BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR

Matahari sudah semakin tinggi menanjaki cakrawala. Sinar garangnya amat terik seakan-akan hendak membakar seantero Kota Pendar, salah satu kota di Kerajaan Amerta yang terletak dekat pesisir. Membuat udara di kota dekat pesisir itu semakin panas. Saat ini waktu sudah menunjukkan hampir tengah hari.

Tampak Tabib Kecil tengah berjalan menyusuri jalan kota yang tetap ramai meski udara amat panas. Dia sudah cukup jauh meninggalkan Pelabuhan Pendar. Sudah cukup jauh dan lama meninggalkan rombongan Putri Aneska yang entah sudah berada di mana sekarang.

Sebenarnya dia diajak untuk ikut dengan rombongan putri raja itu. Tapi bocah itu menolaknya meskipun Aliesha memaksa. Namun Pelayan Galina lumayan banyak memberinya uang sebagai upah mengobati Tuan Putri. Di samping itu pula dia juga mendapat uang cukup banyak dari juragan kaya meski tidak sebanyak yang diberikan oleh Pelayan Galina. Sehingga boleh dibilang sekarang dia punya banyak uang. Suatu awal perjalanan yang baik.

Saat ini bocah tabib itu sudah membeli barang-barang yang dia butuhkan. Tas baru yang modelnya lebih bagus, tas untuk wadah uangnya, dua setel pakaian, beberapa buah botol untuk wadah obatnya, dan beberapa barang lainnya, termasuk kasut. Penginapan juga sudah dia dapatkan yang juga merangkap rumah makan. Letaknya di pinggir kota, sesuai yang dia inginkan.

Setelah berbenah sebentar, lalu dia mandi. Terus mengganti pakaiannya yang sudah sobek di beberapa bagian dengan salah satu pakaian yang baru dia beli. Mengganti sendalnya yang sudah butut dengan kasut yang sudah dia beli tadi. Baru setelah itu beranjak turun ke bawah untuk makan siang. Tak lupa membawa beberapa keping uang.

Kini bocah itu sudah selesai mengisi perutnya. Setelah membayar makanannya, dia berajak keluar ingin melihat-lihat keadaan kota yang cukup padat penduduknya ini. Dia berniat untuk tinggal beberapa hari di kota ini, mencoba peruntungannya sebagai tabib kecil.

Sebenarnya dia masih kurang percaya diri. Pasalnya, awal kali dia hendak mengobati pasiennya, dia langsung diragukan. Alasannya karena dia masih anak kecil. Perlu meyakinkan orang dulu baru bisa percaya. Itupun belum sepenuhnya percaya. Untung dia cukup pandai meyakinkan orang. Tapi apa salahnya dia mencoba peruntungannya di kota ini yang masih amat asing sekali baginya.

Belum lama dia berjalan-jalan tidak sengaja sepasang mata hitam kelamnya menangkap seorang bocah kecil berpakaian coklat lusuh tengah berlari di tengah keramaian manusia. Sesekali bocah yang kepalanya dililit kain kusam warna merah itu menengok ke belakangnya sambil terus berlari. Sepertinya bocah itu tengah dikejar.

Dan benar saja. Sekitar tiga tombak di belakangnya tampak dua lelaki berusia remaja juga tengah berlari di tengah kerumunan mengejarnya. Tapi karena banyaknya orang yang berlalu-lalang, dua lelaki remaja itu agak terhambat dalam mengejar.

★☆★☆

Bocah yang sepertinya anak lelaki umur 8-9 tahun itu terus saja berlari tanpa henti. Wajah imutnya yang kotor, bertambah kotor akibat keringat yang membasahi wajahnya. Tampak nafasnya sudah ngos-ngosan. Tapi dia terus saja berlari. Sekali lagi dia menoleh ke belakang. Dua lelaki remaja pengejarnya tadi terus saja mengejarnya, dan semakin dekat saja ke arahnya.

Tanpa sadar dia berlari melintasi jalan agak kecil yang sunyi. Bahkan jalan itu ternyata buntu. Karena di ujung jalan itu terdapat tembok batu yang cukup tinggi. Akhirnya dia langsung berhenti saat sudah mencapai ujung jalan.

"Hehehe...! Sekarang kau tidak bisa lari lagi, Bocah," seketika terdengar suara bernada menyeringai yang membuatnya terkejut bukan main.

Dia langsung menghadap ke belakang seketika. Dan dua pengejarnya ternyata sudah berdiri sekitar dua tombak dari tempatnya berdiri. Dua lelaki remaja itu tampak menyeringai sambil terkekeh-kekeh sambil melangkah perlahan-lahan mendekatinya.

