Bab 16 Waktu Luang Diganggu

Makanan tertata rapi di meja. Meski yang duduk di sana hanya dua orang, makanan yang tersaji tidak sanggup dihabiskan oleh dua orang. Julliane menatap makanannya dengan terheran-heran.

"Seharusnya kita mengundang orang lebih banyak," gumam Julliane melihat makanan yang berada di depannya.

Ian dapat mendengarnya menjawab, "Aku datang ke Kerajaan ke sini sendirian dan kita sama sekali tidak punya teman, mau bagaimana lagi, Juli." Ia mengangkat kedua bahunya.

Sebenarnya bukan itu maksud Julliane. Ian telah salah paham. Namun, Julliane tertohok pada kata tidak punya teman. Ia punya teman, yaitu Letta. Tetapi roh itu berteman dengannya karena sekarang ia adalah Julliane, tidak lebih. Selain Letta, tidak ada yang pantas disebut teman kecuali Ian.

Akan kucoba mencari teman setelah ini.

"Kita coba habiskan ini." Julliane mengalihkan pembicaraan. Mulutnya terbuka memasukkan makanan yang ada di depannya. Ia tersenyum karena rasa daging yang melumer di mulutnya.

Ian yang dari tadi memandang Julliane tersenyum melihat tingkahnya. Ini pertama kalinya ia makan bersama dengan Julliane. Dulu saat mereka bertunangan, Julliane meminta makanannya diantar ke kamarnya. Ian berulang kali meminta Julliane bergabung saat makan bersama. Permintaan tulus itu ditolak Julliane demi kepentingan semuanya. Sang Putri Terkutuk tidak ingin melukai orang lain, meski sebenarnya telah menyakiti perasaan Keluarga Kerajaan Constain. Jadi pemandangan yang di depan Ian saat ini sangat menarik.

Lelaki berbaju hitam memasuki restoran. Langkahnya terhenti di depan meja Julliane dan Ian. Tangan lelaki itu menggebrak meja makan. Piring-piring tersentak. Beberapa makanan yang masih utuh berserakan di meja dan lantai.

Semua orang yang ada di restoran menoleh ke arah lelaki itu. Pegawai restoran tak berani mendekati lelaki itu, karena terkenal sebagai bangsawan yang bengis.

Julliane menatap tajam lelaki yang telah merusak makan siangnya. "Apa maumu Kyler Orsin?" Sikap sopan tidak diperlukan dalam meladeni orang yang tahu apa arti kesopanan.

Kyler mengabaikan Julliane. Matanya tertuju pada Ian yang sama sekali tidak melihatnya. Merasa keributan yang ia buat belum cukup, Kyler membalikkan meja.

Prang... Prang... Prang..

Piring-piring pecah berhamburan. Julliane yang tidak tahan lagi ingin melontarkan kata-kata kasar pada lelaki lancang ini. Sebelum Julliane bertindak, Ian yang daritadi diam berdiri mencengkeram kerah Kyler. Ia dari tadi menahan amarahnya agar tidak memukul orang yang menghancurkan suasana makan siang yang sangat menyenangkan tadi. Tali pengekangnya sudah terputus.

"Mari bertarung Pangeran Ian. Kita lihat siapa yang lebih kuat," tantang Kyler.

Cengkeraman tangan Ian semakin kuat hingga uratnya menonjol. Sorot kemarahan berkobar semakin tinggi. "Aku terima tantanganmu Kyler Orsin."

"Hentikan!" teriak Julliane.

Julliane berdiri menatap Ian dan Kyler secara bergantian. "Apa kalian sudah gila? Apa di kepala lelaki hanya ada bertarung dan bertarung untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat? Pikirkanlah orang-orang yang datang ke sini untuk makan dengan tenang," omel Julliane.

Ian mengedarkan pandangan ke sekitar. Seluruh mata menatap dirinya dan Kyler dengan ketakutan. Terutama gadis-gadis bangsawan, tangan mereka gemetaran. Bahkan ada yang meninggalkan restoran ini.

