BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA

Sebenarnya bocah tabib itu bukannya tidak tega mendengar tangis memilukan Putri Aneska, dan tetap memutuskan untuk meninggalkan tempat ini. Tapi bocah tabib itu berpikir sepertinya Aneska tidak mau tubuh yang terbungkus di dalam busananya dilihat oleh orang asing sepertinya, apalagi sampai disentuh segala. Mungkin itu sudah prinsip Putri Aneska.

Begitu bocah tabib itu sudah mencapai pintu keluar, seketika pelayan empat puluh tahunan langsung berdiri dengan cepat, lalu berseru mencegat kepergian bocah tabib.

"Tabib Kecil! Tunggu!"

Mendengar suara pelayannya yang begitu tiba-tiba, Aneska langsung terkejut. Begitupun juga dengan Aliesha. Dengan serta merta mereka segera memandang pelayan setia itu. Dan seruan itu pula berhasil menghentikan langkah bocah tabib itu.

Pelayan itu segera menghampiri dengan langkah lebar. Begitu sampai selangkah di hadapan bocah tabib, dia langsung berkata bernada memohon.

"Saya harap kamu tunggulah barang sebentar, Tabib Kecil. Saya akan membujuk Tuan Putri agar mau disembuhkan olehmu."

"Tapi, Bibi," kata bocah tabib yang sudah berdiri menghadap ke arah pelayan itu, "sepertinya Nona Aneska tidak setuju dengan cara pengobatan saya. Tapi itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan sekarang, Bibi."

"Perlu kamu ketahui, Tuan Putri bukannya tidak mau diobati," ungkap pelayan itu. "Dia hanya tidak rela tubuhnya dilihat oleh orang asing, apalagi sampai disentuh segala."

"Sebenarnya saya juga sudah memahaminya, Bibi," tutur bocah tabib itu. "Makanya saya tidak memaksakan untuk mengobati dengan cara saya."

"Kamu tenang saja, nanti saya akan membujuknya," kata pelayan itu mencoba meyakinkan si bocah. "Asal kamu bisa menunggu."

"Baiklah, Bibi."

Setelah itu bibi pelayan langsung menghampiri Aneska yang masih terduduk dalam rangkulan Aliesha. Tangisnya masih terdengar satu satu, dan air matanya pun masih berderai.

Sedangkan bocah tabib hanya diam saja di tempat berdirinya sambil menatap Aneska. Dan saat matanya beralih menatap Aliesha, gadis itu ternyata masih menatapnya sejak tadi. Saat mereka saling bertemu pandang begitu, air mata si gadis kecil yang menggenang di kelopak mata indahnya seketika mengalir melintasi pipi halusnya. Ternyata gadis rusuh itu bisa menangis juga pikir bocah itu.

Begitu sang pelayan duduk di sebelah kanan Aneska, dia langsung membelai lembut kepala gadis itu sambil berkata penuh kelemah lembutan.

"Nona Aneska. Bukankah selama ini Nona mengeluhkan kapan penyakit Nona sembuh? Nah sekarang ada tabib yang bisa menyembuhkan penyakit Nona, apalagi yang Nona tunggu? Memang Tabib Kecil itu masihlah berusia muda sekali. Tapi yang namanya kemampuan itu tidak melulu diukur berdasarkan usia saja. Nona mengerti 'kan?"

"Tapi, Bibi...."

"Nona," kata bibi pelayan memutus ucapan Aneska. "Cara pengobatan di dunia ini ada beragam bentuknya, ada yang cuma pakai pil obat, ada yang harus menyalurkan tenaga dalam, dan yang sebagainya. Adapun penyakit Nona mau tidak mau harus melalui cara seperti yang disebutkan Tabib Kecil itu. Dan itu sama sekali tidak melanggar tata krama, karena pastilah cara itu amat terpaksa dilakukan Tabib Kecil. Mengerti 'kan, Nona?"

"Aku sih mau saja diobati dengan cara begitu," kata Aneska dengan suara agak parau karena habis menagis. "Asal pakaianku dibuka cuma setengahnya, terus hanya telapak tangannya saja yang boleh menyentuh tubuhku, terakhir kedua matanya ditutup."

Bibi pelayan beralih memandang Tabib Kecil, terus bertanya, "Bagaimana, Tabib Kecil?"

"Ya, tidak mengapa," kata bocah tabib agak mendesah.