Wajah imutnya yang kotor langsung berubah pias. Ketakutan langsung menyergapnya tanpa ampun. Tubuhnya yang gemetar tanpa sadar mundur perlahan-lahan ke belakang. Tapi tak lama dia memekik kecil karena punggungnya langsung mentok ke tembok batu. Dua remaja itu semakin mendekatinya.

"Kau itu, mau dikasih enak malah cari susah!" bentak lelaki yang berdiri sebelah kiri gusar. Kulitnya hitam, wajahnya jelek, apalagi berhidung pesek. Dia berpakaian warna hijau.

"Apa kau mau dibawa baik-baik atau secara paksa?" tanya lelaki yang satu sambil tersenyum menyeringai. Wajahnya tidak terlalu jelek. Pakaiannya berwarna biru.

"Pergi!" teriak si bocah seakan mendapat kekuatan di tengah rasa takutnya. "Aku tidak mau lagi ikut dengan kalian!"

"Brengsek! Rupanya kau minta dibawa secara paksa!" geram lelaki baju hijau. "Ayo, Galih, kita seret bocah sialan ini!"

Lelaki bernama Galih makin terkekeh mendengar perintah itu. Dengan cepat melangkah ke bocah itu mengikuti temannya. Terus memegang kedua tangan bocah berwajah kotor itu dengan kuat. Lelaki baju hijau tangan sebelah kiri, temannya sebelah kanan. Lalu mereka menarik paksa bocah itu agar mengikuti mereka.

"Lepaskan! Lepaskan!" teriak si bocah keras sambil meronta-ronta. "Pergi kalian! Aku tidak mau ikut kalian!"

Dua lelaki remaja itu mana mau mengindahkan jeritan bocah itu. Mereka terus saja menarik paksa si bocah yang terus meronta-ronta sambil menjerit-jerit.

"Apa kalian tidak punya kerjaan lain selain menindas orang?"

Seketika terdengar sebuah suara tidak terlalu keras namun bernada dingin. Dua lelaki remaja itu seketika menghentikan pekerjaannya, terus memandang ke sumber suara mengejutkan itu. Bocah berbaju coklat itu juga ikut memandang ke sumber suara.

Di situ, sekitar empat tombak jaraknya, berdiri seorang bocah berusia sepuluh tahun. Bajunya lengan panjang berwarna merah gelap. Rambutnya sedikit panjang berwarna hitam kelam. Sekelam warna matanya yang menatap tajam dua lelaki brengsek itu sambil kedua tangannya dilipat di depan dada. Gayanya layaknya orang dewasa saja. Yah, pemikirannya memang sudah dewasa meski tubuhnya masih seorang bocah. Dialah Tabib Kecil.

"Hah! Aku kira siapa?" decak kesal lelaki berbaju hijau dengan sikap meremehkan. Tangannya masih saja memegang kuat tangan bocah berbaju coklat. "Nyatanya seorang bocah sialan!"

"Kent! Sepertinya bocah ini masih baru di kota ini," kata Galih bernada sinis, "sehingga dia berani mengganggu kesenangan kita."

"Meskipun aku baru di kota ini," kata Tabib Kecil sambil melangkah pelan mendekat ke tempat Kent dan Galih, "bukan berarti aku membiarkan kesenangan buruk kalian."

"Besar juga nyalinya bocah ini, Kent," kata Galih bernada sinis sambil terus menatap bocah itu. Bibir tebalnya masih menyunggingkan senyum licik.

"Aku ingin lihat nyalinya sampai sebesar apa," geram Kent yang sudah naik darah. Lelaki ini memang paling tidak bisa menahan emosi. Apalagi Tabib Kecil sudah mengganggu pekerjaannya.

★☆★☆

Dengan gerakan cepat Kent menyerang Tabib Kecil yang posisi berdirinya tinggal empat langkah darinya. Kepalan tangan kanannya melaju dengan cepat siap menghantam wajah si bocah. Sedangkan Tabib Kecil tetap tenang di tempatnya, tidak menunjukkan reaksi kalau dia akan menghindar.

Namun sebentar lagi jotosan Kent samapi ke wajahnya, dengan cepat badannya sedikit di miringkan ke kiri sambil kaki kirinya digeser agak ke depan. Bersamaan dengan itu tangan kanannya menangkap tangan kanan Kent. Lalu sambil menarik tangan Kent ke belakang, lutut kanannya bergerak naik dengan cepat. Dan tanpa ampun langsung menghantam lambung Kent.

