Keesokan harinya, aku sudah menyampaikan pada Jordi bahwa aku akan menemui orang yang bernama Adam di Perusahaan Xevran. Memang sudah ku cek sebelumnya, ternyata pria bernama Adam ini sudah menjadi langganan setia dari Butik Rasa. Aku tidak kenal dengan perancang sebelumnya. Pemilik Butik ini mengatakan pada Jordi, bahwa perancang itu mengundurkan diri dari Butik untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Aku juga mencek semua hasil rancangannya dan hasilnya sangat bagus.
Setibanya kami di Butik Rasa.
“Pantesan, semua kalangan atas mau memesan pakaian dari Butik Rasa. Bahkan Butik ini memakai merek sendiri” gumamku.
“Putri, anda harus berhati-hati, jangan sampai terlihat gugup, bicara seadanya saja. Putri juga punya keahlian mendesain pakaian, semangat” sahut Jordi mengingatkan aku.
“Iya Jordi, aku harus pergi” sahutku padanya.
“Ini masih pagi Putri, apa tidak terlalu cepat, bahkan hari masih pukul 07.30” sahut Jordi.
“Lebih baik aku tiba pagi, kalau siang, aku takut menggangu nanti, siapa tahu mereka sibuk” sahutku.
“Baiklah, aku akan mengantar Putri” sahut Jordi.
“Tidak perlu, aku naik kendaraan umum saja, akan terlihat aneh kalau aku diantar olehmu” pintaku menolak tawaran Jordi.
“Tapi Putri, saya harus melindungi anda” sahut Jordi.
“Ingatlah, saat ini kau atasanku, akan terlihat aneh kalau kau mengantarku, sudahlah lupakan aku ini seorang Putri, aku berangkat dulu” sahutku beranjak keluar dari Butik.
“Tapi ....” sahut Jordi merasa tidak enak.
Aku berjalan menyusuri jalan menuju halte kendaraan umum terdekat dari Butik.
“Putri kenapa menolak diantar oleh Jordi” sahut Aslan secara tiba-tiba.
“Aduh, kau mengagetkan aku” sahutku melihat sekitar, aku takut ada orang yang memperhatikan aku bicara sendiri.
“Apa kau lupa, aku ini hanya seorang karyawan, bukan seorang Putri” sahutku padanya.
“Apa Putri yakin akan naik kendaraan umum, Putri bahkan belum pernah berdesakan dengan orang banyak, bahkan Putri tidak bisa duduk, sangat sempit nanti” sahut Aslan.
“Kenapa kau harus cemas, aku pasti bisa menghadapi itu. Sudahlah, kau tidak boleh bicara lagi, aku sudah dekat dengan orang” sahutku menghentikan pembicaraan kami.
Tidak berapa lama, bus sudah datang. Saat bus berhenti, orang-orang sudah ramai berbondong-bondong untuk naik, aku juga ikut tidak mau ketinggalan bus itu. Benar yang dikatakan oleh Aslan, bus itu sudah penuh dengan segerombolan orang yang sibuk berpegian dengan tujuan masing-masing, bahkan aku tidak bisa duduk, ada yang menyenggolku juga di dalam bus itu. Aku melihat raut wajah Aslan sudah terlihat gelisah di dalam bus.
“Padahal dia tidak bernyawa, kenapa dia harus gelisah, aku saja tidak gelisah” gumamku memandanginya.
Sekitar 30 menit bus sudah sampai di halte dekat dengan Perusahan Xevran, bahkan seroang pramugara sudah bersuara.
“Perusahaan Xevran, silahkan turun” sahut pramugara mengingatkan penumpang. Aku langsung beranjak turun dari bus itu.
Aku berjalan menuju Perusahaan Xevran. Aku sangat terkejut melihat gedung dari Xevran, sudah terlihat menjulang tinggi.
“Apa aku akan bertemu dengannya” gumamku.
“Benar tebakan saya, Putri akan bertemu dengan pemilik Xevran ini” sahut Aslan secara tiba-tiba.
“Aslan diamlah, jangan mengagetkan aku, aku sudah dekat dengan orang” sahutku menghentikan dia untuk bicara.
“Putri, kau akan bertemu dengannya, jangan gugup, mungkin dia adalah cinta sejatimu, semangat” sahut Aslan, aku mengabaikannya.
Aku sudah tiba di bagian layanan umum, sesuai dengan ucapan tuan Adam aku langsung menemui resepsionis.
“Permisi Nona, saya dari Butik Rasa ingin bertemu dengan tuan Adam” sahutku pada pelayan wanita yang terlihat seumuran denganku di meja resepsionis.