Dia tidak mau lagi banyak bicara. Putri Aneska sudah setuju mau diobati, syarat yang diajukan diterima saja. Yang ada dalam benak bocah itu bagaimana agar dia cepat-cepat melaksanakan tugasnya. Tidak mau lagi banyak bicara.

★☆★☆

Tabib Kecil itu kini sudah duduk bersila di atas tempat tidur. Matanya sudah terbungkus oleh kain warna merah. Di depannya tampak Aneska yang juga duduk bersila. Kedua tangannya berada di lututnya solah mencengkram.

Kini gadis itu sudah tanpa busana sebatas pinggang. Sesuai anjuran bocah itu Aneska kini memakai pakaian yang tidak tebal lagi. Sedangkan di depan si gadis di dekat kakinya terletak sebuah bokor perak cukup besar.

Tak lama kemudian, Tabib Kecil menyingsingkan kedua lengan bajunya yang panjang hingga sebatas siku. Setelah itu kedua tangannya direntangkan ke samping secara perlahan. Telapak tangannya terbuka menghadap ke luar dengan jerijinya sedikit merenggang.

Beberapa helaan nafas kemudian, kedua tangannya itu bergerak memutar. Tangan kanan ke atas, tangan kiri ke bawah. Juga dengan perlahan.

Begitu tangan kanan sudah mencapai kepala dan tangan kiri sudah berada di pusar, perlahan tangan kanan diturunkan dan tangan kiri dinaikkan. Ketika kedua telapak tangan itu saling bertemu dan merapat di depan dada, sejenak dia menahan gerakan.

Sekitar sepuluh helaan nafas seketika kedua tangan Tabib Kecil terselubung sinar kuning bening dan putih berbalut merah sebatas siku berhawa panas. Kemudian kedua tangannya bergerak, dan tak lama kedua telapaknya yang terbuka menempel di punggung belakang Aneska dengan perlahan, dengan lembut. Dan ketika itu bibir Aneska mendesis pelan. Sepasang matanya yang sudah tertutup tambah dirapatkan.

Beberapa helaan nafas kemudian, ketiga sinar saling berbalut berhawa cukup panas itu bergerak merambat ke permukaan tubuh Aneska dengan perlahan. Ketiga sinar itu terus saja merambat perlahan-lahan tanpa henti membungkus permukaan tubuh Aneska. Dan kejadian aneh itu terus diperhatikan oleh Aliesha yang kini duduk depan pintu. Empat orang pelayan tidak terkecuali.

Begitu hampir dua kali penanakan nasi berlalu, ketiga sinar itu sempurna membungkus seluruh permukaan tubuh Aneska, dari kepala sampai telapak kaki. Sedangkan Aneska masih terdiam laksana patung. Tapi dia merasa masih dalam keadaan sadar. Sehingga dia dapat merasakan sesuatu yang agak panas menyelusup masuk ke dalam tubuhnya dan terus mengalir ke peredaran darahnya.

Sementara itu, matahari semakin merangkak naik ke atas cakrawala. Waktu sudah hampir mencapai pertengahan siang. Sedangkan kapal besar itu terus saja melaju tanpa kenal henti. Hampir tidak ada lagi penumpang yang berkeliaran di gelagak kapal. Mereka lebih memilih berada di dalam kabin atau di bangsal kapal. Karena matahari bersinar semakin terik.

★☆★☆

Di dalam kamar Putri Aneska....

Suhu di dalam kamar agak panas sehingga melahirkan kegerahan. Apalagi jendela tertutup dan gordennya dibentang. Menjadikan keadaan ruangan agak gelap. Ditambah lagi suasananya teramat sunyi. Karena penghuninya fokus memperhatikan pengobatan aneh yang dilakukan oleh Tabib Kecil.

Lima penanakan nasi telah berlalu. Tampak sekujur tubuh Aneska bergetar halus. Sedangkan keringat sudah mulai membanjiri tubuhnya. Begitupun juga dengan bocah lelaki itu. Malah wajahnya kini tampak pucat. Dan begitu getaran di tubuh Aneska agak kencang, Tabib Kecil itu seketika berseru agak keras. Suaranya terdengar agak bergetar.

"Dekatkan bokor itu ke mulut Nona Aneska!"

Pelayan umur empat puluhan yang sebenarnya bernama Galina yang duduk cukup dekat dengan tempat tidur langsung berdiri cepat, terus meraih bokor di depan Aneska. Dan baru saja bokor itu dinaikkan sampai ke dada, Aneska sudah muntah.

Hoeeek!