Bughk

"Ugh...!"

Kent langsung terjajar ke belakang sambil mengeluh tertahan. Dan selagi Kent terjajar, Tabib Kecil memutar tubuhnya hampir satu lingkaran sambil kaki kiri terangkat dan tubuhnya agak merendah ke belakang. Lalu kaki kiri itu melayang berputar dengan cepat mengarah ke samping kiri kepala Kent.

Karena serangan itu begitu cepat dan mendadak. Ditambah lagi dia masih terjajar sehingga kehilangan konsentrasi. Maka telapak kaki kiri Tabib Kecil dengan keras dan telak menghantam samping kiri kepala Kent.

Desss!

"Akh...!"

Terdengar mulut Kent menjerit tertahan. Tubuhnya bukan hanya terjajar. Tapi dengan bersamaan oleng ke kanan. Lalu jatuh ke tanah berpasir dengan sungguh menyedihkan.

Sementara Tabib Kecil, belum sempat istirahat lama, Galih ikut ambil bagian. Dengan gerakan cepat dia menyerang bocah itu, mengirimkan pukulan dan tendangan keras secara beruntun. Akan tetap bocah tabib dapat menangkisnya dengan mudah.

Pada satu kesempatan Tabib Kecil bisa menyerang. Dan serangan bocah itu membuat Galih cukup kewalahan. Dia tidak menyangka bocah tabib sudah memiliki ilmu silat yang hebat di usia yang masih terbilang bocah.

Sebenarnya Kent lebih hebat dari Galih. Tapi karena Kent terlalu meremehkan lawannya sehingga kurang memperhatikan pertahanannya. Sehingga dalam dua gebrakan dia sudah tumbang.

Tampak tinju kiri Tabib Kecil mengarah dengan cepat ke wajah Galih untuk kesekian kalinya. Karena tangan kanan Galih masih kebas, terpaksa serangan itu ditangkis dengan tangan kiri sambil kaki kanan dibuang ke belakang satu langkah.

Akan tetapi serangan itu cuma serangan tipuan. Karena dengan cepat Tabib Kecil menarik serangannya. Sehingga Galih cuma menangkis angin. Dan hampir bersamaan bocah tabib itu menarik serangan, kaki kanannya terangkat melakukan tendangan beruntun, di rusuk kiri Galih, terus menyusul samping kanan kepalanya. Dan kedua serangan itu mengenai sasaran dengan keras dan telak.

Deghk!

Desss!

"Ukh...! Akh...!"

Terdengar Galih mengeluh tertahan dua kali. Bersamaan dengan tubuhnya terjajar ke samping kiri. Sedangkan Tabib Kecil tidak berhenti sampai di situ. Selagi Galih terjajar, kaki kiri terangkat lalu mendupak dada Galih. Sehingga bukan lagi terjajar, tapi langsung jatuh terjengkang ke belakang sambil menjerit kecil.

Sementara itu, Kent sudah bangkit. Namun kepalanya masih pusing akibat tendangan Tabib Kecil tadi dan lambungnya masih mual. Untuk mengadakan serangan lagi rasanya tidak mungkin. Akhirnya, dengan menekan rasa malunya dia meninggalkan tempat ini. Tak lupa mengajak Galih yang nasibnya juga sama dengan dia.

"Kita belum selesai, Bocah Sialan!" ancam Kent sebelum meninggalkan tempat ini.

Dengan agak kepayahan Kent dan Galih berlari, seperti ingin cepat-cepat meninggalkan tempat yang membikin mereka malu bercampur kesal. Sedangkan bocah berbaju coklat ternyata masih ada di situ memandang mereka hingga hilang dari kejauhan.

★☆★☆

Setelah Kent dan Galih hampir hilang dari kejauhan, Tabib Kecil beralih memandang bocah berwajah kotor yang masih berdiri bersandar di tembok itu. Setelah menghampirinya, dia terus bertanya.

"Kamu tidak apa-apa, Dik?"

Si bocah tidak langsung menjawab. Setelah menatap kepergian dua berandalan pasar itu kini beralih menatap tajam pada Tabib Kecil dua langkah di depannya ini. Tatapannya penuh selidik dan seakan-akan melihat Tabib Kecil adalah musuhnya. Tapi lebih tepatnya, dia cuma bersikap waspada dan hati-hati. Dan sepertinya dia selalu bersikap begitu dengan orang yang tidak dia kenal.

