Julliane adalah putri pertama kerajaan Yuvinere. Tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya karena kutukannya. Mereka takut tertular. Bahkan kedua orang tuanya sekali pun ikut membenci Julliane. Padahal sebenarnya kutukan itu tidak dapat menular.
Begitu Julliane lahir, kedua orang tuanya merasa syok melahirkan putri terkutuk. Di setiap generasi keluarga kerajaan Yuvinere pasti ada salah satu yang terkena kutukan. Ini dikarenakan kutukan dari Raja Roh yang pernah dikhianati oleh leluhur kerajaan Yuvinere.
Raja dan Ratu mengucilkan Julliane begitu melahirkan putri kedua yang lebih cantik dan terhindar dari kutukan. Kasih sayang mereka hanya tertuju pada adik Julliane, Ellaine. Mereka semakin berbahagia mendapat putra yang menjadi Putra Mahkota. Tak ada sisa cinta untuk Julliane, bahkan adik-adiknya tidak diperbolehkan menemuinya karena takut terkena kutukan dan kesialan.
Kutukan Julliane berbentuk tato mengerikan yang berada di sekitar matanya. Sejak lahir ia harus menggunakan topeng untuk menutupinya karena malu.
Ada satu cara untuk mematahkan kutukan ini yaitu mencari cinta sejati. Julliane berusaha mencari cinta sejatinya. Dia mendekati banyak lelaki, tetapi semuanya menjauhinya. Usahanya sia-sia. Semua mata dan perhatian dari lelaki hanya tertuju pada Ellaine. Sampai-sampai Ellaine bingung memilih laki-laki yang akan menjadi pasangan hidupnya.
Ellaine mengadakan sayembara. Bagi lelaki yang bisa mendapatkan hatinya dalam waktu satu bulan, Ellaine akan menikahinya. Hanya tersisa tiga pemeran utama pria yang mampu meluluhkan hati Ellaine. Dia akan menikah dengan lelaki yang terbaik.
Ellaine yang mendapatkan cinta dari banyak orang membuat Julliane iri. Julliane berniat melukai wajah cantik Ellaine yang dibanggakannya. Namun, rencananya digagalkan dengan mudah oleh kekasih Ellaine. Raja yang murka atas perbuatan Julliane mengusirnya dari istana.
Julliane membenci semua orang, hingga merasa kesakitan. Apabila ia membenci orang lain tato kutukannya akan terasa sakit. Semakin banyak orang yang ia benci maka rasa sakitnya akan semakin menumpuk. Akibat tak tahan rasa sakit luar biasa yang dideritanya, Julliane meninggal sendirian di luar istana. Tak ada yang meratapi atau menangisinya. Sedangkan adiknya hidup bahagia bersama kekasihnya. Sungguh kehidupan yang sangat miris.
Olivia masih menatap wajahnya yang berubah menjadi Julliane. Ia berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.
Aku berada di dalam dunia novel? Apa ini mimpi?
Tangan Olivia yang berubah jadi kurus dan mulus mencubit pipinya sekali lagi. Sakit. Ini benar-benar bukan mimpi.
Olivia menyentuh wajahnya yang mulus dan sangat cantik. Tato di sekitar matanya memang sedikit mengerikan tetapi memiliki nilai seni. Orang-orang yang menjauhi Julliane pasti tidak tahu nilai seni dari tato ini.
Tiba-tiba ada orang mungil sebesar telapak tangan yang melayang muncul di depannya. Olivia terperanjat hingga terjatuh.
"Duh... duh... duh..." Olivia memegangi pantatnya yang terasa sakit.
"Siapa kamu? Juli tidak bakalan seterkejut itu melihatku," selidik orang mungil itu.
Olivia melihat ke arah orang itu. Ia tahu siapa orang mungil itu. Letta, roh yang menjadi teman Julliane sejak kecil. Julliane memanggil Letta saat berumur enam tahun. Tidak ada yang tahu tentang hal ini, karena Julliane takut keberadaan Letta malah akan membuat ia semakin dijauhi oleh orang-orang. Dari Letta-lah Julliane tahu cara untuk mematahkan kutukannya. Hanya Letta yang peduli kepada Julliane. Mereka sangat dekat hingga roh ini memanggil Julliane dengan nama panggilan.
"Aku ehm..."
Olivia bingung harus menjawab bagaimana. Ia menggaruk-garuk pipinya.
Haruskah aku jujur saja? Tetapi apa dia bakalan percaya?
