BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN

Suatu pagi Jenderal Felix dan Dhafin tengah duduk-duduk di teduhan taman belakang kediaman Jenderal Felix. Mereka ngobrol sambil minum teh dan kopi. Dhafin minum teh, sedangkan Jenderal Felix minum kopi.

Dhafin sudah beberapa hari tinggal di kediamannya membuat mereka sudah lumayan akrab. Dan Dhafin tidak canggung lagi dengannya sebagaimana pada awal-awal.

"Dhafin, kamu 'kan kakak angkatnya putriku," kata Jenderal Felix bernada membujuk. "Berarti otomatis aku ayah angkatmu."

"Tidak juga begitu, Paman," sahut Dhafin dengan santai sambil memakan kue kering yang telah diambilnya.

"Tidak juga begitu bagaimana?" tanya Jenderal Felix heran dengan gaya agak konyol. "Itu 'kan sudah otomatis. Kamu mau mengelak bagaimana?"

"Jangan bermudah-mudah mengangkat anak, Paman," Dhafin masih mengelak. "Lagipula apa istimewanya anak kecil seperti aku ini mau-maunya paman mengangkat sebagai anak."

"Kamu merendahkan diri atau memuji diri sendiri?" tanya Jenderal Felix seolah menegur.

"Aku tidak sedang merendahkan diri atau memuji diri," jelas Dhafin. "Aku hanya bicara apa adanya, Paman."

"Kamu tidak suka 'kan dengan bangsawan?" kata Jenderal Felix menebak. "Bukan karena kamu tidak mau diangkat sebagai anak, tapi karena aku seorang bangsawan makanya kamu tidak mau aku angkat sebagai anak. Begitu 'kan?"

Dhafin agak sedikit terkejut mendengar tebakan yang tepat itu. Namun itu tidak lama, wajah tampannya kembali seperti biasa, tenang penuh kedamaian, bagai orang yang tidak punya masalah. Tapi keterkejutan sesaat itu sudah dilihat orang Jenderal Felix yang hampir tidak pernah lepas memandang wajahnya.

"Apa Ariesha yang mengatakannya kepada paman?" tanya Dhafin setelah beberapa saat terdiam.

"Kemarin Ariesha mengeluhkan padaku kalau kamu tidak suka sama bangsawan," ungkap Jenderal Felix. "Kamu sudah tahu kalau dia ternyata putri bangsawan, makanya dia takut kamu membencinya, dan pada akhirnya kamu meninggalkannya."

Dhafin terdiam sejenak, tidak lantas menanggapi ucapan Jenderal Felix itu. Sesaat dia menghela nafas untuk melonggarkan perasaannya. Setelah itu dia berkata mendesah.

"Ariesha pengecualian, Paman. Aku tidak membencinya, bahkan tidak akan pernah membencinya. Aku akan selalu menyayanginya sepanjang hayatku...."

"Bagaimana kamu ini bisa memilih-milih begitu?" kata Jenderal Felix dibuat heran. "Kamu tidak membenci Ariesha meski tahu dia putri bangsawan. Tapi, malah kamu membenciku lantaran aku seorang bangsawan, padahal aku ini ayahnya. Bagaimana kamu bisa membeda-bedakan begitu, Anak Muda?"

"Hahaha...."

Dhafin malah tertawa mendengar ucapan Jenderal Felix yang menggebu-gebu itu. Tapi tertawanya tidak sampai terbahak-bahak. Mungkin memang begitulah tertawanya orang yang dapat mengendalikan emosi, tertawanya orang berjiwa tenang.

Jenderal Felix cukup tertegun juga melihat Dhafin tertawa demikian. Sudah satu pekan Dhafin tinggal di kediamannya, baru kali ini dia melihat anak itu tertawa. Dia cuma melihat Dhafin hanya tersenyum saja, itupun seperlunya.

Dia tidak menyangka anak seusia Dhafin ini sudah bisa mengendalikan luapan emosi. Dia sudah bisa menerbitkan ketenangan jiwa dalam dirinya, padahal usianya masih terbilang bocah. Benar-benar bocah ajaib!

★☆★☆

"Kenapa kamu malah tertawa?" tanya Jenderal Felix menegur. "Apa yang lucu?"

"Ucapan paman yang lucu," sahut Dhafin yang tidak tertawa lagi.

"Bagaimana kamu bisa mengatakan ucapanku seperti lelucon? Padahal aku hanya mengungkapkan apa yang ada di pikiranku."

"Kapan aku bilang kalau aku membencimu, Paman?" Dhafin malah bertanya seraya tersenyum. Sikapnya juga begitu santai. "Perasaan aku tidak pernah bilang 'kan?"