Namun bocah tabib itu membalas sikap tidak ramah bocah itu dengan wajah tenang sambil tersenyum penuh persahabatan.

"Namaku Dhafin," ucap Tabib Kecil memperkenalkan diri setelah cuma lama bocah itu tak menjawab pertanyaannya. "Namamu siapa?"

Lagi-lagi bocah itu tidak menjawab. Dia terus saja menatap bocah tabib yang ternyata bernama Dhafin penuh curiga. Tapi Dhafin tidaklah tersinggung. Dia tetap bersikap ramah lingkungan penuh persahabatan.

"Farrel," akhirnya keluar juga suara bocah itu menyebut namanya. "Namaku Farrel."

Mendengar Farrel memperkenalkan namanya, Dhafin segera tersenyum heran. Dia tahu bocah ini adalah bocah perempuan meskipun dia berdandan layaknya laki-laki. Mengapa bocah ini berdandan layaknya laki-laki dan memperkenalkan diri sebagai Farrel?"

Tapi Dhafin tidak mau terlalu memikirkannya, biar Farrel sendiri yang menjawab. Dan ekspresi keheranannya cuma sebentar. Setelah itu dia kembali berekspresi seperti biasa.

Tapi sepertinya Farrel bisa menebak kalau Dhafin sudah mengetahuinya. Makanya langsung tersenyum lugu, bagai orang kepergok dan berkata.

"Kak Dhafin hebat, bisa tahu kalau aku bukan laki-laki."

Dhafin cuma tertawa pelan mendengar ucapan Farrel. Dalam hati dia akui kecerdasan Farrel dalam menebak ekspresi orang. Lalu dia mengajak Farrel meninggalkan tempat ini.

"Siapa dua orang tadi, Farrel?" tanya Dhafin ingin tahu sambil mereka berjalan.

"Dua orang tadi adalah berandalan pasar," ungkap Farrel. "Mereka dan beberapa orang temannya mengumpulkan anak kecil seperti aku untuk dijadikan pengemis. Hasil dari mengemis mereka yang ambil semua, kami cuma diberi makan saja. Itupun tidak selalu."

"Ini tindakan kejahatan," komentar Dhafin. "Kenapa tidak ada yang melaporkan kepada pihak keamanan kota."

"Kak...," kata Farrel tiba-tiba memutus ucapannya. "Eh..., boleh aku memanggilmu kakak?"

"Kalau kamu merasa aku lebih tua darimu, boleh saja."

"Kak Dhafin," lanjutnya, "orang miskin seperti aku ini mana ada yang memperhatikan."

Dhafin cuma mengangguk-angguk mendengar ucapan menyedihkan Farrel itu. Mungkin seperti itulah kehidupan orang-orang kota. Saling tidak perduli dengan keadaan orang lain. Mereka lebih perduli akan diri mereka masing-masing.

"Apakah Kakak mau tahu kenapa aku berdandan layaknya laki-laki begini?" tanya Farrel seolah minta ijin.

"Iya, kebapa?"

"Aku sebenarnya pernah ditangkap oleh orang-orang yang memperdagangkan manusia. Tapi aku berhasil melarikan diri. Agar aku tidak ditangkap lagi, maka mulai hari itu aku merubah semua penampilanku. Jadilah seperti sekarang ini, dandanan bocah pengemis."

Dhafin dan Farrel terus saja berbincang-bincang sambil berjalan. Sebentar saja dua anak itu sudah saling akrab. Mungkin persamaan nasib yang mempertemukan mereka. Sama-sama sebatang kara. Dhafin mengajak Farrel ke penginapannya. Farrel setuju-setuju saja. Karena dia yakin Dhafin adalah orang baik, bukan penipu yang pura-pura baik, pura-pura peduli.

★☆★☆★

Terpopuler

Comments

Putra_Andalas

Putra_Andalas

Akhirnya setelah melewati hampir 6 Chap. ketemu juga nama si Tabib Kecil 'DHAFIN" 🤗