Ian melepas tangannya lalu berbalik. Ia menyesal karena telah meledak. Bahunya naik turun mengatur napasnya.

"Saya akan menantang Anda kembali bila bertemu, Pangeran Ian," ucap Kyler sambil menjauhi Ian. Dengan santainya Kyler keluar tanpa rasa bersalah sedikit pun pada orang yang berada di sana.

Helaan napas lega terdengar di seluruh penjuru ruangan. Pengganggu telah pergi.

"Saya minta maaf atas keributan barusan. Sebagai gantinya, saya akan membayar seluruh makanan kalian." Julliane tersenyum. Tidak ada kebohongan atau keengganan di dalam ucapannya.

Ian segera menghentikan tindakan Julliane. Membiarkan orang untuk menanggung kesalahannya sama sekali tidak membuatnya senang. "Tidak ini semua salah saya. Saya yang akan mengganti semuanya."

Semua orang yang ada di restoran itu tampak gembira. Mereka segera menyantap makanan dengan lahap melupakan keributan yang baru saja terjadi.

Pegawai restoran segera mengantar Ian dan Julliane ke meja yang baru. Ian menunggu Jullaine duduk duluan, tetapi Putri ini bergeming. Sadar bahwa Julliane marah, Ian segera meminta maaf. "Maafkan aku, Juli. Makan siang kita jadi berantakan. Aku akan menebusnya berkali-kali lipat."

Julliane menggeleng. "Itu tidak perlu, Ian. Sekarang aku sudah kenyang. Lebih baik kita ke tempat lain untuk melepas kepenatan ini."

"Baik, ke mana pun itu aku akan menemanimu." Ian tersenyum. Ternyata perkiraannya salah. Hatinya dipenuhi kelegaan. Tangannya merogoh kantong berisi koin emas yang jumlahnya mampu membayar makanan seluruh pengunjung yang berada di sini. Ia menyerahkan kantong itu pada bagian kasir dan memintanya menagih kekurangan ke penginapan yang ditinggali oleh Ian selama berada di Kerajaan Yuvinere.

Julliane mengajak Ian ke pantai yang berada di pinggir ibu kota. Sudah lama sekali Julliane ingin melihat keindahan alam. Di kehidupannya yang lalu ataupun sekarang yang dilihatnya hanyalah suasana perkotaan. Ia ingin menikmati seluruh waktunya di sini.

Tak ada lima detik Julliane melepas sepatunya. Kakinya tercebur merasakan hangatnya air. Air memejamkan mata mendongak ke atas. Angin laut menerpa wajahnya. Rambutnya yang bergelombang terbang diterpa angin. Kecantikan wajahnya semakin bersinar.

Mata Ian sama sekali tidak berkedip memandangi keindahan yang ada di depannya ini. Bukan laut. Tetapi Julliane. Ini pertama kalinya ia tidak mampu memalingkan wajah dari seorang gadis.

Julliane segera membuka matanya. Menyadari Ian yang masih berdiam diri, Julliane menariknya.

"Ayo kita bersenang-senang hari ini." Senyum lebar merekah di bibir Julliane.

Ian melangkahkan kaki untuk mengikutinya. Ia masih terpukau dan tidak bisa memikirkan apa pun. Tangan Julliane mulai lepas perlahan dari pergelangan tangan Ian. Karena terlalu bersemangat, Julliane mulai goyah hampir terjatuh ke air. Dengan sigap Ian menopang tubuh Julliane. Jarak mereka hanya beberapa centi saja.

Syukurlah, kalau sampai terkena air riasanku akan luntur.

"Maafkan aku. Seharusnya aku lebih berhati-hati," ucap Julliane sambil tertawa lepas menutupi ketakutannya.

Ian melepaskan pelukannya. Ia pun tertawa lepas menutupi jantungnya yang berdebar keras di dadanya.

