Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk

Julliane adalah putri pertama kerajaan Yuvinere. Tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya karena kutukannya. Mereka takut tertular. Bahkan kedua orang tuanya sekali pun ikut membenci Julliane. Padahal sebenarnya kutukan itu tidak dapat menular. 

Begitu Julliane lahir, kedua orang tuanya merasa syok melahirkan putri terkutuk. Di setiap generasi keluarga kerajaan Yuvinere pasti ada salah satu yang terkena kutukan. Ini dikarenakan kutukan dari Raja Roh yang pernah dikhianati oleh leluhur kerajaan Yuvinere. 

Raja dan Ratu mengucilkan Julliane begitu melahirkan putri kedua yang lebih cantik dan terhindar dari kutukan. Kasih sayang mereka hanya tertuju pada adik Julliane, Ellaine. Mereka semakin berbahagia mendapat putra yang menjadi Putra Mahkota. Tak ada sisa cinta untuk Julliane, bahkan adik-adiknya tidak diperbolehkan menemuinya karena takut terkena kutukan dan kesialan.

Kutukan Julliane berbentuk tato mengerikan yang berada di sekitar matanya. Sejak lahir ia harus menggunakan topeng untuk menutupinya karena malu.

Ada satu cara untuk  mematahkan kutukan ini yaitu mencari cinta sejati. Julliane berusaha mencari cinta sejatinya. Dia mendekati banyak lelaki, tetapi semuanya menjauhinya. Usahanya sia-sia. Semua mata dan perhatian dari lelaki hanya tertuju pada Ellaine. Sampai-sampai Ellaine bingung memilih laki-laki yang akan menjadi pasangan hidupnya.

Ellaine mengadakan sayembara. Bagi lelaki yang bisa mendapatkan hatinya dalam waktu satu bulan, Ellaine akan menikahinya. Hanya tersisa tiga pemeran utama pria yang mampu meluluhkan hati Ellaine. Dia akan menikah dengan lelaki yang terbaik.

Ellaine yang mendapatkan cinta dari banyak orang membuat Julliane iri. Julliane berniat melukai wajah cantik Ellaine yang dibanggakannya. Namun, rencananya digagalkan dengan mudah oleh kekasih Ellaine. Raja yang murka atas perbuatan Julliane mengusirnya dari istana. 

Julliane membenci semua orang, hingga merasa kesakitan. Apabila ia membenci orang lain tato kutukannya akan terasa sakit. Semakin banyak orang yang ia benci maka rasa sakitnya akan semakin menumpuk. Akibat tak tahan rasa sakit luar biasa yang dideritanya, Julliane meninggal sendirian di luar istana. Tak ada yang meratapi atau menangisinya. Sedangkan adiknya hidup bahagia bersama kekasihnya. Sungguh kehidupan yang sangat miris.

Olivia masih menatap wajahnya yang berubah menjadi Julliane. Ia berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.

Aku berada di dalam dunia novel? Apa ini mimpi?

Tangan Olivia yang berubah jadi kurus dan mulus mencubit pipinya sekali lagi. Sakit. Ini benar-benar bukan mimpi. 

Olivia menyentuh wajahnya yang mulus dan sangat cantik. Tato di sekitar matanya memang sedikit mengerikan tetapi memiliki nilai seni. Orang-orang yang menjauhi Julliane pasti tidak tahu nilai seni dari tato ini. 

Tiba-tiba ada orang mungil sebesar telapak tangan yang melayang muncul di depannya. Olivia terperanjat hingga terjatuh.

"Duh... duh... duh..." Olivia memegangi pantatnya yang terasa sakit.

"Siapa kamu? Juli tidak bakalan seterkejut itu melihatku," selidik orang mungil itu.

Olivia melihat ke arah orang itu. Ia tahu siapa orang mungil itu. Letta, roh yang menjadi teman Julliane sejak kecil. Julliane memanggil Letta saat berumur enam tahun. Tidak ada yang tahu tentang hal ini, karena Julliane takut keberadaan Letta malah akan membuat ia semakin dijauhi oleh orang-orang. Dari Letta-lah Julliane tahu cara untuk mematahkan kutukannya. Hanya Letta yang peduli kepada Julliane. Mereka sangat dekat hingga roh ini memanggil Julliane dengan nama panggilan.

"Aku ehm..." 

Olivia bingung harus menjawab bagaimana. Ia menggaruk-garuk pipinya. 

Haruskah aku jujur saja? Tetapi apa dia bakalan percaya?

Letta yang tidak sabar, mengobrak-abrik kamar Julliane, menakut-nakuti Olivia. Olivia langsung meringkuk membeberkan semuanya.

