BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH

Setelah bocah itu memasukkan obat penurun panas dan obat luka dalam ke dalam mulut sang juragan, barulah juragan itu dibaringkan kembali. Tentunya dibantu oleh si nyonya muda.

Sebelumnya si bocah cukup kesulitan juga memasukkan kedua obat pil itu ke dalam mulut sang juragan. Masalahnya kedua rahangnya seakan terkunci dan mulutnya terus terkatup, susah dibuka. Namun setelah bocah lelaki itu memberikan beberapa totokan di kedua pangkal rahangnya, barulah mulut juragan itu terbuka. Dan kedua pil obat itu dimasukkan oleh bocah itu.

Setelah dirasa pekerjaannya selesai, dan salah seorang pelayan memberikannya kursi, barulah bocah itu duduk dan berkata penuh kesopanan dan tata krama.

"Maaf, Nyonya, kalau tadi saya sempat mengabaikan Nyonya. Soalnya tadi saya sedikit panik. Masalahnya juragan harus cepat diberikan pertolongan. Saya takut nanti terlambat bisa mengakibatkan hal yang fatal."

"Ah, tidak mengapa, Nak," kata nyonya muda itu sambil tersenyum ramah. "Saya juga minta maaf, sempat meragukanmu tadi. Oh iya, sebenarnya suami saya sakit apa, Nak? Tadi sore tiba-tiba langsung lemas dan pingsan. Tiba-tiba badannya kaku dan tidak sadar hingga sekarang."

"Juragan sebenarnya terkena penyakit 'Kejang Kaku'. Penyakit ini diakibatkan oleh luka yang diderita juragan," jelas bocah itu. "Luka itu bukan luka biasa, Nyonya, meski kecil. Karena di dalam luka itu terkandung kuman berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Luka itu akibat dari goresan benda tajam yang mengandung karat. Nah di dalam karat itu terkandung kuman berbahaya."

"Suami saya bisa sembuh 'kan, Nak?" tanya nyonya muda itu amat berharap.

"Kita doakan saja, Nyonya, semoga juragan tidak apa-apa. Menurut pemerikasaan saya tadi juragan tidak sampai mengalami kritis. Apalagi lukanya itu belum ada setengah hari. Besar kemungkinan juragan bisa sembuh. Saya tadi memberikan obat dengan takaran tinggi. Hasilnya bisa dilihat dengan cepat."

Mendengar ucapan anak lelaki itu, nyonya muda sedikit banyak merasa lega. Meski dia tidak terlalu paham dengan penyakit yang disebut anak itu, tapi dia cukup besar menaruh harapan kalau anak itu bisa menyembuhkan suaminya. Kini dia tidak bertanya apa-apa lagi kepada anak itu. Dia mulai fokus lagi mengamati keadaan suaminya sembari berdoa semoga suaminya baik-baik saja.

Bersamaan dengan itu kesunyian langsung menyergap kamar ini. Hanya deru ombak lautan lamat-lamat terdengar. Sesekali bocah itu menengok ke luar jendela yang hanya didapati hamparan kegelapan. Lalu kembali mengamati keadaan sang juragan. Sementara dua pelayan tadi sudah sejak tadi duduk di tempatnya sambil terkantuk-kantuk.

Setelah beberapa saat berlalu, bocah lelaki itu memeriksa nadi juragan itu. Beberapa helaan nafas kemudian, tampak bibirnya yang agak kemerahan menarik senyum agak lebar. Senyum kepuasan atas hasil kerjanya sebagai tabib pertama kali. Apalagi langsung mengatasi penyakit yang berbahaya. Dan nyonya muda itu langsung memperhatikan senyum bocah itu.

"Bagaimana, Nak?" tanya nyonya muda itu penuh harap.

"Obat yang saya berikan tadi sudah bereaksi dengan baik," sahut bocah itu masih tersenyum. "Semoga juragan bisa lekas sembuh. Setidaknya bangun dari pingsannya."

"Oh ya, Nyonya, mungkin saya tinggal sebentar," kata bocah itu seraya bangkit dari kursinya. "Kalau ada apa-apa dengan juragan, cari saja saya di geladak kapal. Besok pagi saya kesini lagi untuk memberikan obat lagi."

"Ya, Nak, terimakasih. Eh, bayarannya bagaimana?"

"Nanti dulu, Nyonya. Saya 'kan kesini lagi besok pagi."

"Oh iya."

★☆★☆

Langit begitu cerah di pagi ini, nyaris tak ada awan yang bergantung. Matahari yang menyebarkan senyum hangat penuh kelembutan sudah menanjak ke cakrawala satu tombak. Sementara kapal besar itu terus saja melaju membelah lautan yang maha luas ini.

Sepanjang penglihatan hanya hamparan laut yang terlihat. Belum ada tanda-tanda kalau daratan bakal tampak. Entah kapan kapal besar ini tiba di daratan, sepertinya masih sangat lama.

