Semua masih terasa hening dan tenang sebelum kemudian sebuah ketukan di pintu yang berulang ulang terdengar memekakkan telinga Putri. Ia membuka matanya yang masih terasa perih dan berat lantas menggulingkan badannya ke pinggir ranjang. Reza sudah tak ada di lantai dan karpet tempatnya tidur sudah rapi. Kemana dia??
Mau tak mau Putri beranjak duduk dan menolehi pintu yang masih diketuk dari luar.
"Iya sebentar.." sahut Putri serak seraya merapikan rambutnya yang panjang dan menurunkan kakinya pelan.
Dengan langkah gontai Putri menuju pintu dan memutar kunci serta knopnya. Bu Mirna muncul dibalik pintu dengan senyum khasnya.
"Baru bangun Mbak Putri??" Tanya Bu Mirna basa basi, tanpa bertanya pun ia bisa melihat keadaan Putri yang kucel dengan rambut acak acakan serta wajah glowing karena berminyak.
Putri tersenyum dan mengangguk keki, " iya bu Mirna, semalam habis maraton nonton drakor.." sahut Putri malu malu,
Bu Mirna menyerahkan sebuah kertas dan tersenyum lagi, " ini kwitansi pembayaran kamar, tadi pagi Mas Reza mampir kerumah sebelum berangkat..,"
Berangkat?? Kemana?? Putri menggaruk keningnya bingung, ia membaca sekilas kwitansi di tangannya. Pelunasan pembayaran untuk setahun kedepan. Setahun!??? Apa Reza kabur??
"Iya makasih bu Mirna, maaf sudah merepotkan.."
"Ahh gapapa, kalo butuh apa apa bisa hubungi nomor saya di kwitansi itu sudah ada..,"
"Baik... terimakasih bu.."
Bu Mirna tersenyum lagi dan beranjak pamit.
Putri lekas menutup pintu kamarnya dan membaca kertas kwitansi itu lagi dengan tangan bergetar. Jangan sampai Reza kabur ato dia akan mati pelan pelan di tempat kos ini..
'Telah terima dari Syahreza P. atas pembayaran kamar kos B14untuk 12 bulan'
Putri menelan salivanya gugup, bagaimana ini?? Kenapa Reza meninggalkannya tanpa pesan seperti ini??
Lekas Putri mengunci pintu kamarnya dan duduk lagi di ranjang. Cukup lama ia termenung sebelum kemudian hidungnya mencium aroma masakan kesukaannya. Putri berpaling mengawasi meja yang sudah tertata rapi dengan piring dan nasi bungkus. Ia berdiri ragu, apa Reza yang membelikannya??
Ada secarik kertas di bawah piring, Putri menariknya perlahan.
"Selamat pagi Putri tidur! Hari ini aku ada urusan penting, sepertinya akan kembali sore atau malam... jangan keluar kamar kalo gak penting penting banget! Untuk sarapanmu sudah aku siapkan smoga masih hangat saat kamu makan nanti dan makan siangmu sudah aku pesankan di warung depan kos jam 2 siang nanti diantar ke kamar sama pak Ali..., ingat jangan bukakan kamar untuk siapapun kecuali aku atau pak Ali!"
-REZA-
Nb: ini nomor ponselku, simpan dan jangan beritahu siapapun (07829372930), kalo ada yang mendesak telpon saja oke?!
Putri menghembuskan nafasnya lega, ia menyentuh kertas nasi di piring yang sudah dingin. Setidaknya Reza hanya meninggalkannya sampai sore, melanjutkan nonton drakor sambil sarapan sepertinya seru!
Satu jam..
Dua jam..
Tiga jam..
Pintu kamar Putri diketuk seseorang lagi, ia menolehi jam dinding diatas pintu. Jam 2 siang. Itu pasti pak Ali yang mengantar makan siang untuknya!
Lekas Putri menekan tombol pause pada ponselnya untuk menjeda film drakor favoritnya dan berlari ke pintu. Memutar kunci dan knop.
"Hay!!" Sapa sebuah suara bariton yang tak asing bagi Putri.
Sontak Putri ternganga syok, Toriq!!!
"Tadi aku melihat pak Ali mau mengantar makan siang buatmu, jadi aku ambil alih tugasnya.." lanjut Toriq tersenyum.
Putri menelan salivanya gugup, rasanya ia bahkan tak sanggup berdiri.
Toriq menyerahkan sebuah kotak nasi pada Putri dan mendekat kearahnya.
