Aku berjalan keluar dari gedung pelelangan menyusuri Hotel menuju toilet. Sesampainya aku di dalam toilet, aku sudah mendengar isak tangis ibuku dari dalam toilet.
“Ternyata ibu sangat sedih. Seingatku gaun itu susah payah didapatkan oleh ibu dari perancang Itali, bahkan ibu berjaga tidak tidur untuk bisa mendapatkan gaun itu sebagai hadiah ulang tahunku yang ke 22 tahun” gumamku.
Aku langsung mendekati toilet itu, menunggu ibu keluar dari dalam. Tidak berapa lama kemudian.
“Sia ....” sahut ibu, dia terlihat sangat terkejut mendapatiku berada satu toilet yang sama dengannya.
“Ibu” sahutku memeluk tubuh ibu.
“Ini benar Putriku” tanya ibu membalas pelukanku.
“Iya ibu, aku sangat merindukan ibu dan ayah” sahutku.
“Anakku Sia, ibu sangat rindu juga padamu” sahut ibu menatap wajahku.
“Bagaimana bisa kau kesini nak?” tanya ibu.
“Aku mendapat undangan dari Hotel ini bu, kebetulan pemilik hotel ini pelanggan setia dari Butik tempatku saat ini bekerja” sahutku.
“Nak, ibu minta maaf padamu, ibu sudah berusaha, agar dirimu tidak perlu melakukan misi ini, namun ayahmu tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan gaunmu sudah diserahkan oleh nenekmu pada media. Ibu sangat kecewa pada ayahmu, dia bahkan mengiyakan pendapat nenekmu menyebarkan berita kematianmu, hati ibu sangat terpukul nak, ibu mana di dunia ini yang tidak sedih mendengar putrinya sudah tiada padahal putri ibu masih berdiri disini, bahkan sudah hidup melarat begini” sahut ibu memperhatikan keadaan tubuhku.
“Ibu, aku baik-baik saja, ibu tolong jangan sedih lagi, aku akan selesaikan misi ini dan kembali kepangkuanmu” sahutku melap pipi ibuku yang sudah basah.
“Maafkan ibu Sia, tidak bisa membantumu” sahut ibu memelukku kembali. Namun tidak berapa lama aku sudah mendengar suara kaki melangkah mendekati toilet.
“Ibu, tolong keluarlah lebih dulu, aku akan masuk kembali kedalam” bisikku pada ibu. Terpaksa ibuku keluar dari toilet, aku langsung masuk mengunci ruang dalam toilet.
“Bukannya tadi nyonya Yunisia masuk kedalam toilet ini, kenapa dia belum keluar juga” sahut seorang pria.
“Aku juga lihat tadi, desainer dari Butik Rasa ikut masuk kesini” sahut salah seorang pria lagi.
“Seandainya ada CCTV dari dalam toilet itu, pasti kita tidak kewalahan mengawasi gerak-gerik dari desainer itu” sahut pria itu.
“Apa mereka sedang mengawasiku, aku harus segera keluar dari sini dan bergabung dengan Jordi” gumamku.
“Aslan” bisikku pelan. Tidak lama kemudian, Aslan sudah muncul dihadapanku.
“Tolong perhatikan diluar toilet juga ibuku” perintahku pada Aslan.
Aslan langsung mengangguk melaksanakan perintahku. Beberapa menit kemudian Aslan sudah muncul kembali menghadap padaku.
“Putri, anda harus segera keluar dari toilet ini, mereka baru saja pergi, saya khawatir mereka kembali lagi” pinta Aslan.
“Bagaimana dengan ibuku?” tanyaku padanya.
“Ibu anda sudah menghilang dengan cepat, bahkan pakaian ibu anda sudah berganti saat Putri menyuruhnya keluar, ibu anda sudah melakukan persiapan” sahut Aslan. Dengan pergerakan cepat, aku langsung keluar menuju ruang pelelangan, namun langkah kakiku terhenti.
“Buk ....” tubuhku sudah terhempas kelantai.
Ternyata aku tidak memperhatikan langkah kakiku, bahkan aku sudah menabrak tubuh seseorang. Aku langsung menatap pada orang yang sudah kutabrak tadi. Begitu terkejutnya, aku melihat wajah yang sangat familiar ini, sudah berdiri menatap wajahku, dia adalah Venzo, aku tidak salah lagi, aku bertemu kembali dengan kekasihku yang penghianat ini.
“Tolong jangan gemetar menghadapi pria ini” gumamku.
“Nona, kau baik-baik saja” sahut Venzo mengulurkan tangannya.
“Aku baik-baik saja Tuan” sahutku, aku langsung berdiri mengabaikan tangannya.
“Wah, nona kau mengabaikan aku” sahut Venzo mendekati tubuhku.
“Tuan, kita tidak saling kenal, tolong jaga jarak anda” sahutku mendorong tubuhnya.
“Nona, aku juga tidak kenal denganmu, tapi saat kau bersuara, suaramu terdengar tidak asing” sahut Venzo kembali mendekati tubuhku, aku sudah mencium aroma alkohol dari tubuhnya.