Sementara itu, di sebuah kabin cukup luas dan mewah tampak seorang gadis kecil terbaring di tempat tidur. Wajahnya cantik tapi tampak pucat. Seperti mengidap suatu penyakit. Duduk di dekatnya di samping kiri tempat tidur seorang gadis kecil pula. Wajahnya juga cantik, sama cantik dengan gadis kecil yang terbaring itu tapi dengan rupa yang berbeda.

"Tahu tidak, Nona, tadi aku sempat mendengar kalau juragan yang kemarin terjatuh pingsang di geladak depan kini sudah sembuh," ungkap gadis kecil yang yang duduk di samping tempat tidur. Dia berpakaian ringkas lengan panjang agak ketat warna muda tua. Rambutnya yang panjang sepundak dikuncir bagai ekor kuda.

"Memang ada tabib di kapal ini, Kak Aliesha?" tanggap si nona kecil yang terbaring yang masih berpakaian tidur.

"Sepertinya begitu, Nona. Buktinya juragan kaya itu sembuh. Berarti ada tabib 'kan?" kata gadis kecil yang ternyata bernama Aliesha, lengkapnya Jessica Aliesha. Ucapan Aliesha ini tentu mengandung maksud.

"Apa kamu pikir penyakitku ini bisa disembuhkan oleh tabib itu?" tebak si nona kecil yang mengetahui maksud Aliesha.

"Nona Aneska. Apa salahnya kita coba. Janganlah putus asa," Alisha tetap memberi semangat nonanya itu.

"Hhh... entahlah. Sudah banyak tabib yang mencoba menyembuhkan penyakitku, tapi semuanya sia-sia," desah nona kecil yang ternyata bernama Aneska bernada masygul. Nama lengkapnya Lavina Aneska.

"Sekarang kamu tenang saja di sini. Aku akan mencari tabib itu dan mengajaknya ke sini."

"Tidak usah, Kak Aliesha," tolak Lavina Aneska. "Hasilnya pasti sama saja...."

Jessica Aliesha segera bangkit dari kursi dan berniat untuk mencari tabib itu meski Lavina Aneska tidak setuju. Sebelum dia beranjak pergi, dia menoleh dulu pada nonanya itu dan berkata, "aku akan berbuat apapun agar kamu sembuh. Makanya kamu harus semangat untuk sembuh."

"Kak Aliesha...."

Setelah memberitahukan kepada empat pelayan yang ada di kamar ini juga, Jessica Aliesha segera meninggalkan kamar ini yang diikuti oleh pandangan Aneska yang sebenarnya masih tidak setuju. Dia sudah hampir berputus asa kalau penyakitnya ini bakalan sembuh. Tabib yang terakhir mengobatinya hanya bisa menekan penyebaran racun di dalam tubuhnya dan menghilangkan rasa sakit yang dia derita. Belum bisa menyembuhkan penyakitnya yang katanya terbilang langka.

★☆★☆

Ternyata tidak susah bagi Aliesha mencari tabib yang telah menyembuhkan juragan kaya itu. Setelah menanyakan ciri-ciri si tabib, dia tidak menyangka kalau si tabib masih seorang bocah seusianya.

Setelah menemukan dimana bocah itu berada segera timbul keraguan di dalam hatinya apakah dia mampu menyembuhkan Putri Lavina Aneska?

Penyakit yang diderita juragan kaya dengan nonanya amat jauh berbeda. Penyakit juragan kaya bukan karena racun, sedangkan penyakit Aneska karena racun.

Cukup lama dia memikirkan hal itu sambil memandang si tabib yang ternyata berada di buritan. Bocah lelaki itu tampak tengah duduk mencangkung di atas bangku cukup lebar sambil memandang lautan luas. Tangan kirinya memegang bungkusan kue kering, sedangkan tangan kanannya menyuap kue itu ke mulutnya.

"Apa salahnya dicoba," gumamnya seolah memutuskan.

"Tapi alangkah baiknya aku jahili dulu anak ini," gumamnya sambil tersenyum aneh.

Segera dia mendekati bocah itu sambil melangkah pelan-pelan. Ilmu meringankan tubuhnya digunakan agar suara langkahnya tidak terdengar. Dia semakin percaya diri manakala si bocah belum menyadari kehadirannya. Apalagi posisi bocah itu membelakanginya.

Begitu dia sudah amat dekat di belakang bocah itu, langsung saja kedua tangan Alisha menyentak pundak bocah lelaki itu sambil berseru cukup keras, tapi sungguh mengagetkan.

"Hiyaaa...!"

"Huuuaaa...!"

Bocah itu langsung terkejut tidak tanggung-tanggung. Tubuhnya langsung jatuh dan terguling di geladak kapal. Sedangkan bungkusan kue di tangan kirinya dengan amat malang terlontar ke udara dan terus jatuh ke laut. Sungguh menyedihkan!