Cairan merah pucat keluar begitu saja dari mulutnya dan jatuh tepat ke dalam bokor. Sementara Tabib Kecil itu dengan cepat memegang kedua pundak Aneska agar tidak sampai jatuh. Karena dia tahu Aneska kini sudah mulai lemas.

"Kenapa dengan Nona, Bocah Tengik?" Aliesha yang sudah berada di dekat Aneska langsung panik melihatnya. "Kenapa bisa muntah aneh begitu?"

Hoeeek!

Pertanyaan Aliesha dijawab dengan Aneska muntah sekali lagi. Membuat Aliesha bertambah khawatir bercampur panik. Baru saja gadis itu mau menegur Tabib Kecil lagi, Aneska muntah lagi. Tapi cairan yang keluar kali ini merah segar dan tidak sebanyak sebelumnya. Itu adalah darah. Sedangkan dua muntahan sebelumnya adalah cairan racun yang mengendap di dalam tubuh Aneska.

"Bocah tengik...!" seru Aliesha tambah panik.

"Tidak apa-apa, Nona Aliesha," kata Pelayan Galina menenangkan kepanikan Aliesha. "Nona Aneska baik-baik saja."

"Tapi Nona muntah, Bibi," Aliesha belum juga bisa tenang.

"Tenanglah, tidak usah panik!"

Beberapa saat ditunggu Aneska sudah tidak muntah lagi. Sedangkan Tabib Kecil kembali menegakkan badan Aneska. Lalu dengan cepat kembali menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Aneska.

"Apa warna cairan yang terakhir dimuntahkan Nona Aneska, Bibi?" tanya Tabib Kecil itu. Suaranya bergetar dan kedengaran lemah.

"Merah segar seperti darah," sahut Pelayan Galina setelah mengamati isi bokor.

"Tolong singkirkan bokor itu! Nona Aneska sudah tidak muntah lagi."

Pelayan Galina segera memberikan bokor itu ke salah seorang pelayan lainnya. Lalu kembali duduk bersimpuh di dekat tempat tidur.

Tak lama kemudian ketiga sinar yang saling berbalut yang membungkus sekujur tubuh Aneska telah sirna. Lalu bocah itu menarik telapak tangannya dari punggung gadis kecil itu. Dan tubuh Aneska yang sudah lemas langsung terkulai di pangkuan bocah itu. Kini gadis kecil itu telah pingsan.

Aliesha yang melihat tubuh telanjang Aneska tersentuh oleh bocah itu, hendak mendampratnya dengan keras. Tapi melihat ada sedikit aliran darah di sudut kiri bibir bocah itu, langsung tidak jadi. Apalagi melihat kondisi bocah itu yang sepertinya amat kelelahan.

Cuma dilihatnya saja bocah itu yang kini melakukan gerakan aneh lagi. Kedua telapak tangannya ditempelkan di depan dada. Lalu tangan kanan naik ke atas hingga ke kepala. Sedangkan tangan kiri turus ke bawah hingga mengenai wajah Aneska. Lalu kedua telapak tangannya itu digerakan lagi dengan gaya memutar hingga terentang ke samping. Tak lama tiga sinar yang saling berbalut langsung hilang dari kedua tangannya.

Sementara Aliesha langsung mengambil sapu tangannya, terus melap sisa muntahan yang masih menempel di sekitar mulut Aneska. Setelah itu dia melihat mulut bocah itu yang mengeluarkan darah.

Tapi baru saja dia mau memberi tahu, bocah tabib sudah menyuruhnya mengambil botol obat yang ada di atas meja di samping kanan tempat tidur yang tadi sudah disiapkannya. Tanpa banyak pikir Aliesha langsung mengambil botol yang dimaksud.

Setelah menerima botol obat itu, si bocah menyuruhnya membuka mulut Aneska. Dan Aliesha langsung menekan rahang Aneska hingga mulutnya terbuka. Lalu bocah tabib memasukkan satu butir pil obat ke dalam mulut Aneska. Lalu mengurut-urut leher gadis itu agar obat bisa lancar masuk ke lambung.

"Tolong tahan Nona Aneska, Nona!" pinta si bocah. "Saya mau turun."

Aliesha segera melakukan perintah bocah itu, mengangkat badan Aneska dari pangkuan bocah itu. Saat dia menyentuk tubuh Aneska, dia merasakan tubuh nonanya itu cukup panas. Tapi dia masih bisa menahannya. Kemudian bocah itu bergeser, lalu turun dari tempat tidur dengan kondisi kepayahan, dan matanya masih tertutup kain.