"Aku tidak tahu kenapa bisa sampai ke sini. Kemarin aku membaca novel berjudul 'Bunga Istana' yang menceritakan tentang Ellaine dan Julliane. Lalu tiba-tiba pagi ini  aku masuk ke tubuh Julliane."

Letta mendekati Olivia sambil memicingkan mata. Ia mengamati orang asing yang berada di tubuh Julliane. Ia bersedekap lalu mengangguk-angguk.

"Baiklah, aku percaya."

Olivia merasa lega. Lalu terlintas pertanyaan lain dipikirannya. 

"Apa aku bisa kembali ke duniaku?"

"Aku tidak tahu, mungkin kamu baru bisa kembali setelah menyelesaikan semuanya."

Apa jangan-jangan aku ke sini untuk mengubah nasib Julliane? Jangan-jangan aku baru bisa kembali setelah kutukan Julliane dipatahkan.

Olivia bersedekap sambil berpikir keras. Ia memikirkan cara untuk mengubah pandangan orang-orang terhadap Julliane. Ia akan membuat Julliane menjadi cantik dan tidak ditakuti oleh banyak orang.

"Apa aku boleh minta bantuanmu?" tanya Olivia.

"Bantuan apa?" tanya Letta.

Olivia membisikkan sesuatu pada Letta. Letta mengangguk-angguk.

"Baiklah, karena ini demi kepentingan Juli aku akan membantumu."

"Terima kasih, Letta."

Olivia membasuh diri terlebih dahulu. Tidak ada pelayan yang membantunya karena mereka semua takut karena kutukan Julliane. Julliane melakukan apa pun sendirian. Mulai dari mandi, membersihkan kamar, dan merias diri. Putri kerajaan yang seharusnya dimanjakan malah melakukan semuanya sendiri. Olivia tidak mempermasalahkan hal ini, karena ia sudah terbiasa dididik hidup mandiri. Yang ia sayangkan adalah perilaku buruk orang-orang pada Julliane.

Olivia mengeringkan tubuhnya. Ia melihat bayang Julliane di cermin. Tangan emas Olivia merias wajah Julliane. Dengan cekatan tato Julliane terlihat menonjol dan sangat cantik. 

Olivia membanggakan diri atas karyanya ini. Menurutnya ini adalah mahakaryanya yang terbaik. Bila masih berada di dunianya, ia akan memamerkan ini di media sosialnya.

Letta terkesima melihat Julliane yang secantik ini. Orang yang berada di dalam tubuh Julliane ternyata sangat hebat dan baik.

"Bagaimana?" tanya Olivia pada Letta.

"Kamu luar biasa. Juli sangat cantik," puji Letta.

"Tentu saja," jawab Olivia dengan bangga.

Olivia akan melepas topeng Julliane. Ia akan pergi keluar kamarnya untuk menunjukkannya pada orang-orang. Dengan ini, orang-orang tidak akan takut pada Julliane dan akan mendekatinya. Julliane belum pernah menunjukkan wajah aslinya pada orang-orang istana, kecuali pada orang tuanya. Warga istana pasti akan memuji kecantikan Julliane.

Olivia memakai gaun Julliane. Semuanya terlihat sangat cantik. Meski tidak dicintai oleh orang tuanya, mereka tetap membelikan Julliane pakaian yang pantas.

Olivia mengurai rambut emas Julliane yang bergelombang. Ini akan meningkatkan pesona dari Putri Terkutuk ini. Olivia keluar dari kamar Julliane. Mulai sekarang ia akan dipanggil Julliane. 

Julliane melangkahkan kaki dengan percaya diri keluar dari sangkarnya. Ia berjalan melewati lorong menuju taman istana utama. Julliane tinggal di gedung yang berbeda dari dari saudara-saudarinya. Adik-adiknya tinggal di gedung istana utama sedangkan ia tinggal di gedung istana untuk selir. Karena ayahnya tidak mempunyai selir, Julliane diasingkan di sana untuk menjauhkannya dari adik-adiknya.

Begitu sampai di wilayah istana utama, reaksi dari orang-orang yang melihat Julliane tidak sesuai perkiraannya. Mereka semua lari ketakutan sambil berteriak.

'Dasar orang-orang yang tidak mengerti seni,' gerutu Julliane dalam hati.