Sedangkan Aliesha dengan usahanya yang berhasil itu langsung tertawa terpingkal-pingkal bagai habis menonton lawakan. Sungguh menyebalkan!

Sementara si bocah yang tidak merasakan sakit yang berarti di tubuhnya segera bangun. Terus melangkah ke pinggir kapal dan menengok ke bawah, mana tahu kuenya tadi sempat terhenti di udara dan terus diambilnya kembali. Tapi kenyataannya kuenya itu, bayangannya pun sudah tak ada sama sekali.

Kemudian dia cepat menoleh ke Aliesha yang masih tertawa terbahak-bahak. Terus ditatapnya gadis itu dengan tajam dengan mimik wajah yang menguarkan kemarahan.

Tapi itu cuma beberapa saat saja. Setelah itu mimik wajah tampannya kembali seperti biasa, wajah yang penuh duka. Seolah dia tidak tersinggung dengan keusilan Alisha.

"Berhentilah tertawa, Nona, nanti kamu tersedak," ujar si bocah mengingatkan sambil melangkah mengambil tas besarnya yang disimpan di samping bangku yang diduduki tadi.

Mendengar suara bocah itu, seketika Aliesha langsung diam, berhenti tertawa. Sepasang matanya yang indah langsung menatap bocah itu dengan penuh keheranan. Siapa bocah ini? Diusili malah tidak menunjukkan ketersinggungan apalagi marah. Yang nyata-nyatanya perbuatannya tadi itu jelas membuat hati panas.

"Hei, tunggu!" cegatnya ketika bocah itu melangkah hendak meninggalkannya.

Bocah lelaki itu segera berhenti melangkah, tapi tidak menoleh. Terus menanggapi ucapan gadis kecil itu. Suaranya terdenar datar dan dingin. "Hati-hati dengan orang asing, Nona. Kita tidak saling kenal."

"Aku ada perlu denganmu," kata Aliesha sambil menghampiri bocah lelaki itu tanpa perduli dengan ucapan si bocah.

"Oh, ada perlu apa ya?" tanya bocah itu masih bernada datar, masih tanpa menoleh.

Bukannya menjawab pertanyaan orang, Aliesha langsung meraih pundak bocah itu, terus memutar badan si bocah agar menghadapnya. Lalu berucap dengan suara ketus, "kalau bicara dengan orang itu saling berhadapan, bukannya memunggungi, Bocah Tengik!"

"Katakan saja cepat, Nona, ada perlu apa?" suara si bocah masih terdengar dingin.

"Beberapa hari ini kepalaku sering pusing dan badanku lemas, sering mual, bahkan muntah-muntah," ungkap Alisha jelas berbohong. Tapi nadanya sudah agak lembut. "Bisakah kamu menyebutkan aku sakit apa dan menyembuhkannya?"

Bocah itu tidak langsung menanggapi keluhan ngawur Aliesha. Sejenak dia menatap wajah cantik Aliesha, tepatnya mengamati dengan teliti. Tapi ditatap sedemikian itu membuat Aliesha tercekat. Jantungnya berdebar cukup kencang. Ada desiran harus dirasakan di dalam hatinya.

"Ke... kenapa kamu malah menatapku?" ketus Aliesha tapi dengan agak salah tingkah. Wajahnya langsung melengos ke lain arah.

Lagi-lagi bocah itu tidak menanggapi. Dia malah meraih tangan kanan Aliesha, hendak memeriksa nadinya. Tapi ditanggapi lain oleh Alisha dan langsung menarik kasar tangannya itu.

"Kamu mau apa, Bocah Tengik?" berangnya bernada ketus sambil menatap tajam si bocah.

"Bisakah Nona tenang barang sejenak?" si bocah masih bersikap sabar atas tingkah gadis rusuh ini. "Saya hendak memeriksa nadi Nona demi kepastian atas keluhan yang Nona ajukan."

"Ya sudah, nih periksa!"

Dengan segera Aliesha menganjurkan tangan kanannya ke bocah itu. Terus tangan kiri si bocah meraihnya dan siap memeriksa nadinya. Tapi....

"Tangannya dibuat lemas saja, Nona, jangan dibuat kaku!"

Aliesha langsung mendelik mendengar ucapan dingin itu. Tapi dia mengikuti juga permintaan si bocah. Dan tak lama, bocah itu telah diam dalam memeriksa nadinya. Sedangkan Aliesha sempat melirik ke wajah tampan si bocah yang kebetulan tidak memandangnya.

Melihat wajah dingin tapi tenang itu membuat bibir manisnya menarik sedikit senyum. Entah apa arti senyum manis itu, dia sendiri yang tahu.

★☆★☆

"Bagaimana?" tanya Aliesha masih ketus setelah bocah itu selesai memeriksa nadinya.

"Keluhan Nona itu adalah gejala atau kondisi wanita yang positif hamil...."

"Apa...?"