2023-12-12

1

AyahRum

AyahRum

terlalu banyak penjabaran nya

2023-12-05

1

Harman LokeST

Harman LokeST

masih kecil kecil sudah banyak bertemu dengan musuh

2022-09-17

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2 BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3 BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4 BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5 BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6 BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7 BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8 BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9 BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10 BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11 BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12 BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13 BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14 BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15 BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16 BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17 BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18 BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19 BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20 BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21 BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22 BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23 BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24 BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25 BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26 BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27 BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28 BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29 BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30 BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31 BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32 BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33 BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34 BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35 BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36 BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37 BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38 BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39 BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40 BAB 40 INTEROGASI
41 BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42 BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43 BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44 BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45 BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46 BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47 BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48 BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49 BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50 BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51 BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52 BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53 BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54 BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55 BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56 BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57 BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58 BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59 BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60 BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61 BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62 BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63 BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64 BAB 64 ISTANA CENTAURI
65 BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66 BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67 BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68 BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69 BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70 BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71 BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72 BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73 BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74 BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75 BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76 BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77 BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78 BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79 BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80 BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81 BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82 BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83 BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84 BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85 BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86 BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87 BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88 BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89 BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90 BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91 BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92 BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93 BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94 BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95 BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96 BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97 BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98 BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99 BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100 BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101 BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102 BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103 BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104 BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105 BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106 BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107 BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108 BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109 BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110 BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111 BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112 BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113 BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114 BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115 BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116 BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117 BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118 BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119 BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120 BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121 BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122 BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123 BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124 BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125 BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126 BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127 BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128 BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129 BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130 BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131 BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132 BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133 BAB 133 SANG UTUSAN
134 BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135 BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136 BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137 BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138 BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139 BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140 BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141 BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142 BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143 BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144 BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145 BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146 BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147 BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148 BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149 BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150 BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151 BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152 BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153 BAB 153 PEMAAFAN
154 BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155 BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156 BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157 BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158 BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159 BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160 BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161 BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162 BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163 BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164 BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165 BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166 BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167 BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168 BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169 BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170 BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171 BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172 BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173 BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174 BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175 BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176 BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177 BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178 BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179 BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180 BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181 BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182 BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183 BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184 BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185 BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186 BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187 BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188 BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189 BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190 BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191 BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192 BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193 BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194 BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195 BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196 BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197 BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198 BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199 BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200 BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201 BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202 BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203 BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204 BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205 BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206 BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207 BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208 BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209 BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210 BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211 BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212 BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213 BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214 BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215 BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216 BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217 BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218 BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219 BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220 BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221 BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222 BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223 BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224 BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225 BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226 BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227 BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228 BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)
Episodes

Updated 228 Episodes

1
BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2
BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3
BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4
BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5
BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6
BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7
BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8
BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9
BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10
BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11
BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12
BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13
BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14
BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15
BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16
BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17
BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18
BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19
BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20
BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21
BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22
BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23
BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24
BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25
BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26
BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27
BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28
BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29
BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30
BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31
BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32
BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33
BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34
BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35
BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36
BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37
BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38
BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39
BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40
BAB 40 INTEROGASI
41
BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42
BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43
BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44
BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45
BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46
BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47
BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48
BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49
BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50
BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51
BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52
BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53
BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54
BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55
BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56
BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57
BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58
BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59
BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60
BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61
BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62
BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63
BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64
BAB 64 ISTANA CENTAURI
65
BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66
BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67
BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68
BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69
BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70
BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71
BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72
BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73
BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74
BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75
BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76
BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77
BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78
BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79
BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80
BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81
BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82
BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83
BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84
BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85
BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86
BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87
BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88
BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89
BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90
BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91
BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92
BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93
BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94
BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95
BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96
BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97
BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98
BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99
BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100
BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101
BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102
BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103
BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104
BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105
BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106
BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107
BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108
BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109
BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110
BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111
BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112
BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113
BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114
BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115
BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116
BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117
BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118
BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119
BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120
BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121
BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122
BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123
BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124
BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125
BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126
BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127
BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128
BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129
BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130
BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131
BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132
BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133
BAB 133 SANG UTUSAN
134
BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135
BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136
BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137
BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138
BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139
BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140
BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141
BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142
BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143
BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144
BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145
BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146
BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147
BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148
BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149
BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150
BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151
BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152
BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153
BAB 153 PEMAAFAN
154
BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155
BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156
BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157
BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158
BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159
BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160
BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161
BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162
BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163
BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164
BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165
BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166
BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167
BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168
BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169
BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170
BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171
BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172
BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173
BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174
BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175
BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176
BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177
BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178
BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179
BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180
BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181
BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182
BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183
BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184
BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185
BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186
BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187
BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188
BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189
BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190
BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191
BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192
BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193
BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194
BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195
BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196
BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197
BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198
BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199
BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200
BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201
BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202
BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203
BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204
BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205
BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206
BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207
BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208
BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209
BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210
BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211
BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212
BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213
BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214
BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215
BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216
BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217
BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218
BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219
BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220
BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221
BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222
BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223
BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224
BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225
BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226
BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227
BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228
BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!