★☆★☆

Kalau saja Pelayan Galina tidak segera menangkap tubuh bocah itu, mungkin bocah itu langsung jatuh begitu saja ke lantai. Tapi tasnya terlepas dari genggaman tangan kanannya, terus jatuh.

Sedangkan Pelayan Galina, sambil memapah bocah itu, memerintahkan pelayan bawahannya untuk membentang kasur yang ada di sisi kiri dinding kabin. Setelah itu dia membawa si bocah untuk berbaring di kasur itu. Begitu sampai, Pelayan Galina membaringkan perlahan-lahan bocah itu di atas kasur. Lalu membentangkan selimut yang terletak di kaki ke tubuhnya.

"Terima kasih, Bibi."

"Sama-sama. Ada lagi yang saya bisa bantu, Tabib Kecil?"

"Tolong ambilkan tas saya, lalu ambilkan botol warna hijau dan botol warna biru."

Pelayan Galina segera mengambil tas Tabib Kecil yang kebetulan tidak jauh dari jangkauannya. Lalu mengeluarkan botol warna hijau dan biru, terus di serahkan pada bocah itu. Kedua botol diraih oleh Tabib Kecil, mengambil satu butir pil obat di botol hijau dan dua butir di botol biru, lalu memasukkan ke mulutnya sekaligus, terus ditelan.

"Nona Aneska sudah bisa dikatakan sembuh," ungkap Tabib Kecil menerangkan dengan suara lemah. "Racun yang mengendap di dalam tubuhnya sudah keluar semua. Darahnya sudah tidak membeku lagi. Tinggal menunggu peredaran darahnya berjalan dengan normal lagi...."

"Pakaian yang masih melekat di tubuhnya tolong dilepas sementara," lanjutnya, "biar hawa panas di tubuhnya cepat dingin. Dibentangkan selimut tipis di atas tubuhnya tidak mengapa. Mungkin lamanya tidak sampai dua kali penanakan nasi. Setelah itu kenakan lagi pakaiannya."

"Dua kali penanakan nasi kemudian, berikan obat ini satu butir pada Nona Aneska," lalu ditunjukkan botol warna hijau. "Dan dua butir obat pada botol ini," lalu ditunjukkan botol warna biru. "Jangan sampai salah, Bibi."

Lalu diserahakan botol warna hijau itu pada Pelayan Galina. Setelah menerima dua botol itu, lalu pelayan itu bertanya.

"Ada lagi, Tabib Kecil?"

"Itu saja, Bibi."

"O iya, Bibi. Sepertinya saya akan beristirahat hingga malam, karena tenaga saya hampir terkuras habis. Apa tidak mengapa saya pakai kasur ini sementara, Bibi?"

"Tidak mengapa, kamu istirahat saja sesuka hati kamu. Tidak usah sungkan. Eh, apa penutup matamu tidak dibuka dulu?"

"Tidak usah, Bibi."

"Oh, ya. Sekarang kamu istirahat saja ya."

"Iya, Bibi."

Kemudian Pelayan Galina meninggalkan Tabib Kecil. Sedangkan si bocah kini memulai istirahatnya dengan merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada. Istirahat yang dia maksud di sini adalah bersemedi.

Sementara itu Aliesha sempat menolak ketika Pelayan Galina hendak menanggalkan seluruh pakaian Aneska. Tapi setelah dijelaskan apa yang diterangkan Tabib Kecil, mau tak mau Aliesha menerimanya juga. Apalagi setelah dijelaskan kalau Aneska sudah sembuh. Betapa senang hati Aliesha.

