Dua hari kemudian, seorang pelayan sudah datang menjemput jas yang sudah kurancang untuk Rosefro. Aku berharap jas itu nyaman dan pas ditubuhnya dan semoga saja dia tidak kecewa, kalau dia kecewa bisa jadi akan berdampak buruk pada Butik kami ini. Hari terus berjalan hingga matahari terbenam. Sesuai dengan isi undangan dari Hotel Xevran, malam itu aku dan Jordi menghadiri acara bisnis kelas atas yang disediakan oleh Perusahaan Xevran.
Penampilanku tiba di acara itu hanya seadanya saja, tidak seperti saat aku berada di Mansion, kalau aku berada di Mansion semua pelayan sudah menata rambutku yang panjang ini, namun karena aku sudah hidup mandiri, aku berusaha merias diriku sendiri sebisaku saja.
“Cantik, kau seorang perancang pakaian, kenapa datang kesini tidak memakai gaun pesta” sahut Adam, dia sudah menyapa kami sebagai tamu undangan.
“Tuan Adam, anda terlalu memuji, walau saya seorang desainer, saya juga tahu diri datang kesini untuk apa, saya hanya tamu undangan yang tidak penting” sahutku menyindirnya.
“Aku yakin tuan Adam ini juga dari Geng Singa, dia hanya mengetesku saja, atau mungkin dia mulai curiga padaku” gumamku.
“Cantik, kau tidak perlu merendah begitu, kalau sudah masuk ke Hotel ini, itu artinya kau juga sama pentingnya denganku, bukan begitu Manajer Jordi” sahut Adam menatap Jordi.
“Tuan Adam, bagaimana anda mengenal orang yang disamping saya ini bernama Jordi, padahal anda belum pernah bertemu dengannya” sahutku pada Adam.
“Cantik, apa yang tidak bisa diketahui di dunia ini, bahkan kemampuan Jordi memainkan pistol lumayan luar biasa” bisik Adam ditelingaku. Tubuhku mulai gemetar mendengar ucapannya.
“Apa dia ikut juga semalam menyerang Butik Rasa” gumamku. Telinga Jordi yang mendengar bisikan Adam langsung menyahuti Adam.
“Tuan Adam, anda terlalu banyak bicara, sebagai seorang pemilik Butik aku harus belajar banyak menggunakan senjata api, apa lagi akhir-akhir ini banyak maling yang masuk ke Butik, bukankah sudah sepantasnya aku menguasai senjata api, namun kenapa tuan Adam tahu aku ahli menggunakan senjata api” sindir Jordi.
“Wah ... wah ... telinga Manajer Jordi sangat tajam, aku hanya mendapatkan kabar burung mengenai berita perampokan yang terjadi di Butik Rasa, dari situ aku bisa menganalisa kemampuan anda menggunakan senjata api, mengingat tubuh perampok terluka karena tembakan pistol” sahut Adam mengangkat bahunya, dia tidak mau kalah.
“Kita kesini tidak untuk berdebat, bisakah kita tidak membahas hal yang tidak penting” sahutku mengalihkan pembicaraan. Semakin lama kami berdebat yang ada akan memunculkan kecurigaan baru nanti. Kami mulai berbincang kembali, tidak berapa lama kemudian suara pembawa acara sudah muncul.
“Hadirin yang berbahagia” sahut Mc membuka acara. Semua mata tamu undangan sudah tertuju pada panggung, aku dan Jordi mengambil posisi duduk di kursi bersama dengan Adam, karena sedari tadi Adam tidak mau pergi, dia tetap mengajak kami mengobrol hal yang tidak penting.
“Berikan tepuk tangan yang meriah untuk Ceo Rosefro” sahut Mc menunjuk pada Rosefro.
“Prok ... prok ....” tepuk tangan meriah dari tamu undangan, semua mata sudah tertuju pada Rosefro. Rosefro langsung menunduk menghadap pada tamu undangan. Aku bisa melihat jas yang sudah dia pakai, terlihat pas ditubuhnya.
“Syukurlah, dia tetap memakai jas itu, padahal kalau di ingat kembali, sudah terjadi insiden memalukan saat aku mengukur tubuhnya” gumamku.
“Hadirin yang berbahagia, kita akan melaksanakan lelang, namun sebelumnya untuk lelang kali ini tidak di peruntukkan pada milik pribadi, lelang kali ini uangnya akan di sumbangkan pada rakyat yang tidak mampu, dan barang yang dilelang akan dimuseumkan” sahut dari Mc.
“Kenapa bisa begitu.”
“Percuma mengeluarkan uang banyak, kalau barangnya tidak milik pribadi.”
“Siapa yang memberikan aturan itu.”
“Aku sudah bawa uang banyak, ternyata di sumbangkan untuk rakyat, percuma aku datang.”
Semua tamu undangan terlihat kecewa mendengar ucapan dari Mc.
“Baiklah kita akan memulai lelang, semua harap tenang” sahut Mc. Pencahayaan sudah fokus pada panggung. Aku bisa melihat Rosefro dari kejauhan, dia sudah ditemani oleh gadis-gadis cantik duduk di sampingnya.
