Setan Kecil

Suasana menjadi ribut. Saling berkejar-kejaran. Dan yang mereka kejar adalah seorang anak kecil yang

ketahuan sudah menghubungi seseorang.

“Cepat kejar anak itu, kalau tidak, Bos besar akan marah!” teriak si pemilik ponsel menunjuk Arshinta yang terus berlari.

Gadis kecil itu berlari dengan semangat, dan sambil memegang ponsel, berbicara dengan Lucifer, Papanya.

“Papa, cepat, meyeka udah banyak. Shinta… hah… shinta udah capek,” pinta Arshinta yang sedang bersembunyi dibawah meja. Tidak ada yang bisa masuk menarik Arshinta karena tubuhnya yang kecil.

Salah satu dari orang jahat itu malah menyodok-nyodok kebawah meja agar Arshinta segera keluar. Mau tidak mau, gadis kecil itu akhirnya keluar. Mereka segera menangkap Arshinta yang mulai kelelahan.

Greb!

“Akhirnya dapat juga kau! Dasar anak kurang ajar!”

Rambut Arshinta sudah berada ditangan pria teman pemilik ponsel.

Plak! Plak!

Karena kesalnya, dia menampar Arshinta dengan keras. Semua anak-anak terkejut dan ketakutan. Kasihan

melihat Arshinta, bahkan sampai ada yang menangis, namun Arshinta tidak mengeluarkan air matanya sedikitpun.

Brugh!

Nathan memukul pria jahat itu dari belakang, hingga Arshinta yang berada dalam genggamannya terjatuh menyentuh tanah.

Arshinta berdiri, layaknya seperti pemimpin kecil dia berteriak, “Teman-teman, ayo kita seyang meyeka! Sebentayl lagi Papaku datang,” perintah Arshinta dengan percaya dirinya.

Awalnya Nathan yang berdiri, seakan mendukung dan membantu Arshinta. Tidak lama, Ina, Leo dan anak-anak lainnya pun ikut membantu Arshinta. Walau ketakutan, anak-anak itu terus berjuang menghajar para penculik. Ada yang melempar dengan pasir, ada yang memukul dengan kayu, ada yang yang melempar dengan batu-batu kecil. Denis saat itu tidak bisa melakukan apa-apa karena kaki dan tangannya masih terikat. Namun dia berharap agar Arshinta bisa selamat.

“Aku akan membunuhmu anak sial!” teriak orang yang sudah sangat benci dan dendam pada Arshinta.

Rekan-rekannya yang lain sibuk mengurus anak-anak yang lain, sedangkan dia mengejar Arshinta.

“Akkhh..”

Lagi, Arshinta tertangkap lagi. Rambutnya ditarik dari belakang.

“Mau kemana kau setan kecil? kau pikir kau bisa kabur dariku? Hah?” bentaknya menarik Arshinta dengan rambut panjang gadis itu.

Arshinta merintih menahan sakit sambil terus berontak melepaskan diri. Namun, semakin dia berontak, maka tenaga orang itu akan semakin kuat menahan gadis kecil.

“Kau harus mati ditanganku setan kecil!” pria itu mencekik leher Arshinta hanya dengan satu tangannya saja. Mengangkat tubuh kecil itu keatas, membuat Arshinta semakin kesulitan bernapas.

‘Gawat, jangan sampai Arshinta mati.’ Ucap Nathan dalam hati.

Karena Arshinta sudah berhasil mereka tangkap, anak-anak yang lainnya menjadi semakin takut dan kalah. Seakan semangat mereka untuk bebas dan hidup hilang setelah melihat Arshinta tertangkap.

Bragh!

Brugh!

Bragh!

“SIAPA.YANG.KAU.SEBUT.SETAN.KECIL?”

Terdengar suara dari arah pintu. Tidak hanya itu, tiba-tiba ada banyak suara seperti orang yang sedang berkelahi diluar.

‘Siapa dia?’

Pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang yang memperhatikannya, termasuk anak-anak.

Lucifer yang muncul dengan wajah beringas, bahkan kedua matanya terlihat memerah menatapnya dengan

tajam. Berdiri dengan tegak, sementara tangannya sudah memegang kapak dengan dua mata disisinya. Kapak yang sangat tajam, dan sudah ada bercak darah membasahi kapak tersebut.

“Pa… Papa,” panggil Arshinta mengulurkan tangannya pada Lucifer agar segera dilepaskan. Wajah Arshinta sudah memerah akibat kekurangan napas.

“LEPASKAN TANGANMU ITU!!!” teriak Lucifer. Suaranya yang keras menggema disetiap ruangan.

Hingga tanpa sadar, Arshinta dilepas hingga jatuh ketanah.

“Uhuk, uhuk, uhuk,”

Arshinta berlari dan memeluk kaki Lucifer.

Suasana yang mencekam dan menegangkan. Lucifer melihat Arshinta batuk dan mengatur napasnya. Dia

berusaha mengendalikan emosinya. Namun, saat melihat wajah Arshinta memerah, seperti gunung yang ingin meletus, begitulah yang sekarang dirasakan Lucifer.