“Anda tamu dari tuan Adam, mari ikut dengan saya” sahut wanita itu membawaku menaiki lift. Aku mengikut saja, sambil memperhatikan sekitar perusahaan dari lift, kebetulan liftnya tembus pandang.
“Perusahaan ini sangat besar, dari gambarnya saja terlihat kecil” gumamku.
Tidak berapa lama, aku sudah sampai di depan pintu Ruangan Ceo.
“Ruangan Ceo, apa tuan Adam Ceo dari Xevran” gumamku lagi. Aku melihat pelayan itu sudah mengetuk pintu, saat suara dari dalam mengucapkan masuk wanita itu menyuruhku masuk.
“Apa saya langsung masuk” tanyaku padanya.
“Benar Nona, tuan Adam ada di dalam” sahut wanita itu.
“Baiklah” sahutku, wanita itu langsung pergi. Aslan sudah mengintip-intip dari balik pintu.
“Apa yang kau lakukan, jangan berulah nanti padaku” bisikku padanya. Aslan hanya mengangguk.
Aku langsung masuk keruangan itu, saat aku melangkah aku sudah mencium aroma dari ruangan itu sangat wangi, wanginya sama dengan Mansion tempat tinggalku. Mataku langsung terbelalak melihat pria yang sudah berdiri di hadapanku, dia terlihat tinggi, aku bisa menebak tingginya hampir 180 cm, saat aku menatap wajahnya, tidak salah lagi dia adalah Rosefro pemilik dari Xevran.
“Ya Tuhan, kenapa aku bisa bertemu dengannya" gumamku, aku menoleh kesamping sudah melihat Aslan ikut bengong.
“Adam, siapa wanita ini, kenapa dia bisa masuk kesini” sahut Rosefro memalingkan wajahnya, dia sudah sibuk dengan pekerjaannya. Dari suaranya saja sudah jelas terdengar bahwa pria itu sangat dingin juga cuek. Aku sudah melihat seorang pria juga terlihat tampan mendekatiku.
“Cantik, kamu untuk apa masuk kesini” tanya pria itu.
“Maaf tuan, saya dari Butik Rasa, saya kesini ingin bertemu dengan tuan Adam” sahutku menunduk.
“Ternyata kamu perancang dari Butik Rasa, setahu saya sebelumnya perancangnya berambut pendek” sahut pria itu.
“Maaf, sebelumnya memang berambut pendek, saya juga perancang dari Butik Rasa, nama saya Golda” sahutku memperkenalkan diri.
“Ah, saya lupa memperkenalkan diri, nama saya Adam” sahut Adam.
“Jadi anda tuan Adam” sahutku lega.
“Benar cantik, panggil saja nama saya, saya juga belum tua” sahut Adam main mata.
“Saya panggil tuan saja, oya tuan saya datang untuk mengurus jas itu, apa saya sudah boleh melaksanakan pekerjaan saya” tanyaku pada Adam.
“Silahkan, saya yakin kemampuanmu juga bagus, jangan kecewakan saya” sahut Adam.
“Baik tuan” sahutku mengambil peralatan dari tas untuk mengukur tubuh. Tidak berapa lama aku sudah mendekati tubuh Adam.
“Cantik, maaf sebelumnya, saya belum mengatakan padamu, tubuh yang harus kamu ukur adalah tubuh bos saya” bisik Adam menunjuk Rosefro. Aku langsung menatap ke meja Rosefro, namun Rosefro tetap cuek mengabaikan aku dan Adam.
“Berusahalah untuk mengukur tubuhnya, dia sangat sibuk juga payah, saya minta maaf sudah merepotkanmu, namun karena jas itu akan dipakai untuk acara bisnis 3 hari lagi, kumohon” sahut Adam memelas.
“Astaga, bagaimana aku bisa mengukur tubuhnya” gumamku.
“Aku tinggal dulu ya, aku masih ada kerjaan, berusahalah” sahut Adam keluar dari ruangan itu.
“Tapi Tuan ....” Aku bahkan tidak sempat mencegah Adam, dia malah pergi.
“Aku harus bisa mendekatinya, demi misi itu, aku tidak peduli dia dingin sedingin es, selama dia manusia pasti ada caranya untuk menaklukkannya” gumamku.
Aku beranjak mendekati meja Rosefro, dia tetap sibuk dengan dokumen yang ada di mejanya.
Bersambung.............
Hai Reader, semoga novel ini manghibur ya, oya jadiin favorit untuk up selanjutnya, jangan lupa like dan komentar🙏
Sesekali VOTE ya 😊
See You 🙋🙋🙋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
LastZee
Hi thor aku kembali lagi
2020-07-24
0
Adine indriani
like
2020-06-16
1
Lina agustin
semangat terus
2020-05-11
3