Plaaak!!!

Terang saja Aliesha dibuat tercengang bukan main mendengar ucapan bocah itu. Entah sadar atau tidak telapak tangan kirinya terangkat dan langsung menampar pipi kanan si bocah dengan telak, keras dan pedas. Sehingga wajah tampan nan imut si bocah terputar ke kiri. Dan juga terjajar ke samping kiri satu langkah. Si bocah cuma mengeluh pelan, padahal tamparan itu pastilah sakit.

Menyadari tindakan brutalnya itu, Aliesha langsung menyesal. Tidak menyangka sampai bisa berbuat kelewat batas pada si bocah. Matanya langsung menatap sendu pada bocah lelaki itu.

Apalagi melihat di pipi kanan bocah itu telah tercetak jemari tangannya yang kecil. Dia baru sadar kalau dia punya ilmu bela diri yang tentu sudah memiliki tenaga dalam yang cukup kuat dan terlatih.

Dia tadi begitu kaget atas jawaban bocah itu. Sungguh tak disangka keluhan main-mainnya itu yang dia tidak tahu sama sekali, ternyata adalah kondisi wanita hamil. Padahal dia sendiri tidak hamil. Niatnya cuma mengetes tingkat ketabiban bocah lelaki itu. Sungguh kasihan.

"Saya belum selesai bicara, Nona," masih bersikap sabar bocah itu berbicara meski bernada dingin. "Kenapa sudah diberi upah?"

"Oh, ma... maaf, maaf, a...aku tidak sengaja menamparmu," ucap Aliesha terbatah-batah. "Soalnya tadi aku kaget atas jawabanmu. Sungguh, pertanyaanku tadi itu cuma main-main saja. Aku tidak hamil kok, sungguh."

"Nona memang tidak hamil, kenapa mesti panik?" kata si bocah. "Saya juga tahu tadi kalau pertanyaan Nona tadi itu cuma pertanyaan bohongan."

"Sudahlah, sekarang aku serius," kata Aliesha akhirnya mengutarakan maksud utamanya. "Nonaku sedang sakit, bisakah kamu menyembuhkannya?"

"Saya harus periksa dulu keadaannya, baru saya bisa memastikan apakah bisa menyembuhkan atau tidak."

"Ayo, aku antar kamu ke kamarnya," ajak Aliesha seraya meraih tangan kiri bocah itu, laku membawanya berjalan bersama.

"Saya bisa jalan sendiri, Nona, tidak perlu ditarik layaknya kambing," protes bocah itu.

"Alaaah, sudah, tidak usah bawel!"

★☆★☆★

Terpopuler

Comments

abdillah musahwi

abdillah musahwi

kejang kaku wah authornya ngerti bahasa lawas dari Tetanus👍

2024-11-07

2

Rykho Faiq

Rykho Faiq

bru juga baca udh buat mua
k bacany.by

2023-09-13

2

Calon_MasaDepanMu:D

Calon_MasaDepanMu:D

tetanus kan

2023-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2 BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3 BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4 BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5 BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6 BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7 BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8 BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9 BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10 BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11 BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12 BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13 BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14 BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15 BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16 BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17 BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18 BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19 BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20 BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21 BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22 BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23 BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24 BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25 BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26 BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27 BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28 BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29 BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30 BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31 BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32 BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33 BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34 BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35 BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36 BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37 BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38 BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39 BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40 BAB 40 INTEROGASI
41 BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42 BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43 BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44 BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45 BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46 BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47 BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48 BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49 BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50 BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51 BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52 BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53 BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54 BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55 BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56 BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57 BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58 BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59 BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60 BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61 BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62 BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63 BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64 BAB 64 ISTANA CENTAURI
65 BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66 BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67 BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68 BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69 BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70 BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71 BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72 BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73 BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74 BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75 BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76 BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77 BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78 BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79 BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80 BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81 BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82 BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83 BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84 BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85 BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86 BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87 BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88 BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89 BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90 BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91 BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92 BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93 BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94 BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95 BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96 BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97 BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98 BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99 BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100 BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101 BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102 BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103 BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104 BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105 BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106 BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107 BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108 BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109 BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110 BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111 BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112 BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113 BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114 BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115 BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116 BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117 BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118 BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119 BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120 BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121 BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122 BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123 BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124 BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125 BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126 BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127 BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128 BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129 BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130 BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131 BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132 BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133 BAB 133 SANG UTUSAN
134 BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135 BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136 BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137 BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138 BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139 BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140 BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141 BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142 BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143 BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144 BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145 BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146 BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147 BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148 BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149 BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150 BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151 BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152 BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153 BAB 153 PEMAAFAN
154 BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155 BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156 BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157 BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158 BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159 BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160 BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161 BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162 BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163 BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164 BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165 BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166 BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167 BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168 BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169 BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170 BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171 BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172 BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173 BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174 BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175 BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176 BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177 BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178 BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179 BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180 BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181 BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182 BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183 BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184 BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185 BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186 BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187 BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188 BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189 BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190 BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191 BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192 BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193 BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194 BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195 BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196 BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197 BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198 BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199 BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200 BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201 BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202 BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203 BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204 BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205 BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206 BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207 BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208 BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209 BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210 BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211 BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212 BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213 BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214 BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215 BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216 BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217 BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218 BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219 BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220 BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221 BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222 BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223 BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224 BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225 BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226 BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227 BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228 BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)
Episodes

