PB 7. Pengakuan Sebagai Putri Boma

Keesokan harinya, benar saja sesuai perkiraanku Aslan sudah tidak bernyawa lagi, aku sangat sedih melihat tubuh Aslan akan di kuburkan menyatu dengan tanah. Tiba-tiba saja air mataku menetes saat aku ikut menguburkannya. Saat bersama Aslan aku selalu gembira, karena Aslan adalah hewan yang bisa berkomunikasi denganku, hanya saja aku tidak bisa lagi bertemu dengannya, aku sangat menyesal tidak bisa melindunginya.

Setelah aku selesai menguburkan mayat Aslan, aku langsung mengusut para pelayan yang sudah membuat tubuh Aslan membrontak kemarin. Aku masih ingat ucapan terakhir Aslan, bahwa dia sudah diberi obat, makanya tubuhnya langsung membrontak. Memang selama ini hanya Jordi yang selalu memberikan Aslan makan dan memandikan tubuh Aslan, walau dia tidak mau mandi karena tidak menyukai air, karena bujukanku dia sudah jinak dan mau dimandikan.

# Ruang Eksekusi.

Sebelumnya aku sudah menanyai Jordi mengenai makanan yang biasa dimakan oleh Aslan, aku bisa melihat dari ucapan dan tatapan Jordi, dia mengatakan kejujuran padaku. Aku memang tidak pernah meragukan dia, dia adalah orang yang setia.

Pagi itu aku memerintahkan pada Jordi untuk mengumpulkan semua pelayan yang bertugas di Mansion untuk menghadap padaku di ruangan eksekusi.

“Sisa daging ayamnya sudah kami bawa Putri” ucap pelayan wanita menghadap padaku.

Mereka terlihat kebingungan juga heran melihat diriku, mungkin mereka tidak tahu alasanku menyuruh mereka membawakan sisa daging ayam yang dimakan oleh Aslan kemarin sore.

“Jordi, tolong panggilkan Dokter keluarga” perintahku pada Jordi.

“Baik Putri” sahut Jordi, dia langsung undur diri melaksanakan perintahku.

“Apa kalian yakin tidak memberikan apapun pada Aslan kemarin selain daging ayam” sahutku pada semua pelayan.

“Tidak Putri” sahut semua pelayan.

“Setahu kami, Jordi pangawal pribadi Putrilah yang memberikan makan pada Aslan kemarin sore” ucap pelayan pria.

“Benar Putri, kami tidak menyentuh Aslan” sahut pengawal Penin bawahan Hans.

“Kalian yakin, kalau sampai aku menemukan sesuatu pada ayam itu, aku pastikan kalian tidak akan lepas dariku” tegasku pada mereka.

Aku sudah melihat wajah mereka mulai terlihat gelisah ketakutan. Aku masih ingat tatapan sinis mereka memandangku kemarin dan sebelumnya, namun sejak semalam mereka sudah terlihat ketakutan mendengar ucapanku barusan. Sangat terlihat di wajah mereka, masih tidak menyangka bahwa aku bisa membunuh manusia. Tidak berapa lama seorang wanita masih muda dia bekerja sebagai Dokter keluarga di Mansion ini, dia sudah tiba bersama Jordi.

“Saya menghadap pada Putri” sahut Dokter Mila, lebih tepatnya dia Dokter pribadi ibuku.

“Aku ingin Dokter memeriksa sisa daging ayam ini” sahutku memberikan daging ayam yang baru saja di bawa oleh pelayan wanita tadi. Saat aku memberikan daging ayam itu, betapa terkejutnya semua pelayan yang ada di hadapanku saat ini. Mereka bahkan sudah keringat dingin.

“Baik Putri” sahut Dokter Mila.

“Aku ingin hasilnya segera Dokter berikan padaku” sahutku pada Dokter Mila.

“Akan saya laksanakan Putri” sahut Dokter Mila melaksanakan pemeriksaannya pada daging ayam yang tersisa.