★☆★☆★

Terpopuler

Comments

Arya00

Arya00

mantaph ceritanya. detil

2024-01-14

1

Rahmat Tolen

Rahmat Tolen

1 jam kemudian gitu biar gak ribet

2022-11-10

1

Harman LokeST

Harman LokeST

menjadi tabib sakti

2022-09-17

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2 BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3 BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4 BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5 BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6 BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7 BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8 BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9 BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10 BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11 BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12 BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13 BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14 BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15 BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16 BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17 BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18 BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19 BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20 BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21 BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22 BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23 BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24 BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25 BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26 BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27 BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28 BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29 BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30 BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31 BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32 BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33 BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34 BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35 BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36 BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37 BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38 BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39 BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40 BAB 40 INTEROGASI
41 BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42 BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43 BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44 BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45 BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46 BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47 BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48 BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49 BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50 BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51 BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52 BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53 BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54 BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55 BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56 BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57 BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58 BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59 BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60 BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61 BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62 BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63 BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64 BAB 64 ISTANA CENTAURI
65 BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66 BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67 BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68 BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69 BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70 BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71 BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72 BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73 BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74 BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75 BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76 BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77 BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78 BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79 BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80 BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81 BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82 BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83 BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84 BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85 BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86 BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87 BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88 BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89 BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90 BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91 BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92 BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93 BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94 BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95 BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96 BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97 BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98 BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99 BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100 BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101 BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102 BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103 BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104 BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105 BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106 BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107 BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108 BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109 BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110 BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111 BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112 BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113 BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114 BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115 BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116 BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117 BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118 BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119 BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120 BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121 BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122 BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123 BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124 BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125 BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126 BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127 BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128 BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129 BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130 BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131 BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132 BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133 BAB 133 SANG UTUSAN
134 BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135 BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136 BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137 BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138 BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139 BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140 BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141 BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142 BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143 BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144 BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145 BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146 BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147 BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148 BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149 BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150 BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151 BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152 BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153 BAB 153 PEMAAFAN
154 BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155 BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156 BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157 BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158 BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159 BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160 BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161 BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162 BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163 BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164 BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165 BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166 BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167 BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168 BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169 BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170 BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171 BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172 BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173 BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174 BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175 BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176 BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177 BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178 BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179 BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180 BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181 BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182 BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183 BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184 BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185 BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186 BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187 BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188 BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189 BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190 BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191 BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192 BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193 BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194 BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195 BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196 BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197 BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198 BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199 BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200 BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201 BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202 BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203 BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204 BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205 BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206 BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207 BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208 BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209 BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210 BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211 BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212 BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213 BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214 BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215 BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216 BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217 BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218 BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219 BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220 BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221 BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222 BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223 BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224 BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225 BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226 BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227 BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228 BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)
Episodes

Updated 228 Episodes

1
BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2
BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3
BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4
BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5
BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6
BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7
BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8
BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9
BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10
BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11
BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12
BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13
BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14
BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15
BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16
BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17
BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18
BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19
BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20
BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21
BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22
BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23
BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24
BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25
BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26
BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27
BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28
BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29
BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30
BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31
BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32
BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33
BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34
BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35
BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36
BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37
BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38
BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39
BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40
BAB 40 INTEROGASI
41
BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42
BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43
BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44
BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45
BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46
BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47
BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48
BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49
BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50
BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51
BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52
BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53
BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54
BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55
BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56
BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57
BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58
BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59
BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60
BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61
BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62
BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63
BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64
BAB 64 ISTANA CENTAURI
65
BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66
BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67
BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68
BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69
BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70
BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71
BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72
BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73
BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74
BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75
BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76
BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77
BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78
BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79
BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80
BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81
BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82
BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83
BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84
BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85
BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86
BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87
BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88
BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89
BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90
BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91
BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92
BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93
BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94
BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95
BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96
BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97
BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98
BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99
BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100
BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101
BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102
BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103
BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104
BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105
BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106
BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107
BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108
BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109
BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110
BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111
BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112
BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113
BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114
BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115
BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116
BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117
BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118
BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119
BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120
BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121
BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122
BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123
BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124
BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125
BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126
BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127
BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128
BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129
BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130
BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131
BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132
BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133
BAB 133 SANG UTUSAN
134
BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135
BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136
BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137
BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138
BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139
BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140
BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141
BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142
BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143
BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144
BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145
BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146
BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147
BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148
BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149
BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150
BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151
BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152
BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153
BAB 153 PEMAAFAN
154
BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155
BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156
BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157
BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158
BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159
BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160
BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161
BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162
BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163
BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164
BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165
BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166
BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167
BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168
BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169
BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170
BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171
BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172
BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173
BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174
BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175
BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176
BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177
BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178
BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179
BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180
BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181
BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182
BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183
BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184
BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185
BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186
BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187
BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188
BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189
BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190
BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191
BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192
BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193
BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194
BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195
BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196
BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197
BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198
BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199
BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200
BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201
BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202
BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203
BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204
BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205
BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206
BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207
BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208
BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209
BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210
BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211
BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212
BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213
BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214
BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215
BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216
BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217
BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218
BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219
BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220
BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221
BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222
BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223
BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224
BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225
BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226
BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227
BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228
BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!