Terpopuler

Comments

Elwi Chloe

Elwi Chloe

Seru pertarungannya

2022-04-16

2

Mom FA

Mom FA

next tor🥰😍

2022-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2 Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3 Bab 3 Rencana Cadangan
4 Bab 4 Debutante
5 Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6 Bab 6 Mengajari Pangeran
7 Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8 Bab 8 Penculikan
9 Bab 9 Interogasi Penculik
10 Bab 10 Tawaran Menikah
11 Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12 Bab 12 Kedatangan Pangeran
13 Bab 13 Pesta Berburu
14 Bab 14 Menangkap Basah
15 Bab 15 Duel
16 Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17 Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18 Bab 18 Kemurkaan
19 Bab 19 Penebar Rasa Takut
20 Bab 20 Hadiah
21 Bab 21 Rencana
22 Bab 22 Ditolak
23 Bab 23 Hadiah yang Hancur
24 Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25 Bab 25 Kutukan
26 Bab 26 Orang Terkasih
27 Bab 27 Perbuatan Usil
28 Bab 28 Calon Putri Mahkota
29 Bab 29 Danau
30 Bab 30 Gencatan Senjata
31 Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32 Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33 Bab 33 Terpaan Masalah
34 Bab 34 Pertengkaran
35 Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36 Bab 36 Ide Baru
37 Hiatus Revisi
38 Bab 37 Proses Baik
39 Bab 38 Ingkar Janji
40 Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41 Bab 40 Teman Palsu
42 Bab 41 Serangan Monster
43 Bab 42 Serangan Balik
44 Bab 43 Penuduhan
45 Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46 Bab 45 Pundi Uang
47 Bab 46 Pemecatan
48 Bab 47 Keraguan
49 Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50 Bab 49 Pelarian
51 Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52 Bab 51 Tipu Muslihat
53 Bab 52 Pertemuan
54 Bab 53 Jantung Berdebar
55 Bab 54 Gara-Gara Alergi
56 Bab 55 Terpaksa Kembali
57 Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58 Bab 57 Akhir atau Awal?
59 Bab 58 Putus Asa
60 Bab 59 Kerelaan
61 Bab 60 Menjalani Hidup
62 Bab 61 Mencari Restu
63 Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64 Ucapan Terima Kasih dan Curhat
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2
Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3
Bab 3 Rencana Cadangan
4
Bab 4 Debutante
5
Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6
Bab 6 Mengajari Pangeran
7
Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8
Bab 8 Penculikan
9
Bab 9 Interogasi Penculik
10
Bab 10 Tawaran Menikah
11
Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12
Bab 12 Kedatangan Pangeran
13
Bab 13 Pesta Berburu
14
Bab 14 Menangkap Basah
15
Bab 15 Duel
16
Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17
Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18
Bab 18 Kemurkaan
19
Bab 19 Penebar Rasa Takut
20
Bab 20 Hadiah
21
Bab 21 Rencana
22
Bab 22 Ditolak
23
Bab 23 Hadiah yang Hancur
24
Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25
Bab 25 Kutukan
26
Bab 26 Orang Terkasih
27
Bab 27 Perbuatan Usil
28
Bab 28 Calon Putri Mahkota
29
Bab 29 Danau
30
Bab 30 Gencatan Senjata
31
Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32
Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33
Bab 33 Terpaan Masalah
34
Bab 34 Pertengkaran
35
Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36
Bab 36 Ide Baru
37
Hiatus Revisi
38
Bab 37 Proses Baik
39
Bab 38 Ingkar Janji
40
Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41
Bab 40 Teman Palsu
42
Bab 41 Serangan Monster
43
Bab 42 Serangan Balik
44
Bab 43 Penuduhan
45
Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46
Bab 45 Pundi Uang
47
Bab 46 Pemecatan
48
Bab 47 Keraguan
49
Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50
Bab 49 Pelarian
51
Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52
Bab 51 Tipu Muslihat
53
Bab 52 Pertemuan
54
Bab 53 Jantung Berdebar
55
Bab 54 Gara-Gara Alergi
56
Bab 55 Terpaksa Kembali
57
Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58
Bab 57 Akhir atau Awal?
59
Bab 58 Putus Asa
60
Bab 59 Kerelaan
61
Bab 60 Menjalani Hidup
62
Bab 61 Mencari Restu
63
Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64
Ucapan Terima Kasih dan Curhat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!