Beckett terhenti di tengah-tengah perburuan. Ia mengangkat salah tangannya. Seorang prajurit berpakaian lengkap mendekatinya.
"Apa yang perlu saya bantu, Pangeran?"
"Bantu aku untuk berburu. Gunakan anak panah ini agar tidak ada seorang pun yang curiga. Taruh hewan buruan itu di sini." Beckett menyerahkan beberapa anak panahnya pada anak buahnya.
"Baik, Pangeran." Prajurit itu menunduk lalu segera pergi.
Beckett segera melanjutkan perburuan, tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikan tindakannya ini.
***
Peserta pesta perburuan mulai kembali ke tempat pendirian tenda. Mereka membawa hewan buruan masing-masing ke tempat penghitungan nilai berburu. Hewan besar seperti serigala, rusa, dan babi hutan bernilai lebih tinggi dibandingkan hewan kecil seperti kelinci dan burung.
Ian menjatuhkan hewan buruan untuk dihitung. Petugas yang menghitung hewan buruan itu membulatkan mulutnya karena tumpukan hewan yang ada di depannya. Jumlahnya 10 hewan besar dan 2 hewan kecil. Bisa dibilang Ian memecahkan rekor perburuan yang pernah diadakan di Kerajaan Yuvinere.
Dengan penuh kepercayadirian, Ian berbalik menuju tendanya. Ia yakin bahwa dirinya bakal menang. Karena tidak punya orang disukai, dia akan mempersembahkan hewan ini pada Julliane saja sebagai teman.
Langkah Ian terhenti. Matanya terpaku pada hewan buruan Beckett. Tangan Ian mengepal erat melihat seringai Beckett yang mengejeknya.
Mulut petugas penghitung itu terbuka lebih lebar dari pada sebelumnya. Jumlah hewan buruan Beckett sebanyak 12 hewan besar dan 2 hewan kecil. Hanya terpaut sedikit dengan Ian. Pemenangnya sudah ditentukan.
'Aku sudah menghalanginya tadi dengan berbagai jebakan. Tapi...' batin Ian.
Ian masih mengamati hewan buruan Beckett. Pandangannya berubah pada pemburu yang mendapatkan buruan ini. Tatapannya semakin tajam.
'Jangan-jangan dia curang'
Namun, Ian tidak punya bukti. Jika menuduh dengan gegabah, ia malah akan disudutkan dan menanggung malu. Ia hanya bisa memendam ini dalam hati.
Seluruh peserta sudah menghitung hewan buruan mereka. Kini mereka menunggu pengumuman pemenangnya. Raja berdiri di panggung membawa sebuah kertas berisi urutan nilai berburu.
"Aku akan membacakan nilai buruan, lima terbesar. Akan kumulai dari yang urutan kelima terlebih dahulu," ucap Raja dengan lantang.
Semua orang yang berada di sana berdebar sekaligus penasaran siapa pemenang dari pesta berburu ini.
Tak ingin lama-lama membuat orang menunggu Raja segera melanjutkan, "Lionel Crowley mendapat nilai 20. Edgar Yuvinere berada di urutan keempat memiliki nilai 30. Di urutan ketiga, Kyler Orsin mendapat nilai 42. Ian Constain mendapat nilai 84 berada di urutan kedua. Sedangkan pemenangnya mendapat nilai berburu 100. Ini adalah nilai berburu terbesar selama pesta berburu diadakan di Kerajaan Yuvinere. Pemenangnya adalah Beckett Lortamort."
Beckett maju ke panggung sambil tersenyum. Semua orang yang berada di sana bertepuk tangan, kecuali Ian. Balas dendamnya kepada Beckett tidak berhasil. Reputasi Beckett semakin tinggi di mata bangsawan Kerajaan Yuvinere.
Beckett memulai pidatonya. "Terima kasih karena telah mengadakan pesta perburuan ini, Raja. Saya bangga bisa memenangkan perburuan ini. Hewan buruan saya akan saya persembahkan pada Putri Julliane."
Semua mata tertuju pada Julliane. Putri Pertama ini sama sekali tidak terkejut atau pun tersanjung. Ia hanya tersenyum tanpa ekspresi.
Beckett menghampiri Julliane yang duduk bersama keluarga kerajaan Yuvinere. Ia meraih tangan Julliane sambil berkata, "Apakah Anda akan menerimanya, Putri Julliane?"
Ini sama saja dengan pernyataan cinta di depan umum. Gadis-gadis bangsawan saling berbisik, berharap mendapat pernyataan cinta seromantis ini. Ian berusaha menahan amarahnya tidak meledak. Mengacau di pesta berburu malah akan membuatnya diusir. Meski begitu ia masih bisa membalas perbuatan bangsawan lain pada dirinya, tetapi nasib Julliane bergantung pada pesta berburu ini.
Menolak pernyataan cinta Beckett akan membuat malu negara Yuvinere. Julliane tidak punya pilihan lain lagi. Ia harus menikahi Beckett.
"Maafkan aku, Julliane," gumam Ian.
Julliane menepis tangan Beckett. Ia menatapnya dengan tajam. "Aku tidak mau."
Raja mendekati putrinya satu ini. Tindakan putrinya ini sangat tidak pantas. Ia hendak memarahinya setelah perburuan ini selesai. "Kenapa Julliane?" tanya Raja menggantikan Beckett.
"Aku tidak mau menerima pemberian orang curang Ayah." Julliane mengalihkan pandangannya ke Beckett.
"Aku sama sekali tidak curang, jangan asal menuduh Putri." Beckett yang tidak menerima meninggikan suaranya.
"Aku punya buktinya," jawab Julliane sambil tersenyum.
"Pengawal, bawa orang itu ke sini," perintah Julliane.