"Tapi... bukankah kamu...?"

"Aku hanya bilang tidak suka sama bangsawan, tapi bukan berarti semua bangsawan aku tidak suka. Bedakan hal itu, Paman."

"Kalau begitu apa alasanmu membenci bangsawan?" tanya Jenderal Felix penasaran.

Dhafin tidak lantas menjawab pertanyaan itu. Menyeruput sejenak tehnya tiga kali dengan jeda satu helaan nafas. Kemudian terdengar gumamannya bagai orang menggerutu sambil meletakkan kembali cangkir tehnya di meja. Tapi tarikan wajahnya tidak menunjukkan demikian, tetap wajah bocah yang berjiwa tenang.

"Aduh, tehnya sudah dingin, Paman. Ini gara-gara paman yang terlalu lama mengajak aku bicara sehingga lupa meminumnya."

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Anak Muda!" tegur Jenderal Felix. Tapi tarikan wajahnya bukan orang marah atau tersinggung.

"Haha..., aku baru sadar kalau paman adalah Pejabat Penyelidik Rahasia rupanya," gumam Dhafin sambil tertawa pelan.

"Kalau sudah menyadari aku seorang pejabat istana, lantas kenapa kamu masih menunda untuk menjawab?"

"Paman masih ingat 'kan kalau aku punya andil dalam penangkapan para penjahat perdagangan manusia?" kata Dhafin seolah menagih sesuatu.

"Lantas?"

"Seharusnya aku dapat upah lho, Paman. Bayangkan, Paman, aku mempertaruhkan nyawa lho untuk mengetahui markas mereka."

"Berapa kamu minta upah?" kata Jenderal Felix menanggapi serius. "Nanti aku beritahu pihak istana."

"Aku maunya paman yang bayar, bukan kerajaan."

"Kalau begitu kamu minta berapa padaku?"

"Sabar dulu, Paman, nanti aku akan menagihnya. Sekarang aku mau bertanya dulu...."

"Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi, Dhafin," kata Jenderal Felix mengingatkan. "Sekarang kamu malah mau bertanya."

"Dengarkan dulu, Paman. Soal jawabannya urusan nanti."

"Kamu mau tanya apa?"

"Saat bibi menceritakan riwayat Ariesha yang sebenarnya, bibi mengungkapkan bahwa sebab Nyonya Meisya menukar bayinya dengan Ariesha karena kebenciannya kepada bibi, di samping itu juga bibi merasa bersalah kepada Nyonya Meisya. Apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka?"

"Buat apa kamu ingin tahu persoalan orang tua, Dhafin?" kata Jenderal Felix menegur.

"Aku hanya penasaran saja, Paman," kata Dhafin masih ngotot. "Tentu ada hal yang mendasari kebencian Nyonya Miesya kepada bibi sehingga bibi benar-benar merasa bersalah sedemikian rupa."

"...sebab, berdasarkan cerita Ariesha aku menduga kuat kalau Nyonya Meisya itu orang baik. Buktinya dia menyayangi Ariesha seperti menyayangi anak kandungnya sendiri, sampai-sampai Ariesha menganggap Nyonya Meisya-lah ibu kandungnya."

"Nyonya Meisya memang orang baik, bahkan suaminya pun demikian," kata Jenderal Felix bernada mendesah.

"Lantas kenapa ada kebencian di antara orang-orang yang baik itu?"

"Itu persoalan orang tua, Dhafin," Jenderal Felix masih berusaha mengelak untuk mengungkapkan. "Belum pantas anak kecil sepertimu mengetahuinya."

"Berarti paman tidak mau menceritakan?"

"Kamu belum pantas mengetahuinya."

"Baiklah kalau paman tidak mau menceritakan," kata Dhafin seolah tidak mau memaksa. Tapi dia menambahkan ucapan berikutnya yang membuat Jenderal Felix kaget. "Nanti aku tanya saja pada bibi, pasti bibi mau menceritakannya. Dan paman tidak akan tahu kenapa aku membenci bangsawan."

Jenderal Felix langsung terkejut seolah baru tersadar dari lamunan panjang. Dia tidak menyangka anak ini begitu cerdik untuk mengorek keterangan dari orang lain. Dhafin benar-benar berbakat menjadi pejabat istana.

★☆★☆

"Baik, baik, aku akan menceritakan padamu," akhirnya Jenderal Felix mengalah. "Tapi kamu katakan dulu alasanmu membenci bangsawan."

"Bukankah paman tadi ingin membayar upahku atas keandilanku dalam membongkar perdagangan terlarang?"