"Jangan mendekat!" Desis Putri takut, ia mundur selangkah.
Toriq tersenyum dan tertawa kecil. Ia melihat raut Putri yang memucat dengan geli.
"Ya ampun, jangan takut begitu! Aku bukan hantu.." goda Toriq sambil tertawa.
Putri menarik kotak nasi dari tangan Toriq dan lekas mundur lalu menutup pintu kamarnya. Ia mengunci pintu itu dan menggeser meja nakas di samping ranjang untuk menahan pintu. Ia khawatir Toriq akan memaksa untuk masuk dan mendobrak pintunya.
"Baiklah, terimakasih atas sambutannya tuan Putri.., aku pastikan kita akan sering bertemu setelah ini.." teriak Toriq dari luar kamar.
Putri bisa mendengar ucapan Toriq dengan jelas. Tubuhnya bergetar takut. Betapa cerobohnya tadi ia membuka pintu sembarangan. Reza pasti akan marah kalo tau ia lalai..
Tak berapa lama, Putri mulai bisa menenangkan dirinya. Ia beranjak ke kamar mandi dan memutuskan untuk mengguyur tubuhnya yang lengket oleh keringat. Pertemuannya dengan Toriq membuat ia trauma, ia khawatir laki laki pemabuk itu akan melakukan hal hal buruk padanya.
Masih terbayang dengan jelas wajah Toriq malam itu. Wajah menakutkan yang penuh amarah dan nafsu. Marah pada Reza dan bernafsu pada Putri. Manusia gila! Rutuk Putri dalam hati..
Bila saja Toriq bukan keponakan bu Mirna mungkin Reza akan menghajarnya malam itu. Putri bisa melihat jelas amarah di wajah Reza, dan ia takut melihat wajah Reza yang sedang marah seperti itu.
Jam 5 sore..
Putri sedang menonton drama koreanya saat pintu kamar tiba tiba diketuk seseorang dari luar. Putri mengecilkan volume speaker di ponselnya dan beranjak ragu.
"Siapa??" Tanya Putri takut dari balik pintu, ia tak berani lagi membuka tanpa tau siapa yang sedang berada di luar.
"Ini aku Put..." sahut sebuah suara yang sudah sedari tadi Putri nanti. Reza!!
Lekas Putri menggeser lemari nakas yang menghalangi di pintu dan memutar kunci serta membuka pintu dengan lega.
Reza tersenyum lebar saat melihat Putri membukakan pintu untuknya, entah mengapa ia merasa berbunga bunga saat ada seseorang yang menantinya pulang seperti sekarang..
Putri membuka pintu lebih lebar agar Reza bisa masuk kedalam kamar. Ia mengamati raut Reza yang nampak bahagia.
"Kak Reza darimana??" Tanya Putri penasaran,
Reza melepas jaketnya dan menggantungnya didalam lemari.
"Dari kerja lah.."
Putri mengernyit heran, "sudah dapat?? Cepat amat.."
"Apa sih yang gak bisa aku lakuin..!" Goda Reza menyombongkan diri.
Putri mencibir cepat, Reza tertawa melihatnya.
"Kamu ngapain aja hari ini?" Tanya Reza sambil mengamati seisi kamar yang masih saja berantakan seperti saat ia meninggalkannya tadi pagi.
"Tiduran.., nonton drama, makan.., tiduran lagi.."
"Cih, enak bener hidup tuan Putri.." tukas Reza sambil memungut selimut Putri yang tercecer di lantai lantas melipatnya.
" iyalah! Kan kak Reza yang nyuruh Putri gak boleh kemana mana.., yaudah Putri dikamar aja seharian.."
"Bukan gak boleh kemana mana, boleh kok kemana mana asal jelas aja perginya.."
"Gak mau ah, gini aja Putri udah seneng kok dikamar sendirian..,"
Reza mengawasi Putri yang kembali asik dengan ponselnya.
"Kamu gak boring??" Tanya Reza heran,
Putri menggeleng cepat, "aku lebih boring baca buku kayanya daripada nonton drakor.."
Reza terkekeh, Putri menohok hobinya.
"Yaudah lah, do what makes you happy.." sahut Reza sambil beranjak ke kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
NAZERA ZIAN
sifat reza kaya gini, siapapun wanita pasti akan terenyuh dan klepek klepek. Bodoh bgt klw Putri hny menganggapnya sebagai seorang kakak.
2022-11-16
0