Pengawal Kerajaan Yuvinere membawa seseorang berpakaian lengkap yang diikat tali. Beckett terkejut tetapi tidak menampilkannya di depan umum. Pengawal itu menepuk-nepuk wajah orang yang diikat itu agar terbangun.
Orang itu membuka matanya sambil terkesiap. Ia berusaha mencerna situasi ini. Setelah sadar matanya menatap Beckett. Semua orang yang berada di sana penasaran dengan keadaan yang berada di panggung.
Julliane menyeringai mengingat kejadian sebelumnya.
***
Mata Julliane mengintip di balik pohon. Pepohohan yang rindang membuat dirinya bisa bersembunyi dengan baik. Meski tidak bisa mendengar semua pembicaraan Beckett dan pengawalnya, ia memahami apa yang terjadi. Julliane membuntuti pengawal Beckett sebelum kehilangannya.
Jadi dia menggunakan bantuan orang lain. Pantas saja dia bisa menjadi pemenang.
Julliane mengamati Pengawal Beckett dari kejauhan. Pengawal Beckett sangat cekatan. Ia mampu memanah dengan baik. Hewan buruan seperti rusa, kelinci, dan serigala langsung mati di tempat begitu terkena anak panahnya. Tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga, dia berhasil mendapat lima hewan buruan. Ia meninggalkan hewan-hewan itu di tempat perjanjiannya dengan Beckett
Menyadari anak panah yang diberikan Beckett habis, ia segera kembali ke tempat pendirian tenda. Julliane terus mengikutinya. Tenda perburuan sangat sepi. Tentu saja karena peserta perburuan masih berburu. Pengawal Beckett masuk ke tenda milik tuannya untuk beristirahat.
Julliane membulatkan tekad, melangkahkan kaki ke tenda Beckett. Sontak Pengawal Beckett terkejut langsung menunduk hormat. "Salam pada Putri Julliane."
Keringat dingin muncul di dahi Pengawal Beckett. Ia yakin bahwa tadi tidak ada orang yang melihatnya dari tempat perburuan. Keberadaan Julliane di tenda ini bukan untuk memergokinya.
"Apa kamu punya wine? Kami kehabisan, karena tamu yang datang terlalu banyak," ujar Julliane sambil melihat-lihat tenda Beckett.
"Saya tidak punya Putri, tetapi sepertinya Pangeran Beckett membawanya kemari. Akan coba saya lihat," jawab pengawal Beckett mencari wine di kotak penyimpanan Beckett.
Ketemu
Julliane mengambil sebuah tongkat kayu. Ia mendekati pengawal Beckett yang masih sibuk mencari wine. Langkahnya sangat pelan hingga tidak terdengar. Julliane segera memukul tengkuk pengawal Beckett membuatnya pingsan. Tangannya meraih tali, mengikat pengawal Beckett.
Selesai
Julliane berdiri bernapas lega. Ia keluar dari tenda mencari penjaga lalu membisikkan sesuatu.
***
"Siapa orang ini Putri?" tanya Beckett pura-pura tidak tahu.
"Bukannya pengawal Anda, Pangeran?" tanya Julliane balik.
"Aku tidak mengenalnya. Apa kamu mengenalku?" Beckett mendekati pengawalnya. Ia berniat menghukum pengawalnya nanti, karena sudah mempermalukannya.
"Benar saya tidak mengenal Pangeran Beckett. Ini pertama kalinya saya bertemu dengan beliau," ucap pengawal Beckett gemetaran.
Mereka berdua tidak mau mengaku. Julliane sudah menduganya. Ia sudah mempersiapkan semuanya. Ia tidak akan kalah pada Beckett.
"Begitu ya, aku akan memanggil roh untuk memastikan perkataan orang ini benar," tunjuk Julliane pada pengawal Beckett.
Letta segera muncul sambil mengernyit. Pemandangan manusia yang berkerumun membuatnya muak. Ia ingin segera cepat-cepat kembali.
"Apa yang kamu inginkan dariku Julliane?" tanya Letta dengan nada kesal.
Julliane menyadari kekesalan Letta, ia akan meminta maaf nanti. "Tolong buat orang ini berkata jujur Letta."
Letta segera merapalkan sihir pada pengawal Beckett. Setelah selesai, Julliane menanyai orang yang masih diikat itu.
"Siapa kamu?"
"Saya ada pengawal Pangeran Beckett." Pengawal Beckett menutup mulutnya yang terlanjur terbuka dengan tangan.
Beckett menepuk dahinya. Semua orang saling berbisik.
"Apa kamu membantu Pangeran Beckett dalam perburuan ini?" tanya Julliane lagi.
"Benar, saya membantunya dengan menangkap 3 hewan besar dan 2 hewan kecil." Meski sudah menutup mulutnya, kata-kata terus terlontarkan tanpa henti.
Bisikan orang semakin meriah. Beckett yang tak tahan lagi mengakui semuanya. "Saya minta perburuan diadakan lagi. Akan saya buktikan bahwa sebenarnya saya bisa menang tanpa bantuan," pintanya pada Leroy.
Leroy menatap putrinya. "Apa keputusanmu Julliane?"
"Aku menyerahkan keputusan ini pada Pangeran Ian. Pangeran Ian adalah pemenang yang sah," ucap Julliane sambil memandang Ian.
Semua mata mengikuti arah pandang Julliane. Ian tersenyum melihat keadaan berbalik. "Saya minta berduel dengan Pangeran Beckett untuk menentukan pemenang sebenarnya dalam perburuan ini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Citra Ayu
mulai curang ini anak ya....
2022-06-05
2
Lee
mAsih nyicil ya kak..
semangatt
2022-04-01
1
🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻
Hwaiting Kk
3 Cogan dan Ry mampir
2022-03-26
1