Updated 228 Episodes

1
BAB 1 AWAL PENGEMBARAAN
2
BAB 2 BERTEMU GADIS KECIL NAN RUSUH
3
BAB 3 MEMERIKSA PENYAKIT PUTRI ANESKA
4
BAB 4 MENGOBATI PUTRI ANESKA
5
BAB 5 BERDUA DI BURITAN KAPAL
6
BAB 6 BERTARUNG DENGAN DUA BERANDALAN PASAR
7
BAB 7 DIHADANG PASUKAN BERTOPENG HITAM
8
BAB 8 CITA-CITA ARIESHA
9
BAB 9 DALANG PERDAGANGAN MANUSIA
10
BAB 10 MENGGAGALKAN PERDAGANGAN MANUSIA
11
BAB 11 TERKUAKNYA RAHASIA TENTANG ARIESHA
12
BAB 12 KISAH CINTA JENDERAL FELIX DAMIAN
13
BAB 13 MEMBERI PELAJARAN KEPADA LETNAN FIDELL
14
BAB 14 MENGHADAP RAJA part.1: LAPORAN YANG MEMBINGUNGKAN
15
BAB 15 MENGHADAP RAJA part.2 : DUGAAN PENASEHAT NOMAN
16
BAB 16 MENGHADAP RAJA part.3 : DIALOG PEJABAT KEEGEN DENGAN DHAFIN
17
BAB 17 MENGHADAP RAJA Part.4 : PERTARUNGAN DI BALAIRUNG ISTANA
18
BAB 18 PERTEMUAN PERTAMA: PERKENALAN
19
BAB 19 DUGAAN RAJA DARIAN CASHEL DIRACUNI
20
BAB 20 MENGOBATI RACUN DI BUKIT KANAYA
21
BAB 21 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part.1: DUGAAN PENDETA NOMAN
22
BAB 22 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 2: 'RACUN ES MERAH' DAN 'RACUN MAYAT BEKU'
23
BAB 23 PERTEMUAN KRISTAL UNGU Part. 3: KISAH TRAGIS RAJA NESHFAL ABRAHAM
24
BAB 24 ANUGRAH YANG AMAT BERHARGA
25
BAB 25 RENCANA PEMBERONTAKAN EMPAT PEJABAT
26
BAB 26 AKHIRNYA KETAHUAN JUGA
27
BAB 27 PERTARUNGAN DI PINTU GERBANG SELATAN
28
BAB 28 PERTEMUAN DI GERBANG SELATAN KOTARAJA
29
BAB 29 BISA ULAR MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
30
BAB 30 TENTANG RACUN BUNGA DUKA
31
BAB 31 APAKAH RASA NYAMAN BERARTI CINTA?
32
BAB 32 MENGOBATI PUTRI AURELLIA DI ISTANA KEJORA
33
BAB 33 MENCIUM TAPI BUKAN MENCIUM
34
BAB 34 TARGET YANG AMAT PENTING
35
BAB 35 BERTARUNG UNTUK MENCARI PENGGANTI
36
BAB 36 PENGINTAI YANG KETAHUAN
37
BAB 37 TARGET PENANGKAPAN
38
BAB 38 PENGAKUAN CINTA DHAFIN DAN ARIESHA
39
BAB 39 FIRASAT DHAFIN
40
BAB 40 INTEROGASI
41
BAB 41 KEMATIAN KONYOL JENDERAL RAINER
42
BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER
43
BAB 43 ARIESHA DAN GRANIA MENJADI SISWI AKADEMI MILITER
44
BAB 44 SEPENGGAL KISAH PANGERAN KEENAN DAN PUTRI CHERYL AURORA
45
BAB 45 PANAH YANG SALAH TARGET TAPI TEPAT
46
BAB 46 MENGUNGKAP PEMBUNUH PERMAISURI MICHELLA
47
BAB 47 TERBUKANYA SEGEL KESAKTIAN PUTRI AURELLIA
48
BAB 48 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.1: BUKANNYA RINDU MALAH MAKIN BENCI
49
BAB 49 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.2: TERGUGAH KARENA MENYAKSIKAN
50
BAB 50 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.3: PANGERAN YANG TAK DIPERHITUNGKAN
51
BAB 51 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.4: BERTEMUNYA DUA PUTRI RAJA
52
BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM
53
BAK 53 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.6: KETERLIBATAN PUTRI FANIZA
54
BAB 54 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.7: TUMBANGNYA TIM PANGERAN ADRIAN
55
BAB 55 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.8 : YANG MULIA TARGET PEMBUNUHAN
56
BAB 56 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.9: FIRASAT YANG TERBUKTI
57
