
49 PB 49
50 PB 50
51 PB 51
52 PB 52
53 PB 53
54 PB 54
55 PB 55
56 PB 56
57 PB 57
58 PB 58
59 PB 59
60 PB 60
61 PB 61
62 PB 62
63 PB 63
64 PB 64
65 PB 65
66 PB 66
67 PB 67
68 PB 68
69 PB 69
70 PB 70
71 PB 71
72 PB 72
73 PB 73
74 PB 74
75 PB 75
76 PB 76
77 PB 77
78 PB 78
79 PB 79
80 PB 80
81 PB 81
82 PB 82
83 PB 83
84 PB 84
85 PB 85
86 PB 86
87 PB 87
88 PB 88
89 PB 89
90 PB. 90
91 PB. 91
92 PB. 92
93 PB 93
94 PB 94
95 PB 95
96 PB 96
Episodes

Updated 96 Episodes

1
PB 1. Pacarku Yang Sebenarnya
2
PB 2. Terpaksa Menjalani Pertunangan
3
PB 3. Masih Diberi Hidup Kedua
4
PB 4. Terlahir Kembali di Keluarga Boma
5
PB 5. Cara Ibu Melindungiku
6
PB 6. Pengakuan Sebagai Putri dari Kerajaan Boma
7
PB 7. Pengakuan Sebagai Putri Boma
8
PB 8. Aslan Manusia Berwujud Singa
9
PB 9. Memasuki Usia Dewasa
10
PB 10. Perintah Melaksanakan Misi
11
PB 11. Nama Samaran Sebagai Golda
12
PB 12. Pertemuan Pertama dengan CEO Perusahaan Xevran
13
PB 13. Mengukur Tubuh Pria Pembersih
14
PB 14. Penyerangan di Butik
15
PB 15. Gaun Terakhir Putri Boma
16
PB 16. Bertemu Lagi dengan Kekasihku yang Berhianat
17
PB 17. Bar Hotel
18
PB 18. Penyusup di Bar Hotel
19
PB 19. Wangi Tubuh Wanita Itu Sama dengan Golda
20
PB 20. Sakit Karena Demam
21
PB 21. Sampai Kapan Gadis Ini Berbohong
22
PB 22. Gadis Ceroboh
23
PB 23. Undangan Ulang Tahun
24
PB 24. Para Pria Mesum
25
PB 25. Gadis Yang Agresif
26
PB 26. Pria Sinting Minta Pertanggungjawaban
27
PB 27. Tranding Topik
28
PB 28. Menyamar
29
PB 29. Ciuman Pertama
30
PB 30. Klasifikasi
31
PB 31. Wanita Ini Lumayan Juga
32
PB 32. Serangan Dalam Perjalanan
33
PB 33. Kasino
34
PB 34. Sandiwara
35
PB 35
36
PB 36
37
PB 37
38
PB 38
39
PB 39
40
PB 40
41
PB 41
42
PB 42
43
PB 43
44
PB 44
45
PB 45
46
PB 46
47
PB 47
48
PB 48
49
PB 49
50
PB 50
51
PB 51
52
PB 52
53
PB 53
54
PB 54
55
PB 55
56
PB 56
57
PB 57
58
PB 58
59
PB 59
60
PB 60
61
PB 61
62
PB 62
63
PB 63
64
PB 64
65
PB 65
66
PB 66
67
PB 67
68
PB 68
69
PB 69
70
PB 70
71
PB 71
72
PB 72
73
PB 73
74
PB 74
75
PB 75
76
PB 76
77
PB 77
78
PB 78
79
PB 79
80
PB 80
81
PB 81
82
PB 82
83
PB 83
84
PB 84
85
PB 85
86
PB 86
87
PB 87
88
PB 88
89
PB 89
90
PB. 90
91
PB. 91
92
PB. 92
93
PB 93
94
PB 94
95
PB 95
96
PB 96

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!