"Iya. Kamu ingin menagihnya sekarang?"

"Iya. Tapi bayarannya tidak pakai uang, melainkan bayarannya adalah paman duluan yang menceritakan apa sebab Nyonya Meisya benci kepada bibi."

"Baiklah. Ini sebenarnya persoalan cinta, Dhafin," ungkap Jenderal Felix. "Makanya tadi aku bilang kamu belum pantas mengetahuinya."

"Ceritakan saja, Paman. Jangan selalu menilai pantas atau tidak pantas hanya berdasarkan usia."

"Iya ya."

Sejenak Jenderal Felix menghela napasnya untuk melonggarkan perasaannya. Lalu bercerita.

"Sampai sekarang aku masih bingung kalau membahas tentang cinta. Dulu..., sebelum aku menikah dengan bibimu aku mencintai seorang gadis bangsawan dari Kerajaan Bentala. Akan tetapi cintaku tidak bersambut, bahkan dia menikah dengan Pangeran Kerajaan Bentala. Maka kandaslah cintaku...."

"...tiga bulan lebih aku memendam kecewa akibat cinta yang tidak terbalaskan itu. Sampai akhirnya aku mengenal Meisya Finola, putri seorang pejabat istana Kerajaan Amerta ini. Saat mengenal Meisya aku mulai melupakan Cassandra Berdine, gadis bangsawan Kerajaan Bentala itu...."

Ketika Jenderal Felix menyebut nama Cassandra Berdine, Dhafin langsung terkejut, jantungnya berdetak kencang. Nampak sekali perasaannya terguncang mendengar nama itu. Tapi itu cuma beberapa saat saja. Dhafin sudah bisa menormalkan ekspresinya lagi. Untung saja Jenderal Felix tidak melihatnya.

"...Tapi hubungan cintaku dengan Meisya tidak berlangsung lama, karena aku merasa tidak cocok dengannya. Hingga akhirnya aku berkenalan dengan Carissa Felicia, bibimu...."

"Semenjak menjalin hubungan cinta dengan bibimu, aku benar-benar melupakan Cassandra. Singkat cerita, karena kami merasa saling cocok dan saling mencintai, akhirnya kami menikah...."

Jenderal Felix terus saja menuturkan kisah cintanya tanpa disela oleh Dhafin. Dan anak kecil itu terus saja mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Tidak disangka Meisya datang di hari pernikahan kami, bersama dengan Danish, sahabatku yang semenjak aku menjalin cinta dengan bibimu dia menghilang. Tentu saja kedua orang itu datang membuat aku maupun bibimu kaget...."

"...Aku kaget karena ternyata Meisya dan bibimu bersaudara. Aku kaget karena ternyata Danish juga mencintai bibimu, dan menganggap aku merebut bibimu darinya dan membenciku. Danish menghilang akibat kecewa terhadapku karena aku merebut bibimu darinya menurut dia...."

"...padahal aku tidak tahu kalau Danish juga mencintai bibimu. Sedangkan bibimu mengatakan tidak pernah mencintai Danish meski beberapa kali mencoba mendekatinya. Makanya bibimu kaget kenapa Danish menyalahkan aku telah merebut bibimu darinya, padahal bibimu tidak pernah menjalin cinta dengannya...."

"...Bibimu juga kaget karena baru tahu kalau aku pernah menjalin cinta dengan kakaknya. Tapi aku sudah meyakinkan bibimu kalau aku tidak lagi berhubungan dengannya. Dan karena kami memang saling mencintai, kami tetap mempertahankan cinta kami, meskipun Danish dan Meisya merasa tersakiti. Dan pada akhirnya mereka membenci kami...."

"...Dua bulan setelah pernikahan kami, Danish dan Meisya akhirnya menikah. Entah bagaimana kisah cinta mereka aku tidak begitu tahu. Singkat cerita akhirnya terjadilah peristiwa di rumah bersalin seperti yang sudah kamu ketahui...."

★☆★☆

Dhafin tidak komentar apa-apa tentang kisah cinta Jenderal Felix. Karena pada asalnya dia cuma ingin tahu apa penyebab terjadinya kebencian. Yang ternyata bermula dari cinta yang begitu pelik di antara mereka.

Cinta memang terkadang membingungkan. Kita mencintai seseorang yang ternyata dicintai pula oleh orang lain. Dan orang tersebut menyalahkan kita karena mencintai orang yang dicintainya. Padahal kalau dia berpikir secara akal sehat barang sedikit saja, dia akan bisa memahami kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan.

Selanjutnya, Jenderal Felix menagih Dhafin untuk menceritakan penyebab kenapa Dhafin sampai membeci bangsawan. Dan Dhafin tanpa berbelok-belok langsung menceritakan penyebabnya.