BAB 57 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.10: NONA FARIZA DAN GIBSON
58
BAB 58 PEMENANG TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN
59
BAB 59 PUTRI AGUNG AURELLIA BERTEMU YANG MULIA
60
BAB 60 HILANGNYA PUTRI AGUNG DAN HANCURNYA ISTANA KEJORA
61
BAB 61 TAHUN KEHILANGAN DAN TERPISAH-PISAH
62
BAB 62 BERDUA DI DASAR JURANG: KAYSHILA DAN DHAFIN
63
BAB 63 PEDANG MAWAR MERAH DAN KITAB MAWAR SUTRA MERAH
64
BAB 64 ISTANA CENTAURI
65
BAB 65 TERKUAKNYA FAKTA TENTANG NAMIRA DAN NAIFA
66
BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI
67
BAB 67 KISAH TRAGIS PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
68
BAB 68 PERTEMPURAN DI KAMPUNG NARAYA
69
BAB 69 BERDUA DI MALAM BULAN PURNAMA 1
70
BAB 70 BERDUA DI BAWAH BULAN PURNAMA 2
71
BAB 71 PERTEMUAN DENGAN EMPAT KEPALA KAMPUNG 1
72
BAB 72 PERTEMUAN DENGAN 4 KEPALA KAMPUNG 2
73
BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?
74
BAB 74 TERNYATA ITU CINTA
75
BAB 75 UNGKAPAN PERASAAN PANGERAN BRIAN
76
BAB 76 KEMATIAN TRAGIS 3 KEPALA KAMPUNG
77
BAB 77 PERTEMPURAN 1: PERTEMPURAN DI DUA KAMPUNG
78
BAB 78 PERTEMPURAN 2: PERTEMPURAN DI HUTAN KAMPUNG CARAYA
79
BAB 79 TIGA SAHABAT BERJUMPA KEMBALI
80
BAB 80 INTEROGASI DI WISMA CINTA : PURNAMA MERINDU
81
BAB 81 TERNYATA SEPASANG KEKASIH ITU BERSAUDARA
82
BAB 82 DIKEPUNG GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
83
BAB 83 MENANGKAP PIMPINAN PARA PENGEPUNG
84
BAB 84 INTEROGASI DI BUKIT KANAYA
85
BAB 85 PERUNDINGAN DI ISTANA CENTAURI
86
BAB 86 SATU KAMAR DI PENGINAPAN
87
BAB 87 PERTEMPURAN DI LUAR BATAS PERKAMPUNGAN KOTA ARTHIA
88
BAB 88 PEMBASMIAN SECARA TUNTAS
89
BAB 89 RENCANA BUSUK PENYAIR CABUL YANG GAGAL
90
BAB 90 PERTARUNGAN PENYAIR PEMETIK BUNGA DENGAN GIBSON KYLER
91
BAB 91 TAMATNYA RIWAYAT PENYAIR PEMETIK BUNGA
92
BAB 92 PERJUMPAAN KEMBALI PANGERAN PUSAT DENGAN PENDEKAR PENYAIR
93
BAB 93 BERHASIL MEMASUKI PENJARA BAWAH TANAH
94
BAB 94 MENYELAMATKAN ROMBONGAN PERMAISURI CHALINDA
95
BAB 95 MEMBEBASKAN ROMBONGAN PANGERAN NEVAN
96
BAB 96 BELUM BISA MENYELAMATKAN ROMBONGAN RAJA DARIAN
97
BAB 97 KESETIAKAWANAN DHAFIN DAN GIBSON
98
BAB 98 KESEDIHAN GIBSON
99
BAB 99 KESELAMATAN DAN KEMENANGAN
100
BAB 100 PENGAKUAN KAYSHILA YANG MENYAKITKAN HATI YANG MULIA RATU
101
BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN
102
BAB 102 PERTEMUAN PANGERAN KILLIAN DENGAN PANGERAN AGUNG YANG MENGHARUKAN
103
BAB 103 PERTEMUAN KEDUA: PERTEMUAN DHAFIN DENGAN PUTRI LAVINA ANESKA
104
BAB 104 PENYESALAN PUTRI LAVINA YANG TIADA TARA
105
BAB 105 KABAR PUTRI FANIZA ELVIRA TERKENA RACUN
106
BAB 106 PERTEMUAN YANG ASING
107
BAB 107 TERUNGKAPNYA CINTA PUTRI FANIZA ELVIRA YANG TERSEMBUNYI
108
BAB 108 DUA TELAPAK TANGAN YANG SALING BERSENTUHAN
109
BAB 109 PILIHAN TERBAIK PERMAISURI CHALINDA
110
BAB 110 RACUN CANDU KALA DAN RACUN MADU KALA
111
BAB 111 PERTEMUAN GIBSON KYLER DENGAN GRANIA FRISKA
112
BAB 112 CINTA GRANIA YANG TERLARANG
113
BAB 113 AKU YAKIN KAMULAH JODOHKU
114
BAB 114 DUGAAN PUTRI RAYNA CATHRINE
115
BAB 115 PUNAHNYA MANTRA PELINDUNG PENJARA BAWAH TANAH
116
BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN
117