Semua pelayan dan pengawal sudah berbisik-bisik saling menatap. Setelah Dokter Mila menyelesaikan tugasnya, dia langsung menghadap padaku.

“Putri untuk daging ayam yang tersisa ini sudah mengandung obat untuk membuat hewan cepat gila, obat itu diberikan dengan dosis yang tinggi” jelas Dokter Mila dihadapan semua pelayan dan pengawal.

“Terima kasih Dokter Mila, anda sudah boleh pergi” sahutku pada Dokter Mila.

“Baik Putri, saya pamit” sahut Dokter Mila keluar dari ruangan eksekusi.

“Kalian sudah dengar penjelasan dari Dokter Mila” Tegasku pada semua orang yang ada di ruangan eksekusi.

“Putri maafkan kami” sahut semua pelayan wanita.

“Putri, sudah jelas yang memberikan Aslan makan daging ayam itu adalah Jordi, tidak mungkin kami semua akan mendapatkan hukuman dari Putri” sahut Penin berdalih.

“Benar Putri, kami juga sibuk kemarin sore mengurusi urusan di luar Mansion” sahut palayan pria membela Penin.

“Putri, maaf saya yang salah sudah lalai tidak memeriksa daging ayam itu kemairin sore, saya yang pantas disalahkan sudah memberikan daging ayam itu pada Aslan” ucap Jordi berlutut.

“Apa kalian tahu, akibat kelalaian kalian Aslan yang begitu baik menjadi pembrontak, bahkan ada banyak nyawa yang sudah menjadi korban dari kelalaian kalian, aku sangat tidak suka dengan orang yang tidak jujur dan berhianat” sahutku pada mereka.

“Tidak Putri, kami tidak melakukan hal keji itu” sahut para pelayan.

“Sekali lagi aku tanya pada kalian, siapa yang sudah memasukkan obat itu pada daging ayam itu” tegasku pada mereka.

“Tidak Putri, kami tidak melakukan apapun, percaya pada kami” sahut para pelayan dan pengawal. Kesabaranku sudah habis, mereka bahkan tidak ada yang jujur, padahal aku sudah memiliki bukti, mereka masih saja menyangkal. Aku langsung mendekati pengawal Penin.

“Pengawal Penin, apa kau sudah yakin bahwa kau tidak terlibat memberikan obat itu pada daging ayam itu” sahutku pelan padanya, aku bisa melihat wajahnya sudah gemetar.

“Tidak Putri saya tidak terlibat, pengawal Jordilah seharusnya yang Putri salahkan” sahut Penin. Tidak berapa lama, aku menarik pedangku dari sarungnya.

“Ttsuks ....” Pedangku menebas lengan Penin.

“Putri” sahut Penin meringis kesakitan.

“Untungnya lenganmu tidak copot” sahutku, darah Penin sudah menempel pada pedangku.

“Putri” sahut semua pelayan dan pengawal, mereka sudah ketakutan melihat tindakanku.

“Kalian masuklah” sahutku pada penyelidik pendamping ayahku.

“Lapor Putri, kami sudah menyelidiki kasus daging ayam itu. Yang menjual daging ayam itu mengenali wajah pengawal Penin yang membeli daging ayam dan kami sudah introgasi salah satu palayan wanita melihat pengawal Penin merendam ayam itu sebentar, saat pelayan wanita itu bertanya untuk apa ayam itu direndam, pengawal Penin mengatakan bahwa ayam itu hanya dicuci saja, tempat pencucian ayam itu masih terletak di dapur, kami sudah cek, ternyata aroma obat itu masih tersisa di tempat pencucian ayam itu sebelum diberikan pada Aslan” jelas penyelidik memberikan hasil penyelidikannya.

“Putri maafkan saya, saya salah, kepala pengawal Hanslah yang menyuruh saya” sahut Penin meminta maaf, akhirnya dia jujur mendengar penjelasan dari penyelidik.

“Putri maafkan saya, saya tidak berani memberitahukan pada Putri” sahut salah satu pelayan wanita.