Dhafin hanya menceritakan secara global saja. Dia membeci para bangsawan karena orang-orang bangsawan telah menghabisi keluarganya tanpa kenal ampun. Sehingga membuat dia sebatang kara di dunia ini.

Sedari bayi dia dirawat oleh bibi pelayannya yang dia sudah anggap sebagai ibunya. Pada usia lima tahun bibinya mati pula terbunuh orang anak buah orang-orang bangsawan. Akhirnya dia harus lari dan berlari menyelamatkan dirinya dari kejaran para bangsawan yang hendak membunuhnya.

Dia tidak memberitahukan nama-nama keluarganya yang dia ketahui dari gurunya, Siluman Kalyan. Saat Jenderal Felix menanyakannya, Dhafin cuma menjawab.

"Sebenarnya aku tidak mau lagi mengingat-ingat keluargaku, Paman. Karena setiap kali mengingat mereka, hatiku semakin pilu... dan melahirkan dendam dalam diriku... yang pada akhirnya akan menghancurkan diriku sendiri...."

"...biarlah semua tentang mereka itu terbenam bersama waktu dan akhirnya lenyap dalam ingatanku...."

"Benar, Ayah," tiba-tiba Ariesha muncul tak jauh di depan mereka, "jangan lagi membuat Kak Dhafin menginhat-ingat keluarganya yang telah tiada. Hal itu akan membuat hatinya semakin sedih. Biarkanlah Kak Dhafin menikmati kehidupan barunya dan keluarga barunya di sini...."

"Ariesha benar, Kanda," timpal Nyonya Carissa yang juga telah muncul bersama Ariesha. "Biarkanlah Dhafin menikmati kehidupan barunya di sini tanpa harus mengorek-korek masa lalunya...."

"Kalian sudah pulang rupanya," sapa Jenderal Felix setelah memperbaiki perasaannya yang sempat terharu atas kisah masa lalu Dhafin. "Kok cepat sekali? Apa tidak jadi ke istana?"

"Kami belum ke istana, Kanda," sahut Nyonya Carissa. "Kami mau ijin dulu sama Kanda sekaligus mau mengajak Dhafin juga ikut ke istana kalau Dhafin mau."

"Bagaimana, Dhafin?" tanya Jenderal Felix. "Apa kamu mau menemani bibimu dan adikmu pergi ke istana?"

Belum juga Dhafin menjawab, tahu-tahu ada seorang pelayan datang menghampiri Jenderal Felix. Setelah menjurah hormat, pelayan itu berkata dengan penuh hormat.

"Ampun, Tuan Jenderal. Ada tamu ingin bertemu Tuan Jenderal dan Tuan Muda Dhafin."

"Siapa?" tanya Jenderal Felix penuh wibawa.

"Tuan Letnan Fidell, Tuan Jenderal."

"Mau apa Tuan Fidell ingin bertemu Dhafin, Kanda?" tanya Nyonya Carissa heran yang sudah berada di dekat Jenderal Felix dan Dhafin bersama Ariesha.

Nampak juga Ariesha merasa heran mengapa Letnan Fidell ingin mencari Kakaknya. Kalau mencari ayahnya sih biasa saja. Dia jadi curiga akan hal ini.

"Apa dia menyebutkan kenapa ingin bertemu Dhafin?" tanya Jenderal Felix.

"Tuan Letnan memberitahukan bahwa Yang Mulia Raja menyuruh Tuan Jenderal dan Tuan Muda Dhafin untuk datang ke istana."

Dhafin langsung terkejut seolah mencurigai sesuatu dan menatap Jenderal Felix yang juga menatapnya.

"Jangan-jangan...," gumam Dhafin dengan wajah sedikit tegang.

Baru saja Nyonya Carissa atau Ariesha hendak bertanya kepada Dhafin jangan-jangan apa, Jenderal Felix mengajak untuk menemui Letnan Fidell.

★☆★☆★

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss author

2022-09-17

2

Aqsa Grizzly

Aqsa Grizzly

kok masih kecil sudah mau tau urusan orang tua..
baru kenal lagi..walaupun anak mereka adik mc..tapi tidaklah sopan usil urusan orang.