Letta yang tidak sabar, mengobrak-abrik kamar Julliane, menakut-nakuti Olivia. Olivia langsung meringkuk membeberkan semuanya.
"Aku tidak tahu kenapa bisa sampai ke sini. Kemarin aku membaca novel berjudul 'Bunga Istana' yang menceritakan tentang Ellaine dan Julliane. Lalu tiba-tiba pagi ini aku masuk ke tubuh Julliane."
Letta mendekati Olivia sambil memicingkan mata. Ia mengamati orang asing yang berada di tubuh Julliane. Ia bersedekap lalu mengangguk-angguk.
"Baiklah, aku percaya."
Olivia merasa lega. Lalu terlintas pertanyaan lain dipikirannya.
"Apa aku bisa kembali ke duniaku?"
"Aku tidak tahu, mungkin kamu baru bisa kembali setelah menyelesaikan semuanya."
Apa jangan-jangan aku ke sini untuk mengubah nasib Julliane? Jangan-jangan aku baru bisa kembali setelah kutukan Julliane dipatahkan.
Olivia bersedekap sambil berpikir keras. Ia memikirkan cara untuk mengubah pandangan orang-orang terhadap Julliane. Ia akan membuat Julliane menjadi cantik dan tidak ditakuti oleh banyak orang.
"Apa aku boleh minta bantuanmu?" tanya Olivia.
"Bantuan apa?" tanya Letta.
Olivia membisikkan sesuatu pada Letta. Letta mengangguk-angguk.
"Baiklah, karena ini demi kepentingan Juli aku akan membantumu."
"Terima kasih, Letta."
Olivia membasuh diri terlebih dahulu. Tidak ada pelayan yang membantunya karena mereka semua takut karena kutukan Julliane. Julliane melakukan apa pun sendirian. Mulai dari mandi, membersihkan kamar, dan merias diri. Putri kerajaan yang seharusnya dimanjakan malah melakukan semuanya sendiri. Olivia tidak mempermasalahkan hal ini, karena ia sudah terbiasa dididik hidup mandiri. Yang ia sayangkan adalah perilaku buruk orang-orang pada Julliane.
Olivia mengeringkan tubuhnya. Ia melihat bayang Julliane di cermin. Tangan emas Olivia merias wajah Julliane. Dengan cekatan tato Julliane terlihat menonjol dan sangat cantik.
Olivia membanggakan diri atas karyanya ini. Menurutnya ini adalah mahakaryanya yang terbaik. Bila masih berada di dunianya, ia akan memamerkan ini di media sosialnya.
Letta terkesima melihat Julliane yang secantik ini. Orang yang berada di dalam tubuh Julliane ternyata sangat hebat dan baik.
"Bagaimana?" tanya Olivia pada Letta.
"Kamu luar biasa. Juli sangat cantik," puji Letta.
"Tentu saja," jawab Olivia dengan bangga.
Olivia akan melepas topeng Julliane. Ia akan pergi keluar kamarnya untuk menunjukkannya pada orang-orang. Dengan ini, orang-orang tidak akan takut pada Julliane dan akan mendekatinya. Julliane belum pernah menunjukkan wajah aslinya pada orang-orang istana, kecuali pada orang tuanya. Warga istana pasti akan memuji kecantikan Julliane.
Olivia memakai gaun Julliane. Semuanya terlihat sangat cantik. Meski tidak dicintai oleh orang tuanya, mereka tetap membelikan Julliane pakaian yang pantas.
Olivia mengurai rambut emas Julliane yang bergelombang. Ini akan meningkatkan pesona dari Putri Terkutuk ini. Olivia keluar dari kamar Julliane. Mulai sekarang ia akan dipanggil Julliane.
Julliane melangkahkan kaki dengan percaya diri keluar dari sangkarnya. Ia berjalan melewati lorong menuju taman istana utama. Julliane tinggal di gedung yang berbeda dari dari saudara-saudarinya. Adik-adiknya tinggal di gedung istana utama sedangkan ia tinggal di gedung istana untuk selir. Karena ayahnya tidak mempunyai selir, Julliane diasingkan di sana untuk menjauhkannya dari adik-adiknya.
Begitu sampai di wilayah istana utama, reaksi dari orang-orang yang melihat Julliane tidak sesuai perkiraannya. Mereka semua lari ketakutan sambil berteriak.
'Dasar orang-orang yang tidak mengerti seni,' gerutu Julliane dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Flouie
hahahah
2022-10-09
1
Flouie
kasihan banget :(
2022-10-09
1
Miss GH
kereen langsung masuk kedalam novel
2022-04-05
1