“Seingatku dulu dia tidak pernah minum alkohol” gumamku.
“Apa kau mengenalku?” tanya Venzo, namun tangannya sudah mulai gratil membelai rambutku.
“Duak ....” Kakiku langsung refleks melayang ke area juniornya.
“Angh ... sakit sekali” ringis Venzo memegangi juniornya.
“Kau sudah lancang menyentuh rambutku, kalau kau bertindak lebih lanjut, bisa jadi aku mengoyak seluruh isi perutmu” sahutku beranjak menjauhi Venzo.
“Dasar wanita jahat, kau bahkan merusak masa depanku, awas saja kalau aku bertemu denganmu kembali, aku pastikan kau tidur di ranjangku” sahut Venzo.
“Mimpimu terlalu tinggi, sebelum kau menyentuhku, lebih baik kau periksa saja keadaan juniormu itu” sahutku kesal, aku langsung berlari menuju ruang pelelangan.
***
Tanpa Golda sadari, aksi dari Golda tadi bahkan membuat Rosefro tersenyum dari balik dinding persembunyiannya, ternyata Rosefro melihat aksi dari Golda menendang area junior Venzo, hingga Venzo meringis kesakitan.
“Gadis ini sangat menarik, aku tidak salah lagi, dia pasti gadis itu” gumam Rosefro.
“Tuan Rosefro” sahut para pengawal menghadap pada Rosefro.
“Apa yang sudah kalian lakukan, aku menyuruh kalian mengawasi wanita itu, kalian bahkan tidak bisa mengawasi gerakan seorang wanita” tegas Rosefro.
“Maaf Tuan, kami kehilangan jejaknya” jelas pengawal menunduk.
“Seret pria yang sudah menyentuh rambut wanitaku” sahut Rosefro.
“Baik Tuan” sahut pengawal itu.
Tidak berapa lama para pengawal itu sudah membawa tubuh Venzo menghadap pada Rosefro. Venzo masih kesakitan memegangi juniornya. Karena tendangan dari Golda tadi yang memang sudah kuat, apa lagi selama ini Golda sudah berlatih bela diri, ada sedikit tenaga dalam yang Golda keluarkan saat menendang area junior dari Venzo tadi, membuat Venzo masih meringis kesakitan.
“Ah ....” sahut Venzo, dia sudah berjalan merangkak menghadap pada Rosefro.
“Ceo Rosef” sahut Venzo, dia sudah heran kenapa tubuhnya diseret para pengawal tadi menghadap pada Rosefro. Rosefro memainkan jarinya pada pengawal. Para pengawal itu langsung menyeret tubuh Venzo semakin dekat dengan Rosefro.
“Apa yang ingin Ceo Rosef lakukan?” tanya Venzo.
“Bagian mana wanita itu yang sudah kau sentuh” tanya Rosefro pada Venzo.
“Siapa yang anda bilang, ada banyak wanita yang saya temui malam ini” sahut Venzo jujur.
“Kau sedang mabuk ya, percuma aku menanyaimu, kau bahkan tidak ingat dengan wanita itu” sahut Rosefro.
“Maksud Ceo Rosef, wanita yang baru saja memukul juniorku” sahut Venzo, dia sudah kesal mengingat perlakuan Golda tadi.
“Siapa lagi, kalau bukan wanita itu, apa kau mengenalnya” tanya Rosefro.
“Aku tidak mengenalnya, aku baru saja bertemu dengannya” sahut Venzo jujur.
“Apa kau yakin, lalu untuk apa kau membelai rambutnya kalau kau tidak kenal dengannya” tanya Rosefro kembali.
“Pria mana yang tidak akan tergiur melihat wanita cantik sudah berada dihadapannya, aku bukan pria yang suka menyia-nyiakan kesempatan. Tapi kenapa Ceo Rosef peduli dengan wanita ini, selama ini ada banyak wanita cantik disisi anda, wanita itu hanya wanita biasa” sahut Venzo.
“Aku lupa, ternyata pria ini playboy, dia tidak ada hubungannya dengan Golda” gumam Rosefro. Tidak berapa lama Venzo sudah terlihat tidak sadarkan diri, mungkin karena efek dari alkohol yang dia minum.
“Bawa dia pergi” perintah Rosefro pada pengawal, dia sudah mendapatkan jawaban dari Venzo.
“Apa yang akan kami lakukan pada pria ini bos” tanya pengawal itu.
“Lakukan seperti biasa” perintah Rosefro. Para pengawal itu langsung menyeret tubuh Venzo.
Bersambung................
Hai Reader, jadiin favorit ya, untuk up selanjutnya🙏
Jangan lupa like dan komentar kalian,😊
Oya BERI BINTANG juga,
See You🙋🙋🙋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Adine indriani
6 like utk kakak
2020-06-16
1
wike maliya
hai aku mampir ya,, udah q like, coment, n *5,,, yuuuk saling dukung,, IT'S HARD TO LOVE YOU
minal aidzin wal faidzin,, mohon maaf lahir dan batin!!!
2020-05-30
1
💞🌜Dewi Kirana
semangat terus thor aku mampir lg
2020-05-16
1