2022-05-04

3

Anonymous

Anonymous

oh, udah gw tebak

2022-04-29

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2 BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3 BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4 BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5 BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6 BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7 BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8 BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9 BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10 BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11 BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12 BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13 BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14 BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15 BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16 BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17 BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18 BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19 BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20 BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21 BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22 BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23 BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24 BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25 BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26 BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27 BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28 BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29 BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30 BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31 BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32 BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33 BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34 BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35 BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36 BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37 BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38 BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39 BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40 BAB 40 INTEROGASI
41 BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42 BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43 BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44 BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45 BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46 BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47 BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48 BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49 BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50 BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51 BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52 BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53 BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54 BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55 BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56 BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57 BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58 BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59 BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60 BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61 BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62 BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63 BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64 BAB 64 ISTANA CENTAURI
65 BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66 BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67 BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68 BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69 BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70 BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71 BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72 BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73 BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74 BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75 BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76 BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77 BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78 BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79 BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80 BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81 BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82 BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83 BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84 BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85 BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86 BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87 BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88 BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89 BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90 BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91 BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92 BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93 BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94 BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95 BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96 BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97 BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98 BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99 BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100 BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101 BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102 BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103 BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104 BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105 BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106 BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107 BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108 BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109 BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110 BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111 BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112 BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113 BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114 BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115 BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116 BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117 BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118 BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119 BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120 BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121 BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122 BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123 BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124 BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125 BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126 BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127 BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128 BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129 BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130 BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131 BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132 BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133 BAB 133 SANG UTUSAN
134 BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135 BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136 BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137 BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138 BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139 BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140 BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141 BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142 BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143 BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144 BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145 BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146 BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147 BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148 BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149 BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150 BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151 BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152 BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153 BAB 153 PEMAAFAN
154 BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155 BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156 BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157 BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158 BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159 BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160 BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161 BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162 BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163 BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164 BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165 BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166 BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167 BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168 BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169 BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170 BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171 BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172 BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173 BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174 BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175 BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176 BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177 BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178 BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179 BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180 BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181 BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182 BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183 BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184 BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185 BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186 BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187 BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188 BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189 BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190 BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191 BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192 BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193 BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194 BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195 BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196 BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197 BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198 BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199 BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200 BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201 BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202 BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203 BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204 BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205 BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206 BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207 BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208 BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209 BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210 BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211 BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212 BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213 BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214 BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215 BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216 BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217 BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218 BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219 BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220 BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221 BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222 BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223 BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224 BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225 BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226 BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227 BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228 BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)
Episodes

Updated 228 Episodes

1
BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2
BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3
BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4
BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5
BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6
BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7
BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8
BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9
BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10
BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11
BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12
BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13
BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14
BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15
BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16
BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17
BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18
BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19
BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20
BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21
BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22
BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23
BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24
BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25
BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26
BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27
BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28
BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29
BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30
BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31
BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32
BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33
BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34
BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35
BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36
BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37
BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38
BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39
BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40
BAB 40 INTEROGASI
41
BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42
BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43
BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44
BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45
BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46
BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47
BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48
BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49
BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50
BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51
BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52
BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53
BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54
BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55
BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56
BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57
BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58
BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59
BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60
BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61
BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62
BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63
BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64
BAB 64 ISTANA CENTAURI
65
BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66
BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67
BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68
BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69
BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70
BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71
BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72
BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73
BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74
BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75
BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76
BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77
BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78
BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79
BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80
BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81
BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82
BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83
BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84
BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85
BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86
BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87
BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88
BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89
BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90
BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91
BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92
BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93
BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94
BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95
BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96
BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97
BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98
BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99
BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100
BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101
BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102
BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103
BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104
BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105
BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106
BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107
BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108
BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109
BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110
BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111
BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112
BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113
BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114
BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115
BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116
BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117
BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118
BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119
BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120
BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121
BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122
BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123
BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124
BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125
BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126
BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127
BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128
BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129
BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130
BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131
BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132
BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133
BAB 133 SANG UTUSAN
134
BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135
BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136
BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137
BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138
BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139
BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140
BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141
BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142
BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143
BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144
BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145
BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146
BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147
BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148
BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149
BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150
BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151
BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152
BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153
BAB 153 PEMAAFAN
154
BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155
BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156
BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157
BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158
BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159
BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160
BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161
BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162
BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163
BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164
BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165
BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166
BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167
BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168
BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169
BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170
BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171
BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172
BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173
BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174
BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175
BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176
BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177
BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178
BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179
BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180
BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181
BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182
BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183
BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184
BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185
BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186
BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187
BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188
BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189
BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190
BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191
BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192
BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193
BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194
BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195
BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196
BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197
BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198
BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199
BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200
BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201
BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202
BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203
BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204
BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205
BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206
BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207
BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208
BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209
BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210
BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211
BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212
BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213
BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214
BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215
BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216
BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217
BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218
BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219
BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220
BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221
BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222
BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223
BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224
BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225
BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226
BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227
BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228
BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!