BAB 117 MEMUTUSKAN UNTUK MELADENI PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN
118
BAB 118 PUTRI RAYNA DAN RAJA ADRIAN BERHASIL DISEGEL
119
BAB 119 MALAM PEMBANTAIAN DI HALAMAN PENJARA BAWAH TANAH
120
BAB 120 AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU TABIB KECIL
121
BAB 121 ANTARA YANG MULIA RATU DAN JENDERAL JESSICA DENGAN DHAFIN
122
BAB 122 CINTAILAH PANGERAN REVAN, KARENA DIA PANTAS UNTUKMU
123
BAB 123 PERTEMPURAN KECIL DI KOTA ARTHIA
124
BAB 124 DHAFIN KE KOTARAJA BERSAMA PUTRI LAVINA ANESKA
125
BAB 125 DHAFIN BERTEMU DENGAN WAKIL KETUA GALEN
126
BAB 126 PERTARUNGAN ANTARA PANGERAN PUSAT MELAWAN WAKA GALEN
127
BAB 127 PERTEMUAN PERTAMA: PANGERAN PUSAT BERTEMU NONA ATHALIA DI KOTARAJA
128
BAB 128 MENYEMBUHKAN PENYAKIT SELIR ASHANA
129
BAB 129 PETEMUAN RAJA GHANIM ALTEZZA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
130
BAB 130 PEJABAT CHOMAN MENGACAU DI KEDIAMAN SELIR ASHANA
131
BAB 131 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 1
132
BAB 132 PERTARUNGAN DI HALAMAN KEDIAMAN SELIR ASHANA Bag. 2
133
BAB 133 SANG UTUSAN
134
BAB 134 PERUNDINGAN MAUT DI BALAIRUNG ISTANA KERAJAAN BENTALA
135
BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA
136
BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM
137
BAB 137 AKHIRNYA YANG MULIA RATU TAHU SIAPA DHAFIN SEBENARNYA
138
BAB 138 PERNYATAAN CINTA YANG MENGUNDANG MALAPETAKA
139
BAB 139 SAATNYA MELUPAKAN MASA LALU DAN MEMULAI DENGAN HARAPAN BARU
140
BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA
141
BAB 141 AKHIRNYA KAMU MAU MENJADI KEKASIHKU
142
BAB 142 SOSOK MISTERIUS PENCURI PEDANG
143
BAB 143 TERNYATA DIA ADALAH ZAFER
144
BAB 144 PERTARUNGAN KUBU PANGERAN REVAN MELAWAN KUBU PANGERAN MARVIN
145
BAB 145 ZAFER SI TUDUNG HITAM VERSUS PANGERAN MARVIN
146
BAB 146 KETULUSAN CINTA NONA ZELYNE
147
BAB 147 PENGAKUAN RAJA GHANIM
148
BAB 148 PENAKLUKKAN KOTA NEHAN
149
BAB 149 KEBIMBANGAN PUTRI EVELINE
150
BAB 150 MENYELAMATKAN SELIR ASHANA
151
BAB 151 WAFATNYA GURU ZEROUN
152
BAB 152 SIDANG PENGHUKUMAN 10 GURU BESAR
153
BAB 153 PEMAAFAN
154
BAB 154 PERTEMUAN SELIR ASHANA DENGAN ZAFER SI TUDUNG HITAM
155
BAB 155 AKHIRNYA SELIR ASHANA MENEMUKAN PUTRANYA
156
BAB 156 SYARAT DHAFIN MENDAPATKAN CINTA SEJATI
157
BAB 157 ANUGERAH TERINDAH BAGI PUTRI ATHALIA
158
BAB 158 KERAGUAN RATU AURELLIA AKAN CINTA SEJATINYA
159
BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1
160
BAB 160 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 2
161
BAB 161 RENCANA PEMBUNUHAN PUTRI ARCELIA CAITLINE
162
BAB 162 PUTRI ARCELIA MELAWAN 3 UTUSAN DARI KERAJAAN LENGKARA
163
BAB 163 KEMATIAN TRAGIS PARA UTUSAN KERAJAAN LENGKARA
164
BAB 164 RAMALAN PENDETA TUA
165
BAB 165 PENYERANGAN GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
166
BAB 166 PANGERAN PUSAT VS WAKA GEROMBOLAN PEDANG TENGKORAK
167
BAB 167 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 1
168
BAB 168 PERTEMUAN TIGA BIDADARI MILIK PANGERAN AGUNG Part. 2
169
BAB 169 PERTEMUAN RAHASIA 8 ORANG KEPENDEKARAN
170
BAB 170 PERTARUNGAN DI UJUNG KAMPUNG
171
BAB 171 PERTARUNGAN PENDEKAR PENYAIR MELAWAN PENYAIR PUTIH
172