Tidak berapa lama ayahku Garendra Boma, sudah tiba di ruangan eksekusi.

“Ayah” sahutku melihat kedatangan ayahku.

“Bos ....” sahut semua pelayan dan pengawal.

Tiba-tiba saja ayahku langsung menarik pedang dari tanganku.

“Tsuk ....” Pedangku menembus perut Penin. Tubuh Penin langsung terjatuh ke lantai.

“Bos ....” sahut semua pelayan dan pengawal.

Aku sangat terkejut dengan tindakan ayahku, awalnya aku hanya ingin Penin jujur dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Orang yang tidak jujur dan berhianat harus dibunuh” tegas ayahku pada semua orang yang ada di ruangan eksekusi.

“Maafkan kami bos, kami salah” sahut para pengawal.

“Aku tegaskan lagi pada kalian, jangan sampai putriku mengotori tangannya hanya untuk hal konyol ini. Siapapun yang mencari masalah dengan Putriku, akulah yang akan membunuhnya” tegas ayahku. Semua pelayan dan pengawal hanya bisa menunduk.

“Kuburkan mayat Penin di samping pengawal Hans, berikan bunga terindah sebagai penghormatan terakhir sebagai kesetiannya selama ini” perintah ayahku.

“Baik Bos” sahut para pengawal mengangkat tubuh Penin.

Bersambung............

Hai Reader, terima kasih sudah mampir,

Jangan lupa like dan komentar ya,😊

Oya, jadiin novel ini favorit untuk up lanjutan😍

See You 👏👏👏

Terpopuler

Comments

Oki Indriani

Oki Indriani

keren banget cerita nya

2020-06-27

1

LastZee

LastZee

mantap thor❤

2020-05-29

2

Hazumi san

Hazumi san

mksh dah mampir kak di karya ku
aku juga mampir nih smgt yah kak,sehat selalu yah kak
jgn lupa sering2 mampir dikarya aku

2020-05-13

1

lihat semua
Episodes
1 PB 1. Pacarku Yang Sebenarnya
2 PB 2. Terpaksa Menjalani Pertunangan
3 PB 3. Masih Diberi Hidup Kedua
4 PB 4. Terlahir Kembali di Keluarga Boma
5 PB 5. Cara Ibu Melindungiku
6 PB 6. Pengakuan Sebagai Putri dari Kerajaan Boma
7 PB 7. Pengakuan Sebagai Putri Boma
8 PB 8. Aslan Manusia Berwujud Singa
9 PB 9. Memasuki Usia Dewasa
10 PB 10. Perintah Melaksanakan Misi
11 PB 11. Nama Samaran Sebagai Golda
12 PB 12. Pertemuan Pertama dengan CEO Perusahaan Xevran
13 PB 13. Mengukur Tubuh Pria Pembersih
14 PB 14. Penyerangan di Butik
15 PB 15. Gaun Terakhir Putri Boma
16 PB 16. Bertemu Lagi dengan Kekasihku yang Berhianat
17 PB 17. Bar Hotel
18 PB 18. Penyusup di Bar Hotel
19 PB 19. Wangi Tubuh Wanita Itu Sama dengan Golda
20 PB 20. Sakit Karena Demam
21 PB 21. Sampai Kapan Gadis Ini Berbohong
22 PB 22. Gadis Ceroboh
23 PB 23. Undangan Ulang Tahun
24 PB 24. Para Pria Mesum
25 PB 25. Gadis Yang Agresif
26 PB 26. Pria Sinting Minta Pertanggungjawaban
27 PB 27. Tranding Topik
28 PB 28. Menyamar
29 PB 29. Ciuman Pertama
30 PB 30. Klasifikasi
31 PB 31. Wanita Ini Lumayan Juga
32 PB 32. Serangan Dalam Perjalanan
33 PB 33. Kasino
34 PB 34. Sandiwara
35 PB 35
36 PB 36
37 PB 37
38 PB 38
39 PB 39
40 PB 40
41 PB 41
42 PB 42
43 PB 43
44 PB 44
45 PB 45
46 PB 46
47 PB 47
48 PB 48
49 PB 49
50 PB 50
51 PB 51
52 PB 52
53 PB 53
54 PB 54
55 PB 55
56 PB 56
57 PB 57
58 PB 58
59 PB 59
60 PB 60
61 PB 61
62 PB 62
63 PB 63
64 PB 64
65 PB 65
66 PB 66
67 PB 67
68 PB 68
69 PB 69
70 PB 70
71 PB 71
72 PB 72
73 PB 73
74 PB 74
75 PB 75
76 PB 76
77 PB 77
78 PB 78
79 PB 79
80 PB 80
81 PB 81
82 PB 82
83 PB 83
84 PB 84
85 PB 85
86 PB 86
87 PB 87
88 PB 88
89 PB 89
90 PB. 90
91 PB. 91
92 PB. 92
93 PB 93
94 PB 94
95 PB 95
96 PB 96
Episodes