Terpopuler

Comments

Flouie

Flouie

hahahah

2022-10-09

1

Flouie

Flouie

kasihan banget :(

2022-10-09

1

Miss GH

Miss GH

kereen langsung masuk kedalam novel

2022-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2 Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3 Bab 3 Rencana Cadangan
4 Bab 4 Debutante
5 Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6 Bab 6 Mengajari Pangeran
7 Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8 Bab 8 Penculikan
9 Bab 9 Interogasi Penculik
10 Bab 10 Tawaran Menikah
11 Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12 Bab 12 Kedatangan Pangeran
13 Bab 13 Pesta Berburu
14 Bab 14 Menangkap Basah
15 Bab 15 Duel
16 Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17 Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18 Bab 18 Kemurkaan
19 Bab 19 Penebar Rasa Takut
20 Bab 20 Hadiah
21 Bab 21 Rencana
22 Bab 22 Ditolak
23 Bab 23 Hadiah yang Hancur
24 Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25 Bab 25 Kutukan
26 Bab 26 Orang Terkasih
27 Bab 27 Perbuatan Usil
28 Bab 28 Calon Putri Mahkota
29 Bab 29 Danau
30 Bab 30 Gencatan Senjata
31 Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32 Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33 Bab 33 Terpaan Masalah
34 Bab 34 Pertengkaran
35 Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36 Bab 36 Ide Baru
37 Hiatus Revisi
38 Bab 37 Proses Baik
39 Bab 38 Ingkar Janji
40 Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41 Bab 40 Teman Palsu
42 Bab 41 Serangan Monster
43 Bab 42 Serangan Balik
44 Bab 43 Penuduhan
45 Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46 Bab 45 Pundi Uang
47 Bab 46 Pemecatan
48 Bab 47 Keraguan
49 Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50 Bab 49 Pelarian
51 Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52 Bab 51 Tipu Muslihat
53 Bab 52 Pertemuan
54 Bab 53 Jantung Berdebar
55 Bab 54 Gara-Gara Alergi
56 Bab 55 Terpaksa Kembali
57 Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58 Bab 57 Akhir atau Awal?
59 Bab 58 Putus Asa
60 Bab 59 Kerelaan
61 Bab 60 Menjalani Hidup
62 Bab 61 Mencari Restu
63 Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64 Ucapan Terima Kasih dan Curhat
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Masuk ke Dalam Dunia Novel
2
Bab 2 Menjadi Putri Terkutuk
3
Bab 3 Rencana Cadangan
4
Bab 4 Debutante
5
Bab 5 Pangeran Buruk Rupa
6
Bab 6 Mengajari Pangeran
7
Bab 7 Ketiga Kandidat Tokoh Utama
8
Bab 8 Penculikan
9
Bab 9 Interogasi Penculik
10
Bab 10 Tawaran Menikah
11
Bab 11 Menuju Kerajaan Yuvinere
12
Bab 12 Kedatangan Pangeran
13
Bab 13 Pesta Berburu
14
Bab 14 Menangkap Basah
15
Bab 15 Duel
16
Bab 16 Waktu Luang Diganggu
17
Bab 17 Ancaman Duke Orsin
18
Bab 18 Kemurkaan
19
Bab 19 Penebar Rasa Takut
20
Bab 20 Hadiah
21
Bab 21 Rencana
22
Bab 22 Ditolak
23
Bab 23 Hadiah yang Hancur
24
Bab 24 Hari Terakhir di Kerajaan Yuvinere
25
Bab 25 Kutukan
26
Bab 26 Orang Terkasih
27
Bab 27 Perbuatan Usil
28
Bab 28 Calon Putri Mahkota
29
Bab 29 Danau
30
Bab 30 Gencatan Senjata
31
Bab 31 Menuju Kerajaan Constain
32
Bab 32 Perasaan atau Keuntungan
33
Bab 33 Terpaan Masalah
34
Bab 34 Pertengkaran
35
Bab 35 Obrolan Tentang Anak Terkutuk
36
Bab 36 Ide Baru
37
Hiatus Revisi
38
Bab 37 Proses Baik
39
Bab 38 Ingkar Janji
40
Bab 39 Adik Yang Dikucilkan
41
Bab 40 Teman Palsu
42
Bab 41 Serangan Monster
43
Bab 42 Serangan Balik
44
Bab 43 Penuduhan
45
Bab 44 Kebenaran Serangan Istana
46
Bab 45 Pundi Uang
47
Bab 46 Pemecatan
48
Bab 47 Keraguan
49
Bab 48 Ulang Tahun Ellaine
50
Bab 49 Pelarian
51
Bab 50 Selamat Tinggal Ellaine
52
Bab 51 Tipu Muslihat
53
Bab 52 Pertemuan
54
Bab 53 Jantung Berdebar
55
Bab 54 Gara-Gara Alergi
56
Bab 55 Terpaksa Kembali
57
Bab 56 Pengusiran dan Ketakutan
58
Bab 57 Akhir atau Awal?
59
Bab 58 Putus Asa
60
Bab 59 Kerelaan
61
Bab 60 Menjalani Hidup
62
Bab 61 Mencari Restu
63
Bab 62 Hidup Berbahagia (End)
64
Ucapan Terima Kasih dan Curhat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!