‘Siapa dia? Kenapa aku tidak bisa bergerak?’

Bukan hanya dia, tapi semua rekan-rekannya langsung diam tidak bisa bergerak atau melangkah.

“Hai keponakanku,” Revand datang, muncul dari belakang Lucifer.

“Revand, segera bawa Arshinta dan lainnya dari sini,” suruh Lucifer.

Revand menggendong Arshinta yang sudah lemas. Dia menyandarkan kepalanya didada Revand.

“Sekarang kita keluar, biarkan Papamu yang menyelesaikan semuanya,” ajak Revand.

Dengan anak buah Revand, mengeluarkan dan melindungi anak-anak yang lainnya.

Pintu kembali ditutup, walau sebenarnya sudah rusak dan tidak bisa ditutup dengan rapat.

Sekarang, hanya tinggal Lucifer dan mereka-mereka yang sudah berani menyakiti dan menculik puteri kesayangannya.

Kini bibirnya terangkat, tersenyum sinis dengan tatapan yang tajam. Menggenggam erat kapak, yang artinya bersiap untuk menyerang mereka.

“Sekarang, mari kita akhiri ini!”

“Aaakkhhh…”

“Ammppunn…”

“Aaakkhh, tolong… tolong aku… akkhhhh..”

Anak-anak diluar mendengar suara jeritan kelompok jahat itu. Mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka, dan apa yang dilakukan orang tua Arshinta itu. Kecuali Nathan, Denis, Leo dan Ina. Mereka bisa melihat dengan jelas, kalau monster dalam tubuh manusia itu dengan asiknya mengayunkan kapak kebagian-bagian tubuh pria penculik itu.

*****

Setelah beberapa hari sejak kejadian penculikan itu, system keamanan diperketat agar tidak terulang lagi.

Anak-anak korban penculikan akan dikembalikan pada orang tuanya, dan bagi yang tidak memiliki keluarga atau saudara lain, Lucifer besarkan bersama Revand dan yang lainnya.

Di didik secara pendidikan, makanan, tempat tinggal dan kebutuhan lainnya.

Walau Lucifer jarang untuk melihat dan datang kesana, bukan berarti dia tidak perduli. Ada yang mengaku sebagai keluarga dari anak-anak yang mengaku tidak memiliki siapa-siapa, tidak dilepas Lucifer begitu saja. Jadi, tidak ada yang bisa membawa atau menggunakan mereka untuk memeras uang Lucifer atau yang lainnya.

****

Denis Alean salah satu dari anak-anak malang itu. Walau dia hanya sebagai penonton saja saat kejadian,

tapi satu hal yang ada dalam tujuannya setelah melihat Papa Arshinta, adalah membalas kebaikannya, bagaimana pun caranya.

Seperti yang diperintahkan Lucifer, siapapun yang ingin sekolah ditingkat lebih tinggi, mau sampai ke universitas diluar atau dalam negeri sekalipun, Lucifer akan membiayai mereka. Sebesar apapun biayanya.

Setelah lulus tingkat SMU, Denis kuliah dengan jurusan hukum. Dia ingin menjadi seorang Pengacara.

Itu diputuskan sejak dia melihat Lucifer yang datang dengan berani dan dia juga ingin mengatasi kejahatan yang marak terjadi khususnya pada anak-anak kecil yang tidak memiliki siapa-siapa.

Sekitar beberapa minggu setelah Arshinta kembali pada orang tuanya, mereka kembali ke Indonesia.

Dan saat itu, Denis tidak mengetahui sama sekali tentang keberangkatan orang yang sudah menyelamatkannya.

Denis sempat marah dan kesal. Untungnya Revand langsung menenangkan kemarahannya dan memberitahukan padanya kalau orang yang dicari sudah berada di Jakarta.

Setelah beberapa tahun, akhirnya Denis bisa menjadi pengacara handal. Banyak kasus selesai dipecahkan. Dia benar-benar melakukan pekerjaannya dengan baik. Sering juga dia membela klient tanpa adanya bayaran.

Karena tujuannya ingin bertemu dengan Lucifer, akhirnya dia memutuskan untuk datang ke Indonesia.

Bertemu dengan keluarga Lucifer, orang tua dari gadis kecil yang sempat membuatnya tertarik dan penasaran.

Terpopuler

Comments

Neyza Shashee OlshopPemenang

Neyza Shashee OlshopPemenang

selama mmbaca novel di noveltoon toko Lucifer susah bgt buat dilupakaan...ini autornya yg kereen bikin cerita sekeren ini

2022-08-21

4

Rima Ferika

Rima Ferika

lucifer i lop u

2022-04-30

1

Rini

Rini

seingatku nathan nanti yang sama arshinta, kalau denis masih lupa kayaknya judul yang lama belum keluar.😄😄

2022-04-25

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!