“Melihat dia dekat dengan gadis-gadis cantik itu, aku ragu padanya bahwa dia tidak pernah berkencan apa lagi tidak tidur dengan gadis-gadis itu, mengingat dia banyak uang serta memiliki segalanya, wanita manapun pasti mudah didapatkan olehnya” gumamku.
Tidak berapa lama acara pelelanganpun dimulai, semua orang sudah menunjukkan eksistensinya sebagai kalangan atas menunjukkan jumlah uangnya yang banyak, aku sangat muak mengikuti acara itu, bahkan aku mulai mengantuk karena mengejar menyelesaikan jas yang dikenakan oleh Rosefro, aku bahkan kurang tidur. Untungnya Aslan sesekali muncul mengagetkan aku, kalau tidak, aku benar-benar akan tertidur di tempat dudukku.
“Hadirin, tibalah saatnya untuk barang terakhir ini bisa kalian miliki, karena barang ini merupakan pakaian terakhir dari Putri Boma, sebelum Putri Boma meninggal, gaun Putri ini adalah gaun terakhir yang dia pakai, gaun ini sangat bagus, bisa di pakai oleh Putri kalian yang ingin menjadi seorang Putri seperti Putri Boma yang diceritakan bahwa Putri Boma adalah gadis yang cantik, tidak pernah keluar dari Mansion dan tentunya pandai bela diri, saya yakin kalian pasti menginginkan gaun ini” sahut Mc, layar dair panggung langsung terbuka. Mataku langsung terbelalak mendengar diriku di sebut sudah meninggal, bahkan gaun yang ada di panggung itu baru sekali kupakai saat aku berfoto dengan ayah dan ibu untuk ulang tahunku yang ke 22 tahun.
“Apa mungkin ayah dan ibu sudah menyebarkan berita kematianku untuk melindungiku” gumamku.
“Karena gaun ini milik pribadi, dari aturan harga pembelian gaun ini dari berita yang di sampaikan oleh Ceo Boord Group pangeran Garendra, gaun ini jatuh seharga 2 juta” sahut Mc.
“Astaga, kenapa mahal sekali.”
“Itu gaun terakhir dari Putri Boma, seharga rumahku saat ini.”
Semua tamu undangan sudah ribut mendengar harga gaunku itu. Aku juga tidak tahu kalau gaun itu sangat mahal.
“2,5 juta” sahut seorang wanita. menawar. Semua mata tertuju pada wanita itu. Ternyata wanita itu adalah ibuku.
“2,5 juta dari nyonya Yunisia keluarga Ordo” sahut Mc.
“3 juta” sahut seorang pria, ternyata Adam yang menawar.
“5 juta” sahut ibuku kembali.
“Astaga, apa mungkin gaun itu didapatkan tanpa seizin dari keluarga Boma.”
“Mungkin dia tidak rela gaun Putrinya milik orang lain ”
“Tapi kenapa, gaunnya harus di lelang, kalau masih ikut menawar.”
Semua tamu kembali berbisik.
“15 juta” sahut ibuku kembali. Semua mata mulai menatap pada ibuku juga pada Adam.
“100 juta” sahut Rosefro. Semua mata tamu undangan kembali terbelalak mendengar jumlah tawaran dari Rosefro.
“100 juta dari Ceo Rosefro, ada lagi yang ingin menawar?” tanya Mc.
Ibuku bahkan tidak bisa berkutik lagi, harga 100 juta itu sama dengan dua kali lipat dari harga saham milik ibuku yang dia tanam di Perusahaan ayahku Boord Group.
“Aku rasa ibuku sudah menyerah untuk gaun itu, apa mungkin gaun itu didapatkan dari pihak keluarga bukan dari pihak ayah atau ibu” gumamku.
“100 juta dari Ceo Rosefro, tidak ada lagi penawaran, satu.. dua.. tiga. Gaun Putri Boma seharga 100 juta jatuh ketangan Ceo Rosefro, tuk ... tuk ... tuk ....” sahut Mc mensahkan kepemilikan gaun itu.
“Prok ... prok ....” Tamu undangan langsung tepuk tangan. Aku bisa melihat kekecewaan di mata ibuku, dia bahkan sudah keluar dari keramaian itu menuju kearah toilet.
“Jordi, tolong awasi pergerakan yang lain, aku ingin ketoilet” bisikku pada Jordi. Jordi langsung mengangguk.
Bersambung...................
Hai Reader, semoga terhibur dengan cerita ini, jangan lupa jadiin favorit untuk up selanjutnya,🙏
Oya, beri like dan komentar, serta Vote juga ya😊
See You 🙋🙋🙋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Naiina Setyanii
Ayo, next up thor!😍
15 like mendarat untuk episodemu❤️
gak lupa juga ku beri rate 5 dan klik fav🌹
semangat selalu 🤗
ditunggu mampirnya ke cerita ku ya,
"Tentang kita"
2020-08-01
0
Adine indriani
keren
2020-06-16
1
💞🌜Dewi Kirana
jejak disini dulu ya thor pelan pelan
2020-05-13
1