BAB 172 PERTARUNGAN TELAH USAI
173
BAB 173 SEPENGGAL KISAH CINTA NYONYA BRIANNA
174
BAB 174 AKHIRNYA GIBSON BERTEMU DENGAN ADIKNYA
175
BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1
176
BAB 176 PERTEMUAN KELUARGA Part. 2
177
BAB 177 PERTEMUAN KELUARGA Part. 3
178
BAB 178 PERTEMUAN KELUARGA Part. 4
179
BAB 179 PERTEMUAN KELUARGA Part. 5
180
BAB 180 CIUMAN PERTAMA RATU AURELLIA CLARETTA DENGAN PANGERAN GHAVIN ALDEBARAN
181
BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1
182
BAB 182 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 2
183
BAB 183 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 3
184
BAB 184 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 1
185
BAB 185 PENYERANGAN PERGURUAN GOLOK HITAM Part. 2
186
BAB 186 PERTEMUAN TIGA PERAMAL DENGAN SELIR HELIANA
187
BAB 187 KISAH-KISAH ASMARA PARA KSATRIA
188
BAB 188 PENGAKUAN PUTRI FANIZA DAN CHAFIK
189
BAB 189 PENAKLUKKAN 4 GERBANG KOTARAJA
190
BAB 190 JEBAKAN TIDAK BERHASIL, MALAH DIJEBAK
191
BAB 191 MEMBASMI 300 PASUKAN ELIT
192
BAB 192 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 1
193
BAB 193 PERTEMPURAN DI GERBANG BARAT KOTARAJA Part. 2
194
BAB 194 KEMATIAN KOMANDAN PERANG BUNDA SURI HELLEN GRETHA
195
BAB 195 KEMATIAN PEJABAT CHOMAN YANG MENGERIKAN DAN MENYEDIHKAN
196
BAB 196 NEGOSIASI PANGERAN ARZAN DENGAN PANGERAN GHAVIN
197
BAB 197 KEMATIAN TRAGIS PANGERAN ARZAN DAN PANGERAN CULLEN
198
BAB 198 RUNTUHNYA KEKUASAAN SELIR HELLEN GRETHA
199
BAB 199 PELANTIKAN RAJA KERAJAAN BENTALA YANG BARU
200
BAB 200 PERANCANGAN TENTANG MISI DI KERAJAAN AMERTA
201
BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN
202
BAB 202 DIHADANG OLEH PASUKAN PENJAGA
203
BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL
204
BAB 204 WILSON DAN SHEILA DIJEBAK DI GARDU JAGA
205
BAB 205 MENIKMATI MALAM DI GARDU JAGA
206
BAB 206 PERTEMPURAN DI BAWAH HUJAN DERAS
207
BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS
208
BAB 208 STRATEGI PERANG YANG MENGAGUMKAN
209
BAB 209 AGENDA-AGENDA KERAJAAN AMERTA
210
BAB 210 PERIZINAN PALSU RANIYA
211
BAB 211 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 1
212
BAB 212 PERTARUNGAN MELAWAN 10 PENDEKAR ISTANA Part. 2
213
BAB 213 MAKSUD TERSELUBUNG RANIYA INGIN MENGIKUTI DHAFIN
214
BAB 214 PETAKA MENIMPA RANIYA DAN NAURA
215
BAB 215 MEREKA DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
216
BAB 216 PERSETERUAN ANTARA WILSON DENGAN ARSENIO
217
BAB 217 WILSON VERSUS ARSENIO
218
BAB 218 TERJEBAK TANPA DIRENCANA
219
BAB 219 BELUM CUKUP UNTUK MENGALAHKAN MEREKA
220
BAB 220 DHAFIN DIANGKAT MENJADI KETUA PASUKAN TANGGUH
221
BAB 221 TERUNGKAPNYA RAHASIA DHAFIN MENOLAK MENJADI RAJA
222
BAB 222 SUMPAH DARAH DI BUKIT KANAYA
223
BAB 223 RENCANA PENYERANGAN PASUKAN KERAJAAN LENGKARA
224
BAB 224 KOTA HAYDEN SEBAGAI BASIS PERTAHANAN SEMENTARA
225
BAB 225 TERBUKANYA SEGEL PENGHILANG INGATAN
226
BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA
227
BAB 227 BERAKHIRNYA TIRANI PUTRI RAYNA CATHRINE
228
BAB 228 PELANTIKAN SEBAGAI MAHARAJA DAN MENIKAH DENGAN KETIGA KEKASIHNYA (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!