Updated 96 Episodes

1
PB 1. Pacarku Yang Sebenarnya
2
PB 2. Terpaksa Menjalani Pertunangan
3
PB 3. Masih Diberi Hidup Kedua
4
PB 4. Terlahir Kembali di Keluarga Boma
5
PB 5. Cara Ibu Melindungiku
6
PB 6. Pengakuan Sebagai Putri dari Kerajaan Boma
7
PB 7. Pengakuan Sebagai Putri Boma
8
PB 8. Aslan Manusia Berwujud Singa
9
PB 9. Memasuki Usia Dewasa
10
PB 10. Perintah Melaksanakan Misi
11
PB 11. Nama Samaran Sebagai Golda
12
PB 12. Pertemuan Pertama dengan CEO Perusahaan Xevran
13
PB 13. Mengukur Tubuh Pria Pembersih
14
PB 14. Penyerangan di Butik
15
PB 15. Gaun Terakhir Putri Boma
16
PB 16. Bertemu Lagi dengan Kekasihku yang Berhianat
17
PB 17. Bar Hotel
18
PB 18. Penyusup di Bar Hotel
19
PB 19. Wangi Tubuh Wanita Itu Sama dengan Golda
20
PB 20. Sakit Karena Demam
21
PB 21. Sampai Kapan Gadis Ini Berbohong
22
PB 22. Gadis Ceroboh
23
PB 23. Undangan Ulang Tahun
24
PB 24. Para Pria Mesum
25
PB 25. Gadis Yang Agresif
26
PB 26. Pria Sinting Minta Pertanggungjawaban
27
PB 27. Tranding Topik
28
PB 28. Menyamar
29
PB 29. Ciuman Pertama
30
PB 30. Klasifikasi
31
PB 31. Wanita Ini Lumayan Juga
32
PB 32. Serangan Dalam Perjalanan
33
PB 33. Kasino
34
PB 34. Sandiwara
35
PB 35
36
PB 36
37
PB 37
38
PB 38
39
PB 39
40
PB 40
41
PB 41
42
PB 42
43
PB 43
44
PB 44
45
PB 45
46
PB 46
47
PB 47
48
PB 48
49
PB 49
50
PB 50
51
PB 51
52
PB 52
53
PB 53
54
PB 54
55
PB 55
56
PB 56
57
PB 57
58
PB 58
59
PB 59
60
PB 60
61
PB 61
62
PB 62
63
PB 63
64
PB 64
65
PB 65
66
PB 66
67
PB 67
68
PB 68
69
PB 69
70
PB 70
71
PB 71
72
PB 72
73
PB 73
74
PB 74
75
PB 75
76
PB 76
77
PB 77
78
PB 78
79
PB 79
80
PB 80
81
PB 81
82
PB 82
83
PB 83
84
PB 84
85
PB 85
86
PB 86
87
PB 87
88
PB 88
89
PB 89
90
PB. 90
91
PB. 91
92
PB. 92
93
PB 93
94
PB 94
95
PB 95
96
PB 96

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!